Willy Ediyanto, S. Pd. Cucu Sukmara, S. Pd. Lelay Nangkay Puji, S. Pd. Irwansyah, S. Pd. Wakimun, S. Pd. Trinamita Masrudin, S. Pd. Dewi Yuliantini, S. Pd



Yüklə 467.2 Kb.
səhifə1/7
tarix02.11.2017
ölçüsü467.2 Kb.
  1   2   3   4   5   6   7

PENYUSUN

Willy Ediyanto, S.Pd.

Cucu Sukmara, S.Pd.

Lelay Nangkay Puji, S.Pd.

Irwansyah, S.Pd.

Wakimun, S.Pd.

Trinamita Masrudin, S.Pd.

Dewi Yuliantini, S.Pd.

M. Hasyim, S.Pd.


MTs. Negeri Kumai

SMPN 2 Arut Selatan

SMPN 10 Arut Selatan

SMPN 4 Arut Selatan

SMPN 4 Kumai

SMPN 7 Arut Selatan

MTs. Negeri Pangkalan Bun

SMPN Satu Atap Kumai

TEMA KREATIVITAS


Standar Kompetensi

9. Memahami isi pidato/khotbah/ceramah

Kompetensi Dasar

9.1 Menyimpulkan pesan pidato/ceramah/khotbah yang didengar


Indikator

  1. Mampu menemukan hal-hal pokok dalam pidato/ceramah/khotbah

  2. Mampu menganalisis hal-hal pokok dalam pidato/ceramah/khotbah

  3. Mampu menyimpulkan pesan pidato/ceramah/khotbah


Ringkasan Materi

Informasi-informasi penting dapat kalian peroleh melalui berbagai macam media dan dengan cara yang berbeda-beda. Jika kalian mencari informasi melalui media cetak, kalian harus melakukan kegiatan membaca. Jika melalui media elektronik, kalian harus melakukan kegiatan mendengarkan. Mendengarkan di sini dapat berupa mendengarkan sebuah pidato dan akhirnya dapat menemukan hal penting dan pesan dalam pidato.


Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah pidato adalah:
1. topik pidato,

2. permasalahan yang diuraikan dalam pidato,

3. sebab-sebab timbulnya permasalahan, dan

4. solusi yang diberikan pembicara.


Seperti yang telah kalian ketahui, pidato adalah kegiatan mengungkapkan pikiran secara lisan di hadapan orang banyak. Seseorang yang berbicara tentu mempunyai tujuan tertentu. Berikut ini beberapa tujuan penyampaian pidato.
1. Memotivasi

Pidato dikatakan memotivasi jika pembicara berusaha memberikan semangat, membangkitkan kegairahan atau menekan perasaan yang kurang baik, serta menunjukkan rasa hormat dan pengabdian


2. Memersuasi

Pidato dikatakan memersuasi jika pembicara berusaha memengaruhi keyakinan atau sikap mental para pendengar.


3. Melakukan tindakan

Pidato dikatakan mempunyai tujuan melakukan tindakan jika pembicara dalam berpidato menghendaki pendengar untuk bertindak sesuatu.


4. Menginformasikan

Pidato dikatakan menginformasikan jika pembicara ingin memberitahukan atau menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar mereka bertambah pengetahuannya.


5. Menghibur

Pidato dikatakan menghibur jika pembicara ingin menggembirakan orang yang mendengar pembicaraannya atau menimbulkan suasana gembira pada suatu pertemuan


Dengarkanlah dengan seksama pembacaan pidato oleh teman kalian berikut!

(siswa yang lain menutup bukunya)
Ibu-ibu, Bapak-bapak, dan Saudara saudara yang saya hormati, selamat siang dan selamat datang dalam pertemuan ini.

Hadirin yang berbahagia, sebelum saya memulai pembicaraan, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat tanpa halangan apa pun.

Hadirin tamu undangan yang saya hormati, seperti yang sudah sering saya katakan bahwa untuk mendapatkan sesuatu, kalau dikerjakan atau diusahakan bersama-sama tentu akan lebih mudah.

Demikian pula untuk menciptakan kota ini menjadi betul-betul bersinar. Kota kita ini akan dapat betul-betul bersinar bila kita usahakan bersama. Pemerintah atau Pemkot selaku Dinas Kebersihan Kota yang ditugasi untuk mengelola kebersihan dan keindahan kota,tidak akan mampu menciptakan keindahan tanpa bantuan semua warga. Demikian pula bila hal itu hanya dilakukan oleh sebagian warga tanpa dukungan dari warga yang lain. Oleh karena itu, agar dapat mewujudkan kota ini bersinar, baik Dinas Kebersihan maupun warga masyarakat harus bersatu padu dan bergotong-royong. Hadirin yang terhormat, selama ini kita sudah berupaya menciptakan agar kota kita ini menjadi bersih, sehat, indah, nyaman, aman, dan rapi. Untuk menciptakan kota yang bersih sudah kita sediakan bak-bak sampah dan armada truk sampah untuk mengangkut dan membuangnya ke pembuangan sampah. Untuk mengusahakan kesehatan kita sudah mengadakan program kesehatan. Untuk memperindah kota, kita sudah membangun taman-taman, penghijauan, dan prokasih. Untuk kenyamanan kita bangun jalan-jalan setapak bagi pejalan kaki. Untuk keamanan kita sudah menggiatkan siskamling di tempat kita masing-masing. Untuk kerapian kita usahakan pagar-pagar diluruskan, tata kota diperbaiki, dan pembatas jalan diperbaiki.

Apakah semua itu sudah cukup dan selesai hadirin yang terhormat? Tidak, belum, karena apa yang kita kerjakan itu akan rusak kalau tidak kita rawat. Akan tetapi, bagaimana kita akan merawat dan menjaga itu semua? Caranya kita upayakan semua tetap berjalan seperti kehendak kita. Pertama, untuk menjaga kebersihan, kita harus berdisiplin membuang sampah pada tempatnya, entah di rumah entah di luar rumah. Selama ini Pemkot telah menyediakan tempat-tempat sampah di tepi jalan. Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempatnya supaya tidak ada sampah yang bertebaran dan mengganggu kebersihan dan keindahan kota kita. Kedua, jagalah program kali bersih yang sudah kita canangkan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Jika sungai bersih dari sampah, alirannya akan menjadi lancar dan tidak menimbulkan banjir serta polusi air. Ketiga, jaga dan peliharalah taman-taman yang sudah ada. Sesekali dibersihkan dan dirawat.

Kita berharap warga masyarakat mau membantu kami memelihara taman-taman itu. Taman yang terawat akan membuat kota kita tampak indah. Hadirin yang saya hormati, dengan ketiga hal tersebut kota kita akan dapat terpelihara dari sampah dan keindahan kota akan terjaga. Akhirnya, kami berharap semua warga mau berpartisipasi untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota kita ini dengan sebaik-baiknya sehingga kota kita bersinar selamanya.

Hadirin yang saya hormati, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf bila ada perkataan saya yang salah dan tidak berkenan di hati hadirin semuanya. Selamat siang.
(Sumber : BSE kelas IX Bahasa Indonesia Atikah Anindyarini dkk.)
Tugas Mandiri

Tulislah hal hal penting yang ada dalam pidato yang kalian dengarkan tadi!

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Tugas Kelompok

Bentuklah kelompok dengan teman sebangkumu kemudian simpulkan pesan yang terdapat dalam pidato yang kalian dengarkan tadi!


Tugas Rumah

Dengarkanlah pidato, ceramah atau khotbah dari televisi di rumahmu kemudian kerjakan hal-hal berikut:



  1. Catatlah hal-hal penting yang ada dalam pidato, ceramah atau khotbah tersebut

  2. Simpulkan pesan yang ada dalam pidato, ceramah atau khotbah tersebut.


Standar Kompetensi

11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca cepat

Kompetensi Dasar

11.3 Menyimpulkan gagasan utama suatu teks dengan membaca cepat ± 200 kata per menit


Indikator

  1. Mampu mengukur kecepatan membaca untuk diri sendiri dan teman

  2. Mampu menjawab pertanyaan dengan ketepatan mencapai 75 %

  3. Mampu menyimpulkan gagasan utama suatu teks


Ringkasan Materi

Pada saat kalian sedang melihat tayangan film asing di televisi, biasanya kalian dibantu dengan teks terjemahan dialog pada layar televisi. Jika kalian tidak cepat-cepat membacanya, teks itu akan segera diganti sesuai dengan dialog film. Keterampilan apa yang harus kalian miliki agar dapat menikmati film tersebut lengkap dengan dialognya? Benar, keterampilan membaca cepat. Berapa kecepatan membaca kalian? Pada pembelajaran ini kalian akan dilatih untuk memiliki kecepatan membaca 200 kata/menit. Kecepatan membaca tidak sama pada setiap kali kegiatan membaca dilakukan, tergantung pada tujuannya. Jika untuk tujuan yang rekreatif atau menghibur, kecepatan membaca bisa dipacu melebihi jika kegiatan membaca ditujukan untuk memahami atau menganalisa maka kecepatan membaca bias dikurangi.

Untuk mengetahui berapa kecepatan membaca yang kalian miliki, lakukan penghitungan dengan rumus sebagai berikut:

jumlah kata yang dibaca

----------------------------------------- x 60 = jumlah kpm

jumlah detik untuk membaca


kpm = kata per menit
Misalnya:

Kalian membaca 1.600 kata dalam 3 menit dan 20 detik atau 200 detik, maka kecepatan membaca kalian :

1.600

------- x 60 = 8 x 60 = 480 kpm



200

Untuk menguji kecepatan membaca kalian, berikut ini ada sebuah teks. Lakukan tugas ini secara berpasangan dengan teman sebelah. Jika yang satu membaca maka yang satu bertugas sebagai pencatat waktu. Selain membaca, kalian juga harus mengerjakan soal-soal yang disediakan.


Budaya Damai Dimulai dari Keluarga
Kekerasan tampaknya kian akrab dalam kehidupan masyarakat kita. Hal itu ditandai dengan semakin meningkatnya beragam bentuk kekerasan, mulai dari konflik sosial, tawuran antarkampung, atau antarsuku, perkelahian pelajar, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Kenyataan ini menandakan semakin memudarnya semangat perdamaian dalam kehidupan. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab, tergantung dari sudut pandang mana yang dipergunakan untuk memahaminya. Tidak mudah untuk mengurai dari berbagai faktor yang ada karena masing-masing faktor saling memiliki keterkaitan

Namun satu hal mendasar yang harus dilakukan adalah bagaimana menghentikan, atau aling tidak mengurangi, agar kekerasan tidak semakin berkembang. Tanpa adanya usaha pencegahan, kekerasan akan semakin meluas dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Jika dilacak, budaya kekerasan dapat tumbuh berkembang dalam keluarga. Dalam pemilihan sekolah anak misalnya, sangat besar kemungkinan bagi terjadinya kekerasan. Anak-anak bersekolah hampir selalu atas keinginan orang tuanya. Akibatnya, anak diharuskan untuk patuh dan tunduk kepada sekolah tanpa dapat ditawar lagi. Keluarga adalah tempat di mana generasi berkembang. Di keluarga itulah, secara berangsur-angsur anak-anak membentuk sikap hidup. Di sana pula merupakan tempat pembibitan dasar-dasar kebudayaan yang kelak akan mampu dianut oleh generasi tersebut.

Oleh karena itu, keluarga merupakan tempat yang paling tepat untuk membangun budaya damai. Sebab, keluarga memiliki peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak.
Tugas mandiri

Mintalah temanmu sebangku untuk mencatat kecepatan membacamu dengan cara sebagai berikut:



  1. Hitunglah jumlah kata yang terdapat dalam teks bacaan di atas

  2. Hitunglah waktu tempuh membacamu, dalam menit

  3. Hitunglah kecepatan membacamu dengan menggunakan rumus kecepatan membaca!


Tugas kelompok

Setelah kalian membaca teks tersebut, kerjakan bersama teman sebangkumu pilihlah benar atau salah pernyataan-pernyataan berikut!

1. Kekerasan di masyarakat kita kini semakin berkurang. (B/S)

2. Salah satu bentuk kekerasan adalah tawuran pelajar. (B/S)

3. Kekerasan menandai memudarnya perdamaian. (B/S)

4. Sangat mudah mengurai faktor penyebab kekerasan. (B/S)

5. Jika tidak dicegah, kekerasan akan semakin meluas. (B/S)

6. Pemaksaan pemilihan sekolah bukan suatu kekerasan. (B/S)

7. Anak bersekolah hampir selalu atas pilihan orang tua. (B/S)

8. Keluarga adalah tempat pembibitan dasar kebudayaan.(B/S)

9. Budaya damai tidak bisa dibangun dari keluarga. (B/S)

10.Keluarga berperan penting bagi kepribadian anak. (B/S)

Paling sedikit kamu harus bisa menjawab enam jawaban yang benar!
Tugas rumah

Bacalah sebuah teks atau wacana di rumahmu kemudian tentukan gagasan utama tiap-tiap paragraf dari teks atau wacana tersebut dan simpulkan isi teks atau wacana tersebut!





Standar Kompetensi

12. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana, teks pidato, surat pembaca.

Kompetensi Dasar

12.2 Menulis teks pidato /ceramah/khotbah dengan sistematika dan bahasa yang efektif


Indikator

  1. Mampu menentukan tema pidato/ceramah/khotbah

  2. Mampu menyusun kerangka pidato/ceramah/khotbah

  3. Mampu mengembangkan kerangka menjadi teks pidato/ceramah/khotbah dengan memperhatikan sistematika yang baik


Ringkasan Materi

Dari beberapa model berpidato, manakah yang kalian senangi? Berpidato dengan embaca teks, berpidato tanpa teks, berpidato dengan garis besar atau kerangka naskah, atau berpidato secara mendadak tanpa persiapan? Model apa pun yang kalian pilih, tentu harus dipersiapkan dengan sebaikbaiknya. Tak ada model yang dikatakan paling baik dibanding model yang lain.

Model pidato yang dipilih tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pidato. Pidato kenegaraan seorang presiden misalnya, akan lebih baik jika disampaikan dengan naskah lengkap. Mengapa? karena selain memuat hal yang penting naskah pidato itu juga bisa menjadi bukti sejarah dan diarsipkan. Pada pembelajaran bagian ini, kalian akan berlatih untuk menulis teks pidato sesuai dengan maksud dan tujuan pidato.
Beberapa pertimbangan dalam menyusun teks pidato sebagai berikut.
1. Maksud dan tujuan pidato

Sebelum teks pidato dibuat sebaiknya diketahui lebih dulu maksud dan tujuan pidato. Pidato biasanya memiliki maksud antara lain: menjelaskan, meyakinkan, menghibur, membujuk, menasihati dll. Hal ini penting agar teks yang disusun dapat sesuai dengan tujuan yang dimaksud.


2. Pendengar pidato

Menganalisa calon pendengar pidato juga termasuk unsur pertimbangan penulisan teks pidato, terutama akan mempengaruhi pemakaian kata-kata yang sesuai dengan tingkat pemikiran pendengar pidato. Harapannya hal-hal yang disampaikan dalam pidato dapat terserap secara maksimal oleh pendengar.


3. Tema pidato

Semua tentu sepakat bahwa tema pidato penting untuk diketahui. Tema akan mengikat segala gerak teks pidato yang kita susun. Tujuannya, agar tidak keluar dari tema yang sudah ditetapkan.

Setelah unsur-unsur tadi dapat dipahami, barulah kita mulai menulis teks pidato. Pada awalnya mulailah dengan terlebih dulu merencanakannya melalui kerangka teks. Kerangka teks pidato pada umumnya terdiri hal-hal berikut.

a. Pembukaan, meliputi: salam pembuka, ungkapan syukur.

b. Isi, meliputi: inti masalah, ilustrasi atau contoh dan penjelasan.

c. Penutup, meliputi: simpulan, harapan dan penutup.


Seperti dikemukakan pada bagian sebelumnya bahwa secara umum pidato terbagi atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Bagian pembukaan dapat berisi sapaan dan salam dan pujian kepada Tuhan. Bagian isi berupa deskripsi pesan yang ingin disampaikan, sedangkan penutup berisi simpulan dan ucapan terima kasih pada pihak lain. Perhatikan pidato berikut ini.


Pidato Ketua OSIS saat Acara Perpisahan dengan Siswa Kelas IX
Assalamualaikum w.w,

Yang terhormat Kepala SMPN 4 Arut Selatan

yang saya hormati para guru dan komite sekolah,

yang saya cintai teman-teman dan para undangan yang berbahagia,


Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan yang Mahakuasa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya pada malam ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat. Malam ini merupakan malam yang membahagiakan sekaligus mengharukan karena pada malam ini kita merayakan kelulusan para siswa kelas IX sekaligus melepas meraka untuk menapak ke depan dan meretas jalan tuk mencapai cita-cita mereka.

Pada saat yang berbahagia ini, izinkanlah saya selaku Ketua OSIS menyampaikan beberapa pesan kepada mereka. “Kakak-kakak kelas yang kucintai, berat rasanya hati kami melepas langkah kakimu. Bertahun bersama terasa sekejap saja. Banyak duka, canda, dan bahagia bergelut dengan kita. Akan tetapi, kami sadar bahwa jalan yang harus kalian tempuh masih panjang, masih banyak pula portal yang menghadang.

Tetapi kami yakin bahwa kalian akan mampu membuka portal-portal itu dengan kunci-kunci yang telah kaugenggam dan kaudapatkan di SMPN 4 Arsel ini. Kami doakan semoga kunci itu menjadi kunci sakti yang dapat membantu meretas jalan kehidupanmu menuju muara yang penuh warna kehidupan, keihklasan, ketakwaan, kesusksesan, dan kebahagiaan.”

Semoga Allah SWT selalu menjaga langkah kalian dalam-mencapai asa serta senantiasa menganugerahkan rahmat kecendekiaan, kesantunan, dan kesehatan. Amin.


Wassalamualaikum w.w.,

Tugas Mandiri
Tentukanlah tema pidato tersebut!
Tugas Kelompok

Bersama teman sebangkumu suntinglah teks pidato tersebut dari segi penulisan teks pidatonya!


Tugas rumah

Dengarkan sebuah rekaman ceramah atau pidato secara berkeompok, kemudian tulislah komentar tentang ceramah atau pidato yang kalian dengarkan yaitu tentang :



  1. Isi pidato atau ceramah

  2. Sistematika pidato atau ceramah, dan

  3. Bahasa yang digunakan.



Standar Kompetensi


13. Memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel

Kompetensi Dasar


13.1 Menerangkan sifat-sifat tokoh dari kutipan novel yang dibacakan


Indikator

1. Mampu menentukan tokoh-tokoh

2. Mampu menentukan sifat tokoh dengan alasan yang meyakinkan
Ringkasan materi

Novel sebagai rekaman peristiwa kehidupan di masyarakat, menceritakan manusia dengan segala sepak terjangnya. Novel hadir dengan tokoh-tokoh dan karakternya. Beragam karakter tokoh novel adalah gambaran karakter manusia dalam kehidupan nyata karena novel lahir dari pengalaman batin pengarang yang menyaksikan pergumulan hidup manusia.

1. Karakterisasi Tokoh

Pelukisan karakter tokoh dalam sebuah cerita rekaan dapat dilakukan pengarang melalui teknik-teknik berikut.

a. Teknik langsung (analitik)

Pada teknik ini pengarang secara langsung dan tersurat dalam novel menyampaikan perwatakan pelaku.

b. Teknik tak langsung (dramatik)

Pada teknik ini pengarang melukiskan perwatakan tokoh melalui:



  • Melalui penggambaran fisik dan perilaku tokoh

  • Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh

  • Penggambaran tata kebahasaan tokoh

  • Pengungkapan jalan pikiran tokoh

  • Penggambaran oleh tokoh lain

  • Penggambaran melalui dialog tokoh

Berikut ini contoh karakterisasi tokoh dengan penilaian tokoh lain terhadap tokoh yang dimaksud.

Dr. Corne menyapaku dengan dingin, seperti biasa dokter-dokter anak lain yang praktek, penuh dengan canda dan sepertinya selalu menyunggingkan senyum tapi Dr. Corne tidak. Kurasa aku memang tidak pernah melihatnya tersenyum. Ia bukan galak. Ia hanya serius.

Sumber: Novel Miranda, Carol Matas, Penerbit Kaifa 1999.
Dengan mengenali teknik karakterisasi tokoh tersebut akan membantu kalian dalam mengenali tokoh novel yang akan diperdengarkan dalam petikan novel.
2. Penokohan

Tiga jenis tokoh dalam cerita rekaan sebagai berikut.

a. Tokoh protagonis

Tokoh utama yang diidolakan, tokoh pahlawan pembela kebenaran, berkarakter baik, yang mendukung jalannya cerita. Tokoh protagonis mampu mendatangkan simpati dari pembaca.

b. Tokoh antagonis

Tokoh utama yang dibenci, tokoh lawan dari protagonis, berkarakter jahat. Tokoh yang mennetang arus cerita. Tokoh ini akan menimbulkan kebencian dan antipati dari pembaca.

c. Tokoh tritagonis

Tokoh pembantu, bersifat netral, tokoh penengah.


Munculnya permasalahan atau persoalan dalam novel disebabkan oleh perbedaan karakter tokoh di dalamnya. Bermula dari perbedaan karakter itu permasalahan mengemuka hingga terjalin rangkaian peristiwa dalam cerita. Dengan demikian, sifat-sifat tokoh dalam novel menjadi pemicu munculnya masalah dalam cerita. Hal ini merupakan salah satu faktor perlunya memahami sifat tokoh dari kutipan novel yang dibacakan.
Tugas Mandiri

1. Ibu Rasmini tak pernah menyesal meskipun suaminya, Datuk Sinaro, telah membagi nasib buruknya sejak masih muda hingga beranak tiga. Sang suami tak pernah menyesali kemiskinannya, bahkan giat membanting tulang untuk anak dan istrinya. Ia tak berniat mencari perempuan lain. Tak ingin anaknya

beribu tiri meski ia seorang datuk yang disegani.

a. Jelaskan watak tokoh Datuk Sinaro!

b. Apa pesan yang terdapat pada kutipan novel tersebut!
Tugas kelompok

Bentuk kelompok yang terdiri atas dua atau tiga orang kemudian kerjakan tugas di bawah ini!

1. Bacalah novel sastra yang kamu miliki atau yang terdapat di perpustakaan sekolahmu.

2. Sebutkan tokoh beserta sifat-sifat para tokohnya.

3. Kerjakan seperti dalam kolom berikut ini.
Judul novel : ....

Nama tokoh

Sifat tokoh

1.

2.

3.



Dst






Tugas Rumah

1. Keempat bersaudara sedang dilanda duka. Ramli anak tertua itu sangat terpukul dengan kematian ibunya. Ruslan adiknya, dari kemarin tak lepas dengan tasbihnya, bibirnya basah dengan zikir-zikirnya. Anak ketiga yang bernama Rafiah mengurung diri di kamar menelungsup di atas sprei. Si bungsu, Ramdan bergelayut di lengan ayahnya tapi tak tahu apa yang harus diperbuatnya.

Tokoh yang memiliki karakter tegar dan tabah dalam menghadapi musibah adalah …

a. Ramli b. Ruslan c. Rafiah d. Ramdan

2. Sepulang olahraga alias jalan-jalan pagi, Heni langsung memanggil-manggil ayahnya, “Ayah ... Ayah ...!”

“Heni, ada apa, pagi-pagi teriak kayak di hutan saja,” kata Ayah sedikit marah.

“Emm ..., Heni ingin baca koran dan diambilkan oleh Ayah,” kata Heni.

“Heni ... Heni, membaca koran saja pakai ribut-ribut segala, ambil tuh sendiri di atas TV,” kata Ayah sambil menunjuk ke arah TV.

Karakter sifat tokoh Heni adalah ....


  1. pemarah b. penyayang c. penyuruh d. pemalas

3. Bian dan Agus berlari sekencang mungkin, meloloskan diri dari pintu-pintu yang menutup. Lolos dari dari satu pintu. Bang! Lalu mengejar pintu yang lain .... Hingga akhirnya, nampak pintu terakhir. Pintu itu sudah mulai menutup. Tinggal satu meter lagi.

“Kita tak mungkin berhasil!” jerit Agus.

“Harus!” pekik Bian lalu maju dan mendorong Agus sekuat tenaga hingga sahabatnya itu terlempar jauh ke depan melewati pintu terakhir. Ia sendiri masih di belakang. Agus tersentak. Ia sadar kalau sudah selamat, namun Bian belum. Serta merta ia berbalik dan menatap sedih pada sahabatnya yang berjuang menyelamatkan hidupnya.

Watak Bian pada ku”tipan novel tersebut adalah ....



  1. rela berkorban b. berputus asa c. sangat gigih d. tidak bertanggung jawab

4. Cepat-cepat Madicken melongok ke samping tempat tidurnya. Dilihatnya sepasang sepatu di sana. Oh, Alva yang baik, dia menepati janji. Dia sudah membersihkan sepatu Madicken dan menggosoknya sampai berkilat separti baru.

a. baik dan malas c. sombong dan rajin

b. baik dan rajin d. baik dan pemalas

5. 1) Mataku terbelalak!



“Apa yang kamu katakan Anis? Kamu bercanda, bukan?”

2) Aku tidak mengharapkan Anis mengiyakan pertanyaanku. Begitu pun dengan istriku. Tapi di luar dugaan, Anis justru mengangguk mantap. Ini malapetaka besar. Anis minta dinikahkan dengan seorang penyanyi? Mau jadi apa dia nanti. Tidak tahukah dia bagaimana masa depan penyanyi?

3) “Kamu jangan bercanda, Anis! Ini bukan lelucon yang membuat Bunda dan Ayah akan tertawa,” tegasku.

4) Tapi ini bukan lelucon, Ayah. Aku benar-benar minta izin agar direstui menikah dengan Mas Rahmat,” ucap Anis tanpa raut keraguan.

5) “Cobalah kamu pertimbangkan lebih matang lagi dengan pikiran yang jernih, Nis,” kata istriku turut menghakiminya.

6) Sudah, Bunda. Aku sudah mempertimbangkannya dengan baik,” tegasnya lagi.

7) Aku dan istriku sama-sama tersentak mendengar penjelasan itu.

8) “Ayah masih tidak percaya dengan putusanmu, Nis. Ayah yakin kamu anak yang supel. Kamu pasti punya teman jurusan kamu sendiri di kedokteran, yang mempunyai masa depan cerah.”

Watak tokoh Anis yang serius dan optimisme dibuktikan dengan kalimat nomor ....

  1. 1) dan 2) c. 4) dan 6)

  2. 3) dan 4) d) 5) dan 8)



Dostları ilə paylaş:
  1   2   3   4   5   6   7


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə