"ya!", jawab peserta


Top of Form Bottom of Form



Yüklə 486,22 Kb.
səhifə8/12
tarix06.08.2018
ölçüsü486,22 Kb.
#67445
1   ...   4   5   6   7   8   9   10   11   12

Top of Form

Bottom of Form

suksEs aLa RasuLuLLaH SAW....
Kiat sukses dunia akhirat dari Nabi
Malu rasanya sering mengutip kiat sukses dari orang barat. Maka yang ini kiat dari Rasulullah. Dijamin lebih mustajab. Saya kutip dari situs Renungan Islam.

HADIS MUTHAHHARAH

Dari Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu’anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia menyatakan tujuannya : Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatanganku ini adalah untuk bertanya kepada engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat. Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya Tanyalah apa yang engkau kehendaki :

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang alim


Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim

Dia berkata : Aku mau menjadi orang paling kaya


Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri engkau maka engkau akan jadi orang paling kaya Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang adil
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang paling baik


Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang istimewa di sisi Allah Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah nescaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah

Dia berkata : Aku mau disempurnakan imanku Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna

Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan orang yang muhsinin (baik)


Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin

Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang taat Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat

Dia berkata : Aku mau berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa nescaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa

Dia berkata : Aku mau dihimpun pada hari qiamat di bawah cahaya Baginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya

Dia berkata : Aku mau dikasihi oleh Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain nescaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat

Dia berkata : Aku mau dihapuskan segala dosaku Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar nescaya akan dihapuskan( kurangkan ) segala dosamu

Dia berkata : Aku mau menjadi semulia-mulia manusia Baginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain nescaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi segagah-gagah manusia Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah nescaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia

Dia berkata : Aku mau dimurahkan rezeki oleh Allah Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih ( dari hadas ) nescaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu

Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka

Dia berkata : Aku mau diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain nescaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya

Dia berkata : Aku mau diterima segala permohonanku Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram nescaya segala permohonanmu akan diterimaNya

Dia berkata : Aku mau agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain nescaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat

Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?


Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan,mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan

Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian ( bala )

Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan

Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ? Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi ( tidak diketahui ) dan menghubungkan kasih sayang

Dia berkata: Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat? Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah

http://1.1.1.3/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs463.ash1/25464_104238432946443_103134439723509_57637_154888_n.jpg

Untuk saudaraku Mujahid da'wah....**

http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs443.snc3/25464_103911209645832_103134439723509_56730_8130697_a.jpg

Bukan karena wajahku yang tak cantik aku menulis ini ....
Bukan karena badanku yang tak indah aku protes akan semua ini…
Tapi aku terluka karena istana yang terbangun selama ini tlah runtuh begitu saja oleh pandanganmu tentang aku..tentang kami....

Selama ini aku mengira bahwa pemahamanmu yang dalam akan merubah pandanganmu tentang diriku..tentang kami...


Selama ini kami mengira kecintaanmu terhadap Rabb dan Rasul-Nya akan lebih tinggi dibandingkan indahnya fisik kami yang tlah ALLah anugerahkan kepada kami...
Selama ini kami mengira bahwa ujian yang kau alami akan membuatmu mencintai kami akan apa yang kami pahami bukan apa yang nampak dari kami...

Taukah kau begitu berat beban yang kami pikul untuk tetap tegar dan sabar akan godaan-godaan dunia...


Taukah kau begitu sakit perasaan kami ketika teman-temanmu dari dunia yang berbeda menggoda kami....
Tahkah kau begitu pedih perasaan kami ketika kami dilihat oleh mata jahil dari atas sampai bawah, walopun tlah tertutup aurat kami...

Kami terus menghibur dan menghibur diri...


Bahwa di suatu tempat, di tempatmu berkumpulmu, akan ada yang melihat kami dengan mata hatinya, bukan dengan mata nafsunya...
Kami terus bersabar dan menyabarkan diri...
Bahwa di suatu tempat akan ada yang merasa bahwa kami cantik bukan dari indahnya wajah kami, tapi dari indahnya akhlak kami...(amin)...

Walaupun kami tau..


Kita semua mencintai keindahan...
Kita semua menginginkan kesempurnaan....
Dan bahwa rasulullahpun membolehkan kita untuk memilih yang indah....
Tapi bukankah keimanan adalah hal yang terindah...dibandingkan dari keindahan fisik yang melenakan..

Kami membangun istana dalam angan bahwa orang-orang sepertimu akan mencintai kami karena mencintai Rabb kami...


Kami membangun harapan dalam diri...
Bahwa kami akan dihargai sebagai insan seutuhnya...tanpa nafsu menyesakan...
Kami membangun kepercayaan dalam diri...
Bahwa keimanan kami lebih dicintai dibandingkan jasad utuh kami...

Akhi...
Kami tahu berat juga beban yang kau pikul...


Godaan wanita melintas, menari bahkan berputar mengelilingimu...
Mencoba menggoyahkan imanmu yang dengan payah coba kau bangun...
Mencoba meruntuhkan izzahmu yang dengan berat coba kau pertahankan...
Bertambah beban dengan amanah-amanah umat lainnya...
Kau butuhkan penyejuk, pengobat dan penenang...
Laksana bunda Khadijah menenangkan Rasulullah...

Akhi...
Kamipun sama, begitu banyak sisi kefitrahan kami dan kecintaan pada dunia yang belum terkalahkan menyentuh sisi-sisi objektivitas kami...


Begitu banyak materi melintas, menari dan berputar mengelilingi kami...
Mencoba menggoyahkan iman yang dengan payah coba kami bangun...
Mencoba meruntuhkan izzah yang dengan berat coba kami pertahankan...
Bertambah beban pula dengan amanah-amanah umat lainnya...
Kami butuhkan penyejuk, pengobat, penenang dan tempat mengadu...
Laksana Rasulullah membimbing bunda Aisyah...

Tapi jika kita membiarkan nafsu kita berkuasa seperti itu, lantas apa bedanya kita dengan mereka?


Bukankah dengan azam yang kuat kita telah memilih bahwa da’wah adalah jalan hidup kita...
Dan bahwa menggenapkan separuh dien kita untuk berjuang dijalan da’wah... bukan untuk menuntaskan emosi yang tak kan pernah tuntas...
Allahu’alam bi shawab...

Akhi ...
Kami menggantungkan harapan padamu...


Jika suatu saat nanti Allah mengijinkan kami untuk menunaikan separuh dien kami bersamamu...
Maka cintailah kami karena kau mencintai Rabb kami...
Kagumilah kami karena kau mengaggumi Rabb Yang Maha Sempurna...
Karena, kami berada dalam genggamanNya, kami berada dalam kuasaNya dan hati kami terbolak-balikan olehNya
Dan jika dia menghendaki kami untuk berubah maka kami akan berubah...
Karena hanya dialah Yang Maha Tetap, Maha Kekal dan Maha Indah....
Maka cintailah kami dengan sepenuh cintaMu pada Rabbmu.


Top of Form

Bottom of Form

about CinTa ayaH....

imagesca8z0njp.jpg

Sosok Seorang Ayah Bagi Anak Perempuannya

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..


Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,


tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.


Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :


“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…


Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)


Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.


Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.


Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.


Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…


Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.


Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.


Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….


Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…


Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…


Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..


Top of Form
Bottom of Form

NASIHAT AYAH UNTUK ANAKNYA

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs443.snc3/25464_103825732987713_103134439723509_56572_1400967_n.jpg


Wahai Ali dan Fatimah anakku
Kau sudah beranjak dewasa sekarang tibalah waktumu tuk mengembara ke kota mencari ilmu lebih banyak lagi. Ingatlah anakku kehidupan di kota tak seperti disini, disana kau kan menemukan orang yang lain, kebiasaan lain dan bentuk kehidupan yang lain. Disana kau kan manemukan banyak orang yang tak sepertimu, bisa jadi nanti jadi teman-temanmu. Disana kau kan banyak menemukan lelaki yang tak merasa bersalah saat tak perjaka, juga wanita yang tak merasa takut setelah keperawananya terenggut. Mereka banyak menghabiskan waktu tuk kesenangan-kesenangan mereka, jika mereka mengajakmu tuk bersenang-senang, katakanlah bahwa kesenangan sejati hanyalah di akhirat.

Wahai anakku…


Disana kau kan menemukan wanita yang memamerkan tubuhnya agar dipandang mempesona, dan untuk itu mereka mngerahkan semua energynya. cukuplah bagimu jilbab sebagai perhiasan dan pelindungmu. Disana kau kan menemukan orang-orang yang menghabiskan uang tuk memuaskan nafsu konsumerisme, cukuplah bagimu dengan shodaqoh bagi mereka yg lebih membutuhkan darimu. Disana kau kan melihat banyak pasangan lelaki dan wanita yang bebas berbuat semaunya, mereka tetap baik dalam pandangan orang tua mereka karena memang mereka memperdayanya dan menghianati harapan orang tuanya saat mereka masih menjadi anak mungil yang menggemaskan. Semua itu karena mereka sama seperti kita belum pernah merasakan kematian. Biarlah, cukup bagimu Cinta Allah dan Rasulnya, meskipun semua temanmu membencimu.

Wahai anakku….


Keidupan disana tak seperti disini, di sini orang rela mengorbankan harta tuk menyelamatkan iman dan harga dirinya, disana kau kan menemukan orang-orang rela melepaskan hargadiri dan Imannya untuk mendapatkan harta. Jika disana kau melihat orang mengantri berjejal tuk mendapatkan barang2 dengan gaya terbaru, cukuplah bagimu mendapat makna baru dr setiap perjalanan hidupmu. Disana kau kan menemukan orang yang merasa bersalah saat tak mendapatkan majalah mode terbaru, cukuplah bagimu Hikmah dari ilmu yang kaupelajari.

Wahai anakku…


Tebarkanlah cinta di manapun kau berada, tapi waspadalah pada jenis cinta yang lain. Yaitu cinta yang membuat orang menjadi lupa, karena cinta terkadang membuat orang berbuat tidak adil terhadap diri dan kehidupanya. hati2 lah dengan cinta, sebab tidaklah kita mencintai sesuatu melainkan kita menjadi hamba dari sesuatu yg kau cintai itu. Cukuplah Bagimu kecintaan pada Tuhanmu, Rasulmu dan agamamu.

Wahai Anakku….


Cinta tak bisa kau hindari dan kadang tak terduga, jika kau harus mencinta, cintailah ia seperti Cinta Muhammad pada Khadijah, seperti cinta Ali pada fatimah. Janganlah kau mencintai sesuatu karena kecantikan fisiknya, sebab kecantikan lahir, tidak kekal adanya.
Janganlah kau berbuat seperti bulbul yang mencintai mawar karena kecantikanya, sebab di musim gugur, mawar kan melepaskan kelopaknya, dan semua orang menertawakan cintanya.
Hilangkan dari dirimu perasaan benci. Tapi jika itu benar susah tuk dihindari membencilah seperti kebencian Muhammad pada berhala, bencilah seperti kebencian Ali pada kejahiliaan.

Wahai Anakku…..


Janganlah kau bangga saat kau menghadiri atau dihadiri oarang2 kaya mereka kan memandangmu sebelah mata. Banggalah saat kau menghadiri dan dihadiri orang miskin dan teraniaya, sebau kau memberi sepotong rotipun, mereka kan mendo’akanmu dan do'a mereka didengar Tuhan.

Wahai Anaku….


hidup ini hanyalah permainan jangan kau terlalu berambisi mengejar dunia. Hidup ini adalah mimpi indah yang kan dipertanggungjawabkan, karena nanti saat semua dibangunkan mereka tak ubahnya seperti orang bangun dari tidur yang kebingungan. Hidup ini sangatlah singkat, sayang jika kau habiskan dengan kesenangan semu yang memang menipu.

Wahai anakku....


Kita berada dalam kapal kehidupan, persiapkanlah bekal yang cukup tuk kita hidup di pulau akhirat, karena lelah atau tidak, taat atau durhaka, kita akan mati juga. mereka yang lelah karena kebajikanya, saat mati semua kelelahan itu kan berakhir. mereka yang senang dengan dunia, kan berakhir juga kesenanganya. setelah itu mereka akan menuai apa yang disemainya selagi hidup di dunia

Wahai Anakku.....


aku berharap kau bisa menggapai cita-cita dan mendapat kesuksesan. kesuksesan itu prestasi mengagumkan, tapi sekiranya kesuksesan itu di dapat dgn melalaikan syari'ah Tuhan, buanglah semua itu. Kegagalan itu menyakitkan. tapi jika itu lebih membuatmu dekat dengan Tuhanmu, kegagalan itu lebih baik buatmu.

Wahai anakku.....


jangan mudah silau dengan kesuksesan orang lain, belum tentu itu membuatnya bahagia. juga jangan takut dengan musibah yang menimpamu, sebab belum tentu itu jadi derita.
Jangan kau sesali air pahit yang kau minum kemarin, jangan pula berkhayal anggur manis di esok ari, teguklah kesegaran air yang ada di depanmu, kesegaran air yang ada di hari ini

Wahai anakku…


Namamu diambil bukan dari nama orang-orang yang haus akan kesenangan dunia, tapi diambil dari nama orang-orang shaleh. Saat kalian kecil, kami selalu tersenyum dan senang melihatmu yang lucu. Saat itulah kami berharap, kalian kan tumbuh dewasa menjadi mawar yang menghiasi taman bunga kehidupan. Kini kalian sudah dewassa.

Wahai anakku….


Maafkan aku dan ibumu yang tak bisa berbuat banyak untuk kebahagiaanmu, tapi setiap malam kami selalu berdo’a untuk kalian, hanya pesan inilah yang bisa kuberikan pada kalian. Jika Nanti kami tlah tiada, kami berharap kalian bisa hidup dengan damai dan penuh kebahagiaan.


Top of Form

Bottom of Form

RENUNGI DAN SYUKURI..!


Artinya, ingatlah setiap nikmat Allah yang dianugerahkan kepada anda.
Karena Allah sudah memberikan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki anda. Bahkan dari anda belum lahir, masih dalam rahim ibu.

… Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya…


(QS Ibrahim : 34)
Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan ?
(QS Ar-Rahman : 13)
…Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin…
(QS Luqman : 20)

Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki yang masih lengkap. Anda diberi oksigen dengan gratis, air, pangan, pakaian, keamanan kesehatan, semuanya tersedia dalam hidup kita.


Anehnya anda sampai tidak benar-benar menyadarinya dan mengucapkan terima kasih. Apakah anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang biasa, padahal bisa patah dengan tiba-tiba atau bisa bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti?
Sadarilah betapa kurangnya diri kita manakala tertidur lelap, sedangkan saudara kita tidak bisa tidur karena tidak punya rumah. Saat kita makan dan minum walaupun dengan lauk tahu tempe, sedang yang lain memang tidak punya makanan minuman?
Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannnya Allah menjauhkan anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata anda yang tidak buta. Dan renungkan betapa sehatnya fungsi otak anda dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.
Apakah Anda bersedia menukar kedua mata atau kedua pendengaran dengan emas sebesar gunung ? Apakah anda mau menukar kedua tangan anda atau kedua kaki anda dengan untaian kalung mutiara dan berlian, sehingga kedua tangan atau kaki anda buntung ?
Begitulah sebenarnya anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi anda tidak menyadarinya. Anda masih saja resah, suntuk, sedih, dan gelisah. Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada atau khawatir akan mendapat musibah yang belum terjadi, sehingga anda lupa mensyukuri apa yang sudah ada. Maka pikirkan semua itu dan syukurilah !
Janganlah khawatir / stress karena hal-hal yang tidak mampu anda kerjakan, serahkan saja pada Allah SWT, bertawakkallah, tetapi khawatirkan hanya saat ini saja yang sebenarnya bisa anda lakukan sekarang ini tetapi tidak anda lakukan.

Dan, pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan.


(QS Adz-Dzariyat : 21)
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya…
(QS An-Nahl : 83)

Sumber : La Tahzan; DR ‘Aidh al-Qarni,, dll



http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs457.ash1/25134_103646089672344_103134439723509_56212_6804721_n.jpg

Yüklə 486,22 Kb.

Dostları ilə paylaş:
1   ...   4   5   6   7   8   9   10   11   12




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin