Tidak baik pula dalam pengetahuan tanpa memahaminya



Yüklə 1,02 Mb.
səhifə22/34
tarix18.01.2019
ölçüsü1,02 Mb.
#101160
1   ...   18   19   20   21   22   23   24   25   ...   34

1109. Dari Abu Sa'id r.a., katanya: "Beberapa orang sahabat bepergian, sehingga mereka berhenti pada suatu kampung di antara kampung-kampung Arab. Para sahabat itu minta supaya mereka dijamu, tetapi orang kampung enggan menjamu mereka. Sementara itu, kepala kampung itu digigit binatang berbisa, dan telah mereka usahakan segala-galanya untuk mengubatinya, tetapi tidak satu pun yang bermanfaat baginya. Seorang di antara mereka berkata, "Pergilah kamu kepada para sahabat yang berhenti itu, mudah-mudahan ada di antara mereka yang dapat menolong." Lalu mereka pergi menemui para sahabat, kata mereka, "Wahai, orang banyak! Kepala kampung kami digigit binatang berbisa. Telah kami usahakan segala sesuatu untuk mengubatinya, tetapi tidak ada yang memberi manfaat baginya. Adakah di antara anda yang dapat menolong?" Seorang di antara mereka menjawab, "Ya, demi Allah! Sesungguhnya aku bisa mengubatinya. Tetapi demi Allah! Kami telah meminta kepada kalian supaya kami dijamu. Tetapi kalian tidak mahu menjamu kami. Aku tidak akan mengubatinya sebelum kalian menentukan berapa upah kami. Akhirnya mereka berdamai dan berjanji akan menyerahkan sekumpulan kambing.

Maka pergilah sahabat itu mengubatinya. Ia menyembur si sakit dan membaca: Alhamdulillahi rabbil 'alaamiin (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam). Maka bagaikan tali yang diuraikan simpulnya, si sakit itu langsung berjalan dan sakitnya pun hilang. Katanya, "Bayarlah secukupnya upah mereka yang telah dijanjikan tadi." Di antara mereka yang menerima upah berkata, "Bagi-bagilah upah itu!" Kata yang membaca mentera, "Jangan kalian lakukan itu, sebelum kita datang kepada Nabi saw" menceritakan hal ini serta menunggu keputusan dari beliau." Mereka pun pergi menghadap Rasulullah saw., lalu mereka ceritakan hal itu kepada beliau. Sabda beliau, "Apakah sebabnya kamu mengatakan bahwa ucapan itu mantera?" Kemudian beliau bersabda lagi, "Sesungguhnya kalian telah betul. Bagi-bagilah upahmu, dan beri aku sebagian." Kemudian Rasulullah saw. tertawa.

1110. Dari Ibnu Umar r.a., katanya: "Nabi saw. melarang menerima pembayaran

karena pemberian bibit jantan.

1111. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang kaya yang melambat-lambatkan (membayar hutang, zakat harta dan lain-lain kewajiban yang harus dibayarnya) adalah zalim (aniaya). Apabila seorang di antaramu dipindahkan hutang-piutangnya kepada orang yang berpunya (kaya) hendaklah diturutinya (ditagihnya)." 1112. Dari Salamah bin Akwa' r.a., katanya: "Pada suatu ketika, kami duduk dekat Nabi saw. Tiba-tiba datang orang membawa jenazah. Kata mereka, "Sudilah anda solatkan jenazah ini." Tanya beliau, "Adakah dia mempunyai hutang?" Jawab mereka, "Tidak!" Tanya Nabi, "Adakah dia meninggalkan warisan?" Jawab mereka,"Tidak!" Lalu beliau solatkan jenazah itu. Kemudian datang pula orang membawa jenazah yang lain.

Kata mereka, "Ya, Rasulullah! Sudilah anda solatkan jenazah ini." Tanya Nabi, "Adakah dia mempunyai hutang?" Dijawab oleh mereka, "Ya, ada!" Tanya beliau, "Adakah dia meninggalkan sesuatu warisan.?" Jawab mereka, "Ada, tiga dinar!" Lalu beliau solatkan jenazah itu. Kemudian dibawa orang pula kepada beliau jenazah yang ketiga. Kata mereka, "Sudilah anda solatkan jenazah ini." Tanya Nabi, "Adakah ia meninggalkan sesuatu (warisan)?" Jawab mereka, "Tidak!" Tanya Nabi saw., "Adakah dia mempunyai hutang?" Jawab mereka, "Ada, tiga dinar!" Sabda Nabi saw., "Solatkanlah teman mu itu!" Kata Abu Qatadah, "Solatkanlah, ya, Rasulullah! Biarlah saya yang menanggung hutangnya. Maka Rasulullah solat untuk jenazah itu."

1113. Dari 'Ashim r.a., katanya dia bertanya kepada Anas r.a.,: "Adakah sampai kepada Anda bahwasanya Rasulullah saw. pernah bersabda: Tidak ada perjanjian dalam Islam." Jawab Anas, "Sesungguhnya Nabi saw. pernah mengadakan perjanjian antara orang Quraisy dan orang Anshar di rumahku sendiri. 1114. Dari Jabir r.a., katanya Nabi saw. pernah bersabda: "Kalau datang harta dari Bahrain, akan kuberi engkau sekain, sekian dan sekian." Belum lagi harta dari Bahrain itu datang, Nabi saw. telah wafat. Ketika harta itu tiba, Abu Bakar yang memerintah. Maka ia memberitahukan: "Barangsiapa ada janji dengan Nabi saw., atau dia ada piutang kepada Nabi saw., hendaklah ia datang kepada kami." Lalu saya datang kepadanya dan berkata, "Nabi saw. pernah menjanjikan kepada ku bahwa aku akan diberinya sekian dan sekian." Abu Bakar mengambilkan (uang) untukku segenggam. Setelah saya hitung, kebetulan lima ratus. Katanya, "Ambillah sebanyak itu lagi."

1115. Dari 'Aisyah r.a., katanya: "Tidak ada yang ku ingat mengenai kedua orang tua ku, melainkan mereka telah memeluk agama (Islam). Dan tidak ada hari yang berlalu bagi kami, melainkan setiap hari itu Rasulullah saw. datang ke rumah kami pada kedua tepi siang, pagi dan petang. Ketika kaum muslimin ditimpa musibah, Abu Bakar ikut hijrah ke Habsyah. Sesampainya di Birkal Ghimad, ia berpapasan dengan Ibnu Daghinah, seorang penghulu kampung. Katanya, "Hendak ke mana engkau, hai, Abu Bakar?" Jawab Abu Bakar, "Aku diusir oleh kaum ku. Karena itu aku hendak mengembara di bumi ini untuk menyembah Tuhan ku." Kata Ibnu Daghinah, "Sesungguhnya orang seperti engkau ini tidak boleh pergi dan tidak boleh diusir. Karena engkau mengusahakan yang tidak ada, menghubungkan kasih sayang (silatur rahim), membantu orang yang sengsara, memuliakan tamu dan menolong orang yang ditimpa bahaya dalam menegakkan kebenaran. Dan aku adalah tetanggamu. Kembalilah! Dan tetaplah menyembah Tuhan mu di negerimu." Ibnu Daghinah berjalan bersama-sama dengan Abu Bakar. Lalu ditemuinya pemuka-pemuka kaum Quraisy. Katanya kepada mereka,"Sesungguhnya orang seperti Abu Bakar tidak boleh diusir. Mengapa kalian usir dia? Padahal dia mengusahakan yang tidak ada, menghubungkan kasih sayang, membantu orang yang sengsara, memuliakan tamu dan menolong orang yang ditimpa bencana dalam menegakkan kebenaran."

Sesudah itu orang Quraisy membiarkan tetangga Ibnu Daghinah dan memberi keamanan bagi Abu Bakar. Kata mereka kepada Ibnu Daghinah, "Suruhlah Abu Bakar supaya ia menyembah Tuhannya di rumahnya, ia boleh solat dan membaca apa yang dikehendakinya (di sana), tetapi sekali-kali janganlah menyakiti hati kami dengan perbuatannya, dan jangan pula ia pamer dengannya. Sesungguhnya kami khawatir anak-anak dan para wanita kami akan terpengaruh. Ibnu Daghinah menyampaikan pesan mereka itu kepada Abu Bakar. Maka semenjak itu, Abu Bakar sentiasa menyembah Tuhannya di rumahnya saja, tidak kelihatan terang-terangan solat dan membaca (Qur'an) di luar rumahnya. Kemudian timbul pikiran bagi Abu Bakar. Maka dibuatnya masjid (musalla, atau surau) di halaman rumahnya. Ia solat dan membaca dengan leluasa di masjidnya itu. Para wanita dan anak-anak orang musyrik beramai-ramai mengunjunginya dan mereka heran melihatnya, karena Abu Bakar seorang yang mudah menangis. Dia tidak dapat menahan air matanya kalau dia membaca Qur'an. Keadaan seperti itu sangat mengejutkan pemuka musyrikin Quraisy. Lalu mereka panggil Ibnu Daghinah. Ibnu Daghinah datang menemui mereka. Kata mereka, "Kami membolehkan Abu Bakar menyembah Tuhannya, hanya di rumahnya. Kini dia telah melampaui batas. Dibuatnya masjid di halaman rumahnya, kemudian dengan leluasa dia pamer solat dan membaca. Kami khawatir anak-anak dan para wanita kami akan terpengaruh. Karena itu pergilah kamu kepadanya. Jika dia mahu menyembah Tuhannya di rumahnya saja, dia boleh melakukannya. Jika dia tidak mau, bahkan dia akan melakukannya secara terus terang dan leluasa, mintalah kepadanya supaya ia mengembalikan jaminan perlindungan darimu. Kami sendiri tidak suka merusakkan perjanjian denganmu. Kami tidak menyetujui Abu Bakar bersikap leluasa dan terus terang seperti itu." Kata 'Aisyah, Ibnu Daghinah datang

kepada Abu Bakar, lalu ia berkata: "Engkau memaklumi apa yang ku janjikan kepada engkau. Dapatkah engkau menepati janji itu, ataukah engkau akan mengembalikan janji perlindungan dari ku tidak ingin mendengarkan orang Arab mengatakan, bahwa aku merusak janji yang telah ku janjikan kepada seseorang." Kata Abu Bakar, "Aku kembalikan kepada mu janji setetangga denganmu. Dan aku lebih suka setetangga dengan Allah." Waktu itu Rasulullah saw. sedang berada di Mekkah. Beliau bersabda, "Sesungguhnya telah diperlihatkan (Allah) kepada ku tempat hijrahmu. Aku lihat pada pasir ditumbuhi pohon kurma di antara dua bukit, yakni dua tempat yang berbatu-batu."

Tidak lama kemudian, maka hijrahlah orang ke Madinah. Yaitu sesudah Rasulullah saw. mengatakan demikian itu. Dan hijrah pula ke Madinah orang-orang yang tadinya telah hijrah ke Habsyah. Abu Bakar pun bersiap-siap pula hendak hijrah. Tetapi Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Perlahan-lahan! Sesungguhnya aku mengharap pula keizinan bagi ku sendiri." Kata Abu Bakar, "Apakah Tuan sedang mengharapkan yang demikian itu? Ku tebus engkau dengan Bapa ku." Jawab beliau, "Ya!" Abu Bakar menunggu Rasulullah saw. untuk menemani beliau. Sementara itu diberinya makan dua ekor kendaraan miliknya sendiri dengan daun samar selama empat bulan."

1116. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Sesungguhnya pernah dibawa orang kepada Rasulullah saw. jenazah orang yang mempunyai hutang. Lalu sabda beliau,"Adakah dia meninggalkan harta untuk pembayar hutangnya?" Kalau dikatakan kepada beliau bahwa mayat itu ada meninggalkan harta yang mencukupi untuk pembayar hutangnya, maka mayat itu beliau solatkan. Tetapi, kalau tidak, beliau bersabda kepada seorang muslim, "Solatkanlah temanmu itu!" Setelah Allah memberikan kemenangan demi kemenangan bagi kaum Muslimin, beliau bersabda, "Aku lebih mengutamakan orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri. Barangsiapa orang yang meninggal dunia, sedangkan ia meninggalkan hutang maka tanggunganku membayarnya. Dan siapa yang meninggalkan

warisan, maka warisan itu untuk ahli warisnya."

1117. Dari 'Uqbah bin 'Amir r.a., katanya: "Nabi saw. menyerahkan kambing atau biri-biri kepadanya, untuk dibagi-bagikan kepada para sahabat beliau. Maka tertinggal seekor anak kambing, lalu dilaporkannya kepada Nabi saw. Sabda Nabi, "Sembelihlah kurban untukmu sendiri."1118. Dari Ka'ab bin Malik r.a., katanya: "Sesungguhnya mereka mempunyai kambing yang digembalakannya di Sal'a. Seorang gadis kami melihat seekor domba di antara kambing-kambing kami hampir mati. Lalu dipecahnya sebuah batu dan disembelihnya kambing itu dengan batu itu. Kata Ka'ab, "Janganlah kamu makan sebelum saya tanyakan kepada Nabi saw. atau saya kirim orang untuk menanyakannya. Ka'ab atau wakilnya memang bertanya kepada Nabi saw. Ternyata beliau menyuruh memakannya."1119. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. menagih piutangnya. Dan orang itu menagih dengan sikap kasar. Karena itu timbullah niat para sahabat hendak memukul orang itu. Beliau bersabda, "Biarkanlah dia! Dia berhak untuk menagih." Selanjutnya beliau menambahkan, . "Berikanlah kepadanya unta yang sebanding dengan untanya !" Kata mereka, "Ya, Rasulullah! Tidak, kami dapati unta yang sebanding dengan untanya, tetapi ada yang lebih daripada untanya." Sabda beliau, "Berikanlah kepadanya! Sesungguhnya orang yang paling baik di antaramu, ialah yang paling baik pembayarannya." 1120. Dari Marwan bin Hakam bin Miswar bin Makhrimah r.a., keduanya bercerita: "Rasulullah saw. berdiri ketika perutusan Hawazin datang untuk mengaku masuk Islam. Mereka meminta kepada beliau supaya mengembalikan harta dan tawanan mereka. Rasulullah saw. bersabda kepada mereka. "Cerita yang paling ku senangi ialah cerita yang paling benar. Maka pilihlah satu di antara dua, iaitu tawanan atau harta. Aku bersedia menunggu keputusan kalian." Rasulullah telah menunggu lebih dari sepuluh malam, sehingga beliau telah kembali dari Thaif. Setelah nyata oleh mereka bahwa Rasulullah tidak akan mengembalikan kepada mereka, kecuali hanya satu di antara dua macam, mereka berkata, "Kami memilih tawanan."Rasulullah saw. berdiri di hadapan kaum muslimin, lalu beliau berpidato. Lebih dahulu beliau memuji Allah menurut mestinya, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya saudara-saudaramu ini datang kepada kita dengan penyesalan. Aku bermaksud hendak mengembalikan tawanan kepada mereka. Barangsiapa di antara kamu lebih senang mengatakan baik yang demikian itu, lakukanlah. Dan siapa di antara kamu lebih senang menerima bahagiannya, hingga kita berikan kepadanya dari mula-mula Allah menyerahkan rampasan kepada kita, lakukanlah!" Orang banyak berkata, "Sesungguhnya kami merasa baik untuk dikembalikan Rasulullah saw. kepada mereka. Rasulullah saw. bersabda, "Kami belum mengetahui siapakah di antara mu yang telah membolehkan dan siapa yang belum. Pulanglah, hingga orang-orang terkemuka mu menerangkan keadaan mu kepada kami. "

Orang banyak pun pulanglah, dan pemuka-pemuka mereka berunding dengan mereka. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah saw., mengabarkan bahwa sebenarnya mereka merasa baik dan membolehkannya. "

1121. Dari Shal bin Sa'd r.a., katanya: "Seorang wanita datang kepada Rasulullah saw., lalu katanya: "Ya, Rasulullah! Aku menyerahkan diri ku kepada anda." Maka berkata seorang laki-laki, "Kahwinkanlah aku dengannya." Sabda beliau, "Kami kahwinkan engkau akan dia dengan maharnya Quran yang telah engkau pelajari."

1122. Dari Abu Hurairah r.a., "Rasulullah saw. menugaskan daku untuk menjaga Zakat Ramadhan (Zakat Fithrah). Kemudian datang seseorang kepada ku, maka diambilnya segenggam makanan, dan orang itu dapat kutangkap. Lalu aku berkata kepadanya, "Nanti kuadukan engkau kepada Rasulullah saw." Katanya, "Saya butuh, karena saya mempunyai keluarga dan keperluan yang amat sangat." Kata Abu Hurairah, "Karena itu, saya biarkan saja orang itu." Besok pagi Nabi saw. bersabda, "Hal, Abu Hurairah! Apakah yang diperbuat tawanan mu malam tadi?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Ia mengatakan sangat butuh, karena mempunyai keluarga. Maka saya merasa kasihan, lalu saya biarkan saja dia." Sabda Nabi, "Sebenarnya dia dusta kepada mu dan ia akan kembali." Saya yakin bahwa ia akan kembali karena pemberitahuan Rasulullah saw. itu. Lalu saya intip dia. Memang benar, orang itu datang lagi lalu diambilnya segenggam makanan, dan terus saya tangkap. Kataku, "Nanti kuadukan engkau kepada Rasulullah saw." Katanya, "Biarkanlah saya, karena saya sangat butuh dan mempunyai keluarga. Sesudah ini tidak akan saya ulangi lagi." Saya pun merasa kasihan, lalu saya biarkan dia.

Pagi-pagi Rasulullah saw. bersabda pada ku, "Hai, Abu Hurairah! Apakah yang diperbuat tawanan mu malam tadi?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Ia mengatakan sangat butuh dan berkeluarga. Aku merasa kasihan kepadanya, lalu kubiarkan saja dia." Sabda beliau, "Sebenarnya ia dusta kepada mu, dan ia bakal kembali." Saya intip dia untuk ketiga kalinya. Memang benar, ia pun datang lalu diambilnya segenggam makanan, lantas saya tangkap, seraya berkata. "Engkau mesti saya adukan kepada Rasulullah saw. Inilah yang ketiga kalinya engkau mengatakan tidak akan kembali, tetapi nyatanya engkau kembali juga." Katanya, "Lepaskanlah aku, nanti kuajarkan kepada mu kalimah-kalimah yang diberi manfaat oleh Allah kepada mu, apabila engkau membaca kalimah itu." Kataku, "Apakah kalimah itu?" Jawabnya, "Apabila engkau hendak tidur, bacalah ayat Kursi: Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum, (Al Baqarah, 2 : 255) hingga sampai akhir ayat. Maka engkau sentiasa dalam pemeliharaan Allah, sedangkan syaitan tidak akan berkati mu sampai pagi." Setelah itu saya biarkan dia. Pagi Rasulullah saw. bersabda kepada ku, "Apa yang diperbuat tawanan mu tadi?" Kataku, "Ya, Rasulullah! Dia ajarkan kepada ku beberapa kalimah katanya diberi manfaat oleh Allah apabila seseorang membacanya. Karena itu kubiarkan dia." Sabda beliau, "Apakah kalimah itu?" , Jawab ku, "Ia mengatakan kepada ku, apabila engkau hendak tidur, bacalah ayat kursi dari awal sampai akhir. Yakni. Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum.(hingga akhirnya).

Katanya kepada ku: Engkau akan senantiasa, dalam pemeliharaan Allah, dan syaitan tidak akan mendekati mu sampai pagi." Dan biasanya para sahabat itu sangat, mengingini kebaikan. Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya ia telah benar kepada mu. Padahal ia sangat pendusta. Tahukah engkau, dengan siapa engkau bercakap-cakap selama tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?" Jawab Abu Hurairah, "Tidak!" Sabda beliau. "Itulah syaitan!"

1123.Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a., katanya: "Bilal datang kepada Nabi saw. membawa kurma Barni. Nabi saw. bertanya: "Dari mana ini?" Jawab Bilal, "Aku mempunyai kurma yang kurang bagus. Lalu kujual dua gantang dengan segantang untuk dimakan Rasulullah saw."

Sabda Nabi saw., "Wah, wah! Itulah riba! Itulah riba! Janganlah engkau lakukan lagi. Tetapi apabila engkau hendak membeli kurma yang bagus, juallah kurma yang kurang bagus secara jual beli, kemudian belilah kurma Barni."

1124. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Hai, Unais! Pergilah kamu kepada wanita itu, jika ia mengaku (berzina), maka rajamlah dia!"1125. Dari 'Uqbah bin Harits r.a., katanya: "Nu'aiman atau anak Nu'aiman dibawa orang ke hadapan Rasulullah saw. karena ia mabuk meminum minumab keras. Lalu Rasulullah saw. memerintahkan kepada semua orang yang ada dalam rumah supaya memukulnya. Kata 'Uqbah, "Saya termasuk orang yang turut memukulnya. Kami pukul dia dengan terompah dan pelepah kurma."1126. Dari Anas r.a., katanya: Rasulullah saw. Bersabda: "Seorang Muslim yang menanam pohon atau tanaman-tanaman, lalu sebahagian hasilnya dimakan burung, manusia, atau binatang, maka orang yang menanam itu mendapat pahala."1127. Dari Abu Umamah Al-Bahili r.a., ia melihat bajak dan alat pertanian lain, lalu berkata: Saya dengar Nabi saw. Bersabda: "Allah mendatangkan kehinaan kepada orang-orang yang menyimpan benda-benda ini dalam rumah."1128. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw. Bersabda: "Siapa yang memelihara anjing, selain anjing penjaga perkebunan atau penjaga ternak, maka pahala amal orang itu berkurang setiap harinya satu qirath." Dalam sebuah riwayat lain: "selain anjing penjaga kambing, perkebunan atau untuk berburu." 1129. Dari Ibnu 'Abbas r.a., Nabi saw. bersabda: "Lebih baik kamu memberikan tanah kepada saudara mu, daripada mengambil sewa yang ditentukan jumlahnya."

1130. Dari Sufyan bin Abu Zuhair r.a., katanya: Saya dengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Siapa yang memelihara anjing, bukan untuk penjaga tanaman dan bukan pula untuk penjaga binatang ternak, maka amal orang itu setiap harinya berkurang, satu qirath." Lalu ada yang bertanya: Apakah engkau mendengar hal ini dari Rasulullah s.a.w.? Ia menjawab: Benar! Demi Tuhan mesjid ini!1131. Dari Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Ketika seorang laki-laki

mengendarai lembu, maka lembu itu melengong kepadanya sambil berkata: Saya diciptakan bukan untuk ini (dikendarai), saya diciptakan hanya untuk mengerjakan sawah ladang." Ia berkata: Saya percaya dengan ucapan itu. Demikian juga Abu Bakar dan Umar. "Seekor serigala menangkap kambing, lalu diburu oleh pengembala. Serigala itu berkata: Siapakah yang akan menguasainya pada hari berkuasanya binatang buas! Pada hari itu tiada penggembalanya selain dari aku." Dia Berkata: Saya percaya. Juga Abu

Bakar dan Umar.

1132. Dari Abu Hurairah.r.a., katanya: Orang Ansar berkata kepada Nabi s.a.w.: Bagilah pohon-pohon kurma itu di antara kami dan saudara-saudara kami orang Muhajirin. Beliau bersabda: "Tidak!" Lalu orang Ansar berkata kepada orang Muhajirin: Bayarlah kepada kami biaya pemeliharaannya. dan buahnya kita bagi. Orang Muhajirin menjawab: "Baiklah! Kami setuju." 1133. Dari Abdullah r.a., dari Nabi s.a.w.: "Sesungguhnya beliau menebang dan membakar pohon kurma Bani Nadir, iaitu kebun di Buairah. Hasan berkata: Hinalah kaum keluarga Bani Luai karena terlalu banyak melakukan pembakaran di Buairah!"

1134. Dari Rafi' bin Khadij r.a., katanya: Kami adalah orang Madinah yang terbanyak mempunyai tanam-tanaman. Kami mempersewakan tanah dengan sebahagian hasil tertentu untuk yang punya tanah. Kadang-kadang hasil yang ditentukan untuk sewa itu rusak ditimpa bahaya, sedangkan tanah lainnya selamat. Kadang-kadang sebahagian besar rusak, sedangkan hasil yang ditentukan untuk sewa selamat. Karena itu kami dilarang melakukan perbuatan seperti itu. Mempersewakan tanah dengan emas dan perak tidak dikenal di masa itu (yaitu masa Rasulullah saw.) 1135. Dari Abdullah bin Umar r.a., ia bercerita bahwa Nabi s.a.w. mempekerjakan penduduk Khaibar dengan seperdua hasil daerah itu, yang berupa buah-buahan dan tanam-tanaman. Beliau memberi para isteri beliau seratus wasq, iaitu delapan puluh wasq kurma dan dua puluh wasq gandum. Kemudian Umar membahagi-bahagi kan timah Khaibar. Para isteri Nabi disuruh memilih tanah atau hasil. Di antara mereka ada yang memilih tanah dan ada pula yang memilih wasq. Aisyah r.a. memilih tanah.

1136. Dari Rafi' r.a., katanya: Kami adalah orang Madinah yang paling banyak kebunnya. Salah seorang dari kami mempersewakan tanahnya. Lalu dikatakan orang kepadanya: Kadang-kadang sebagian tanah mengeluarkan hasil dan sebagian lagi tidak. Karena itu cara seperti itu dilarang Nabi saw.1137. Dari Aisyah r.a., ,Rasulullah saw. bersabda, "Siapa yang membuka tanah yang tidak berpunya,dialah yang lebih berhak memilikinya."1138. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang

mempunyai tanah, hendaklah tanah itu ditanaminya, atau berikan kepada saudaranya. Seandainya ia tidak suka memberikannya kepada orang lain, maka hendaklah tanah itu tetap dimilikinya."

1139. Dari Abu Hurairah r.a., pada suatu kali Rasulullah saw. bercerita, di mana ikut mendengar seorang Badwi: "Ada seorang laki-laki yang telah masuk syurga memohon kepada Tuhan untuk bercocok-tanam. Tuhan berkata: "Bukankah engkau telah mencapai apa yang engkau kehendaki?" Orang itu berkata: Benar! Tetapi saya ingin sekali bercocok-tanam. Lalu orang itu pun menabur benih. Dalam sekejap mata benih itu tumbuh menjadi besar dan berbuah. Buahnya besar sekali seperti gunung. Tuhan berfirman:"Hai Anak Adam! Ambillah! Engkau tidak akan merasa puas dengan apa pun. "Lalu orang Badwi itu berkata: Orang itu sudah pasti orang Quraisy atau orang Ansar. Kami tidak pandai bercocok-tanam. Mendengar itu Nabi saw. tertawa.1140. Dari Sahl bin Sa'ad, katanya: Sebuah gelas dihidangkan kepada Rasulullah s.a.w. dan beliau minum dari situ. Di sebelah kanan beliau ada seorang anak kecil dan di sebelah kiri beliau ada seorang orang tua. Beliau bersabda: "Hai anak kecil, relakah engkau kalau sisa saya ini saya berikan kepada orang tua ini?" Anak itu menjawab: Ya Rasulullah! Sayalah yang paling berhak mendapat sisa anda. Lalu Rasulullah saw. memberikan kepadanya.1141. Dari Anas bin Malik r.a., diperah untuk Rasulullah s.a.w. seekor kambing jinak di tempat ku, lalu susu itu dicampur dengan air sumur yang terdapat di sana. Orang memberikan sebuah gelas kepada Rasul dan beliau minum dari situ. Ketika beliau selesai minum, di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar, sedangkan di sebelah kanan beliau seorang Badwi. Karena khuatir kalau-kalau Rasul memberikan gelas itu kepada orang Badwi itu, Umar berkata; Berikanlah gelas anda itu kepada Abu Bakar, hai Rasulullah. Tetapi Rasul memberikan gelas itu kepada orang Badwi, yang duduk di sebelah kanannya sambil,

bersabda: "Kepada yang sebelah kanan, terus kepada yang sebelah kanan berikutnya."

1142. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda: "Berikanlah kelebihan air kepada orang lain, karena kalau kamu larang, maka ertinya kamu melarang kelebihan rumput."

1143. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat dan tidak akan disucikan Tuhan pada hari kiamat, dan mereka itu akan memperoleh siksa yang bebat. Pertama, orang yang mempunyai kelebihan air tetapi tidak mahu memberikannya kepada orang yang kehausan dalam perjalanan. Kedua, orang yang berjanji setia kepada Imam (Penguasa) tetapi hal itu dilakukannya hanya karena kepentingan dunia. Kalau Imam memberikan keuntungan dunia kepadanya ia gembira. Tetapi kalau tidak, ia jadi marah. Ketiga, orang yang berjualan setelah 'Ashar, seraya berkata: Demi Allah, tiada Tuhan selainNya. Barang-barang saya ini telah ditawar orang sekian. Lalu kata-katanya itu dipercaya orang lain."

Lalu beliau membaca ayat yang berarti: "Orang-orang menjual janji Allah dan sumpah mereka dengan harga yang murah di akhirat mereka tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat nanti. dan tidak akan menyucikan mereka dari dosa mereka. Mereka akan memperoleh siksa yang pedih." (Ali Imran. 77)


Yüklə 1,02 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   ...   18   19   20   21   22   23   24   25   ...   34




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin