Mutiara Subuh : Selasa, 14/09/99


Mutiara Shubuh : Jum’at, 15/10/99 (5 Rajab 1420H)



Yüklə 496,46 Kb.
səhifə9/42
tarix15.01.2019
ölçüsü496,46 Kb.
#96942
1   ...   5   6   7   8   9   10   11   12   ...   42

Mutiara Shubuh : Jum’at, 15/10/99 (5 Rajab 1420H)


Menggemarkan untuk shalat di masjid walaupun jauh

Masih dalam bahasan menggemarkan untuk shalat di masjid, hadish shahih dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata: Ada seorang Anshar yang aku tidak mengetahui orang selainnya yang tinggal lebih jauh dari mesjid kecuali dia tetapi tidak pernah luput shalat (berjama'ah di masjid), kemudian dikatakan kepadanya: Sebaiknya kamu beli keledai sehingga kamu dapat menungganginya pada waktu gelap dan panas, lalu ia menjawab, Aku tidak suka rumahku didekat masjid,sesungguhnya aku ingin perjalananku ke masjid ditulis dan (demikian pula) kepulanganku apabila aku kembali kepada keluargaku, kemudian Rasulullah saw bersabda: "Allah telah menghimpun semua itu baginya".

Didalam riwayat lain: Kemudian aku mengasihaninya lalu aku katakan: "wahai Fulan, seandainya kamu beli keledai niscaya dapat melindungimu dari panas dan kerasnya tanah", ia menjawab: "Demi Allah, aku tidak suka sumahku bersambung dengan Muhammad saw", perawi berkata: "Kemudian aku merasa keberatan sekali (terhadap pernyataan itu) hingga aku datang kepada Rasulullah mengkhabarkan kepadanya, lalu Nabi saw memanggilnya. Kemudian orang itu berkata kepada Nabi saw seperti apa yang telah dikatakannya dan ia menyebutkan bahwa ia mengaharapkan pahala bekas (langkahnya), kemudian Rasulullah saw bersabda: "Bagimu apa yang kamu harapkan" (HR Muslim dan lainnya, Ibnu Majah meriwayatkan seperti riwayat kedua)

Note: Terlihat dari riwayat diatas bagaimana kaum muslimin di zaman rasul dengan ke-istiqomahan-nya menjalankan shalat berjama'ah di masjid walaupun tempat tinggal mereka sangat jauh dan bahkan dengan berjalan kaki atau merangkakpun mereka akan ke masjid karena kegemaran mereka untuk berjama'ah ke masjid dan hanya dalam rangka untuk memenuhi panggilan Allah (adzan). Semoga hadish ini dapat memotivasi kita untuk gemar ke masjid dan memakmurkannya, apatah lagi pada zaman sekarang ini di negeri kita ini masjid dan musholla telah menjamur dimana-mana dan sudah didepan mata. Sangat ironis sekali kita lihat dimana kita berlomba-lomba untuk membangun masjid sementara setiap waktu shalat tiba mesjid yang kita bangun itu kosong melompong yang ada hanya imam dan muadzdzin dan bahkan tidak jarang ada masjid yang tidak ada shalat berjama'ahnya pada waktu-waktu tertentu dan sementara di lain tempat kita dengan senang hati meluangkan waktu kita bahkan menghabiskannya hingga larut malam di kafe-kafe, klab malam, bioskop, Mall dan hal-hal duniawi lainga. Untuk itu marilah kita bersama-sama kembali meramaikan masjid dan mengajak saudara-saudara kita yang lainnya untuk ke masjid bersama-sama.

................ LET'S BACK TO THE MOSQUE..............


Mutiara Shubuh : Senin, 18/10/99 (8 Rajab 1420H)


Keutamaan shalat berjama’ah di masjid di waktu malam

Hadish shahih dari Abu Buraidah ra dari Nabi saw, bersabda: "Berilah kabar gembira kepada pejalan kaki pada waktu gelap ke mesjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat" (HR. Abu Dawud dan Turmudzi).

Note: Hadish shahih diatas merupakan stimulan bagi kita untuk menggemarkan shalat wajib pada waktu malam dengan berjama'ah di masjid (shubuh dan isya'). Dalam hadish lain dinyatakan bahwa cahaya tersebut juga diberikan ketika kita di alam kubur. Semoga kabar gembira ini akan lebih memantapkan kita dalam menjaga shalat berjama'ah di masjid, khususnya shalat shubuh dan isya' yang dinyatakan dalam hadish diatas, dan semoga cahaya yang sempurna itu kita dapatkan pada alam kubur dan hari akhirat nantinya.

Mutiara Shubuh : Selasa, 19/10/99 (9 Rajab 1420H)


Peringatan meninggalkan shalat isya’ dan shubuh berjama’ah

Setelah membahas beberapa keutamaan shalat berjama'ah di masjid, kali ini dalam salah satu hadish shahih dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw memperingatkan kita dari meninggalkan hal tersebut sebagai berikut: "Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafiq ialah shalat isya' dan shalat fajar (shubuh), dan sekiranya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada keduanya niscaya mereka datang kepadanya". Bahkan dalam salah satu riwayat lain, salah seorang sahabat telah meminta saudaranya untuk menggotongnya ke masjid untuk berjama'ah di masjid.

Note: Nach... kita bisa tanyakan sendiri kepada hati kita apakah terasa berat untuk melaksanakan shalat berjama'ah di masjid khususnya shalat isya' dan shubuh. Kalau jawabannya "YA", marilah kita dengan segenap daya yang ada untuk mengusir sifat munafiq ini dan berusaha meraih keutamaan-keutamaan ya telah di janjikan Allah swt tersebut. Mudah-mudahan dengan peringatan ini dapat meneguhkan tekad kita untuk selalu menegakkan shalat berjama'ah di masjid dan tentunya berharap tidak tergolong sebagai orang yang munafiq. Dan juga telah menjadi tugas kita untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yang lainnya dari kemunafiqan ini dengan mengajak mereka untuk bersama-sama meramaikan masjid dengan shalat berjama'ah.

Mutiara Shubuh : Rabu, 20/10/99 (10 Rajab 1420H)


Tiga perkara yang menghalangi diterimanya shalat

Hadits dari abu Umamah ra, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: "Tiga orang yang shalat mereka tidak melampaui telinga-telinga mereka yaitu Hamba yang melarikan diri hingga kembali, wanita yang bermalam sedang suaminya murka dan imam suatu kaum sedangkan mereka membencinya" (HR Turmudzi, Hadits hasan gharib)

Note: Dalam redaksi hadish diatas dikatakan bahwa "orang yang shalat mereka tidak melampaui telinga-telinga mereka" adalah suatu khiasan untuk shalat yang tidak diterima Allah yaitu ada tiga perkara:

1. Hamba yang melarikan diri hingga kembali yang bisa berarti Hamba yang lari dari tuannya atau orang-orang yang melarikan diri dari suatu peperangan.

2. Wanita yang bermalam sedang suaminya murka, bisa berarti seorang istri yang menolak ajakan kebajikan dari suaminya atau dia pergi tanpa idzin suaminya sehingga membuat suaminya marah.

3. Imam suatu kaum sedangkan mereka membencinya yaitu pemimpin yang tidak disenangi oleh rakyatnya mungkin karena ketidak adilannya atau sebagainya.

Marilah kita menghindari ketiga perkara diatas sehingga shalat kita tidak sia-sia.


Yüklə 496,46 Kb.

Dostları ilə paylaş:
1   ...   5   6   7   8   9   10   11   12   ...   42




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin