وقف لله تعالى لا يباع ولا يشترى sahih shifa kesembuhan siapa hakim iyad dan pendahuluan shifa



Yüklə 1,07 Mb.
səhifə4/24
tarix21.08.2018
ölçüsü1,07 Mb.
#73245
1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   24

Kefasihan Nabi Muhammad

Banyak sekali penjelasan yang mengungkap penguasaan baginda dalam berbahasa Arab, serta kefasihan lisan dan kelancaran dalam berkata-kata.

Perkataan baginda ringkas namun mempunyai makna. Baginda sangat cekatan dalam berdiskusi dan mampu mengutarakan segala sesuatu secara jelas. Pidato baginda mengalir secara rapi, penuh arti dan tidak dibuat-buat. Ucapan baginda mengandung hikmah dan pengetahuan.

Baginda pandai dalam semua ragam dialok bahasa Arab, serta mampu berkomunikasi dengan setiap komunitas masyarakat memakai bahasa klasik mereka.

Ketika orang-orang Arab dari berbagai suku bercakap-cakap dengan baginda, baginda menjawab menggunakan ungkapan keseharian mereka, sehingga terkadang para Sahabat tidak memahami apa yang diucapkan baginda, jadi para Sahabat meminta baginda supaya menjelaskannya. Hal ini telah dibuktikan oleh siapapun yang mempelajari ilmu kutipan kenabian (hadis) dan sejarah hidup baginda.

Cara bicara baginda dengan orang-orang Quraisy Mekah dan kaum Ansor Madinah, atau penduduk Hijaz dan Najd, berbeda dengan cara bicara baginda dengan Dzul Misy'ar, Hamdani, Tohfah An-Nahdi, Qoton bin Haritsa Al-Ulaimi, Asy'ats bin Qois, Wail bin Hujr Al-Kindi dan kepala suku-suku Hadramaut lainnya serta raja-raja Yaman.

Baginda ahli dalam pemilihan kata-kata. Kefasihan pidato baginda yang tak tertandingi, tampak dalam contoh berikut:

"Orang Islam sebanding darah mereka, yang paling rendah pun dapat mewakili mereka, dan mereka bersatu padu menghadapi selain mereka."

"Seseorang itu bersama siapa yang dia cintai (di Surga)"

"Manusia bagaikan barang tambang. Yang terbaik darimu di 'Zaman Jahiliyyah' adalah yang terbaik darimu dalam Islam jika memahami Hukum Islam."

"Tidaklah hancur seseorang yang mengetahui kadar nilai dirinya."

"Masuk Islam lah, engkau akan selamat, Allah akan memberimu pahala dua kali."

"Yang paling kucintai diantaramu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat, adalah yang paling bagus akhlaknya, yang merendahkan hati, dan yang saling mengasihi."

"Orang berwajah dua tidak memiliki status (kedudukan) disisi Allah."

"Bergosip adalah dilarang, begitu pula terlalu banyak bertanya, menghambur-hamburkan harta, menolak secara berlebihan dan terlalu banyak menginginkan, durhaka kepada ibu dan mengubur bayi perempuan hidup-hidup."

"Takutlah kepada Allah dimanapun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka akan menghapusnya (keburukan), dan perlakukan manusia berdasarkan akhlak yang bagus."

"Cintailah orang yang kau sayangi sekadarnya barangkali dia akan menjadi orang yang membencimu suatu hari nanti."

"Kezaliman itu kegelapan pada hari kiamat."

Di antara doa yang diucapkan baginda adalah, "Ya Allah, saya memohon rahmat-Mu, yang dengannya membimbing hatiku, menghimpun dan mengoreksi segala urusanku, memperbaiki mereka yang tak hadir, meninggikan derajat mereka yang hadir, dan menyucikan amal sehingga saya benar-benar berada dalam bimbingan, serta mengembalikan keakraban dan membentengi dari segala kejahatan. Ya Allah, saya memohon kemenangan dalam takdir, tempat kediaman para syuhada, kehidupan bahagia dan penaklukan atas musuh."

Masih terdapat banyak riwayat lainnya (lebih dari 12.000 pernyataan akurat) yang menyampaikan tentang kedudukan, perkataan, pidato, doa, percakapan dan hubungan sosial kemasyarakatan baginda. Tidak seorangpun yang menyangkal fakta bahwa baginda telah mencapai peringkat yang tiada bandingannya. Dan tiada pula yang dapat menyamai ketinggian derajat baginda.

Diantara kalimat yang baginda ucapkan,

"Tungku memanas (Pertempuran semakin sengit)."

"Orang beriman tidak disengat dari lubang batu dua kali."

"Orang beruntung siapa yang dinasehati dengan selainnya."

Terdapat banyak perkataan-perkataan serupa, yang akan menemukan kekaguman ketika memperhatikannya, dan menarik pemikiran untuk kedalaman isinya.

Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda kepada para sahabatnya, "Bagaimanapun, aku termasuk orang Quraisy, dan aku telah tumbuh di bani Sa'ad." Suku padang pasir Sa'ad sebagai warga pribumi asli terkenal dengan kemurnian bahasa Arabnya. Ditambah kondisi kebahasaan di Mekah yang tenar kefasihan serta keindahan kata-katanya. Semua kelompok ini bergabung dengan dukungan ilahi, mendampingi Wahyu yang tidak bisa ditiru siapapun.



Kemuliaan nasab, tempat lahir, dan masa pertumbuhan Nabi Muhammad

Tidak ada orang yang meragukan kehormatan garis keturunan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kemuliaan tempat tinggal serta tempat dimana baginda tumbuh dan dibesarkan. Tidak membutuhkan pembuktian karena sangat jelas dan tidak samar.

Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berasal dari anak-anak Hasyim yang terbaik, dan dari suku Quraisy yang paling berpengaruh. Baginda adalah keturunan orang Arab yang paling mulia dan disegani, tidak hanya dari nasab ayah tetapi juga dari nasab ibu, serta termasuk penduduk Mekah, tanah termulia dalam Pandangan Allah, juga termulia dalam pandangan para penyembah Allah.

Merujuk pada keberkatan kemuliaan baginda, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa baginda bersabda, "Aku diutus dari generasi terbaik anak turun Adam, turun temurun, hingga aku muncul di generasi yang aku menjadi bagian darinya."

Abbas memberitahu bahwa baginda bersabda, "Sungguh Allah telah menciptakan semua makhluk, dan Dia menjadikan aku yang terbaik diantara mereka, dari keturunan yang terbaik. Kemudian Dia memilihkan suku bangsa, maka menjadikan aku dari suku bangsa terbaik, lalu memilihkan keluarga, maka menjadikan aku dari rumah tangga terbaik. Aku yang terbaik dari mereka secara pribadi dan dari rumah tangga yang terbaik."

Mengenai garis keturunannya, baginda telah bersabda, "Sungguh Allah telah memilih Ismail dari anak turun Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari anak turun Ismail, dan memilih kaum Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari bani Hasyim." Hadis ini diriwayatkan Watsilah bin Asqo'.



(Sisipan Syekh Darwish:

Nabi Ibrahim mempunyai dua istri, Siti Sarah dan Siti Hajar. Nabi Muhammad adalah keturunan Nabi Ibrahim dari perkawinannya dengan Siti Hajar.

Siti Hajar adalah anak perawan raja negeri Ain Syams di Mesir. Setelah kematian ayahnya, Siti Hajar tinggal di istana istri Firaun. Siti Hajar dikenal dengan kelembutan dan sifat yang mulia.

Siti Sarah telah dilindungi Allah dari niat jahat raja fir’aun Mesir, yang kemudian menyadari Siti Sarah adalah seorang wanita yang mulia serta berpikir bahwa Hajar akan menjadi teman yang sempurna untuk Sarah. Karena itulah, si perawan Hajar akhirnya tinggal sebagai pendamping Sarah dalam rumah tangga Ibrahim.

Siti Hajar seorang wanita manis berhati mulia dan beliau menyayangi Siti Sarah. Persahabatan sangat istimewa terjalin diantara mereka.)

Kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad

Pujian dan kesejahteraan atasnya


Tingkat keutamaan dalam kebutuhan harian seseorang dapat dikategorikan dalam tiga macam:

1. Utama dalam jumlah yang sedikit

2. Utama dalam jumlah yang besar

3. Bervariasi sesuai dengan situasi

Dalam ajaran Islam maupun dalam kehidupan bermasyarakat, bagaimanapun keadaannya, bila merasa puas dengan yang sedikit, maka kebutuhan pokok sehari-sehari seperti makan, minum, dsb, akan dianggap sebagai hal yang layak dipuji dan merupakan kesempurnaan yang lebih besar. Tidak hanya orang-orang arab, orang-orang bijak pun memuji dengan sedikit tersebut, dan mengkritik jika berlebihan.

Memanjakan diri dengan banyak makan dan minum, merupakan tanda keserakahan, ketamakan, rakus serta menuruti hawa nafsu. Berlebih-lebihan dalam hal tersebut tidak hanya merugikan didunia tetapi juga di akhirat. Mengakibatkan penyakit hati dan jasmani serta kebekuan pikiran. Ketika seseorang merasa puas dengan yang sedikit, itulah pertanda kesenangan sejati dan pengendalian diri.

Hal yang sama juga berlaku untuk tidur berlebihan. Tidur berlebihan ialah pertanda kelemahan yang bisa mengurangi kecerdasan dan kepandaian, serta berujung pada kemalasan, kegagalan, tersia-sianya kehidupan dalam kegiatan tak berguna, dan menyebabkan keras hati, kelalaian, serta kematian hati seseorang.

Buktinya banyak ditemukan didalam beragam perkataan yang ditularkan orang-orang bijak dan bangsa-bangsa zaman dahulu, yang kemudian menjadi bahan rujukan dalam cerita dan puisi orang Arab. Bukti juga ditemukan didalam hadis sahih, dan perkataan para Sahabat Nabi, Tabi’in, dan Tabi’tabi’in (tiga generasi pertama Islam), yang sudah sering dikutip didalam berbagai buku. Bukti-bukti semacam itu tidak disebutkan secara penuh karena siapapun telah mengetahuinya, dan disini akan diuraikan secara ringkas.

Baginda selalu merasa puas dengan yang sedikit dan mendorong para pengikutnya supaya juga puas dengan yang sedikit. Miqdam bin Ma'dikarib melaporkan bahwa Nabi bersabda, "Anak cucu Adam tidak memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Seyogyanya anak Adam makan yang sekiranya cukup untuk menegakkan tulang punggungnya. Bila harus lebih, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk napas." Akibat dari konsumsi makan dan minum berlebihan adalah tidur berlebihan.

Generasi awal Muslim lainnya menyarankan, "Jangan banyak makan sehingga banyak minum, banyak tidur, dan mengalami banyak kerugian."

Sahabat Anas bercerita tentang makanan kesukaan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Baginda lebih menyukai makanan yang ada banyak tangan diatasnya."

Bunda Siti Aisyah, istri baginda, semoga Allah meridhainya, menggambarkan kebiasaan baginda seraya berkata, "Baginda tidak pernah mengisi rongga perut baginda hingga kenyang."

Suatu ketika terdengar baginda bertanya, "Bukankah aku melihat sebuah kuali dengan daging di dalamnya?" wajar baginda menanyakan hal ini, karena ada kesan orang-orang dalam rumah tangga baginda mengira daging itu tidak sepatutnya untuk baginda.

(Sisipan syeikh Darwish: Karena yang diberikan kepada pembantu baginda adalah sedekah." Baginda menjelaskan hal tersebut seraya berkata, "Itu adalah sedekah baginya, dan menjadi sebuah hadiah (darinya) bagi kami.")

Baginda memberitahu para Sahabatnya, "Aku tidak makan sambil bersandar disatu sisi." Baginda makan dengan menegakkan badannya, tidak dengan posisi bersandar sebagaimana sikap orang sakit yang lemah badannya ketika makan. Makan sambil duduk dengan posisi bersandar semacam itu akan menyebabkan seseorang makan lebih banyak makanan.

Cara duduk baginda ketika makan adalah duduk posisi berjongkok, seolah-olah baginda akan bangun berdiri, sebagaimana kebiasaan orang Arab saat itu. Baginda bersabda, "Sesungguhnya aku seorang hamba, aku makan sebagaimana seorang hamba makan, dan duduk sebagaimana seorang hamba duduk."

Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya sedikit tidur. Terdapat banyak laporan mengenai hal ini. Baginda bersabda, "Kedua mataku tidur sedang hatiku tidak tidur." Baginda tidur di sisi kanan, ini menunjukkan tidur yang sedikit dan tidak pulas ketika tidur. Tidur disisi kiri lebih mudah untuk jantung, dan lagi organ-organ tubuh lebih condong ke sisi kiri.

Ketika seseorang tidur di sisi kanan, ada kecenderungan bangun lebih cepat, dan tidak mengalami tidur yang nyenyak.

Pernikahan dan kehidupan keluarga Nabi Muhammad

Pujian dan kesejahteraan atasnya


Kategori kebutuhan kedua adalah sesuatu yang sangat baik dalam jumlah besar. Termasuk dalam kategori ini adalah hal-hal seperti pernikahan dan pengaruh.

Hukum Islam dan hukum adat telah bersepakat bahwa pernikahan adalah suatu keharusan. Pernikahan adalah bukti kesempurnaan dan kejantanan seseorang, yang dapat juga dijadikan alasan untuk membanggakan diri. Pernikahan sangat dipuji dalam hukum serta dianjurkan dalam risalah kenabian.

Ibnu Abbas berkata, "Yang terbaik dari umat ini adalah yang terbanyak istrinya." Ucapan Ibnu Abbas ini merujuk pada baginda.

Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Menikahlah kalian dan berkembang biaklah, aku ingin membanggakanmu diatas umat-umat yang lain."



(Sisipan Syeikh Darwish: Anda mungkin penasaran mengapa Nabi Muhammad berharap memiliki umat yang lebih banyak jumlahnya. Yaitu agar lebih banyak orang yang menyembah dan memuji Allah sendirian. Baginda yang memegang peranan penting dalam membimbing umat, kelak akan memiliki lebih banyak orang yang menyembah dan memuji Allah sendirian. Di Malam Isro' Mi'roj, nabi Musa menangis karena umatnya yang menyembah dan memuji Allah sendirian lebih sedikit jumlahnya daripada umat Nabi Muhammad)

Baginda melarang membujang karena pernikahan melindungi nafsu dari kesesatan. Baginda bersabda, "Barangsiapa yang telah mampu, maka menikahlah, sungguh hal itu menundukkan pandangan dan membentengi kemaluan."

Karena alasan inilah, para ulama Islam mengatakan, bahwa pernikahan bukanlah hal yang akan mengurangi keutamaan menjauhi dunia atau zuhud.

Bagi para Sahabat, memiliki banyak istri termasuk menjauhi dunia (berzuhud). Sehingga mereka umumnya mempunyai banyak istri dan budak. Mereka tidak suka jika bertemu Allah dalam keadaan membujang (belum pernah menikah).

Ada yang mengajukan pertanyaan, "Bagaimana pernikahan bisa bernilai utama, sedangkan Allah telah memuji nabi Yahya, putra nabi Zakaria, yang tidak pernah menikah? Mengapa nabi Yahya dipuji sedangkan beliau tidak melakukan sesuatu yang dianggap sebagai keutamaan. Selain itu, nabi Isa putra Maryam juga membujang.

Allah memuji nabi Yahya yang membujang, tidak berarti beliau seorang yang lemah dan tidak jantan. Pernyataan bernada menghina tersebut telah ditolak oleh para ulama', dengan alasan bahwa dalam pernyataan itu tersirat adanya kekurangan dan aib, sedangkan hal itu adalah mustahil bagi para nabi Allah. Ini berarti nabi Yahya (dalam keadaan membujangnya) terlindung dari segala perbuatan dosa, seakan-akan beliau tidak dapat melakukan perbuatan dosa, berarti juga beliau terlepas dari semua keinginan jasmani dan syahwat terhadap wanita.

Pernikahan adalah perkara yang terpuji, dan suatu ketidaksempurnaan jika mampu menikah namun tidak melakukannya. Ketidakmampuan menikah bisa jadi akan mengurangi keutamaan berjuang melawan hawa nafsu (bermujahadah). Nabi Isa adalah orang yang sempurna dalam berjuang melawan hawa nafsunya. Dalam kasus Nabi Yahya, beliau telah diberi kecukupan oleh Allah.

Terlalu sering menikah dapat mengalihkan perhatian seseorang dari mengingat Allah dan melekatkan diri pada dunia.

Orang-orang yang menikah dan memenuhi kewajiban pernikahan tanpa melalaikan mereka dari mengingat Allah, mereka pun mencapai derajat yang tinggi. Derajat tinggi ini ditemukan dalam diri Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang mempunyai banyak istri, tetapi tidak pernah terganggu ibadahnya kepada Allah. Sebaliknya, ibadah baginda malah semakin meningkat, karena baginda melindungi istri-istrinya, menunaikan hak-hak mereka, menafkahi mereka, serta membimbing mereka dalam beribadah kepada Allah. Baginda telah bersabda bahwa hal-hal tersebut, tidak termasuk kehidupan duniawi baginya, namun bagi manusia lainnya, hal tersebut adalah bagian dari kehidupan duniawi.

Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Dicintakan kepadaku di duniamu ini wanita dan wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku didalam shalat." Ini pertanda mencintai perempuan dan parfum adalah termasuk urusan duniawi bagi manusia lain, namun bagi baginda adalah termasuk urusan akhirat, karena baginda berhasrat memakai wangi-wangian ketika bertemu para malaikat.

Kecintaan besar yang sebenarnya bagi baginda yaitu ketika menyaksikan alam malaikat. Juga percakapan akrab baginda dengan Penguasanya. Itulah sebabnya, baginda membuat perbedaan antara dua kecintaan. Baginda telah memisahkan dua keadaan dalam sabda baginda diatas.

Nabi Yahya dan nabi Isa berada pada derajat yang sama dalam ujian perempuan.

Tambahan keutamaan pernikahan yaitu kepuasan bisa memuaskan kebutuhan seorang istri. Baginda telah diberi limpahan kemampuan untuk memuaskan para istrinya. Karenanya, baginda diperbolehkan memiliki lebih banyak istri daripada laki-laki lainnya.

Sahabat Anas berkata, "Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengunjungi istri-istrinya dalam satu jam, siang atau malam hari, dan mereka sebanyak sebelas orang."

Anas dan rekan-rekannya menyimpulkan, baginda telah diberi kekuatan tiga puluh orang. Abu Rofi' juga mengatakan hal yang sama.

Nabi Sulaiman berkata, "Sungguh aku mengelilingi dalam semalam, seratus atau sembilan puluh sembilan istri." Dari sini dapat dipahami, nabi Sulaiman juga memiliki kekuatan diatas rata-rata, sehingga mampu melayani para istrinya meski sangat banyak jumlahnya.

Nabi Daud adalah seorang yang zuhud (menjauhi dunia), dia makan dari kerja tangannya sendiri, dan dia juga memiliki sembilan puluh sembilan istri. Hal ini terdapat dalam kitab Allah,

Anas meriwayatkan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku lebih utama dari orang-orang dalam empat hal; kemurahan hati, keberanian, keintiman (dengan istri-istrinya) dan ketegasan dalam menghukum (untuk keridhaan Allah semata)."



(Sisipan Syeikh Darwish: Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diutus dalam suatu masa dimana pada masa tersebut, memiliki empat puluh istri merupakan hal yang biasa. Hukum Islam mengurangi jumlah istri yang bisa dinikahi seorang laki-laki, yaitu maksimum empat istri, dengan persyaratan, ketika menikah lebih dari satu, wajib berlaku adil pada masing-masing istrinya, dan jika tidak mampu berbuat adil, seorang pria hendaknya hanya menikahi satu istri. Saat ini 99,99% perkawinan adalah monogami, sedangkan orang-orang Barat selama beberapa dekade terlibat dalam kencan, perselingkuhan dan seks bebas. Betapa menyedihkan, gaya hidup semacam itu ternyata telah diekspor ke internet untuk kalangan pemuda Muslim.)

Orang-orang cerdas biasanya memuji orang sesuai dengan pengaruhnya, dan lubuk hati mereka menghargai seseorang berdasarkan besarnya pengaruh mereka.

Di sisi lain, pengaruh juga menjadi penyebab banyak kemalangan, dan bagi sebagian manusia bisa membahayakan urusan akhiratnya. Karena alasan inilah, ada orang-orang yang mencela pengaruh dan memuji jika tidak mempunyai pengaruh. Hukum Islam lebih memuji orang yang tak mempunyai kedudukan daripada yang punya dan mencela orang-orang yang membanggakan diri di muka bumi.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah pribadi yang penuh kesederhanaan. Cinta kepada baginda telah menembus jantung hati para Sahabat, serta meresap kedalam hati orang-orang lainnya, baik sebelum baginda menjadi nabi maupun sesudahnya, sekalipun dilubuk hati orang-orang yang mendustakan dan menyakiti baginda sekalipun dan kroni-kroni mereka serta siapapun yang mencoba membahayakan baginda secara sembunyi-sembunyi. Ketika baginda bertemu mereka, mereka menghormatinya, dan jika baginda meminta sesuatu, mereka memberikan permintaan baginda. Hadis yang berkaitan dengan fakta ini sudah diketahui umum.

Orang yang belum pernah melihat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, akan tercengang dan terperanjat ketika pertama kali melihatnya. Hal serupa dilaporkan oleh Qaila, yang berkata bahwa ia mulai gemetar ketakutan ketika pertama kali melihat baginda, namun baginda segera menenangkannya dan secara lembut berkata, "Wahai wanita malang, kamu harus tenang."

Abi Mas'ud melaporkan, ada seorang laki-laki datang menghadap Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Ia mulai gemetaran dan baginda langsung membuatnya tenang serta berkata, "Tenanglah, sungguh aku bukanlah seorang raja."

Keberadaan Nabi Muhammad sebagai seorang nabi sungguh tak ternilai harganya, begitu pula kemuliaan kedudukan baginda yang menjadi seorang Utusan Allah. Semakin bertingkat-tingkat pangkat baginda dengan terpilih sebagai manusia terbaik dalam pandangan Allah, serta mendapat kemuliaan di dunia, sedang di akhirat menjadi junjungan semua anak turun nabi Adam.





SAHIH SHIFA

KESEMBUHAN
Seri ke-4
KESEMPURNAAN FISIK DAN PERILAKU

SERTA KEBERKATAN NABI MUHAMMAD

Karya


Hakim Agung Abulfadl Iyad

wafat tahun 1123M / 544H


Periwayat Hadis

Muhaddis Agung Hafiz Abdullah Bin Siddiq


Perevisi

Muhaddis Abdullah Talidi


Adaptasi oleh

Abdi Hadis Syekh Ahmad Darwish (Arab)

Anne Khadeijah (Inggris)

Siti Nadriyah (Indonesia)


Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi.
Kebijakan Nabi Muhammad dalam berurusan dengan harta kekayaan

Kategori ketiga adalah yang bervariasi sesuai dengan situasi. Kebaikan dan keunggulannya berubah-ubah sesuai dengan keadaan, termasuk juga memiliki banyak kekayaan.

Orang yang berharta sering kali dipandang terhormat oleh orang-orang awam. Mereka mengira ia dapat memuaskan segala macam kebutuhan dan keinginan melalui kekayaannya itu. Padahal ini sebenarnya bukanlah suatu kebajikan.

Ketika seseorang memiliki kekayaan, dan menghabiskannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, serta menggunakannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, maka pembelanjaan harta kekayaan tersebut membuatnya meraih kemuliaan, keutamaan dan patut untuk dipuji, hati manusia pun akan memandangnya sebagai kebaikan. Dengan begitu maka menjadi suatu kebajikan untuknya di mata orang-orang dunia.

Ketika seseorang menggunakan kekayaannya untuk urusan yang bermanfaat dalam agama, dan menghabiskan dalam amal guna mencari keridhaan Allah, dan untuk amal akhirat, maka menjadi sebuah kebajikan di mata setiap orang.

Adapun orang yang memilih untuk menahan kekayaannya, tidak peduli apakah itu sedikit atau banyak, menyalahgunakannya dan selalu ingin mendapatkan lebih banyak, maka hartanya telah menjadi penyebab aib, dan menjadi tak berharga, serta tak ada nilai kebajikannya. Ketika itu terjadi, kekayaan tidak membawa seseorang ke tingkat keselamatan, melainkan justru sebaliknya, menjadi sebuah keburukan dan akan melemparkan ke jurang kekikiran dan kehinaan.

Kekayaan dapat pula menjadi kebajikan yang patut dipuji. Tidak terletak pada berapa jumlahnya, melainkan terletak pada penggunaan yang tepat. Jika seseorang telah mengumpulkan banyak kekayaan, tetapi memanfaatkannya secara tidak benar, maka tidak patut disebut sebagai orang kaya, karenanya tidak sepantasnya memuji-muji orang tersebut. Para ulama menganggapnya sebagai orang melarat, dan tidak akan mampu menggapai harapan dan tujuan-tujuan hidupnya, karena tidak mampu mengendalikannya. Ia seperti petugas yang bertanggung jawab atas kekayaan milik orang lain, tapi ia sendiri tidak memiliki kekayaan, seolah-olah tidak memiliki apapun.

Mari melihat dari dekat cara Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, berhubungan dengan kekayaan. Ketika seseorang membaca kisah hidup baginda, terlihat bahwa baginda diberi harta karun dunia dan kunci perbendaharaan bumi.

Sebelum zaman baginda, harta rampasan perang telah diharamkan untuk para nabi mulia dan umat-umat mereka, namun Allah menghalalkan untuk Nabi Muhammad dan umatnya. Nabi Muhammad telah membuka Hijaz, Yaman, seluruh Arab serta daerah perbatasan Syria dan Irak. Baginda mengambil seperlima dari harta rampasan perang, zakat, serta pajak yang ditarik dari nonmuslim, dan raja-raja juga memberi baginda hadiah. Namun baginda tidak menyimpan kekayaan bagi dirinya sendiri, juga tidak menyimpan meski hanya satu koin untuk dirinya sendiri, baginda menghabiskan semuanya di jalan Allah. Baginda sangat murah hati dan telah memakmurkan masyarakat serta memperkuat umat Islam melalui pemanfaatan harta tersebut.

Baginda bersabda, "Aku merasa tidak senang jika ada dinar emas tersisa bersamaku semalaman, kecuali satu dinar yang kusisihkan untuk membayar hutang."

Mengenai hal-hal seperti pakaian, perumahan dan kesejahteraan, baginda sudah merasa puas dengan hanya sekedar yang diperlukan saja, dan tidak pernah meminta lebih. Baginda mengenakan pakaian apa saja yang ada, baik itu jubah, pakaian kasar, atau pakaian luar yang tebal. Ketika ada yang mengirimi jubah dari kain brokat atau kain bordiran, baginda bersedia memberikannya kepada siapapun yang ada di dekat baginda atau mengirimkannya kepada orang lain, karena bangga dan berhias bukanlah sifat orang-orang mulia dan terhormat yang dekat dengan Allah, akan tetapi termasuk diantara sifat-sifat perempuan.

Pakaian paling terpuji adalah yang bersih dan berkualitas sedang. Ketika seseorang memakai pakaian semacam itu, tidak akan mengurangi reputasinya, juga tidak menarik perhatian orang-orang, serta tidak dipermasalahkan dalam Hukum Islam. Penyebab utama orang suka bergaya adalah karena memamerkan kelebihan pakaian dan kekayaan mereka.

Demikian pula bangga dengan kemewahan, atau mempunyai rumah yang megah, atau memiliki banyak perabotan, pelayan dan hewan ternak. Namun, jika seseorang memiliki tanah, menanam dan memanennya, kemudian membatasi konsumsinya, serta membagi-bagikan keuntungannya kepada mereka yang membutuhkan, sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta, maka orang itu telah memperoleh keutamaan dari harta miliknya. Sungguh terpuji perilaku berpaling dari kekayaan, begitu pula puas dengan yang sedikit, meskipun tidak ada yang tersisa setelah menghabiskan dengan cara yang benar.


Yüklə 1,07 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   24




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin