Laporan hasil penelitian



Yüklə 474,58 Kb.
səhifə3/3
tarix17.01.2019
ölçüsü474,58 Kb.
#99574
1   2   3

Pertemuan ke 3

Pembelajaran pada Pertemuan ke 3 ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 25 April 208, dengan alokasi waktu 1 jam pelajaran (45 menit). Pada pertemuan ini akan diadakan tes formatof ke II untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran siswa.

Tempat duduk siswa diatur sedemikian hingga siswa tidak bias mencontek dan tidak boleh saling membantu, pada tes formatif ke 2 terdiri dari 4 soal. Hasil tes formatif ke 2 sebagian siswa sudah banyak yang menjawab benar. Untuk hasil tes terdapat pada lampiran 15



    1. Pertemuan ke 4

Pada pertemuan ke 4 ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 26 April 2008, dengan alokasi waktu 1 jam pelajaran. Kegiatan pada hari ini adalah penyerahan penghargaan sesuai yang telah di rencanakan sebelumnya.

Selama ± 10 menit guru peneliti mengawali dengan ucapan salam dan absensi siswa untuk pertemuan terakhir siswa sangat antusias dan gembira karena mereka mengetahui bahwa hari ini adalah hari pengumuman tenyang juara-juara kelompok belajar penghargaan yang di berikan berupa makanan coklat dan lain-lain.

Dari hasil kerja kelompok berdasarkan tugas yang diambil dari LKS dan skor kuis maka di tetapkan pada siklus I juara itu adalah kelompok anggrek, juara 2 oleh kelompok mawar dan melati karena memperoleh skor yang sama dan juara 3 kelompok teratai. Untuk siklus II juara 1 adalah kelompok anggrek, juara 2 adalah kelompok mawar dan juara 3 kelompok seruni. Siswa sangat gembira dengan bersorak – sorak dan bertepuk tangan.


    1. Observasi

Tahap observasi dilaksanakan bersmaan dengan pelaksanaan tindakan. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai pengajar sedangkan observer dilaksanakan oleh guru dan teman sejawat yang membantu. Dari hasil observer inilah peneliti akan mengambil keputusan bagi tindakan selanjutnya.

Dalam observasi untuk materi ke 2 ini peneliti masih membagi format lembar observasi menjadi 2 bagian yaitu lembar observasi kegiatan guru dalam pembelajaran NHT dan lembar observasi respon siswa dalam pembelajaran NHT.

Table berikut menyajikan hasil tes formatif siklus II tentang pemahaman belajar siswa, kegiatan guru dalam pembelajaran NHT dan respon siswa dalam pembelajaran NHT.

Table 4.12 Hasil tes formatif pemahaman belajar siswa siklus 2



No

Nama Siswa

Skor

Taraf Keberhasilan

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Sangat kurang

01

Ahmad Aminudin

80















02

Adang Yulianto

65















03

Ahmad Abdullah

75















04

Agung Yurika

95















05

Arum Cahyaning

90















06

Alfi Rozikin

85















07

Amin Tohari

75















08

Azizatul Fitriana

90















09

Defi fitria yulianti

95















10

Diyah Rahayu

75















11

Dwi Astutik

65















12

Dwi ratnasari

70















13

Ervi Nur Annisa

90















14

Fathul Mubarok

75















15

Ika nurfi adzari

55















16

Isrukan

-
















17

Koirul anam

65















18

Lailatul fitriani

75















19

Lia rahmawati

70















20

Lutfi rahayu

85















21

Muhammad saifudin

75















22

Mawar Anggraini

95















23

Muhammad Abdul G

80















24

Novia Ima Muhimah

75















25

Nurfaking Rian Sari

90















26

Riya Fitriani

85















27

Ruli ayub

85















28

Sendi Saputro

55















29

Siti Istikomah

90















30

M. Shodiq Alwafa

80















31

Sugeng Wijaya

80















32

Wiji Utami

80















33

Zaenal Ngabidin

75


















Total

2520

12

18

2










Rata – Rata

78,75

36.36 %

54.54%

6.06%










Taraf keberhasilan

Baik















Table 4.13 Tabel hasil observasi kegiatan guru dalam pembelajaran NHT dan respon siswa dalam pembelajaran NHT :



Keterangan

Prosentase

Taraf Keberhasilan

  1. Kegiatan Guru dalam pembelajaran ( NHT )

  2. Respon Siswa dalam pembelajaran kelompok NHT

81%
87%

Baik
Baik

Pada materi ke 2 ini tidak ada catatan lapangan yang ditulis oleh observer karena menganggap proses pembelajaran sudah baik dan lancar serta kekuarangan yang terjadi sebelumnya sudah diperbaiki oleh peneliti.

Adapun nilai tes pada materi kedua ini meningkat daripada sebelum di beri tindakan maupun siklus 1 yaitu 2 siswa atau 6.06 % dengan taraf keberhasilan cukup, 18 siswa atau 54.54 % dengan taraf keberhasilan baik, 12 siswa atau 36.36 % dengan taraf keberhasilan sangat baik, rata-rata yang diperoleh 76.36 % dengan taraf keberhasilan baik, sehingga pada siklus ini mengalamai peningkatan pemahaman belajar.



  1. Hasil Wawancara

Wawancara dilakukan terhadap subjek yang berjumlah 4 orang untuk mengetahui kerja sama dalam kelompok pada siklus II, respon terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah mereka ikuti dan pemahaman terhadap materi. Wawancara dilakukan peneliti terhadap subjek wawancara setelah pelaksnaan tindakan.

Untuk kerjasama dalam kelompok subjek menyatakan senang dan sangat antusias karena menurut mereka dapat lebih mudah memahami materi dengan kerja kelompok NHT. Tetapi siswa yang lain berpendapat, mereka harus lebih siap dengan belajar kelompok NHT karena penilaian berdasarkan perwakilan.

Untuk respon subjek menyatakan teman di kelas menjadi lebih akrab anatar yang pandai dan yang kurang pandai dengan tidak saling meremehkan. karena siswa akan saling membantu satu sama lain untuk memperoleh nilai yang baiak dalam kelompoknya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek wawancara dapat disimpulkan bahwa siswa lebih mudah menerima materi dalam bentuk kelompok NHT siswa juga harus memiliki tanggung jawab dalam kelompok.





  1. Refleksi

Dari hasil observasi yang dilakukan padsa materi ke 2 ini didapatkan bahwa proses pembelajaran secara keseluruhan berjalan baik dan kekurangan-kekurangan yang terjadi sebelumnya sudah bisa diperbaiki. Sehingga dengan berakhirnya pembelajaran untuk materi ke 2 ini, maka tindakan yang dilakukan sudah cukup efektif. Sehingga tidak akan dilanjutkan dengan tindakan selanjutnya.


  1. Pembahasan

        1. Proses Pembelajaran NHT pada Materi Persamaan Kuadrat

Proses pembelajaran model NHT telah dijelaskan siklus I dan siklus II mengenai kegiatan guru dan respon siswa dengan pembelajaran NHT. Dengan diadakannya pembelajaran model ini guru harus bisa menjaga kondisi kelas pada siklus I proses pembelajaran ini mengalami beberapa kendala yaitu siswa masih kebingungan dengan aturan belajar model NHT, siswa belum terfokus pada belajar, guru kurang banyak waktu dalam menjelaskan materi dan mengevaluasi jawaban siswa karena siswa masih ramai sendiri. Siswa yang kurang aktif harus lebih di motivasi untuk lebih semangat lagi. Kendala itu di sebabkan karena mereka belum terbiasa pada belajar kelompok. Pada sikus I berdasarkan data observasi. Kegiatan guru memperoleh skor nilai 71% dengan kategori cukup dapat lihat pada lampiran 3.

Untuk mengatasi kendala dari proses pembelajaran itu pada siklus II guru meminta bantuan pada guru bidang study matematika yaitu bapak Imam Jaenuri dan Teman sejawat untuk ikut mengkondisikan kelas dan memotivasi siswa untuk belajar dengan model kelompok guru memberi penghargaan pada kelompok yang mendapat juara 1, 2, 3 pada siklus I dan II. Guru juga menghimbau pada siswa untuk lebih semangat dalam bekerjasama, berfikir bersama dengan kelompoknya dan menghafal nomor-nomor yang dipegangnya. Sehingga pada saat di panggil mewakili kelompoknya mereka selalu siap.

Pada siklus II sudah mengalami peningkatan di banding siklus I suasana kelas cukup terkendali, siswa aktif, belajar kelompok berlangsung dengan lancar dan menyenangkan. Itu terbukti dari sikap siswa yang sangat antusias dan semangat berkompetisi dalam belajar. Peningkatan itu terbukti dari data hasil observasi siklus II (pada lapiran 4) yang memperoleh skor nilai 81% dengan kategori baik.


  1. Pemahaman Siswa pada Pembelajaran NHT

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di ketahui bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model NHT telah mampu membawa perubahan pada pemahaman belajar matematika siswa. Meskipun masih banyak kekurangan dalam penerapannya.

Peningkatan pemahaman matematika ini dimungkinkan karena adanya motivasi baru dalam pembelajaran, misalnya dengan belajar kelompok model NHT yang membuat siswa antusias serta suasana kelas yang tidak monoton dan siswa menjadi aktif.

Terdapat kelebihan dalam pembelajaran kooperatif model NHT yaitu keterlibatan siswa dalam pembelajaran tinggi, siswa belajar bertanggung jawab, siswa semangat dalam belajar, pengetahuan yang diperoleh siswa bukan semata-mata dari guru tetapi juga melalui keterlibatan oleh siswa, dapat menumbuhkan sikap positif dari siswa seperti kerjasama, toleransi serta menerima pendapat orang lain.

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, ternyata masih ada kekurangan yang terjadi dalam proses pembelajaran pada siklus I ini. Kekurangan masih adanya siswa yang tidak aktif dan kurang semangat untuk belajar kelompok NHT ini, penjelasan dari guru yang terlalu cepat menyebabkan siswa kurang bisa menangkap penjelasan dari guru, ramainya suasana kelas pada saat diskusi dan adanya siswa yang masih minta bantuan pada temannya saat diadakan kuis NHT, pada hal sudah di beri waktu untuk berfikir bersama dengan kelompoknya. Sehingga dari hasil refleksi ini di tempuh perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan pada tindakan berikutnya.

Meningkatnya pemahaman matematika siswa ini dapat dilihat dari nilai tes anak (lihat pada lampiran 15). Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 57.24 meningkat dari sebelum di beri tindakan yang sebesar 39.61 sedangkan pada siklus II mempunyai rata-rata yang diperoleh adalah 78,75.

Dari data tersebut maka terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dengan demikian dapat dikatakan siswa memiliki kemampuan belajar dalam hal pemahaman materi yang di buktikan dari hasil belajar.

Hasil ini tidak terlepas dari adanya pemahaman siswa belajar matematika sudah meningkat dengan model NHT siswa aktif berfikir bersama dengan siswa lain. Intensitas seorang siswa juga akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

Sedangkan pada siklus 2 proses belajar berjalan dengan lancar. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar yang memuaskan yaitu rata-rata hasil tes pada siklus II 78,75 dengan kategori baik, terdapat 12 siswa atau 36.36% siswa yang mendapat dengan kategori sangat baik, 18 siswa atau 54.54% dengan kategori baik dan 2 siswa atau 6.06% dengan kategori cukup.



  1. Respon Siswa dalam Pembelajaran NHT

Respon siswa pada pembelajaran ini juga meningkat dari siklus I yaitu 70% dengan kategori cukup menjadi 87% dengan kategori baik (lampiran 5 & 6). Pada siklus I masih banyak kekurangan-kekurangan yaitu siswa kurang paham pada belajar kelompok, siswa kurang konsentrasi, sehingga aktif, siswa masih ramai sendiri sehingga guru kurang waktu dalam pembelajaran. Pada saat di panggil mewakili kelompok siswa kurang siap. Kekurangan-kekurangan itu akan di perbaiki pada siklus berikutnya.

Siklus II siswa sudah mulai terkendali, tetapi guru memotifasi siswa untuk semangat belajar dan menjelaskan lagi aturan belajar model ini.dengan dibantu observer pada siklus II ini pembelajaran dapat lebih dipahami siswa, siswa senang dan sangat bertanggung jawab mewakili kelompoknya, sehingga ada siswa yang kurang aktif menjadi lebih aktif karena termotivasi pada anggota kelompok yang lain.

Pada saat belajar kelompok berlangsung siswa aktif saling bertanya berfikir bersama pada kelompoknya, ada salah satu siswa yang berkemampuan sedang II menangis pada saat diberi penjelasan temannya satu kelompok karena akan mewakili kelompoknya. Siswa itu belum begitu pahamnya dan akhirnya siswa itu paham dengan penjelasan temanya itu. Setelah itu mereka senang dengan belajar kelompok model NHT.

Dari pembahasan ini menunjukkan bahwa pembelajaran model NHT merupakan salah satu alternative.yang bisa digunakan dalam peningkatan pemahaman belajar siswa.namun demikian dari proses penelitian yang dihasilkan ada hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pembelajaran NHT. Karena pembelajaran ini membutuhkan waktu yang banyak dalam pelaksnaanya serta suasana kelas juga sangat ramai sehingga dengan adanya standar kompetensi yang sudah ditetapkan dan harus dicapai siswa dan pihak lain.waktu yang disediakan juga terbatas maka perlu untuk memilih materi yang tepat bagi pembelajaran model ini.




1 Dokumen SMP Islam Gandusari

2 Dokumen SMP Islam Gandusari

3 Supandi, S.Pd (Kepsek), F1, W5

4 Dokumen SMP Islam Gandusari

62

Yüklə 474,58 Kb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin