Alquran terjemahan bahasa indonesia



Yüklə 3,5 Mb.
səhifə101/101
tarix26.10.2017
ölçüsü3,5 Mb.
#14093
1   ...   93   94   95   96   97   98   99   100   101

Ketika itu manusia bangkit dari kuburnya dan berpencar dengan cepat untuk mengetahui perhitungan dan pembalasan mereka yang telah dijanjikan Allah.

Kemudian, barangsiapa berbuat suatu kebaikan, walaupun hanya sebesar butir debu, ia akan melihatnya dalam lembaran catatan amal perbuatan (shahîfah) dan mendapatkan balasannya.

Dan barangsiapa yang berbuat suatu kejahatan walaupun sebesar butir debu, ia akan melihatnya juga dan mendapatkan balasannya. Tuhan tidak akan berbuat zalim kepada siapa pun.

[[100 ~ AL-'ADIYAT (KUDA-KUDA PERANG YANG BERLARI CEPAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 11 ayat ~ Di awal surat ini, Allah bersumpah demi kuda perang bahwa manusia sangat ingkar terhadap nikmat Tuhannya. Kelak, di akhirat, ia akan menjadi saksi bagi dirinya sendiri. Kecintaanya pada harta benda dan kekayaan telah menjadikannya kikir. Sedang pada bagian akhir surat ini disebutkan tentang hari kebangkitan dan peringatan akan adanya perhitungan dan pembalasan.]] Aku bersumpah demi kuda-kuda perang yang berlari cepat sehingga nafasnya yang terengah-engah itu terdengar.

Kuda yang mengeluarkan percikan api ketika menyentuh bumi dan ketika hendak berjalan.

Kuda yang menyerang musuh sebelum matahari terbit.

Kuda-kuda itu menerbangkan debu yang tebal di tempat-tempat musuh.

Lalu menjadikan debu itu berada di tengah-tengah kumpulan musuh sehingga mereka merasa takut dan was-was.

Sesungguhnya manusia sangt ingkar terhadap nikmat Tuhan yang tak terbilang.

Di akhirat kelak ia akan menjadi saksi atas dirinya dan akan mengakui segala dosanya.

Dan karena kecintaannya pada harta, manusia menjadi kikir sehingga tidak melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan berkenaan dengan harta itu.

Apakah ia tidak mengetahui balasan dari perbuatannya itu, sehingga tidak tahu bahwa ketika seluruh jasad dibangkitkan dari kubur dan apa yang ada di dalam dada--yang telah tercatat dalam daftar perbuatan mereka, yang baik maupun yang buruk--itu dikumpulkan?

Apakah ia tidak mengetahui balasan dari perbuatannya itu, sehingga tidak tahu bahwa ketika seluruh jasad dibangkitkan dari kubur dan apa yang ada di dalam dada--yang telah tercatat dalam daftar perbuatan mereka, yang baik maupun yang buruk--itu dikumpulkan?

Sesungguhnya Tuhan Pemelihara dan Pencipta mereka benar-benar Maha Mengetahui segala perbuatan dan pembalasan mereka pada hari kebangkitan dan perhitungan.

[[101 ~ AL-QARI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 11 ayat ~ Surat ini dimulai dengan memberitakan kedahsyatan hari kiamat yang memekakkan pendengaran manusia. Di samping itu, surat ini juga menjelaskan tentang sebagian peristiwa besar tersebut, terutama yang berhubungan dengan manusia dan gunung, kemudian juga memberitakan tentang orang yang berat timbangannya, karena lebih banyak melakukan kebaikan, dan orang yang ringan timbangannya karena lebih banyak melakukan kejahatan.]] Hari kiamat, yang dimulai dengan tiupan pertama dan diakhiri dengan penetapan keputusan untuk manusia.

Betapa mengherankannya peristiwa itu, dengan kebesaran dan segala bahayanya!

Tahukah kamu apakah peristiwa besar yang begitu dahsyat dalam jiwa itu?

Peristiwa itu adalah hari ketika manusia menjadi seperti anai-anai yang diterbangkan, melayang ke kanan dan ke kiri, dalam keadadaan lemah dan terhina.

Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu berwarna yang dihamburkan, bagian-bagiannya terpisah beterbangan di udara ke sana ke mari.

Maka, barangsiapa yang berat timbangannya, karena kebaikannya lebih banyak daripada kejahatannya, akan berada dalam kehidupan yang menyenangkan hati.

Maka, barangsiapa yang berat timbangannya, karena kebaikannya lebih banyak daripada kejahatannya, akan berada dalam kehidupan yang menyenangkan hati.

Dan barangsiapa yang ringan timbangan, karena kejahtannya lebih banyak daripada kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

Dan barangsiapa yang ringan timbangan, karena kejahtannya lebih banyak daripada kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

Tahukah kamu apa neraka Hawiyah itu?

Yaitu api yang sangat panas, yang tingkat kepanasannya tidak akan pernah dicapai jenis api yang lain, walaupun menyala-nyala dengan diisi bahan bakar.

[[102 ~ AT-TAKATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 8 ayat ~ Surat ini mencela orang-orang yang disibukkan oleh kemegahan hidup sehingga tidak menjalankan kewajibannya, dan memperingatkan bahwa mereka, kelak, akan mengetahui balasan keteledoran mereka. Selain itu, surat ini juga mengancam bahwa mereka akan menyaksikan api neraka dan akan ditanya tentang kenikmatan yang mereka rasakan.]] Kalian telah disibukkan oleh anak-anak dan pendukung-pendukung kalian, oleh sikap sombong kalian terhadap harta dengan menghitung-hitungnya dan juga oleh keturunan kalian, sehingga tidak menjalankan kewajiban dan ketaatan sampai ajal kalian datang menjemput.

[[102 ~ AT-TAKATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 8 ayat ~ Surat ini mencela orang-orang yang disibukkan oleh kemegahan hidup sehingga tidak menjalankan kewajibannya, dan memperingatkan bahwa mereka, kelak, akan mengetahui balasan keteledoran mereka. Selain itu, surat ini juga mengancam bahwa mereka akan menyaksikan api neraka dan akan ditanya tentang kenikmatan yang mereka rasakan.]] Kalian telah disibukkan oleh anak-anak dan pendukung-pendukung kalian, oleh sikap sombong kalian terhadap harta dengan menghitung-hitungnya dan juga oleh keturunan kalian, sehingga tidak menjalankan kewajiban dan ketaatan sampai ajal kalian datang menjemput.

Sungguh, kalian akan mengetahui balasan kebodohan dan keteledoran kalian.

Kemudian, sungguh, kalian juga pasti akan mengetahuinya.

Sungguh, jika kalian mengetahui dengan yakin betapa buruknya tempat kembali kalian, kalian pasti akan merasa terkejut dengan gaya hidup kalian yang bermegah-megahan itu. Dan tentu kalian akan berbekal diri untuk akhirat.

Aku bersumpah kepada kalian, wahai manusia, dan Aku tekankan sumpah-Ku itu bahwa sesungguhnya kalian pasti akan melihat dengan nyata api neraka yang menyala-nyala.

Kemudian Aku bersumpah, dan Aku tekankan sumpah-Ku itu, bahwa kalian akan melihatnya dengan mata telanjang dan penuh keyakinan.

Kemudian Aku bersumpah, dan Aku tekankan sumpah-Ku itu, bahwa kelak kalian akan ditanya tentang segala karunia yang kalian nikmati secara bermegah-megahan.

[[103 ~ AL-'ASHR (MASA) Pendahuluan: Makkiyyah, 3 ayat ~ Dalam surat ini, Allah Swt. bersumpah demi masa--karena masa mengandung banyak keajaiban dan pelajaran yang menunjukkan kemahakuasaan dan kemahabijaksanaan-Nya--bahwa manusia tidak akan lepas dari kekurangan dalam perlakuan dan keadaannya, kecuali orang-orang yang benar-benar beriman yang mengerjakan amal saleh, saling menasihati sesama mereka untuk berpegang teguh dalam kebenaran yang mengandung semua kebaikan, dan saling menasihati untuk bersabar dalam melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka dan dalam menjauhi segala larangan.]] Aku bersumpah demi masa karena mengandung banyak peristiwa dan pelajaran.

Bahwa semua manusia berada dalam kerugian karena banyak dikuasai oleh hawa nafsunya.

Kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah, mengerjakan amal saleh dengan penuh kepatuhan, dan saling menasihati sesamanya untuk berpegang teguh pada kebenaran--baik berupa keyakinan, ucapan maupun tindakan--dan saling menasihati untuk bersabar atas segala kesulitan yang dialami orang yang berpegang teguh dalam beragama. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari kerugian tersebut dan beruntung di dunia dan akhirat.

[[104 ~ AL-HUMAZAH (PENGUMPAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 9 ayat ~ Dalam surat ini terdapat peringatan keras bagi orang yang terbiasa mencela orang lain, baik secara eksplisit maupun implisit, yang suka menumpuk-numpuk, menghitung-hitung dan membangga- banggakan kekayaan, dan mengira bahwa kekayaannya itu dapat menjamin kelangsungan hidupnya di dunia. Selain itu, dalam surat ini juga terdapat ancaman masuk neraka yang apinya menyala bagi orang-orang yang memiliki karakter seperti itu. Api neraka itu akan menghancur-leburkan tubuh dan hati mereka. Sementara mereka merasakan siksaan itu, semua pintu neraka ditutup. Di dalamnya, mereka dikekang sehingga tidak dapat bergerak dan menyelamatkan diri.]] Siksaan yang keras dan kehancuran akan dirasakan oleh orang yang terbiasa mencela orang lain dengan ucapan atau isyarat, atau selalu menceritakan aib orang lain.

Yang mengumpulkan banyak harta dan selalu menghitung-hitungnya kerena begitu cintanya dan karena merasa asyik dengan melakukan pekerjaan itu.

Ia mengira bahwa kekayaan itu dapat membuatnya hidup abadi di dunia dan dapat melindunginya dari sesuatu yang tidak disukainya.

Orang itu hendaknya berhenti dari sangkaan tersebut. Demi Allah, ia pasti akan dilemparkan ke dalam api neraka, yang dapat menghancurkan apa saja yang dilempar ke dalamnya, karena kejelekan perbuatannya

Tahukah kamu hakikat api neraka penghancur (al-huthamah) itu?

Yaitu api Allah yang menyala terus menerus atas perintah-Nya.

Api yang dapat menembus sampai ke hati

Sesungguhnya pintu neraka itu tertutup, sementara mereka diikat pada tiang-tiang yang panjang di dalamnya sehingga tidak dapat bergerak dan tidak akan dapat menyelamatkan diri.

Sesungguhnya pintu neraka itu tertutup, sementara mereka diikat pada tiang-tiang yang panjang di dalamnya sehingga tidak dapat bergerak dan tidak akan dapat menyelamatkan diri.

[[105 ~ AL-FIL (GAJAH) Pendahuluan: Makkiyyah, 5 ayat ~ Dalam surat ini, Allah menceritakan kepada Rasul-Nya saw. kisah tentang pasukan bergajah yang hendak menghancurkan Bayt Allâh, Ka'bah. Kemudian, Allah mengalihkannya kepada sebuah pelajaran yang menunjukkan betapa besar kekuasaan dan balasan Allah terhadap orang-orang yang mengotori kehormatan rumah suci-Nya. Allah memerintahkan balatentara-Nya untuk menghancurkan pasukan itu sehancur-hancurnyam, sehingga tak ada lagi yang tertinggal kecuali bekas-bekasnya saja. Mereka bagaikan kulit gandum yang tak lagi berisi.]] Kamu, wahai Muhammad, telah mengetahui dengan sebenarnya dan tanpa keraguan tentang apa yang telah Allah lakukan terhadap pasukan bergajah yang bermaksud hendak menghancurkan rumah suci-Nya.

Dan kamu pun telah mengetahui bahwa Allah menjadikan usaha mereka untuk menghancurkan Ka'bah itu lenyap dan sia-sia. Allah menggagalkan usaha mereka sehingga mereka tidak berhasil memperoleh apa yang mereka inginkan.

Dan Allah memerintahkan balatentara-Nya yang berupa burung untuk menyerang mereka secara berkelompok dan bertubi-tubi dan mengepung mereka dari segala penjuru.

Pasukan burung itu melempari mereka dengan bebatuan dari neraka jahanam.

Mereka dijadikan bagai daun tanaman yang terkena wabah yang mematikan(1). (1) Surat ini menunjuk kepada sebuah ekspansi Abrahah al-Asyram Al-Habasyî yang dikerahkan dari arah Yaman menuju Mekah untuk menghancurkan Ka'bah dengan tujuan agar orang-orang Arab yang melakukan ibadah haji dengan mendatangi Ka'bah tidak lagi dapat melakukannya. Untuk keperluan itu ia telah menyiapkan pasukan tentara dengan jumlah besar dan dilengkapi dengan beberapa pasukan gajah. Ia, bersama pasukan itu, kemudian berangkat ke arah Hejaz dan mendirikan perkemahan di sebuah tempat bernama al-Maghmis (sekitar 3,65 km dari Mekah ke arah Tha'if). Di tempat itu terjadi perundingan antara Abrahah dengan orang-orang Arab. Tetapi ekspansi itu berakhir dengan kegagalan akibat serangan dan beban berat yang mereka terima dari kabilah-kabilah Yaman dan Hejaz. Selain itu, kegagalan itu juga disebabkan oleh terjangkitnya suatu penyakit di kalangan pasukan Abrahah, sebagaimana yang dikisahkan oleh surat ini. Abrahah akhirnya kembali ke negerinya setelah mengalami kerugian sebagian besar pasukannya tanpa dapat mencapai sasarannya. Invasi yang terjadi pada tahun 570 M. atau 571 M. ini oleh orang Arab kemudian dimasukkan ke dalam penganggalan Arab Hejaz pada masa sebelum Islam. Dengan demikian, mereka mengenal apa yang mereka sebut sebagai Tahun Gajah. Pada tahun itulah Rasulullah saw. dilahirkan.

[[106 ~ QURAISY (SUKU QURAISY) Pendahuluan: Makkiyyah, 4 ayat ~ Dalam surat ini, Allah memberikan karunia Rumah Suci-Nya (al-Bayt al-Harâm, Ka'bah) kepada orang Quraisy yang dapat berperan melindungi mereka dari serangan musuh. Di samping itu, Allah juga menempatkan mereka tinggal di sampingnya sehingga, dengan demikian, mereka mendapat kehormatan dan perlindungan sekaligus. Mereka dapat pergi ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas untuk berdagang tanpa mendapatkan rintangan dan gangguan dalam perjalanan. Sedang penduduk di sekitar tempat-tempat itu saling merampok. Dan semua itu merupakan nikmat yang semestinya mengharuskan mereka menyembah kepada Tuhan yang telah memberikan makanan ketika mereka merasa lapar dan memberikan perlindungan dan rasa aman ketika mereka merasa takut.]] Merasa herankah orang-orang suku Quraisy itu dengan kemudahan yang Aku berikan kepada mereka dalam melakukan perjalanan musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam, penuh rasa tenang dan aman, untuk berdagang dan mencari rezeki?

[[106 ~ QURAISY (SUKU QURAISY) Pendahuluan: Makkiyyah, 4 ayat ~ Dalam surat ini, Allah memberikan karunia Rumah Suci-Nya (al-Bayt al-Harâm, Ka'bah) kepada orang Quraisy yang dapat berperan melindungi mereka dari serangan musuh. Di samping itu, Allah juga menempatkan mereka tinggal di sampingnya sehingga, dengan demikian, mereka mendapat kehormatan dan perlindungan sekaligus. Mereka dapat pergi ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas untuk berdagang tanpa mendapatkan rintangan dan gangguan dalam perjalanan. Sedang penduduk di sekitar tempat-tempat itu saling merampok. Dan semua itu merupakan nikmat yang semestinya mengharuskan mereka menyembah kepada Tuhan yang telah memberikan makanan ketika mereka merasa lapar dan memberikan perlindungan dan rasa aman ketika mereka merasa takut.]] Merasa herankah orang-orang suku Quraisy itu dengan kemudahan yang Aku berikan kepada mereka dalam melakukan perjalanan musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam, penuh rasa tenang dan aman, untuk berdagang dan mencari rezeki?

Maka, semestinya mereka hanya beribadah kepada Tuhan Pemilik rumah ini yang telah memungkinkan mereka melakukan dua perjalanan itu.

Yaitu Tuhan yang memberi makan ketika mereka merasa lapar, padahal mereka tinggal di lembah yang tidak bertanaman, dan yang memberi mereka perlindungan dari rasa takut, sementara penduduk di sekitarnya saling merampok.

[[107 ~ AL-MA'UN (KEBAIKAN DAN BANTUAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 7 ayat ~ Surat ini berbicara tentang orang yang mendustakan pembalasan di akhirat. Di antara sifat-sifatnya yang disebut dalam surat ini adalah menghina dan mencerca anak yatim dengan kasar, bukan untuk mendidik, dan tidak menganjurkan orang lain, baik dengan ucapan maupun tindakan, untuk memberi makan orang miskin, karena ia sendiri kikir terhadap hartanya. Selain itu, surat ini menyebutkan sekelompok orang yang menyerupai orang yang mendustakan pembalasan itu. Mereka adalah orang-orang yang lengah dalam salatnya, tidak melaksanakannya sebagaimana mestinya, dan orang-orang yang melakukannya sekadarnya, tanpa makna. Juga termasuk kelompok itu, orang yang riya dengan pekerjaannya, orang yang enggan memberi pertolongan kepada yang membutuhkan. Mereka semua diancam dengan kecelakaan dan kehancuran, agar mereka dapatkembali dari kesesatan itu.]] Tahukah kamu tentang orang yang mendustakan pembalasan dan perhitungan di akhirat?

Kalau kamu ingin tahu, orang yang mendustakan pembalasan itu adalah orang menghardik anak yatim dengan keras, memaksa dan menyakitinya, dan orang yang tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.

Kalau kamu ingin tahu, orang yang mendustakan pembalasan itu adalah orang menghardik anak yatim dengan keras, memaksa dan menyakitinya, dan orang yang tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.

Maka kehancuran bagi orang yang melakukan salat tetapi mempunyai sifat seperti itu. Yaitu mereka yang lalai dalam salatnya dan tidak dapat mengambil manfaat apa-apa dari salatnya.

Maka kehancuran bagi orang yang melakukan salat tetapi mempunyai sifat seperti itu. Yaitu mereka yang lalai dalam salatnya dan tidak dapat mengambil manfaat apa-apa dari salatnya.

Yaitu orang-orang yang memperlihatkan pekerjaannya kepada orang lain, untuk mendapatkan kedudukan dan pujian.

Dan orang-orang yang menolak memberi kebaikan dan pertolongan kepada orang lain.

[[108 ~ AL-KAUTSAR (NIKMAT YANG BANYAK) Pendahuluan: Makkiyyah, 3 ayat ~ Dalam surat ini, Allah menganugerahi Rasulullah saw. dengan memberinya kabaikan yang banyak dan nikmat yang besar di dunia dan akhirat dan memintanya untuk selalu melaksanakan salat dengan ikhlas dan mendermakan sebaik-baik hartanya sebagai suatu bentuk pengorbanan dan kesyukuran atas karunia yang dilimpahkan Allah kepadanya. Surat ini ditutup dengan suatu kabar gembira bagi Nabi Muhammad saw. berupa terputusnya kebaikan bagi orang yang membecinya.]] Sesungguhnya Kami telah melimpahkan kepadamu kebaikan yang banyak dan abadi, di dunia dan akhirat.

Dan jika kamu telah diberikan hal tersebut, maka kerjakanlah selalu salat dengan penuh ikhlas, dan sembelihlah kurbanmu sebagai bentuk kesyukuranmu atas karunia yang telah dilimpahkan kepadamu dan kebaikan yang diberikan khusus untukmu.

Sesungguhnya orang yang membencimu adalah terputus dari segala kebaikan.

[[109 ~ AL-KAFIRUN (ORANG-ORANG KAFIR) Pendahuluan: Makkiyyah, 6 ayat ~ Dalam surat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya saw. agar mematahkan ketamakan orang-orang kafir yang ingin menyamakan diri dengan Rasulullah dalam menyerukan kebaikan. Rasulullah saw. tetap akan menyembah Allah, tiada Tuhan selailn Dia, dan orang-orang kafir pun tetap menyembah tuhan-tuhan mereka yang tidak memberi mereka kebenaran. Mereka bebas mengikuti agama yang mereka warisi dari nenek moyang mereka, dan Rasulullah pun bebas memeluk agama yang diperkenan Allah untuknya.]] Katakan, wahai Muhammad, "Hai orang-orang kafir yang bersikeras dalam kekafiran,

aku tidak menyembah apa yang kalian sembah selain Allah.

Kalian pun bukan penyembah apa yang aku sembah, yaitu Allah semata.

Aku bukan penyembah seperti penyembahan kalian, karena kalian adalah orang-orang musyrik.

Dan kalian juga bukan penyembah seperti penyembahanku yaitu bertauhid.

Bagi kalian agama kalian yang kalian yakini, dan bagiku agamaku yang Allah perkenankan untukku.

[[110 ~ AN-NASHR (PERTOLONGAN) Pendahuluan: Madaniyyah, 3 ayat ~ Surat ini meminta Rasulullah saw. untuk bertasbih, memuji dan menyucikan Allah dari segala sifat yang tidak baik, ketika mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah, dan ketika melihat orang-orang mulai masuk memeluk agama Allah secara berbondong-bondong, karena kemapanan dan ketinggian derajat dan kesempurnaan yang Allah berikan kepadanya. Beliau juga diperintahkan untuk meminta ampunan Allah untuk dirinya dan bagi orang-orang beriman, karena Dia Maha Penerima tobat. Allah, memang, akan menerima pertobatan hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.]] Jika pertolongan Allah dan kemenangan itu telah datang untukmu dan untuk orang-orang Mukmin,

dan kamu melihat orang-orang masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong,

maka bersyukurlah kepada Tuhanmu dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Mintalah ampunan untukmu dan untuk umatmu, karena Dia, memang, sunguh Maha Penerima tobat hamba-Nya(1). (1) Surat ini menunjuk kepada peristiwa pembebasan kota Mekah. Penyebab langsung terjadinya pembebasan kota Mekah adalah pelanggaran suku Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyah dengan melakukan penyerangan terhadap suku Khazâ'ah--yang sudah berada dalam lindungan Rasulullah saw.--dan membantu Banû Ka'b dalam aksi penyerangan itu. Ketika itu, Rasulullah melihat bahwa apa yang dilakukan oleh suku Quraisy dalam melanggar perjanjian tersebut mengharuskannya untuk melakukan pembebasan Mekah. Beliau pun segera mengumpulkan sebuah pasukan kuat yang terdiri atas 10. 000 ribu tentara. Peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadan, tahun 8 Hijriah (Desember 630 M.). Rasulullah mewasiatkan pasukannya untuk tidak melakukan penyerangan kecuali dalam keadaan terpaksa. Dan, atas kehendak Allah, Rasulullah bersama pasukannya dapat memasuki kota Mekah tenpa terjadi perang. Begitulah, Nabi Muhammad memperoleh kemenangan yang amat besar dalam sejarah penyebaran Islam tanpa terjadi perang dan pertumpahan darah.

[[111 ~ AL-MASAD (JERAT SABUT) Pendahuluan: Makkiyyah, 5 ayat ~ Surat ini dimulai dengan pemberitaan tentang kebinasaan Abû Lahab, musuh Allah dan Rasul-Nya. Harta, kehormatan atau apa saja selain itu yang dimilikinya tidak berguna lagi. Di akhirat kelak, ia diancam akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala dan membakar. Istrinya ikut pula menyertainya masuk ke dalam neraka. Allah memberikan kepadanya satu bentuk azab, yaitu dengan melilitkan seutas jerat ke lehernya untuk menyeretnya ke dalam neraka, sebagai tambahan siksa atas apa yang telah dilakukannya dalam menyakiti Rasulullah saw. dan mengganggu misi dakwahnya.]] Binasalah kedua tangan Abû Lahab yang selalu digunakannya untuk menyakiti kaum muslimin. Ia pun binasa pula bersama dengan kedua tangannya itu.

Harta dan kehormatan yang ia usahakan tidak akan dapat mencegahnya dari azab Allah.

Ia akan masuk ke dalam api menyala-nyala yang dapat membakarnya.

Dan istinya, si penyebar fitnah di kalangan orang banyak, juga akan masuk ke dalam api neraka.

Di lehernya ada tali dari sabut untuk menjeratnya.

[[112 ~ AL-IKHLASH (MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH) Pendahuluan: Makkiyyah, 4 ayat ~ Nabi Muhammad saw. pernah ditanya tentang Tuhannya. Maka, dalam surat ini, beliau diperintah untuk menjawab pertanyaan itu. Yaitu, bahwa Allah adalah Tuhan Yang memiliki segala sifat kesempurnaan, Tuhan Yang Mahaesa, Tuhan tempat kembali dalam setiap kebutuhan, Tuhan Yang tidak membutuhkan kepada siapa pun, Tuhan Yang Mahasuci dari sifat serupa dengan makhluk, Tuhan Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan Tuhan yang tidak satu makhluk pun dapat menyerupai-Nya.]] Mereka yang, dengan nada mengolok dan menghina, berkata, "Gambarkan kepada kami tentang Tuhanmu," katakan kepada mereka, wahai Muhammad, "Allah adalah Tuhan Yang Esa, bukan selain Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

Hanya Allahlah tempat tujuan segala kebutuhan dan permintaan.

Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu. Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu. Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

[[113 ~ AL-FALAQ (WAKTU SUBUH) Pendahuluan: Makkiyyah, 5 ayat ~ Surat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk kembali pada Tuhannya dan meminta perlindungan dari kejahatan setiap makhluk yang mempunyai kejahatan; dari kejahatan malam ketika mulai gelap, yang membuat jiwa menjadi takut dan tidak mampu untuk mencegahnya; dari segala kejahatan orang yang berusaha untuk melepaskan hubungan setiap manusia; dan dari kejahatan orang yang dengki yang mengharapkan hilangnya nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.]] Katakan, aku berlindung kepada Tuhan (yang menguasai) waktu subuh, dengan hilangnya waktu malam.

Dari kejahatan setiap makhluk yang berniat jahat, yang tidak dapat mencegahnya selain Tuhan Sang Maha Penguasa atas segala perkara.

Dari kejahatan malam ketika semakin gelap.

Dari kejahatan yang berusaha membuat kerusakan diantara manusia.

Dari kejahatan orang yang dengki yang mengharapkan hilangnya nikmat dari orang selain dirinya.

[[114 ~ AN-NAS (MANUSIA) Pendahuluan: Makkiyyah, 6 ayat ~ Dalam surat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk kembali dan berlindung kepada-Nya dalam mencegah kejahatan yang besar, yang tidak terlihat oleh kebanyakan manusia. Sebab, kejahatan tersebut datang kepada mereka dari hawa nafsunya sehingga mereka terjerumus dalam apa yang dilarang. Itulah kejahatan bisikan setan yang tersembunyi dari penglihatan mata, atau yang terlihat dan tersembunyi dalam tipu muslihat.]] Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, dan pengatur segala urusannya.

Pemilik penuh manusia, baik penguasa atau yang dikuasai.

Tuhan manusia Yang Mahakuasa dalam bertindak kepada mereka

Dari kejahatan pembisik bagi manusia yang menghindar jika kamu meminta pertolongan dari Allah Swt.

Yang membisikkan dengan tersembunyi--dalam dada manusia--sesuatu yang memalingkannya dari jalan kebenaran.

Yaitu jin dan manusia.

/**************************************************

*

* @id id.muntakhab



* @language id

* @type translation

*

* @english_name Muhammad Quraish Shihab et al.



* @native_name Quraish Shihab

*

* @source Tanzil.net



*

* @last_modified February, 7 2016

* @isDefault No

*

**************************************************/




Yüklə 3,5 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   ...   93   94   95   96   97   98   99   100   101




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin