Universitas indraprasta pgri



Yüklə 169.21 Kb.
səhifə1/3
tarix22.01.2018
ölçüsü169.21 Kb.
  1   2   3


KESALAHAN EJAAN DAN MORFOLOGI dalam MENULIS PUISI SISWA KELAS V-A SDN PINANG RANTI 09 PAGI JAKARTA TIMUR



Oleh :

ILA NAFILAH, S.S., M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA dan SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA dan SENI

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

2012

Krectangle 4ATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, peneliti lafadzkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul junjungan Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan segenap umatnya hingga akhir zaman.

Penelitian ini berisi tentang analisis kesalahan berbahasa, khususnya kesalahan dalam ejaan dan morfologi siswa kelas V SD di dalam menulis puisi.

Prectangle 10enelitian ini bertujuan agar mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia, khususnya yang sedang mengambil mata kuliah analisis kesalahan berbahasa mengetahui apa itu hakikat analisis kesalahan berbahasa, hakikat morfologi, hakikat proses morfologis, hakikat kesalahan ejaan, hakikat keterampilan menulis, hakikat pemelajaran menulis, hakikat apresiasi sastra, dan hakikat puisi.

Penelitian ini juga bermanfaat bagi para dosen dan peneliti lainnya agar menemukan tidak saja kesalahan ejaan dan morfologi, tetapi juga menemukan kesalahan dalam fonologi, sintaksis, dan semantik di dalam menulis puisi.

P
i


eneliti menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan di dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti berharap masukan dan kritik baik dari mahasiswa maupun rekan-rekan sesama dosen demi kesempurnaan penelitian ini.

A

khir kata, peneliti berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pemelajaran yang akan datang, khususnya mengenai analisis kesalahan berbahasa.


Jakarta, Maret 2012

Peneliti

ILA NAFILAH, S.S., M.Pd


rectangle 8

ii

rectangle 9



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .................................................................................. i

DAFTAR ISI .............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

    1. Lrectangle 11atar Belakang Masalah ....................................................... 1

    2. Identifikasi Masalah .............................................................. 7

    3. Pembatasan Masalah ........................................................... 8

    4. Perumusan Masalah ............................................................. 8

    5. Tujuan Penelitian .................................................................. 9

    6. Manfaat Penelitian ................................................................ 9

BAB II LANDASAN TEORITIK

    1. Hakikat Analisis Kesalahan Berbahasa ............................. 10

    2. Hakikat Morfologi ............................................................... 14

    3. Hakekat Morfem, Alomorf, dan Kata .................................. 14

      1. Morfem .................................................................... 14

      2. Alomorf .................................................................... 15

      3. Kata ......................................................................... 16

    4. Hakekat Proses Morfologis ................................................ 16

      1. Afiksasi .................................................................... 17

        1. Prefiks .......................................................... 17

        2. Infiks ............................................................. 18

        3. S
          iii
          ufiks ....................
          i
          ........................................ 18

        4. Krectangle 13onfiks .......................................................... 18

        5. Sirkumfiks ..................................................... 19

        6. Interfiks ......................................................... 19

        7. Transfiks ....................................................... 19

    5. Hakikat Kesalahan Ejaan ................................................... 19

    6. Hakikat keterampilan Menulis ............................................ 25

    7. Hakikat Pembelajaran Menulis .......................................... 30

    8. Hakikat Pemelajaran Apresiasi Sastra ............................... 32

    9. Hakikat Puisi ...................................................................... 36

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian .................................................................. 39

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian .............................................. 39

3.3 Metode Penelitian .................................................................40

3.4 Fokus Penelitian ....................................................................40

3.5 Pertanyaan Penelitian ...........................................................40

3.6 Data dan Sumber Data ..........................................................41

3.7 Teknik Pengumpulan Data .................................................. 41

3.8 Teknik Analisis Data ..............................................................41


iv



BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Data ......................................................................43

4.2 Temuan Penelitian ................................................................47

4.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesalahan .................... 47



BAB V PENUTUP

5.1. Simpulan ............................................................................. 49

5.2 Saran .....................................................................................49

DAFTAR PUSTAKA

v

Brectangle 3AB I



PENDAHULUAN


    1. Latar Belakang Masalah

Menulis dan membaca sebagai aktivitas komunikasi ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Kebiasaan menulis tidak mungkin terlaksana tanpa kebiasaan membaca. Meskipun belum tentu membawa kebiasaan menulis, kebiasaan membaca akan memperluas cakrawala pengetahuan dan wawasan. Pengetahuan dan wawasan yang luas akan menjadi dasar kegiatan menulis. Kebiasaan menulis tidak akan bermakna tanpa diikuti oleh kebiasaan membaca.

M
1


eskipun telah disadari bahwa penguasaan bahasa tulis mutlak diperlukan dalam kehidupan modern, dalam kenyataannya pengajarn keterampilan menulis kurang mendapatkan perhatian. Pelajaran mengarang sebagai salah satu aspek dalam pengajaran bahasa Indonesia kurang ditangani sungguh-sungguh. Akibatnya, keterampilan menulis para siswa kurang memadai. Keterampilan menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi siswa, disamping keterampilan menyimak, berbicara dan membaca, baik selama mereka mengikuti pendidikan diberbagai jenjang dan jenis sekolah maupun dalam kehidupannya nanti dimasyarakat. Keberhasilan pelajar dalam mengikuti kegiatn belajar mengajar di sekolah banyak ditentukan oleh kemampuannya dalam menulis. Oleh karena itu, pembelajarn

menulis mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pendidikan dan pengajaran. Keterampilan menulis harus dikuasai oleh anak sedini dalam kehidupannya di sekolah.1

Saat ini pengajaran bahasa Indonesia masih didominasi oleh aspek pengetahuan. Para pelajar lebih banyak belajar tentang bahasa, bukan belajar berbahsa sehingga kemampuan para siswa untuk menyusun sebuah karya pikir berbentuk tulis ataupun lisan belumlah memadai. Bahkan, bentuk-bentuk tes atau ujian pun didominasi oleh tes pilihan ganda. Hal itu tidak hanya untuk mengevaluasi aspek pengetahuan siswa, tetapi juga diarahkan pada kemampuannya berbahasanya. Guru jarang memberi tugas dalam bentuk karya tulis atau laporan lisan yang dapat mengungkapkan kreativitas berbahasa Indonesia par siswanya.

Mengingat begitu pentingnya keterampilan menulis tersebua dan manfaatnya bagi hari depan siswa, apalagi dalam era reformasi yang serba cepat ini. Bahasa sebagai alat informasi tulis, pemerintah melalui lembaga pendidikan dasar sampai dengan perguruan tinggi mewajibkan para peserta didiknya memiliki keterampilan menulis dengan baik. Disamping itu, keterampilan menulis juga sangat berguna dalam kehidupan mandiri di masyarakat luas. Jika dilihat dari mayoritas lamaran pekerjaan atu lapangan kehidupan modern yang berkualitas, seseorang selalu dituntut memiliki keterampilan dalam menulis.

Menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki pembelajar bahasa, karena menulis diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan di rumah, di sekolah dan di tempat kerja. Dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan menulis hampir tidak pernah terlewatkan, dari mulai membuat catatan kecil untuk rumah tangga, menulis pesan telepon, menulis surat dan sebagainya. Di sekolah siswa pasti melakuka kegiatan menulis yang berupa catatan, menjawab pertanyaan, mengerjakan tugas, menjawab tes (ujian), dan lain-lain. Di dunia kerja, demikian juga, kegiatan menulis pasti dilakukan sehari-hari.

Beberapa penyebab kekurang berhasilan siswa dalam menulis karena penyajian materi yang kurang menarik, siswa menganggap enteng mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa merasa mampu jadi tidak ad gunanya pelajari. Untuk meningkatkan kualitas menulis para siswa, perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan dalam penyajian materi, pemilihan materi, sistem pengajarannya dan sistem penilaiannya.

Pembelajaran sastra sejak dulu hingga sekarang, selalu menjadi permasalahan. Tentu saja permasalahan yang bersifat klasik tetapi hangat atau up to date umumnya yang selalu dikambinghitamkan adalah guru yang tidak menguasai sastra, murid-murid yang tidak apresiatif, dan buku-buku penunjang yang tidak tersedia di sekolah. Padahal pembelajaran sastra tidak perlu dipermasalahkan jika seseorang guru memiliki strategi atu kiat-kiat yang dapat dijadikan sebagai alternatif.

Sastra dalam pembelajaran dapat membantu pengajaran kebahasaan karena sastra dapat meningkatkan empat keterampilan dalam berbahasa yaitu : membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Sastra dalam pembelajaran juga dapat memperkenalkan budaya nusantara maupun mancanegara, mempertajam imajinasi, mengembangkan cipta, rasa dan karsa, memperluas wawasan kehidupan, maupun pengetahuan-pengetahuan lain. Karya seni sebagai salah satu materi ajar kesusastraan dapat disajikan secara terpadu dengan bidang kebahasaan maupun ilmu-ilmu lain seperti pendidikan, psikologi, lingkungan, teknologi, budaya, dan sejarah.

Pembelajaran sastra untuk siswa Sekolah Dasar pada kurikulum 2004 masuk pada ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia, yang pada pelaksanaannya lebih mengkhususkan pada kegiatan berapresiasi sastra. Fungsi bahasa yang utama adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Fungsi tersebut didukung oleh fungsi sastra sebagai penghalusan budi, peningkatan kematangan emosional dan kepedulian social, penumbuhan apresiasi budaya dan penyaluran gagasan, imajinasi, dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif, baik secara lisan maupun tulisan. Pembelajaran sastra ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menikmati, menghayati, dan memahami karya sastra. Pengetahuan tentang sastra hanyalah sebagai penunjang dalam mengapresiasi karya sastra.2

Tujuan pembelajaran menulis puisi (dan atau keterampilan-keterampilan berbahasa lainnya) tidak mudah dicapai karena dalam proses pembelajarannya pastilah dijumpai banyak permasalahan. Salah satu permasalahan itu berupa kesalahan-kesalahan berbahasa oleh para pembelajar yang bila tidak segera diidentifikasi akan mengakibatkan kendala berkelanjutan dalam proses pembelajaran bahasa. Apabila hal ini terjadi belum diidentifikasikannya kesalahan berbahasa secara tepat dan sistematis, dikhawatirkan terjadi ketidaktepatan dalam pemilihan pembelajaran yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran bahasa tersebut.

Analisis kesalahan biasanya dikenakan pada bahasa yang sedang dipelajari atau bahasa target (B2). Analisis kesalahan bermanfaat sebagai sarana peningkatan pengajaran bahasa. Analisis kesalahan bermanfaat sebagai sarana peningkatan pengajaran bahasa. Analisis kesalahan dapat menumbuhkembangkan wawasan guru dalam mengajar dan para penulis buku teks bahasa Indonesia dalam mengatasi kesulitan-kesulitan bahasa yang dihadapi para pembelajar bahasa. Banyak sedikitnya penemuan kesalahan dapat membantu mengatur materi pengajarn dapat dialokasikan dan perencanaannya dapat dilaksanakan dengan baik. Pada saat program pengajaran berlangsung, analisis kesalahan berbahasa tampil dalam skala terbatas. Meskipun demikian, dapat mengungkapkan apakah program pengajarn bahasa yang sedang dikerjakan guru itu berhasil atau gagal. Jika sekiranya gagal, perlu dipikirkan bagaimana pengobatannya (remidi).

Analisis kesalahan berbahasa berdampak positif terhadap pembelajaran bahasa. Bahasa sebagai perangkat kebiasaan dipakai setiap orang sebagai media komunikasi yang sangat kompleks. Pada umumnya pemakai bahasa dalam berbahasa cenderung menggunakan jalan pikirannya tanpa mempertimbangkan aturan-aturan yang ada dalam bahasa. Tetapi, di samping itu ada juga pembelajar bahasa yang memperhatikan kaidah-kaidah atau aturan bahasa yang berlaku sehingga menghasilkan konsep sesuai dengan struktur bahasa yang dipelajari.

Cabang linguistik atau bahasa di antaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Dari penjelasan di atas, kesalahan yang perlu dianalisis mencakup tataran tata bunyi (fonologi), tata bentuk kata (morfologi), tata kalimat (sintaksis), dan tataran tata makna (semantik). Analisis kesalahan bidang tata bunyi berhubungan dengan kesalahan ujaran atau pelafalan, grafemik, pungtuasi, dan silabisasi. Analisis kesalahan dalam tata bentuk tentu saja kesalahan dalam membentuk kata terutama pada afiksasi. Analisis kesalahan dalam bidang tata kalimat mengyangkut urutan kata, kepaduan, susunan frase, kepaduan kalimat, dan logika kalimat. Dan yang berikutnya analisis kesalahan bidang semantik berkaitan dengan ketepatan penggunaan kata, frase atau kalimat yang didukung oleh makna baik makna gramatikal maupun makna leksikal.

Siswa kelas V Sekolah Dasar dalam hal kegiatan menulis, khususnya pada pembelajaran menulis puisi seringkali menemukan kesalahan pada bidang bentukan kata atau yang dikenal dengan morfologi. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk memfokuskan penelitiannya dengan judul “Kesalahan Morfologi Dalam Menulis Puisi Siswa Kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi Jakarta Timur.”




    1. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana bentuk kesalahan gramatikal dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  2. Bagaimana bentuk kesalahan ejaan dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  3. Bagaimana bentuk kesalahan fonologi dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  4. Bagaimana bentuk kesalahan sintaksis dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  5. Bagaimana bentuk kesalahan morfologi dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  6. Bagaimana bentuk kesalahan semantik dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  7. Faktor apa saja yang menyebabkan kesalahan (gramatikal, fonologi, sintaksis, morfologi, dan semantik) dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?




    1. Pembatasan Masalah

Dari identifikasi masalah di atas, maka peneliti membatasi masalahnya hanya pada kesalahan morfologi serta factor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya kesalahan morfologi.


    1. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana bentuk kesalahan morfologi dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 PAgi ?

  2. Bagaimana bentuk kesalahan ejaan dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  3. Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kesalahan morfologi dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?




    1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui bentuk kesalahan morfologi dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?

  2. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan morfologi dalam menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V-A SDN Pinang Ranti 09 Pagi ?




    1. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki dua manfaat, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.

  1. Manfaat teoritis, penelitian ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah perkembangan keilmuan, khususnya pembelajaran menulis puisi di SDN Pinang Ranti 09 Pagi-Jakarta Timur. Selain itu, penelitian ini juga bermanfaat sebagai bahan referensi bagi peneliti, guru dan siswa dalam kajian bahasa Indonesia.

  2. Adapun manfaat praktis yang diharapkan muncul dari penelitian ini adalah teridentifikasinya kesalahan-kesalahan morfologi dalam menulis puisi siswa di SDN Pinang Ranti 09 Pagi-Jakarta Timur, serta bagaimana mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut.



Brectangle 14AB II

LANDASAN TEORITIK
2.1. Hakikat Analisis Kesalahan Berbahasa

Menurut james, kesalahan berbahasa adalah penyimpangan yang dilakukan tanpa disengaja dan kesalahan itu tidak bisa diperbaiki oleh penutur itu sendiri, hal ini dikarenakan ketidaktahuan pembelajar itu sendiri3

George berpendapat bahwa.. an error is an “unwanted form”’ specifically, a form which a particular course designer or teacher does not want, _ _”.4 Kesalahan adalah sebuah bentuk yang tidak diinginkan, khususnya, bentuk yang tidak diinginkan oleh para perancang kursus dan para guru. Hal ini berkaitan erat dengan adanya standar-standar tertentu yang telah digariskan oleh guru dan penyusun kurikulum. Penyimpangan atas standar-standar tersebut berarti melakukan kesalahan dan harus segera diantisipasi dan diatasi.

S
10


ebagai langkah antisipasi, George mengajukan dua alternatif, (1) memberi waktu khusus untuk melakukan koreksi atas kesalahan-kesalahan, (2) mengarahkan sikap dan perasaan pembelajar pada bentuk-bentuk standar bahasa target. Apabila langkah antisipasi gagal dan terjadi kesalahan berbahasa, maka diperlukan langkah-langkah remedy yang meliputi: (1) mengidentifikasi dan mendaftar bentuk-bentuk yang tidak diinginkan, (2) menyeleksi sejumlah bentuk yang tidak diinginkan tersebut untuk prosesremedi. (3) mempelajari setiap kesalahan yang sudha diseleksi sebagai bahan pertimbangan penyiapan bahan untuk pembembelajaran ulang dengan pendekatan yang berbeda terhadap bentuk-bentuk yang diinginkan. (4) menentukan organisasi dan strategi pembelajaran dalam kelas sehingga hasil remedy ini dapat diaplikasikan, (5) memilih dan membuat materi remedi untuk kesalahan-kesalahan khusus, dan (6) menerapkan hasil-hasil tersebut dalam proses pembelajaran dan aktivitas kelas secara terus-menerus dengan tetap memperhatikan kesalahan-kesalahan yang terjadi. 5

Norish memandang perlunya membedakan tiga tipe penyimpangan berbahasa yang berbeda. Tiga hal itu meliputi error, mistake, dan lapse.6. Error atau kesalahan, merupakan penyimpangan berbahasa secara sistematis dan terus-menerus sebagai akibat belum dikuasainya kaidah-kaidah atau norma-norma bahasa target. Mistake atau kekeliruan, terjadi ketika seseorang pembelajar tidak secara konsisten melakukan penyimpangan dalam berbahasa. Kadang-kadang pembelajar dapat mempergunakan kaidah/norma yang benar tetapi kadang-kadang mereka membuat kekeliruan dengan mempergunakan kaidah/norma dan bentuk-bentuk yang keliru. Lapse, selip lidah, diartikan sebagai bentuk penyimpangan yang diakibatkan karena pembelajar kurang konsentrasi, rendahnya daya ingat atau sebab-sebab lain yang dapat terjadi kapan saja dan pada siapapun.

Membicarakan beberapa jenis kesalahan, Edge dalam James membagi kesalahan menjadi tiga jenis, yaitu : slips, dan attempts, pembagian yang dibuat berdasarkan ilmu pengetahuan guru terhadap pelajarannya. 7

Selain membedakan berbagai bentuk penyimpangan berbahasa, Norish juga menyatakan bahwa kesalahan-kesalahan berbahasa pembelajar dapat dijadikan alat bantu yang positif dalam pembelajaran karena dapat dipergunakan oleh pembelajar maupun pengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa … “some good pedagogical reasons have been suggested for regarding errors made bay learners of foreign language leniently but the most important reason is that the error may actually be a necessary part of learning a language..”8

Berkaitan dengan kesalahan dalam menulis, Norish berpendapat bahwa penting untuk mendorong pembelajar dapat menyusun kalimat-kalimat mereka secara tertulis sehingga kesalahan-kesalahan yang dibuat hendaknya direduksi bahkan dihilangkan sama sekali…”it was vital that people should be educated to construct grammatically acceptable sentence and be able to spell correctly…because of this, a great deal of attention has traditionally been given to writing and error in the medium tend to be regarded as indicative of some type of failure.”9

Untuk itu, Norish mengajukan beberapa alternatif koreksi kesalahan dalam menulis antara lain, (1) memeriksa pekerjaan dalam kelompok atau secara berpasangan, (2) melakukan aktivitas dengan keahlian terpadu, (3) mempergunakan kode-kode koreksi untuk menandai pembetulan atas kesalahan-kesalahan yang dibuat pembelajar.

Sementara itu, Lightbown dan Spada memberikan alternatif usulan pembelajaran bahasa kedua/asing yang memungkinkan tereduksinya kesalahan-kesalahan berbahasa. Usulan itu dirumuskan dalam kalimat-kalimat imperatif sebagai berikut.


  1. Get it right beginning, betul/benar sejak awal,

  2. Say what you mean and mean what you say, katakanlah apa yang anda maksudkan, dan artikan apa yang anda katakana,

  3. Just listen … and read, dengarkanlah dan baca

  4. Teach what is teachable, ajarkanlah apa yang bisa diajarkan

  5. Get it right in the end, betul/benar di akhir 10

Rumusan-rumusan diatas diajukan untuk melokalisir atau mengeliminir kesalahan-kesalahan yang mungkin muncul didalam kelas pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing.



Dostları ilə paylaş:
  1   2   3


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə