Abu Aulia Nusantara



Yüklə 231.05 Kb.
səhifə1/3
tarix18.01.2018
ölçüsü231.05 Kb.
  1   2   3

Abu Aulia Nusantara

Sekali2 tanya fiqih ya :

1. Bolehkah memakan binatang yang disembelih oleh orang Kristen dan Yahudi?

2. Bolehkah memakan binatang sembelihan orang non muslim selain Krsiten dan Yahudi?


3. Bolehkah memakan binatang sembelihan orang muslim namun musyrik?

4. Bolehkan memakan binatang sembelihan orang muslim namun tidak melafadzkan basmallah?

5. Bolehkah memakan binatang sembelihan yang mana sembelihan tsb untuk :
- persembahan/acara ritual kemusyrikan,
- acara bid'ah

Top of Form



Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Rabu pukul 17:28



  • Davian Harunizer, Abu Ahmas Al Atsary, Rei Anbu dan 6 lainnya menyukai ini.



Abu Aulia Nusantara Ustadz Abu Ahmas Al Atsarymohon ilmu dan jawabannya tafadhol

Rabu pukul 17:49 · Suka



Abu Aulia Nusantara Ustadz Dhimas W Asyifa, Yovi Yotavia Syifa Muhammad, dll

Rabu pukul 17:50 · Suka



Abu Ahmas Al Atsary insyaAllah akhi Abu Aulia Nusantara, menurut ilmu yang telah didapatkan...... sholat maghrib dulu.

Rabu pukul 17:55 · Suka · 1



Alright Sanchez pada suka ke KFC,TEXAS,Mc D ga ya,banyak muslim yg wisata kuliner dsana ya?

Rabu pukul 18:10 melalui seluler · Suka · 1



Alright Sanchez pada suka ke KFC,TEXAS,Mc D ga ya,banyak muslim yg wisata kuliner dsana ya?

Rabu pukul 18:10 melalui seluler · Suka



Alright Sanchez pada suka ke KFC,TEXAS,Mc D ga ya,banyak muslim yg wisata kuliner dsana ya?

Rabu pukul 18:10 melalui seluler · Suka



Alfred Revolino Gapapa kalo order mcfish hehehe

Rabu pukul 18:52 melalui seluler · Suka · 1



Abu Sahla Nyimak

Rabu pukul 19:10 melalui seluler · Suka



Didin Heryana nyimak sambil duduk manis dpn monitor..

Rabu pukul 19:14 melalui seluler · Suka



Abu Ahmas Al Atsary Berdasarkan kepada dalil dalam firman Allah :

"Janganlah kamu memakan hewan yang disembelih tidak menyebutkan nama Allah atasnya". (Al-An'am : 121)

dan :

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan daging hewan yang disembelih atas nama selain Alloh, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala." (Al-Maidah: 3).



"Sembelihan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka." (Al Maidah : 5)

Jawaban singkat dari pertanyaan ::

1. BOLEH memakan sembelihannya orang kristen dan yahudi, berdasarkan dalil Surat Al-Maidah ayat 5 diatas yang memansukhkan hukum dalam Al-An'am ayat 121 bagi mereka (Ahlu kitab).

2. TIDAK BOLEH memakan sembelihan orang non muslim selain Kristen dan yahudi, berdasarkan dalil dalam surat Al-Maidah ayat 3 diatas. Karena mereka adalah orang2 yang beribadah kepada selain Allah (berhala2) dan sembelihannya adalah bangkai.

3. TIDAK BOLEH... dengan dalil Al-Maidah ayat 3.

4. TIDAK BOLEH... dengan dalil Al-Al-An'am ayat 121, KECUALI bila memakannya dengan membaca bismillah terlebih dahulu, sebagaimana riwayat dari Imam Bukhari dalam shahihnya.



5. TIDAK BOLEH bila untuk acara ritual kemusyrikan dengan berdalilkan pada surat Al-Maidah ayat 3... untuk ACARA BID'AH..... silahkan para pendukung bid'ah memberikan alasan dan komentar terlebih dahulu.

Rabu pukul 19:14 · Suka · 1



Lukman Abdullah acara bid'ah itu seperti apa.....?

Rabu pukul 19:19 melalui seluler · Suka · 2



Abu Aulia Nusantara 7 hari, 100 hari, maulud nabi dsbnya.

Rabu pukul 19:39 · Suka



M Zhack Saleh Al-Faraby Bakal ramai nich kayaknya hehe...

Rabu pukul 19:40 melalui seluler · Suka · 1



Abu Aulia Nusantara Ustadz M Zhack Saleh Al-Faraby silahkan ...

Rabu pukul 19:41 · Suka



M Zhack Saleh Al-Faraby Gak berminat. Ane nyimak aja

Rabu pukul 19:44 melalui seluler · Suka



Nizar Arif postingan bagus namun ....

Rabu pukul 19:44 · Suka



Abu Aulia Nusantara Namun Kenapa akhy?

Rabu pukul 19:45 · Suka



Reki Wright Jordan ralat nomor 3, agak janggal, "Muslim tapi Musyrik", dlm hal ini jelas dia tak bs lg disebut Muslim, karena dia telah Musyrik alias kafir

Rabu pukul 19:48 · Suka · 1



Nizar Arif bentarr ya..
ya bagus, masalahnya ilmu fiqh itu penting :
tafaqqoh fainnal fiqha afdlolu qooidzi, ilalbirri wattaqwa wa'adalu qoosidi, mengajilah Fiqh karena lbh baik dan memberi petunjuk, ke arah yg lbh baik dalam beragama serta memperteguh agama kita .

Rabu pukul 19:48 · Suka · 1



Abu Aulia Nusantara Benar kelihtan janggal,..namun bahasa ana rasa paling tepat sepertiitu he he he

Nizar Arif permasalahan ini sangat penting karena masalah penyembelihan menyangkut juga masalah aqidah.

Rabu pukul 19:50 · Suka



Reki Wright Jordan muslim tp musyrik kebanyakan ada di jawa hehehe

Rabu pukul 19:51 · Suka



Nizar Arif iya saya bilang postingn bagus artinya saya setuju dg sodara pemosting <--- namun, tunggu dulu, saya lagi kesana kemari hehehe
sek yoo <---- alias nyimak dulu

Rabu pukul 19:52 · Suka · 1



Yovi Yotavia Akhi Abu Aulia Nusantara kebetulan ane makmum nyang fakir ame dhoif, masih jauh jadi U lame sebab ane masih U baru.
Untuk ustadz Abu Ahmas Al Atsary, apakah selalin non muslim, yahudi dan nasrani dise diyakinin bukan penyembah Allah, sementare dalam al qur'an disebutkan masih banyak nabi nyang Allah gak kasih tahu, afwan ane nyang dhoif ame fakir ini tanya.

Kemarin jam 8:35 · Suka



Iqbal Teuku Ubit memelihara lingkungan dengan baik karna kita harus menghargai lingkungan sebagaimana hati ini menghargai orang lain.bila mana kita menjaga hati kita dengan baik kepada allah swt.
-Muhammad Iqbal-

Kemarin jam 8:37 · Suka



Muhammad Teguh Imanullah Alhamdulillah ada pembahasan makanan nih. Kepada akhi Abu Ahmas Al Atsary mohon dijelaskan mengenai Ahli Kitab? Secara spesifik, samakah ahli kitab hari ini dengan masa lalu? Dan siapa sajakah yang mengetahui mansukh-nya Surat Al-An'am : 121 dengan Surat Al Maidah : 5? Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya nanti. Barokallahu fiek. Thanks akhi Abu Aulia Nusantara yg sudah mengangkat masalah ini.

Kemarin jam 9:50 · Suka



Abu Aulia Nusantara Sepengetahuan ana Al Maidah :5 Belum di mansukh. Dan Ahli Kitab jaman nabi dgn sekarang masih sama.

Silahkan browsing tafsir ayat tsb.

Al An'am 121 bgmana ya?

Kemarin jam 9:53 · Suka




Abu Aulia Nusantara Tapi kedudukan mereka tetap sbg musyrikin dan kafirin.

Kemarin jam 9:55 · Suka



Abu Aulia Nusantara Lihat surat Al Bayyinah

Kemarin jam 9:55 · Suka



Muhammad Teguh Imanullah Ohya maksud saya Al An'am ayat 121 dimansukh dengan ayat Al Maidah ayat 5. Gitu maksudnya akhi Abu Aulia Nusantara. Jadi pertanyaan saya cuman satu Apakah ada penjelasan dari ulama salaf mengenai mansukh-nya surat AL An'am ayat 121. terima kasih sudah meralat.

Kemarin jam 9:56 · Suka · 1



Abu Aulia Nusantara Abang Yovi Yotavia Ahli Kitab dan penganut agama lain sangat berbeda.
Tidak satupundalil menyebutkan bahwa agama2 lain adalah ahli kitab.
Al Maidah ayat 5 dikhususkan utk ahli kitab, dan ditafsirkan dgn gambalang bahwa ahli kitab adalah Yahudi dan nashrani.

Majusi, animisme, dinamisme dan ploiteisme saaat itu sangat berkembang di jamannya namun tidak disebutkan sbg ahli kita dan disebut sbg majusi dan musyrikin.



Kemarin jam 9:58 · Suka · 1



Abu Aulia Nusantara Istilah Alloh hanya ada dan dimiliki oleh kalangan ahli kitab dan Islam.

Dan didalam Al Quran disebutkan ada " tandingan2 Tuhan selain Alloh"



Kemarin jam 10:00 · Suka



Abu Aulia Nusantara Muhammad Teguh Imanullah ana tidak begitu menguasai hal ini,..tunggu ikhwan lain ya

Kemarin jam 10:03 · Suka · 1



DJohn Glidik Acara Bid'ah itu ada banyak makna, di Indonesia Agama Islam masuk dengan cara Kompromi, namun juga dengan petunjuk2 yang jelas. Misal, pengaruh agama Hindu seperti yang disebutkan di atas.

Ane tidak membid'ahkan siapapun, hanya berpendapat,"yang membid'ahkan adalah bid'ah itu sendiri". Ane tidak ada maksud apapun kec meluruskan apa yang kurang benar, InsyaAllah, terutama pada diri sendiri



Kemarin jam 10:24 · Suka



Abu Ahmas Al Atsary akhi Yovi Yotavia dan akhi Muhammad Teguh Imanullah.... ahsan, pertanyaan yang sungguh bermanfaat bagi ilmu dien.... insyaAllah ana jawab sebatas pengetahuan ana......

23 jam yang lalu · Suka · 1



Abu Ahmas Al Atsary Menjawab akhi @muhammad teguh imanullah ..... tentang ahlu kitab.

Ahli kitab masa kini dengan ahli kitab masa lalu pada hakekatnya SAMA. Yang disebut dengan Ahlu Kitab adalah Yahudi dan Nasrani yang mereka berpegang kepada kitab suci samawi yaitu Taurat dan Inji. Karena itulah Al-Qur'an menyebut mereka sebagai Ahlu kitab. Satu hal yang menjadi ciri pokok mereka adalah mereka merubah ayat2 Allah ta'ala dari yang aslinya sebagaimana disebutkan Al-Qur'an :

"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (Al Baqarah : 79).... dan banyak ayat lainnya menyebutkan perilaku mereka yg tercela ini.

Bukankah perilaku tersebut terjadi dahulu sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam dan terus berlanjut hingga ke masa sekarang ini ? Maka pada hakekatnya Yahudi dengan kitab Tauratnya dengan Nasrani dengan Injilnya sama saja dengan yahudi dan kristen sekarang ini sebagai ahlu kitab, yang hukum2 Al-Qur'an atas ahlu kitab berlaku atas mereka.

Maka apakah yg membedakan ahlu kitab masa lalu dengan masa sekarang menurut pikiran akhi ?

23 jam yang lalu · Suka · 2




DJohn Glidik Ahli Kitab yang pernah saya dengar dari pembahasan Tafsir memang antara lain Ahli Kitab dari Kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran. Bisa disebut ahli kitab tersebut "jika" (kalau ane tidak salah inget), salah satunya, berdasarkan kitab suci yang murni dan tidak ada perubahan di dalamnya. Jadi, berdasarkan 1 syarat ini, sangat-sangat kecil sekali ada ahli kitab dari umat lain karena landasannya diindikasikan tidak murni dan sudah ada perubahan-perubahan.

Jadi, dalam Surat Al-Maidah yang membolehkan Muslimin menikah dengan wanita ahli kitab, akan sangat-sangat sulit terjadi dikarenakan "Keotentikan Kitab Sucinya" yang masih diperdebatkan,,, (koreksi perkataan ane yang keliru2),,, cmiiw



23 jam yang lalu · Suka



Abu Ahmas Al Atsary Tentang pertanyaan akhi Muhammad Teguh Imanullah perihal mansukhnya Al-An'am 121 oleh Al-maidah ayat 5 ... insyaAllah berikut penjelasannya ......

23 jam yang lalu · Telah disunting · Suka · 1



Abu Aulia Nusantara DJohn Glidik coba bahas berdasarkan dalil jangan ro'yu

Dijaman Nabi SAW-pun Al Kitab mereka sudah sangat banyak perubahan, dan mereka sudah menuhankan Isa AS.



23 jam yang lalu · Suka · 1



Muhammad Teguh Imanullah Syukran, ditunggu penjelasannya...

23 jam yang lalu · Suka



DJohn Glidik saya bukan ulama ataupun guru yang bisa memberikan hal yang saudara inginkan,,, bahkan arti ro'yu saja saya tak mengerti,,, saya ini hanya umat atau jamaah yang mencoba menyampaikan kembali yang pernah saya pelajari,,, bahkan oleh salah seorang guru,"kalau tidak tahu bilang saja tidak tahu, dan jangan ikut-ikut membuat dalil".

Abu Aulia Nusantara: ya mungkin ada kesalahan-kesalahan prinsipal dalam penulisan saya, mohon koreksinya saja,,, atau saudara menanyakan yang mana? Mari Jama'ah Dhuhur dahulu bagi yang menunaikannnya...

23 jam yang lalu · Suka · 1



Abu Ahmas Al Atsary akhi @muhammad teguh imanullah.... Dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsirnya, bahwa :

Berkata Ibnu Abi Hatim : "dibacakan kepada Al ‘Abbas bin Al Walid bin Mazyad, mengabarkan kepada kami Muhammad bin Syu’aib, dan mengabarkan pula kepada kami An Nu’man bin Al Mundzir, dari Makhul, katanya : "Allah menurunkan ayat : "Janganlah kalian makan makanan yang tidak disebutkan nama Allah atasnya." (Al An’am : 121), kemudian Allah ‘Azza wa Jalla menghapusnya dan memberikan kasih sayang bagi kaum muslimin, lalu Allah berfirman : "Hari ini telah dihalalkan bagimu yang baik-baik, dan makanan Ahli Kitab halal bagimu" (Al-Maidah : 5), maka ayat itu (Al-An'am : 121) telah dihapuskan dengannya (dimansukh), dan telah dihalalkan makanan (sembelihan) Ahli Kitab." (Tafsir Al-Qur'an Al 'Azhim 3/42)

Harap diperhatikan !! bahwa mansukhnya hukum dalam surat Al-An'am 121 hanya khusus terhadap ahlu kitab, karena terhadap mereka berlaku hukum dalam surat Al-Maidah ayat 5. Adapun terhadap selain ahlu kitab, hukum dalam surat Al-An'am 121 tetap berlaku.

23 jam yang lalu · Telah disunting · Suka · 2




Muhammad Teguh Imanullah Khair yaa akhi Abu Ahmas Al Atsary tuntas sudah jawabannya. Saya catat dulu ya biar dihapal dan tidak bertanya berulang kali. Jazakumullah khair.

23 jam yang lalu · Suka



Abu Ahmas Al Atsary wa iyyakum ya akhi Muhammad Teguh Imanullah.... barakallahu fik.

23 jam yang lalu · Suka



Abu Ahmas Al Atsary akhi Yovi Yotavia ........na'am ... selain yahudi dan nasrani dihukumi sebagai penyembah penyembah berhala atau musyrikin.

Kita semua teah mengetahu bahwa nabi yg terdekat masanya dengan masa diutusnya Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam adalah nabi Isa alaihissalam dengan kitab Injilnya dan umat Nasrani. dan nabi Musa alaihissalam dengan kitab Tauratnya dan umatnya. Adapun nabi2 yang lainnya yg jumlahnya ribuan tsb, mereka berdakwah kepada umatnya meneruskan pengajaran dari kitab2 tersebut, yaitu dakwah TAUHID. Adapun nabi2 yang diberikan kitab... ketika diturukannya Al-Qur'an, umat2 tsb sudah tidak ada lagi.... Al-Qur'an menyebutnya dengan : "Berapa banyak sudah umat2 terdahulu yang telah kami BINASAKAN... " dan juga :"... telah berlalu sebelum kamu (Muhammad) umat2 terdahulu......" ayat2 seperti ini, mengisyaratkan apa dan bagaimana ?



Dostları ilə paylaş:
  1   2   3


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə