Bab III metodologi 1 kerangka pikir



Yüklə 278.13 Kb.
tarix26.10.2017
ölçüsü278.13 Kb.




BAB III

METODOLOGI

3.1 KERANGKA PIKIR

Perusahaan pada masa sekarang ini dituntut untuk dapat lebih efisien serta lebih cepat dalam mengantisipasi kebutuhan dari pelanggan sehingga dapat lebih bersaing dengan perusahaan lain.

Perbaikan yang terus-menerus di dalam setiap proses di dalam perusahaan terus dilakukan untuk mencapai tuntutan untuk dapat menciptakan daya saing dengan perusahaan lain. Perbaikan tersebut merupakan tuntutan dari setiap stakeholder perusahaan kepada pihak eksekutif yang menjalankan operasional perusahaan.

Salah satu alternatif perbaikan yang dapat dilakukan dengan cepat dan dijadikan bahan pertimbangan oleh PT XYZ adalah dengan menambah bidang bisnis baru yang belum pernah dimasuki sebelumnya. Tentunya sebelum perusahaan memutuskan untuk masuk ke bidang yang baru, haruslah lebih dahulu dilakukan studi kelayakan yang membahas bidang bisnis yang baru tersebut dari berbagai aspek seperti aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis, aspek manajemen dan aspek keuangan.

Berdasarkan hasil dari studi kelayakan tersebut barulah dapat diambil keputusan untuk masuk ke dalam suatu bidang bisnis yang baru.



Bisnis
Sekarang

Studi
Kelayakan

Bisnis
Baru

Gambar 3.1 Kerangka Pikir

3.2 TAHAP PELAKSANAAN

Untuk melakukan studi kelayakan di PT XYZ, khususnya di bidang pemasaran dan lahan bisnis CPO, perlu adanya metodologi yang mendasari perubahan-perubahan yang ada dengan adanya metodologi ini maka diharapkan tahapan pelaksanaaan studi kelayakan bisnis dapat berjalan dengan baik.

Metodologi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam Group Field
Project ini menggunakan metodologi dari buku The McKinsey Mind.
Making the Framework
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah membuat framework yang akan menjadi kerangka kerja penelitian sehingga penelitian tidak akan keluar fokus. Pada feasibility study ini akan dibahas mengenai aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis, aspek lingkungan industri dan aspek keuangan.

Gathering the Data


Tahapan berikutnya adalah pengumpulan semua data yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Kerjasama yang baik dengan


semua pihak dalam perusahaan tentunya sangat diperlukan untuk dapat memudahkan akses untuk mendapatkan data-data yang sebagian bersifat rahasia. Pengumpulan data dapat juga dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang sdang dibahas. Riset untuk mendapatkan data eksternal perusahaan juga diperlukan untuk mendukung jalannya penelitian ini.

Interpreting the Results


Penggunaan grafik dan tabel akan memudahkan dalam analisa data. Penyusunan analisa harus mempertimbangkan setiap variabel yang terlibat didalamnya sehingga didapatkan analisa model yang dapat diimplementasikan perusahaan. Dalam memberikan hasil penelitian kepada perusahaan perlu diperhatikan bahwa hasil dari penelitian tersebut haruslah dapat diimplementasikan perusahaan dan applicable di bidang usaha tersebut.

Presenting Ideas


Tahapan akhir dari Group Field Project ini adalah melakukan presentasi hasil penelitian kepada pihak perusahaan. Presentasi haruslah disampaikan secara terstruktur dengan alur yang mudah dipahami. Ada baiknya sebelum dilakukan presentasi, hasil penelitian dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak tertentu dari perusahaan yang berperan sebagai pembimbing. Hal ini dimaksudkan supaya tidak terjadi perbedaan yang tajam dalam interpretasi masalah.
Dalam penyampaian presentasi, perlu juga diperhatikan tingkat pendidikan dan jabatan pendengar sehingga pemilihan kata-kata dan istilah dapat lebih disesuaikan supaya tingkat pemahaman maksimal.


3.3 SEJARAH PERUSAHAAN

PT. XYZ adalah anak perusahaan dari Foremost Maritime, Pte. Ltd sebagai bagian dari Samudera Indonesia Group.

Samudera Shipping Line, Ltd (SSL) yang berbasis di Singapura berdiri pada tahun 1993. Singapura dipilih sebagai lokasi pendirian perusahaan bertujuan untuk memudahkan pengawasan pergerakan petikemas dan pengoperasian feeder sesuai frekuensi, dan kapasitas mother vessel. Selain itu, faktor kemudahan regulasi dalam pengoperasian perusahaan pelayaran dan kemudahan mendapatkan pinjaman bank dibandingkan dengan di Indonesia, menjadi pertimbangan mendasar. Tahun 1997

SSL go public di Singapura dengan saham mayoritas di miliki oleh SIG.
Dalam perkembangannya, bisnis usaha SSL di Singapura kurang berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dikarenakan SSL hanya bergerak dalam bidang container feeder saja. Sehingga didirikan Foremost Pte Ltd (1995) sebagai anak perusahaan SSL yang bergerak dalam bidang pengangkutan bahan liquid & gas. Kenyataannya customer Foremost Maritime, Pte, Ltd sendiri ternyata banyak dari Indonesia, dengan pertimbangan tersebut maka pada bulan Februari 2001 didirikan PT. XYZ untuk melayani konsumen Foremost Mariteme Pte Ltd (memegang saham

95 %).
Misi dari PT. XYZ adalah :
To provide high quality of industrial shipping and support services to excellent customers.

To generate profit in order to enhance the welfare of employees and value for stakeholders.



Sementara visinya adalah sebagai berikut :
To be a healthy and growing regional company, preferred by its effective solution and quality services, in the areas of industrial shipping for liquid, gas, dry bulk cargoes and support services.

Beberapa strategi arahan (aspek marketing) yang tercantum dalam corporate strategic plan antara lain :

Melakukan divestasi kapal crew boat


Melakukan investasi secara selektif untuk oil offshore industry
Mengembangkan jasa angkutan coal, edible oil & gas baik melalui COA (Contract Of Affreightment) maupun Time Charter

Mengembangkan usaha regional di Asia secara langsung dengan industri pengguna jasa



Sementara dari aspek operasional, strategi arahannya antara lain :
Mengurangi biaya running kapal dan memaksimalkan employment days-nya melalui minimalisasi waktu idle karena rusak maupun meningkatkan TRV (Turn Round Voyage) serta mempercepat waktu docking

Mengurangi waktu tunggu kapal di pelabuhan (port stay)


3.4 CAKUPAN BISNIS PT. XYZ
3.4.1 REGIONAL INDUSTRIAL SHIPPING
Dalam bisnis industrial shipping, PT. XYZ sebagai subsidiary dari Foremost Maritime Pte, Ltd menyediakan servis untuk liquid & gas, dry bulk cargoes serta marine off-shore support services. Customer dari bisnis ini adalah industri yang membutuhkan jasa pengangkutan laut atas kargonya.

Divisi liquid & gas melayani jasa pelayaran kalangan industri minyak dalam rangka memenuhi kebutuhan angkutan muatan oil, gas dan chemical industry seperti metanol, caustic soda, fatty acid, benzene, toluene, palm oleine dan sebagainya. Jaminan keamanan dan punctual schedule dalam menangani kargo menjadi salah satu prioritas menuju customer satisfaction. Sebagai carrier, kargo diangkut dari satu plant ke plant yang lain mendekati proses selanjutnya (mengarah ke industrial logistic). Kapal-kapal dioperasikan dalam bentuk voyage charter (Contract of Affreightment) dan time charter. Terdiri atas kapal oil tanker, gas tanker dan chemical tanker.

Dry bulk shipping bergerak dalam melayani jasa pelayaran dalam rangka memenuhi kebutuhan angkutan muatan curah (bulk) di Indonesia seperti batu bara, semen, nikel, pasir, dan lain-lain. Kapal-kapal dioperasikan dalam bentuk voyage charter (Contract of Affreightment) dan time charter. Kapal-kapal yang dimiliki dan dioperasikan untuk keperluan dry bulk shipping berupa cement dan coal carrier.

Marine offshore support services & terminal bergerak dalam melayani penyediaan logistik untuk industri pengeboran minyak lepas pantai di Indonesia. Jenis kapal yang digunakan untuk keperluan marine offshore support antara lain
anchor handling tug supply vessel, work over/accommodation barge, crew boat, fire fighting-anti pollution boat, serta well service boat.

3.4.2 TRAMP SHIPPING AGENCY
Sebagai anggota Indonesian National Ship Owner Association (INSA), PT. XYZ diijinkan untuk bertindak sebagai general agent bagi kapal-kapal asing selama beroperasi di seluruh perairan Indonesia. Ruang lingkup bisnisnya bergerak dalam melayani tramp shipping agency di Indonesia baik untuk kapal asing internasional maupun operator domestik untuk kargo liquid, gas, dry bulk maupun marine offshore support. Pelayanan terhadap tramp shipping agency meliputi customs clearance/cargo handling, crew handling, ship husbandry sesuai dengan kebutuhan dan permintaan principal. Adanya cabang-cabang SIG yang tersebar di wilayah Indonesia menjadi modal kekuatan tersendiri bagi bisnis ini untuk menawarkan jasa keagenannya. Dengan demikian memungkinkan one stop service kepada principals yang kapalnya sedang berada di seluruh pelabuhan Indonesia.
3.4.3 STRUKTUR ORGANISASI

Dalam struktur organisasi, PT. XYZ dipimpin oleh seorang Managing Director (MD) dan terbagi menjadi 2 divisi yaitu Liquid & Gas serta Dry Bulk & Marine Offshore Support Services yang masing-masing dipimpin oleh seorang General Manager; bagian Finance & Administration; Fleet Control & Safety Department serta BICA (Biro Internal Control & Audit). Tiap-tiap divisi terbagi menjadi beberapa departemen. Struktur organisasi selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4.
3.4.4 DIVISI LIQUID & GAS

Sebagai bagian dari divisi Liquid & Gas, departemen ini mendukung dan melaksanakan kontrak yang ada dari departemen marketing (untuk kapal time charter) maupun chartering (untuk kapal voyage charter). Secara umum, tanggung jawab dari departemen operasi adalah masalah operasional pergerakan kapal (dari port of loading port of discharging) sesuai charter party dan masalah voyage cost yang timbul dari tiap-tiap kapal. Sedangkan mengenai running cost yang berhubungan dengan permasalahan teknis kapal dan supply purchase spare parts menjadi tanggung jawab departemen fleet control & safety bersama dengan PT. SISM. Voyage cost akan berpengaruh terhadap profit perusahaan setelah dibandingkan dengan revenue. Voyage cost yang timbul pada kapal adalah dari adanya bunker cost dan port disbursement cost meliputi port charges, agency fee, fresh water serta extra port disbursement. Fleet 1 menangani kapal-kapal time charter sedangkan Fleet 2 menangani kapal-kapal voyage charter.

Untuk kapal-kapal yang dioperasikan secara voyage charter, secara operasional bertugas :

Menunjuk dan memberitahukan agen tentang rencana kedatangan kapal di pelabuhan muat dan bongkar

Memonitor pelaksanaan operasional di pelabuhan muat / bongkar / pelayaran
Memonitor permasalahan teknis kapal
Menentukan agent/supplier dalam pengadaan bunker maupun fresh water
Secara internal, departemen operasi menyusun ships operation report, laporan pemakaian bahan bakar, memo penagihan, weekly ship’s position list, ship’s position report, tanker bill of lading

Untuk kapal-kapal yang dioperasikan secara time charter, secara operasional bertugas :

Melakukan penunjukan owner agent di pelabuhan delivery


Memberitahukan rencana serah terima kapal kepada agent dan supplier
Melaksanakan penyerahan kapal kepada charterer dan memonitor pelaksanaan operasional kapal oleh charterer.

Memonitor permasalahan teknis kapal


Menyusun laporan operasional time charter kepada departemen terkait antara lain tentang on/off hire, terminal approval, ships operation report.



Dostları ilə paylaş:


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə