Buku pedoman organisasi (bpo) jamaah nurul huda unit kegiatan mahasiswa islam universitas sebelas maret surakarta periode 2012



Yüklə 376,64 Kb.
səhifə4/9
tarix26.10.2017
ölçüsü376,64 Kb.
#14175
1   2   3   4   5   6   7   8   9

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA


Pasal 20

Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Umum atau Musyawarah Umum Istimewa JN UKMI UNS.


BAB X

PENUTUP


Pasal 21

Hal-hal yang belum tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur kemudian dalam ketetapan-ketetapan lainnya dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.


*************************************************


  • GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI


GBHO (GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI)

JN UKMI UNS PERIODE 2012




  1. PENDAHULUAN

A. Pengertian

Garis Besar Haluan Organisasi JN UKMI UNS adalah suatu garis besar kebijakan sebagai arahan program kerja JN UKMI UNS


B. Landasan

Pembentukan dan penetapan GBHO dilandasi pada AD/ART JN UKI UNS sebagai perwujudan tugas dan wewenang Musyawarah Umum/Istimewa


C. Fungsi

    1. sebagai pedoman dan arahan dalam menyusun dan melaksanakan program kerja JN UKMI UNS

    2. sebagai kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja JN UKMI UNS




  1. RUANG LINGKUP GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI

      1. Syiar Islam

Mengoptimalkan syiar keislaman kepada civitas akademika pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
B. Kaderisasi

  1. Mengoptimalkan fungsi kaderisasi mandiri yang professional dan integral

  2. Mengoptimalkan pembinaan ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah pengurus dan anggota JN UKMI UNS

  3. Mengoptimalkan penjagaan kader JN UKMI UNS




  1. Jaringan dan Komunikasi

  1. Menjalin dan menjaga hubungan dengan pihak internal-eksternal UNS untuk mencapai tujuan organisasi

  2. Mengoptimalkan kerjasama dengan jaringan untuk memperkuat eksistensi dan kebermanfaatan JN UKMI UNS



  1. Tata Operasional Organisasi

  1. Meningkatkan fungsi transfer informasi, koordinasi, administrasi, dan kontrol organisasi demi terwujudnya organisasi yang profesional

  2. Mengoptimalkan penggalian dan pengelolaan sumber-sumber dana JN UKMI UNS untuk mendukung kinerja organisasi




  1. Pelayanan

Memberikan pelayanan keagamaan, pendidikan, dan sosial kepada civitas akademika pada khususnya dan masyarakat pada umumnya


  1. PENUTUP

Demikian Garis Besar Haluan Organisasi JN UKMI UNS periode 2011, semoga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
*************************************************

  • REKOMENDASI MUSUM XXII

REKOMENDASI MUSUM XXIII

JN UKMI UNS PERIODE 2012





  1. Mengoptimalkan pengelolaan Forbes dan Forkom LDK

  2. Mengoptimalkan pengelolaan Forum Komunikasi dengan LSO

  3. Mengoptimalkan perekrutan dan penjagaan kader baru sejumlah 75% dari kader terekrut

  4. Mengoptimalkan pengelolaan kaderisasi mandiri

  5. Mengoptimalkan pengelolaan syiar dan pelayanan kepada civitas akademika secara keseluruhan.

  6. Mengoptimalkan dan memperluas jaringan baik dalam skala kampus, lokal, regional, maupun nasional

  7. Meningkatkan syiar dan pembinaan kemuslimahan.

  8. Mengoptimalkan pengelolaaan Tindak Isu

  9. Mengupayakan dan mempengaruhi kebijakan birokrat dalam islamisasi kampus

*************************************************


  • KONSEP GERAK JN UKMI UNS


KONSEP GERAK JN UKMI UNS

PERIODE 2012


   





  1. Landasan Syar’i

                               



Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.

                         



Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

                         



Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

           



Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.


  1. Hakikat Dakwah

  1. Terbentuknya Tashawur (persepsi) Islami yang jelas.

Islam sebagai din, sebagai pedoman hidup dari Allah SW mencakup seluruh aspek kehidupan dan perilaku untuk seluruh zaman dan ummat manusia. Ketidakmenyeluruhan persepsi terhadap Islam akan mengakibatkan Islam terisolasi dari pentas kehidupan, juga menjadi sumber bid’ah, khurafat, takhayul, dan tradisi jahiliyah serta berbagai kontradiksi. Bahaya persepsi yang parsial (Juz’I) dijelaskan dalam firman Allah Q.S. Al Baqarah:85 sedangkan kejelasan dan keuniversalan Islam terlihat pada firman Allah Q.S. An-Nisaa’:89.

  1. Membentuk Syakhsiyah Islamiyah (pribadi yang Islami).

Pribadi yang Islami adalah pribadi yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bahan utama pembentuk kepribadiannya, sehingga identitas dirinya benar-benar mencerminkan keislamannya.


  1. Konsep Umum Kelembagaan

  1. Deskripsi Singkat lembaga

JN UKMI UNS merupakan lembaga dakwah kampus yang berperan tidak hanya sekup mikrokampus tetapi juga berperan dalam sekup Makrokampus, artinya JN UKMI UNS mempunya peran dalam mendakwahkan islam dalam sekup kampus uns dan sekitarnya(mikro) juga ia harus berperan dalam dakwah lebih besar daripada itu yaitu regional juga nasional.

JN UKMI UNS dalam menjalankan perannya yang harus di fahami adalah ia melakukan fungsi dakwah. Yang kalau kita tarik kesimpulan definisi dari dakwah, maka tidak sekedar kajian atau mengelola masjid. Tetapi dakwah yang JN UKMI UNS lakukan adalah meliputi fungsi syiar, social kemasyarakatan, penggalian dana guna mendukung keberlangsungan lembaga, pengembangan jaringan, peran media, pencitraan, pewacanaan dan tentunya adalah pengamalan nilai-nilai keislaman.

Dalam setiap aktivitas yang dilakukan JN UKMI UNS senantiasa mengharapkan petunjuk, ridho, dan berkah dari Allah SWT dan mengharap izin dari Allah SWT, karena seperti yang Allah firmankan bahwa dakwah itu hanyalah dengan izinnya.


  1. Tujuan kelembagaan

Hal ini termaktub dalam anggaran Dasar JN UKMI UNS Periode 2011:

a. Terbentuknya pribadi muslim yang kaffah

b. Terwujudnya masyarakat yang Islami.


  1. Target dan Sasaran

Target dari JN UKMI UNS adalah berperan dalam mengembangkan sumber daya mahasiswa Islam dalam rangka menciptakan lingkungan islami di Universitas Sebelas Maret pada khususnya dan lingkungan masyarakat pada umumnya.

Sebagaimana dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga JN UKMI UNS Periode 2011 maka sasaran dari JN UKMI UNS adalah lingkungan Universitas Sebelas Maret pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.




  1. Fikroh Gerakan

Fikroh gerakan ini yang kemudian menjadi landasan kita dalam bergerak dalam setiap aktifitas amal lembaga dan personal. Maka dari itu fikroh gerakan ini harus terinternalisasi pada setiap pengurus, dan dijalankan dalam lembaga.

a. Da’wah Salafiyah

JN UKMI UNS adalah lembaga dakwah yang orientasi dari kerja dakwah yang dilaksanakan adalah memurnikan ajaran islam untuk kembali pada sumber aslinya yaitu Al Qur’an dan As Sunnah, serta bercermin dari siroh pada salafuna (generasi awal yang) shalih, yang secara teknis akan diderifasikan pada seluruh tujuan asasi dari program kerja dan akan diawali dengan keteladanan dari para pengurusnya.

b. Thariqoh Sunniyah

JN UKMI UNS dengan segenap kemampuan berusaha membawa diri kita untuk ber’amal dengan landasan yang sunah yang benar dalam segala hal, khususnya aqidah dan ibadah. Dan berusaha menyerukannya kepada semua manusia sehingga nuansa keIslaman akan kembali hidup dalam kehidupan sehari-hari.

c. Haqiqah Shufiyah

JN UKMI UNS memahami bahwa asas kebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati karena dengan itu kerja-kerja dakwah akan terasa nikmat walaupun berbagai mihnah dari dalam maupun dari luar senantiasa mendera.

d. Hai-ah Syiasiyah

JN UKMI turut aktif dalam meluruskan pandangan masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat kontemporer, pemahaman yang salah terhadap keislaman serta memberikan pendidikan kepada civitas kampus pada khususnya dan masyarakat pada umumnya bahwa seorang muslim memiliki kehormatan, kemerdekaan jiwa, dan jati diri yang wajib dipertahankan hingga titik darah terakhir.

e. Jama’ah Riyadhoiyah

JN UKMI UNS sangat menyadari bahwa kerja-kerja dakwah yang dilaksanakan sangatlah berat. Maka tidaklah mungkin ketika itu dipikulkan pada orang-orang yang lemah secara fisik. Hanyalah orang-orang yang memiliki fisik. Hanyalah orang-orang yang memiliki fisik yang kuatlah yang mampu menanggung beban kerja, tugas dan perjuangan. Maka dari itu JN UKMI UNS mengpayakan hak-hak jasad secara proporsional dengan mengadakan olah raga yang dilakukan secara rutin.

f. Robithah Ilmiyah Tsaqofiyah

Dalam mengusung kerja-kerja dakwahnya JN UKMI UNS menggunakan corak gerakan intelektual. Dimana forum-forum yang dilaksanakan akan selalu diorientasikan sebagai sarana peningkatan wawasan dan pengembangan internal.

g. Syirkah Iqtishadiyah

JN UKMI UNS menyadari bahwa dalam melaksanakan kerja-kerja dakwahnya tidak akan terealisasi jika tidak ditopang oleh faktor pendukung, termasuk juga maal/dana. Maka JN UKMI UNS memberikan perhatian yang besar terhadap upaya-upaya pengembangan dan pemberdayaan ekonomi Ummat.

h. Fikrah Ijtima’iyah

JN UKMI UNS sangat memperhatikan penyakit-penyakit sosial yang melanda masyarakat dan berusaha memberikan terapi serta solusinya. Oleh karena itu JN UKMI UNS harus dapat berperan aktif untuk terlibat dalam upaya perbaikan masyarakat.


  1. Posisi UKMI

a. Ke-LDK-an

1. Pensinergis gerak dakwah dari LDF

Dalam berbagai aspek yang beririsan antara LDK universitas dengan LDF maka akan diadakan pensinergisan yang itu dilakukan atas koordinasi UKMI yang kemudian disepakati dari LDF. Aspek yang akan disinergiskan meliputi: kaderisasi,syiar, jaringan, nisa, media, dusun binaan.

2. Pendampingan LDK yang belum mapan

Sebagai LDK tingkat universitas maka UKMI akan melakukan pendampingan kepada beberapa LDK yang belum mapan. LDK yang dimaksud meliputi LDF di UNS, LDK lokal solo dengan puskomda, dan LDK tingkat nasional dengan BP Puskomnas.

3. Mengambil peran yang belum digarap oleh LDF

UKMI akan lebih jeli mengambil segmen-segmen yang belum digarap oleh LDF. Beberapa segmen itu antara lain:

a. Jaringan: Alumni Jamaah Nurul Huda (IKANUHA), birokrat universitas, UKM universitas, LDF, lembaga(ormas,LSM,dll) lokal, tokoh islam lokal, LDK lokal, organ eksternal mahasiswa, LDK nasional.

b. Syiar: media islam, kost sekitar kampus, masjid sekitar kampus, anak jalanan, dan mengembangkan ke ranah yang lain (isu lokal, nasional maupun internasional).

4. Meneruskan kegiatan dakwah yang sudah menjadi identitasnya

UKMI tetap melanjutkan kegiatan yang telah identik dengan nama UKMI, seperti: kajian pagi NH, lokananta, BRM, P3T, asistensi, dusun binaan.
b. Ke-kampus-an

1. Intelektualitas Muslim

Meningkatkan kesadaran mahasiswa muslim sebagai generasi terdidik untuk berkarya, karay-karyanya dapat bermanfaat bagi ummat dan peradaban.

2. Sensitivitas Sosial

Meningkatkan kepekaan dan kesadaran mahasiswa muslim UNS untuk berperan serta pada pemecahan masalah sosial yang berkembang dalam masyarakat.

3. Ukhuwah Islamiyah

Membangun nuansa ukhuwah islamiyah pada semua struktur yang ada pada civitas akademika UNS berlandaskan persamaan aqidah, tujuan dan kemanfaatandengan mengesampingkan keegoan masing-masing dalam rangka terwujudnya persatuan umat.

4. Kampus Hijau

Pewarnaan nilai-nilai keislaman pada setiap segmen yang ada hingga pada sudut-sudut kampus, dalam rangka pembentukan bi’ah islami dikampus UNS tercinta.


  1. SWOT Lembaga




SWOT LEMBAGA

Strength

Weakness

Opportunity

Threath

  • Satu-satunya lembaga dakwah di tingkat Universitas

  • Personil yang memiliki semangat untuk mendakwahkan Islam

  • Memiliki cita-cita dan visi yang jelas.

  • Adanya langkah-langkah strategis guna mencapai visi lembaga

  • Memiliki struktur organisasi yang efektif

  • Adanya pembagian wilayah kerja yang jelas

  • Barganing position yang kuat di internal kampus.

  • Memiliki sarana dan prasarana yang mendukung

  • Memiliki susunan infrastruktur yang kuat.

  • Didukung oleh pendanaan mandiri yang cukup.

  • Adanya budaya amal jama’i dan kuatnya rasa ukhuwah yang cukup kuat.

  • Kepengurusan yang terdiri dari lintas fakultas yang menyebabkan kendala komunikasi dan koordinasi.

  • Latar belakang budaya organisasi yang berbeda-beda dari masing-masing fakultas.

  • Kesekretariatan sebagai pusat aktivitas yang kurang aksestable (terutama akhwat)

  • Kurangnya pengalaman dari sebagain personil.

  • Kurang meratanya kapasitas dan skill dari personil yang ada.

  • Sebagian pengurus double amanah.

  • Luasnya wilayah garap JN UKMI UNS kedepan

  • Masih banyak lini-lini yang potensial untuk digarap.

  • Mempunyai hubungan koordinatif dengan LDF guna minsinergiskan kerja-kerja dakwah kampus.

  • Simpati yang tinggi dari masyarakat sekitar terhadap JN UKMI UNS

  • Memiliki jaringan usaha yang jelas dan luas guna mendukung pendanaan lembaga.

  • Hubungan yang baik dengan birokrat.

  • Adanya ashobiah bidang/departemen. Sehingga kurang mendukung amal jama’i lembaga.

  • Tuntutan akademis yang senantiasa meningkat.

  • Makin menguatnya ghazwul fikri dari musuh-musuh Islam yang semakin menyudutkan Islam.

  • Kurang dikenalnya JN UKMI dikalangan mahasiswa ammah.

  • Masuknya ideologi-ideologi baru yang mempengaruhi dakwah.

  • Kendala komunikasi dan koordinasi.

Nilai unggulan yang akan dikembangkan oleh JN UKMI UNS



  1. Pewacanaan Kampus Islami kepada mahasiswa ammah

  2. Lembaga pengkaderan dan pembinaan yang produktif

  3. Jaringan kerja (networking)

  4. Pelayanan sosial

  5. Syiar Islam yang efektif, proaktif dan kreatif




  1. Visi dan Misi Lembaga

Visi

Lembaga Dakwah Kampus yang SATU bersinergi, DEKAT dan BERMANFAAT
Penjabaran VISI

Lembaga Dakwah Kampus yang Satu Bersinergi

JN UKMI UNS memiliki dua posis penting yang menuntut peran dan kerja optimal. Pertama, di dalam kampus bertindak sebagai payung seluruh lembaga dakwah di UNS. JN UKMI adalah big brother yang punya tanggung jawab dalam membimbing, mengkoordinasi, dan mengarahkan geraknya. Kedua, di tataran nasional sebagai sebuah lembaga mandiri yang otomatis harus memiliki real work. Sekaligus memegang koordinasi tiga LSO di dalamnya, Puskomda, Badan Khusus FSLDK, dan Biro AAI. Dua peran itulah yang akan membuat JN UKMI UNS + LSO dan lembaga dakwah di kampus UNS berSATU bersinergi untuk menjangkau seluruh ruang di dalam kampus, di tataran regional Surakarta, bahkan di Indonesia.



Dekat

Seluas apa pun peran dan lingkup kerja yang mendayagunakan segala resource JN UKMI UNS, tetap tak mampu mengalihkan perhatian pada pembinaan SDM, terutama internal pengurus. Dari pembinaan yang kuat dan berkesinambungan, JN UKMI UNS akan men-supply pengurus-pengurus yang DEKAT dengan umat (Civitas Akademika dan masyarakat). KeDEKATan ini pun dibangun dengan komunikasi intensif antara JN UKMI UNS dengan stake holder di kampus.



Bermanfaat

Implementasi dari kedekatan tersebut adalah sebuah keBERMANFAATan yang mampu dinikmati oleh seluruh elemen umat. Kebermanfaatan ini juga yang jelas menjadi tugas utama JN UKMI UNS sebagai lembaga dakwah. Bergerak ikhlas menebar manfaat, melayani kebutuhan umat, dan selalu terdepan dalam mempropagandakan syiar Islam.


Indikator Ketercapaian Visi


  1. Terciptanya sinergisitas LDK dengan LDKF di UNS

  2. Terwujudnya kontribusi JN UKMI UNS di tataran regional (Puskomda) maupun nasional (BK FSLDK)

  3. Kader yang kompeten dan profesional

  4. Terjalinnya kekerabatan yang baik dengan UKM dan Birokrat.

  5. Adanya dukungan masyarakat kampus terhadap agenda dakwah JN UKMI


MISI
Guna mencapai visi tersebut kami merancang misi sebagai parameter dan indicator keberhasilan dalam kinerja kepengurusan diperiode ini antara lain :

  1. Membangun koordinasi dan kerjasama produktif dengan lembaga dakwah kampus fakultas (LDKF) di UNS.

  2. Membentuk kader profesional dalam kerja individu maupun kelembagaan.

  3. Melakukan syiar serta pelayanan berbasis sosial keilmuan kepada elemen kampus dan masyarakat.

  4. Membuka akses komunikasi strategis dengan birokrasi dan lembaga kemahasiswaan.



  1. Chart Target Capaian Kelembagaan

    • Lembaga

No.

Bidang

Target Capaian

1

KESEKRETARIATAN UMUM

  • Terciptanya soliditas bidang.

  • Terlaksanakannya sistem organisasi yang berjalan dengan baik

  • Adanya buku pedoman organisasi di awal kepengurusan sebagai panduan kerja organisasi.

  • Tersistemnya alur surat menyurat

  • Ada standart dan terlaksanakannya tata warkat.

  • Terdokumentasikannya segala bentuk arsip internal organisasi (buku bidang, buuku departemen,dokumen-dokumen lainnya) dan foto-foto kegiatan dengan baik dan rapi.

  • Terlaksananya koordinasi internal organisasi secara rutin (RHL, RHT, rapat bidang, rapat panitia, pleno, musum, raker, dll)

  • Kesekretariatan menjadi data base center (tempat mengakses data-data organisasi) dan aktivitas/kegiatan.

  • Terciptanya kenyamanan, kerapian, dan keindahan sekretariat UKMI sehingga nyaman

  • Termanfaatkanya fungsi sosialisasi dan informasi kegiatan-kegiatan organisasi bagi para pengurus dengan alat papan informasi, dan lain-lain

  • Berjalannya piket rutin kesekretariatan JN UKMI secara continue.

  • Adanya pendataan dan inventarisasi barang

  • Terpenuhinya logistik kesekretariatan (kertas, tinta, dobel stiktip, dll)

  • Terlaksanakannya fungsi kesekretariatan organisasi dan mengelola sekretariat dengan baik.

  • Adanya scheduling proker

  • Adanya notulensi dalam setiap RHT, departemen, bidang, dan terbukukan

  • Mengontrol notulensi setiap RHT,departemen, bidang.

  • Terjalankannya kaderisasi internal dengan mekanisme yang jelas dalam rangka regenerasi kepengurusan kedepan.

  • Adanya reward bagi pengurus dan bidang terbaik.

  • Adanya sarana bagi peningkatan kapasitas baik ruhiyah, jasadiyah, dan manajerial

  • Adanya perangkat pengelolaan/penanganan pengurus secara resmi dalam rangka memperhatikan hak dan kewajiban pengurus

  • Adanya sarana yang dibuat untuk pensolidan pengurus

2

KEBENDAHARAAN UMUM

  • Terciptanya soliditas bidang.

  • Membuat standar pelaporan keuangan yang baku dan accountable

  • Melakukan audit/supervisi terhadap laporan keuangan masing-masing bidang secara rutin

  • Adanya alur yang jelas terkait pencairan dana dari rektorat.

  • Bertangung jawab penuh terhadap proses pencairan dana dari rektorat

  • Adanya RAPBJ (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja JN UKMI) yang terdiri dari:

    1. Anggaran organisasi (dari masing-masing bidang)

    2. Pendapatan organisasi

    3. Pendistribusian atau belanja organisasi (yang diperlukan oleh JN UKMI untuk alokasi anggaran)

  • Terlaksananya fungsi koordinasi keuangan internal organisasi dengan semua bidang.

  • Adanya mekanisme kontrol keuangan terhadap bidang secara berkala.

  • Adanya konsep pengelolaan unit usaha yang profesional dan mandiri.

  • Adanya sarana dan prasarana yang mendukung.

  • Bertambahnya aset usaha.

  • Tercatatnya segala bentuk transaksi secara jelas

  • Adanya pelaporan keuangan yang jelas, transparan dan accountable.

  • Adanya target nyata dari pengelolaan usaha dan strategi pencapaiaan target

  • Terlunasinya seluruh hutang-hutang usaha.

  • Tercapainya omset dari usaha Dzakya sebesar 500 ribu/bulan sejak bulan Maret 2012

  • Adanya pemasukan lain dari luar usaha Dzakya

  • Penambahan unit usaha selain Dzakya

  • Besarnya pemasukan dari KWU JN UKMI UNS.

  • Bertangung jawab terhadap proses pelapoaran kegiatan (LPJ) dalam setiap kegiatan.

3

PEMBINAAN

  • Terciptanya soliditas bidang.

  • 1250 kader baru terekrut dan 65% terjaga

  • Adanya kader kokoh (maknawiyah, ibadah, aqidah, akhlaqul karimah) dan berkualitas (inisiasi, kreatifitas, managemen profesional, keorganisasian,dan lain-lain)

  • Adanya perangkat pengelolaan/penanganan pengurus secara resmi dalam rangka memperhatikan hak dan kewajiban pengurus

  • Adanya pelaporan evaluasi terhadap kondisi kader dari sisi kapasitas ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, serta manajerial secara berkala.

  • Terjalankannya polkatif di tingkat LDK-U & LDK-F UNS

  • Realisasi kaderisasi mandiri secara optimal dan merata.

  • Berjalanya koordinasi dengan LDK-F dalam rangka pensinergisan kaderisasi yang dilaksanakan di kampus UNS (perekrutan, penjagaan dan pengkaryaan)

4

DAKWAH

  • Terciptanya soliditas bidang.

  • Maraknya event syiar dalm skala local, regional ataupun nasional yang lebih menyentuh masyarakat ammah dalam rangka meningkatkan suasana keislaman di UNS.

  • Adanya inovasi-inovasi dalam kegiatan syiar

  • Bertambahnya peserta kajian rutin

  • Adanya pendokumentasian kajian yang baik, jelas dan up to date.

  • Tersedianya bank materi dari kajian rutin

  • Berjalannya kajian kost

  • Mengencarkan identitas-identitas keislaman di kampus seperti jilbab, koko, simbol2 islam lainnya (atribut ke islaman(stiker, pin, spanduk, baliho, dll)).

  • Semakin banyaknya dai/da’iyah dan mubaligh/mubalighoh yang siap diterjunkan di masyarakat

  • Gencarnya sosialisasi pada seluruh penjuru kampus terhadap kegiatan-kegiatan keislaman seperti event dan kajian

  • Maraknya wacana kampus islami dengan penggencaran dan sosialisasi akan kampus islami “Green Campus Area, Teduh Dalam Nuansa Islam”.

  • Maraknya bulan Romadhon dengan kegiatan-kegiatan keislaman.

  • Semakin meningkatnya orang yang tertarik mengikuti kegiatan keislaman.

  • Maksimalisasi LDK peduli

  • Memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan dakwah di masyarakat, seperti menyebar pengajar TPA disekitar kampus, menyebar dai/ daiyah disekitar kampus, mengadakan pelatihan-pelatihan pengajar TPA, dai, dan lain-lain.

  • Teroptimalkannya peran forsyi dalam mensinergiskan gerak LDK-F & LDK-U

5

HUMAS

  • Terciptanya soliditas bidang.

  • Tercitrakannya JN UKMI UNS sebagai lembaga yang profesional dan islami.

  • Teroptimalkannya peran forkomjar dalam mensinergiskan gerak LDK-F & LDK-U

  • Adanya dara base jaringan yang up date dan rapi.

  • Terjaga dan semakin kokohnya dengan jaringan yang sudah terjalin, terbukti dengan intensitas komunikasi baik langsung mau pun tidak langsung, dan kerjasama yang di jalin.

  • Terpetakan dan adanya grid tentang jaringan yang berafiliasi terhadap JN UKMI UNS dengan parameter yang jelas.

  • Adanya penambahan jumlah jaringan yang terjalin. Terutama jaringan birokrat internal kampus atau eksternal.

  • Mengoptimalkan jaringan dari segi aseting dalam bentuk kerjasama.

  • Semakin banyaknya kerjasama yang terselenggara dengan jaringan yang ada.

  • Adanya follow up dan penjagaan hubungan baik dengan jaringan.

  • Adanya skala prioritas pihak mana yang akan dijalin kerjasamanya baik internal dan eksternal.

  • Adanya konsep dasar tentang kerjasama, yang meliputi bentuk kerjasama, sasaran, strategi pencapaian, folow up, dan lain-lain.

  • Adanya langkah kongkrit dalam menjaga hubungan dengan jaringan (SMS, telfon, kartu ucapan, silaturahim, email, dan lain-lain.).

  • Adanya kegiatan bersama yang secara global adalah acara JN UKMI, namun disukseskan/didukung dengan keterlibatan UKM lain.

  • Mengadakan kegiatan khusus untuk UKM-UKM lain.

  • Penyikapan isu-isu kontemporer tentang keumatan.

  • Adanya kegiatan (event) nyata yang terllaksana dalam mewujudkan/sebagai bentuk penyikapan isu (palestina, sumpah pemuda, hari pahlawan, hari AIDS, kemerdekaan indonesia,dll).

  • Adanya shedulling agenda agenda humas

  • Terjalinnya komunikasi dengan alumni secara rutin dan berkala.

  • Teroptimalkannya millist alumni.

  • Bertambahnya anggota millist yang aktif (80% dari anggota yang terdaftar).

  • Semakin kayanya contain yang ada di millist, sehingga kebermanfaatan millist bisa semakin dirasakan.

  • Bertambahnya anggota millist yang bergabung di millist.

6

MEDIA

  • Terciptanya soliditas bidang.

  • Terbentuk dan terfungsikannya forum komunikasi media dalam rangka sinergisitas LDF-LDK

  • Updating informasi/issue terkini dalam skala lokal,regional dan nasional.

  • Eksekusi kilat issue prioritas dan berpengaruh

  • Pengadaan etalase Islamic Magazine Centre.

  • Terbitnya majalah dinding secara rutin/ bulan

  • Terbitny buletin secara rutin 2 pekan 1 kali.

  • Bertambahnya intensitas siaran JN UKMI di radio.

  • Adanya kurikulum/daftar acara siaran selama waktu tertentu.

  • Adanya SAP (Satuan Acara Penyiaran)

  • Adanya personel khusus yang mengelola web.

  • Up to datenya web, dengan informasi yang selalu aktual, konten-konten yang baru dan menarik

  • Website menjadi salah satu sarana syiar yang strategis

  • Website menjadi salah satu nilai jual yang positif dalam rangka pencitraan

  • Adanya pertambahan pengunjung web dalam tiap bulannya.

  • Banyaknya atribut ke islaman, dengan pamfletisasi, spandukisasi, balihoisasi, stikerisasi, dll dalam rangka penuansaan keislamaan di kampus UNS.

  • Adanya profil JN UKMI yang menarik di awal kepengurusan.

  • Menjadi salah satu sarana syiar (tausyiah,dll) yang masif.

  • Kenyamanan ketika diperpustakaan

  • Bekerjasama dengan lembaga2 lain dalam rangka kerjasama dalam penerbitan/penayangan agenda/isu dari LDK, dam dalam usaha menggalangkan media bermoral.(misal:LAZIS, LDF,dan lain- lain)

7

NISA’

  • Terciptanya kesolidan bidang dan pengurus akhwat

  • Adanya bentuk kongkrit (aplikasi) dari konsep pendampingan dan pemantauan terhadap pengurus akhwat tentang masalah keakhwatan.

  • Teroptimalkannya peran Fornis dalam mensinergiskan gerak LDF-LDK

  • Adanya forum sharing akhwat guna membahas permasalahan-permasalahan yang muncul di akhwat, beserta solusinya.

  • Adanya up date data mahasiswi berjilbab di UNS.

  • Semakin banyaknya mahasiswi yang berjilbab.

  • Adanya konsep dan pelaksanaan kampanye jilbab.

  • Terwacanakanya kepada masyarakat kampus kesan akhwat yang tidak eklusif (dengan sarana event atau non event(mading, atribut, buletin,dan lain-lain))

  • Terjaganya jaringan-jaringan keputrian (Salimah,dll).

  • Adanya kerjasama dengan jaringan yang ada..

  • Terselenggarakanya kajian di kost putri, sebagai bentuk perintisan dakwah kost.

  • Adanya upaya dan tertokohkannya kader akhwat.

  • Banyaknya pembekalan tentang kesiapan dakwah pasca kampus untuk akhwat.

  • Terbekalinya akhwat dengan skill keakhwatan/keputrian.

  • Tersenggarakannya kajian muslimah secara rutin.

  • Adanya penyikapan terhadap isu-isu kontemporer kemuslimahan.

8

BIRO ASISTENSI

  • Adanya Grand Design pengelolaan Biro Asistensi kedepan.

  • Adanya rencana strategis dan kebijakan-kebijakan pengelolaan Biro Asistensi ke depan

  • Menyiapkan sarana prasarana SDM dan infrastruktur pendukung pelaksanaan Grand design Asistensi kedepan

9

PUSKOMDA

  • Adanya database LDK yang ada di Surakarta

  • Bertambahnya jumlah LDK yang tergabung dalam FSLDK di bawah Puskomda UNS

  • Adanya konsep pendampingan dan koordinasi yang jelas antar LDK se-surakarta

  • Melaksanakan pendampingan terutama dalam mentoring agama Islam terhadap kampus-kampus anggota Puskomda yang belum settle

  • Intensnya komunikasi terhadap BP Puskomnas

  • Adanya mutabaah terhadap personal dan tim dalam rangka pendampingan terhadap LDK lain

10

PUSKOMNAS

  • Pengamanahan penuh FSLDK Peduli terhadap JN UKMI UNS

  • Terjalin komunikasi yang intens dengan Puskomnas

  • Ter-handle-nya setiap wacana keumatan yang membutuhkan penindakan cepat dan strategis.

  • Bertambahnya jumlah relawan yang terdidik dan terlatih secara profesional.

  • Perlengkapan tindak bencana terpenuhi sesuai standar prosedur lapangan.

  • Memberikan pencerdasan dan sense of recovery terhadap kader LDK skala lokal,regional, dan nasional.




  • Personal

No.

Poin Capaian

Keterangan

1

Aqidah

  • Tidak mengkafirkan sesama muslim

  • Memahami tauhid rububiyah, uluhiyah, mulkiyah, dan asma wa sifat.

  • Memahami Allah sebagai tujuan

  • Memahami Rasul sebagai qudwah

  • Memahami Al Qur’an sebagai pedoman hidup

  • Memahami ibadah sebagai pengabdian total kepada Allah.

  • Berteman dengan orang sholeh dan menteladaninya

2

Akhlaq

  • Memahami pentingnya ukhuwah

  • Terbisa menjalani amalan sunnah

  • Bersikap tawazun

  • Rendah hati dan mendahulukan kepentingan orang lain

  • Berlaku zuhud

  • Saling tolong menolong

  • Menjauhi debat dan pertentangan yang tidak bermanfaat

  • Tidak banyak bercanda dan ngobrol

  • Menahan amarah

  • Komitmen dengan adab meminta izin

  • Tidak ( ’inad ) membangkang

  • Mempererat silaturahim

  • Berusaha menepati janji

  • Tidak suka ghibah

3

Manhaj

  • Mengkaji dan memahami marhalah makkiyah dan karakteristiknya

  • Memahami urgensi kaderisasi

  • Mengkaji dan memahami marhalah madaniyah dan karakteristiknya

  • Memahami amal jama’i dan syuro

  • Mampu melakukan pengkaderan

4

Fikroh

  • Memiliki fikroh islam yang syamil dan tajarrud

  • Meyakini masa depan di tangan islam

  • Memiliki persepsi yang benar dan paham amal jama’i dan merasakan urgensi amal jama’i

  • Mengenal pertempuran antara haq dan batil

5

Ibadah

  • Pemantapan amal ibadah sunnah :

  • Terbiasa qiyammullail min 1x/pekan

  • Khusyu dalam sholat dan tilawah

  • Terbiasa shoum sunnah min 2x/bulan

  • Hafal 1 juz Al Qur’an

  • Menjaga organ tubuh dari dosa

  • Khatam al Qur’an tiap 2 bulan

  • Hafal al ma’tsurat

  • Terbiasa wirid al ma’tsurat

  • Selalu memperbaharui niat

6

Manajerial

  • Disiplin dan teratur dalam setiap aktivitas

  • Mengasah teamwork building

  • Mengasah kemampuan manajerial

  • Mengasah kemampuan leadership

7

Leadership

  • Memiliki komunkasi efektif

  • Memiliki skill khusus

  • Memiliki life skill

8

Ijtima’i

  • Membiasakan silaturohim

  • Memberi hadiah pada tetangga

  • Melakukan pelayanan umum karena Allah

  • Mendorong orng lain untuk berbuat baik

  • Membantu yang membutuhkan, kesulitan dan yang terkena musibah

  • Menolong yang terdzolimi

  • Berusaha memenuhi hajat orang lain

  • Mampu merumuskan masalah-masalh sosial dan alternatif solusi

9

Sosial Politic Engineering

( SPE )

  • Memahami prinsip prinsip rekayasa sosial dan tahap tahap perubahan sosial

10

Rekayasa Da’wah Kampus

( RDK )

  • Menerapkan amal jama’i dengan baik

  • Memahami urgensi syuro dan menjalankan prinsip syuro

  • Mampu merumuskan konsep da’wah secara umum

  • Memiliki kemampuan dialektika yang baik




11

Siyasi

  • Terbiasa menganalisis berbagai fenomena dan mengartikulasikan gagasan atau ide dari fenomena yang ada secara lisan dan tulisan

  • Memahami sistem sosial politik di indonesia

  • Paham dasar dasar konsep perubahan




12

Amal ’ilmiy

  • Mengikuti perkembangan terkait spesialisasi keilmuan

  • Gemar menulis tulisan populis maupun ilmiah

  • Berusaha menguasai bahasa arab dan inggris

13

Qadirun ’alal kasbi

  • Membiasakan menabung

  • Tidak menunda melaksanakan hak orang lain.

  • Menjaga fasilitas umum dan khusus




  1. Total Quality Manajemen Kelembagaan

Total Quality manajemen atau system manajemen pengendalian mutu adalah sebuah manajemen guna mengontrol semua aspek yang terkait dalam sebuah lembaga. Sebuah organisasi perlu adanya sebuah target capaian yang jelas. dan perlu adanya cara untuk melakukan control baik dari aspek masukan (input sumber daya), proses (mekanisme organisasi) juga hasil (capaian target). Guna mengontrol berjalannya kelembagaan baik personalia, organisasi ataupun Capaian target.





  • Personalia

Proses ini dilakukan oleh pihak-pihak terkait (DPP,DPP) dengan melakukan proses evaluasi capaian target personal dan adanya laporan tertulis akan hal itu.

  • Melakukan pelaporan dan control kondisi personalia dan capaian target personalia yang meliputi :

  • Keaktifan pengurus dalam departemen bidang

  • Keaktifan pengurus dalam kegiatan JN UKMI UNS

  • Juga seperti trtulis dalam chart capaian personal

  • Dalam 2 bulanan dari masing-masing departemen dan bidang, yang dilaporkan ke ketua umum sebagai bahan evaluasi target capaian.

  • Secara lisan dilaporkan kondisi personalia dari masing-masing departemen dan bidang dalam Rapat Harian Terbatas, dan pembahasan solusi atas permasalahan yang muncul.




  • Organisasi

Proses ini dilakukan oleh pihak-pihak terkait (semua bidang) dengan melakukan proses evaluasi capaian target kelembagaan.

  • Melakukan evaluasi dan control kondisi kelembagaan dalam hal:

  • VISI

  • MISI

  • STRATEGI PELAKSANAAN MISI

  • Melakukan evaluasi dalam 2 bulanan guna mengontrol capaian dari organisasi ini dan mencari solusi jika ada kendala pencapaian. ini dilakukan dalam Rapat Pleno juga Rapat Harian Lengkap.




  • Capaian target

Proses ini dilakukan oleh pihak-pihak terkait (semua bidang) dengan melakukan proses evaluasi terhadap Chart capaian target kelembagaan dari tiap bidang.

  • Melakukan evaluasi dalam 1 bulanan guna mengontrol chart target capaian dari masing-masing bidang dan mencari solusi jika ada kendala pencapaian. ini dilakukan dalam rapat bidang.

  • Melaporkan hasil evaluasi capaian chart target capaian dari masing-masing bidang ke ketua umum serta membahas permasalahan dan solusi juga langkah strategis ke depannya yang dilakukan dalam rapat Harian Terbatas.






  1. Penjagaan ruhiyah dan kaderisasi

  • Ruhiyah

Kondisi yang paling penting dalam menopang amanah ini adalah kondisi ruhiyah para personil, oleh karena itu sangat penting halnya untuk memperhatikan point ini, maka diperlukan adanya:

  • Budaya tausiyah pada setiap syuro’-syuro’ yang di adakan baik departemen, bidang RHT, dll.

  • Melakukan control dan evaluasi secara berkala dengan mekanisme dan bentuk yang disesuaikan untuk mengetahui kondisi ruhiyah pengurus. dan hasilnya di publikasikan di kesekretariatan agar semua pengurus dapat mengetahui kondisi yang ada.

  • Melakukan penyikapan atas hasil dari evaluasi dengan menggunakan sarana yang ada, seperti lembar tausiyah, madding, sms, kajian, dll.

  • Melakukan pengecekan mendadak untuk mengetahui kondisi ruhiyah personil dengan indikasi yang paling mudah yaitu amal yaumi pada rapat departemen atau rapat bidang.




  • Kaderisasi

proses kaderisasi tidak hanya pada perihal rekruitmen saja, tetapi juga pada penjagaan, peningkatan kapasitas, dan juga pengkaryaan. oleh karena itu perlu untuk melaksanakan pola kaderisasi yang baku guna menstandarkan output kader yang mempunyai kualitas dan kapasitas yang bagus.

Yang perlu diperhatikan disini adalah pemahaman tentang kaderisasi yang integral, tidak parsial. maka perlu adanya sinergisitas kaderisasi antara fakultas dengan universitas. yang perlu di tekankan pada kaderisasi kedepan adalah:

Memberikan Pemahaman bersama bahwasannya tidak ada kader fakultas atau universitas, tetapi kader lembaga dakwah kampus.

Melakukan pengelolaan bersama antara universitas dan fakultas agar tercipta sinergisitas dan tidak ada ashobiah ataupun konflik dengan mengoptimalkan peran Forkad.








  1. Manajemen Administrasi

  • Database

Terwujudnya bank data JN UKMI yang terpusat pada kesekretariatan yang mudah diakses oleh semua pengurus. sehingga perlu meningkatkan sarana prasarana penunjang baik infrastruktur maupun SDMnya. Infrastruktur dengan menyediakan perangkat penunjang seperti Komputer sebagai pusat data dan dokumentasi dalam bentuk softfile, menyediakan tempat khusus guna menyimpan semua arsip dan dokumentasi dalam bentuk hard file.



  • Tertib administrasi

Adanya mekanisme pengelolaan administrasi yang bagus merupakan salah satu indikasi dari profesionalisme dari sebuah organisasi, maka perlu adanya panduan yang baku terhadap tertib administrasi dalam hal :

  • Klasifikasi surat menyurat dengan detail ; surat masuk, surat keluar, surat kepanitiaan, surat kerjasama, surat perjanjian, pendelegasian, MOU dll.

  • Standarisasi format dari masing-masing klasifikasi surat menyurat di atas (pembuatan BPO)

  • Pendokumentasian dalam bentuk database







  1. Manajemen Keuangan

  • Accountabilitas

Pelaporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan merupakan hal penting yang harus dipenuhi dalam organisasi manapun. maka diperlukan alur yang jelas dalam segala hal yang berkaitan dengan keuangan yaitu :

  • Pencatatan dan pengumpulan bukti-bukti transaksi.

  • Pengklasifikasian (pendapatan, pengeluaran, piutang, dll)

  • pembuatan pelaporan keuangan yang objektif dan informatif.

Selain itu kaitannya dengan lalu lintas keuangan (dana masuk dan keluar) baik internal (bidang, kepanitiaan, dll) maupun eksternal maka diperlukan juga alur pendanaan dan pencairan dana yang berdasarkan klasifikasi yang di bakukan dalam BPO


  • Penggalian dana mandiri

Untuk mendukung kinerja organisasi kondisi financial sangat mempengaruhi keberlangsungan aktivitas kerja lembaga, maka perlu back-up yang kuat dalam hal financial disini. yang diperlukan guna meningkatkan pemasukan dana ke lembaga perlu adanya profesionalisme pengelolaan aset, dan unit usaha yang ada maupun rencana unit usaha baru. maka untuk mendukung hal tersebut di ubahlah divisi kewirausahaan menjadi lembaga semi otonom untuk dapat meningkatkan profesionalisme dan kinerja kewirausahaan.

Pengelolaan unit usaha yang ada: melakukan evaluasi dan memperluas pangsa pasar guna meningkatkan omset, dengan melakukan promosi, pemanfaatan jaringan, sponshor kegiatan, dll.

Rencana Unit usaha baru : melakukan studi kelayakan bisnis terhadap rencana usaha tersebut.


  1. Pengelolaan Dakwah

  • Segmentasi

  • kampus : Meliputi mahasiswa secara umum, birokrasi, dosen, karyawan, petugas kebersihan.

  • masyarakat : Desa binaan, kost-kostan, TPA, dll.

  • Syiar keislaman

Bidang dakwah merupakan bidang yang mempunyai spesifikasi tugas pengelolaan dakwah ke masyarakat kampus dan masyarakat luar kampus, juga menggarap pengoptimalan fungsi media keislaman. sedangkan bidang humas mempunyai spesifikasi tugas pengelolaan jaringan dan pencitraan baik terhadap islam dan lembaga.

Bidang dakwah menggarap serius pewacanaan kampus islami dengan memaksimalkan sosialisasi dan publikasi kegiatan- kegiatan keislaman atau jargon-jargon kepengurusan periode kali ini. sedangkan bidang humas melakukan pencitraan JN UKMI ke dalam ataupun ke luar kampus. untuk lebih efektif dalam hal pengelolaan kajian rutin maka pada periode kali ini akan dilaksanakan oleh tim kajian dan takmir masjid nurul huda.




  • Kebermanfaatan

Guna memantapkan posisi JN UKMI UNS ditengah-tengah masyarakat baik kampus atau masyarakat luar kampus maka perlu dilakukan analisis kondisi dan kebutuhan yang penting agar dapat dirasakan kebnermanfaatan kegiatan dan posisi JN UKMI UNS. maka program kerja kedepan tidaklah terlalu banyak, tetapi harus selektif dan efektif. pengoptimalan pendampingan terhadap desa binaan dan pentingnya proses kaderisasi terhadap penduduk setempat sehingga desa binaan mampu menjadi desa yang mandiri dan sumber daya yang ada bisa kita gunakan untuk pendampingan desa binaan yang baru.





segmen Kampus

Segmen Masyarakat





  1. Konsep Dasar Pengembangan Jaringan

  • Pencitraan

Pencitraan mutlak diperlukan guna membina hubungan baik dengan pihak manapun, maka kedepan JN UKMI lebih banyak melakukan sosialisasi “diri” kepada pihak lain seperti penyebaran profil, kartu ucapan, dll dari JN UKMI ke relasi dan memasifkan sosialisasi kegiatan-kegiatan keislaman dengan berkolaborasi bersama bidang dakwah dan juga takmir masjid nurul huda uns. selain itu juga perlunya penjagaan hubungan baik dengan pihak yang sudah terjalin.


  • Peran

JN UKMI UNS harus mampu menjadi aktor dalam setiap ada kesempatan untuk mampu berkontribusi dalam bidang dakwah baik itu di tingkatan lokal, regional dan nasional. pengoptimalan peran di tataran kampus baik antar UKM (kita jadikan JN UKMI sebagai Qudwah dalam akhak, kepribadian dan pemikiran sehingga akan muncul rasa segan terhadap JN UKMI UNS, juga terhadap birokrasi dan ormas ataupun LSM yang ada di surakarta. Dengan senantiasa Menjalin komunikasi aktif dengan jaringan LDK Nasional kita sebagai Puskomda (pusat komunikasi daerah) yang mengkoordinasikan LDK-LDK yang ada di surakarta dan juga sebagai BK Puskomnas harus mampu memantapkan peran strategis yang kita mainkan sebagai Badan Khusus.



  1. Konsep Sinergisitas dengan LDF

  • FORKOM

Forum bersama bidang-bidang terkait (kaderisasi (Forkad), syiar (Forsyi), humas (Forkomjar), nisa’a (Fornis), medis(Formed)) antara LDK dan LDF.

Peran umum:

1. Mensinergiskan gerak LDF dan LDK, di setiap spesifik garap masing-masing, yang meliputi: target capaian, program kerja, sasaran, strategi umum

2. Melakukan koordinasi secara berkala

3. Mengevaluasi secara berkala kinerja bidang-bidang terkait, apakah sudah sesuai dengan perencanaan (produktif dan tepat sasaran), evaluasi meliputi:



  • contain

  • input

  • proses

  • produk

Selain peran umum diatas, Forkom mempunyai peran yang lebih khusus pada bidang garap masing-masing.

Peran khusus:

  • Forkad

  1. Melaksanakan dan memastikan terlaksanakannya pola kaderisasi integratif, yang sesuai panduan

  2. Melakukan pengelolaan data base kader lembaga dakwah (update data, perapian,dll) dan proyeksi amanah kedepan

  3. Menanamkan pemahaman pada diri kader LDK bukan kader SKI(LDF) atau JN UKMI (LDK)

  4. Melakukan pengelolaan kader bersama (universitas dan fakultas)

  5. Membahas permasalahan kaderisasi dan solusi pemecahannya

  6. Sebagai forum mutaba’ah kegiatan kaderisasi.

Target:

        1. Terpenuhinya targetan rekrutmen dan penjagaan kader baru yaitu 20%.

        2. Adanya data base kader yang aktual, rapi dan falid.

        3. Adanya pemetaan kader yang jelas, sesuai piramida kaderisasi dan proyeksi amanah kedepan.

        4. Terbentuknya paradigma baru tentang pemahaman arti kader, bahwa mereka adalah kader dakwah.

        5. Adanya sistem pengelolaan kader yang jelas di masing-masing wilayah.

        6. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas.

        7. Terrangkumnya segala permasalahan kaderisasi dari semua lembaga dakwah kampus, beserta solusi pemecahannya.




  • Forsyi

              1. Melaksanakan dan memastikan terlaksanakannya pola syiar yang efektif

              2. Melakukan pengelolaan agenda- agenda syiar LDK (sceduling, pembagian job, tujuan, sasaran,dll)

              3. Memasifkan agenda-agenda syiar kepada masyarakat, khususnya masyarakat umum.

              4. Mengoptimalkan penuansaan keislaman di kampus UNS.

              5. Melaksanakan dan mengoptimalkan pelayanan ke pada masyarakat.

  1. Membahas permasalahan syiar islam dan solusi pemecahanya

  2. Sebagai forum mutaba’ah kegiatan syiar keislaman

Target:

        1. Adanya sistem publikasi syiar yang efektif dan masif.

        2. Terjalankannya agenda-agenda syiar dalam bingkai yang runtut, rapi, dan tepat sasaran.

        3. Terselenggarakannya 5 kegiatan besar dalam rangka syiar dan menguatkan nuansa keislaman di UNS.

        4. Banyaknya kegiatan-kegiatan keislaman di kampus dalam dalam rangka meningkatkan nuansa keislaman.

        5. Terlaksana dan terkontrolnya J-Ko Days.

        6. Maraknya atribut keislaman di dalam kampus

        7. Andanya embrio LDK PEDULI.

        8. Adanya tim TPA yang aktif di masing-masing lembaga

        9. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas.

        10. Terrangkumnya segala permasalahan syiar keislaman dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya.




  • Forkomjar

              1. Membahas dan memblow up isu-isu kekinian

              2. Memcitrakan LDK dalam bingkai yang positif (prestatif, produktif, dan professional)

              3. Memperkokoh dan memperluas jaringan.

              4. Menyelaraskan kerja-kerja hubungan kelembagaan dengan pihak lain

              5. Melakukan pengelolaan data base jaringan baik internal maupun eksternal (update data, perapian,dll)

              6. Membahas permasalahan jaringan dan komunikasi dan solusi pemecahanya

              7. Sebagai forum mutaba’ah kegiatan jaringan dan komunikasi

Target:

  1. Terjalinnya kerjasama dengan sebagian besar jaringan yang sudah ada.

  2. Mendapatkan kemanfaatan secara riil dari kerjasama dengan jaringan yang ada.

  3. Terbentuknya jaringan baru dari birokrat

  4. Adanya data base jaringan yang aktual, rapi dan falid.

  5. Adanya sistem information center LDK

  6. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas.

  7. Terrangkumnya segala permasalahan jaringan dan komunikasi dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya

  8. Adanya event kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka penyikapan isu (misal: sumpah pemuda, hari pahlawan, dll)




  • Formedis

  1. Optimalisasi peran media guna mencitrakan LDK ataupun kader LDK.

  2. Mengelola media syiar, dalam rangka masifnya syiar media.

  3. Mengoptimalkan penuansaan keislaman melalui atributisasi keislaman.

  4. Membahas permasalahan media islam dan solusi pemecahanya

  5. Sebagai forum mutaba’ah kegiatan syiar media

Target:

              1. Banyak dan efektifnya media syiar yang dapat dimanfaatkan untuk pencitaraan lembaga atau pun ADK.

              2. Maraknya atributisasi keislaman di kampus UNS.

              3. Masifnya isu media bermoral

              4. Terciptakannya media sebagai sarana memasifkan publikasi agenda-agenda syiar.

              5. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas.

              6. Terrangkumnya segala permasalahan media islam dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya




  • Fornis

  1. Membahas dan memblow up isu-isu kekinian tentang kemuslimahan

  2. Mengoptimalkan potensi-potensi akhwat kader LDK

  3. Mengoptimalkan peran bidang nisa’a dalam masalah jaringan, syiar, dan kaderisasi kemuslimahan.

  4. Memberikan solusi terhadap apatisme mahasiswa muslimah terhadap nilai-nilai keislaman yang kaffah.

  5. Membahas permasalahan kemuslimahan dan solusi pemecahannya

  6. Sebagai forum mutaba’ah kegiatan kemuslimahan.

Target:

  1. Semakin banyaknya masyarakat ammah dari kalangan putri yang simpatik terhadap agenda-agenda syiar islam.

  2. Masifnya agenda-agenda syiar kemuslimahan.

  3. Semakin eksisnya keputrian di UNS dengan keberadaan (bergaining position yang kuat) dan kebermanfaatan yang diberikan

  4. Akhwat mahir dalam skill-skill/memiliki kompetensi keputrian

  5. Menjadi sarana pembianaan potensi akhwat kader LDK.

  6. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas.

  7. Terangkumnya segala permasalahan kemuslimahan dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya




  1. Konsep Dasar Regenerasi Kelembagaan

Perlunya dipersiapkan calon-calon kepengurusan mendatang mengingat periodisasi kali ini ada penyesuaian, maka hal penting yang tidak boleh terlewatkan adalah akselerasi kader. Berangkat dari pemahaman bersama tentang “kader LDK” oleh karena itu sebagai langkah awal yang dilakukan adalah melakukan up date database kader Lembaga dakwah serta proyeksi kedepan, serta pelaksanaan pengelolaan bersama kader (yang dilakukan oleh Forkad). Setelah mendapatkan data kader dan proyeksi kedepan maka tinggal diadakan pengkomunikasian terhadap pihak terkait dan pengkaryaan yang berbeda serta percepatan terhadap kader-kader yang diproyeksikan di JN UKMI UNS sehingga kedepan permasalahan tarik ulur kader tidak terjadi lagi.

*************************************************




  • STRUKTUR ORGANISASI

STRUKTUR ORGANISASI

JN UKMI UNS PERIODE 2011


Ketum



Puskomda


BK FSLDK PEDULI

Biro

AAI






Sekum


Bendum


Bid. Humas



Bid. Nisa

Bid. Dakwah

Bid. Pembinaan

Bid.

Media








Dept. Masyarakat



Dept. Kampus

Dept.Internal

Dept. Eksternal

Fornis



Formed


Forkad



Forsyi

Forkomjar


Keterangan :

  • Ketum : Ketua Umum

  • Sekum : Sekretaris Umum

  • Bendum : Bendahara Umum

  • Bid. Pembinaan : Bidang Pembinaan

  • Bid. Dakwah : Bidang Dakwah

  • Bid. Nisa : Bidang Nisa

  • Bid. Media : Bidang Media

  • Bid. Humas : Bidang Humas

  • Dept. Fundrising : Departemen Fundrising

  • Dept. Adm : Departemen Adimistrasi & Keuangan

  • DPP : Departemen Pengelolaan Pengurus

  • DPA : Departemen Pengelolaan Anggota

  • Dept. Kampus : Departemen Kampus

  • Dept. Masyarakat : Departemen Masyarakat

  • Dept. Informatika : Departemen Informatika

  • Dept. Tindak Isu : Departemen Tindak Isu

  • Dept. Internal : Departemen Internal

  • Dept. Eksternal : Departemen Eksternal

  • BK Puskomnas : Badan Khusus Pusat Komunikasi Nasional

  • Puskomda : Pusat Komunikasi Daerah

  • Biro Asistensi : Biro Asistensi

  • Forkad : Forum Kaderisasi

  • Forsyi : Forum Syiar

  • Fornis : Forum Nisa

  • Formed : Forum Media

  • Forkomjar : Forum Komunikasi Jaringan




  • JOB DESCRIPTION


JOB DESCRIPTION KEPENGURUSAN

JN UKMI PERIODE 2011




  1. Yüklə 376,64 Kb.

    Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6   7   8   9




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin