Bab I pendahuluan


BAB III METODOLOGI PENELITIAN



Yüklə 0,9 Mb.
səhifə3/9
tarix09.01.2019
ölçüsü0,9 Mb.
#94276
1   2   3   4   5   6   7   8   9

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Metode Penelitian

Metodologi penelitian berasal dari kata Metode yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan Logos yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan.

Dalam bahasa Indonesia penelitian merupakan suatu kata yang berasal dari kata ‘teliti’ yang artinya sesuatu yang dilakukan dengan cermat dan tidak sembrono atau gegabah tetapi dilakukan dengan hati-hati. Di lain hal bahwa penelitian diterjemahkan dari kata research yang berasal dari kata “re’ artinya kembali dan “to search” artinya ‘mencari’.

Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta dan menghasilkan dalil atau hukum45. Atau dapat dikatakan pula bahwa penelitian adalah suatu kegiatan untuk mecari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporan.

Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian penulis menggunakan metode deskriptif korelatif, dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif.



Metode deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan meningterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya, yang berkenaan dengan fakta, variabel atau kejadian yang terjadi saat penelitian berlangsung. Metode korelatif digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Selain itu penulis juga melakukan studi pustaka guna memperkuat dasar teoritis.

  1. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di SMP Islam Dewan Da’wah Tambun Selatan Bekasi yang merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang berbasis Islam dan menerapkan program Tahfidzul Qur’an yang terletak Jl. Kp. Bulu, Setiamekar Tambun Selatan, Bekasi – Jawa Barat 17510

  1. Waktu Penelitian

Dalam penelitian ini diperlukan waktu ± 6 bulan, yaitu mulai bulan Juni-November 2018
Tabel 3.1

Waktu Penelitian

Waktu & Kegiatan

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

Penyusunan Proposal






































































Seminar Proposal






































































Persiapan Penelitian






































































Penelitian






































































Pengolahan Data






































































Pembuatan Laporan









































































  1. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

  1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek dalam penelitian. Subyek penelitian merupakan sesuatu yang kedudukannya sangat sentral karena pada subyek penelitian itulah data tentang variabel yang diteliti berada dan diamati oleh peneliti46

Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah siswa kelas IX di SMP Islam Dewan Da’wah Tambun Selatan Bekasi Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah 50 siswa.



  1. Sampel

Sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sedangkan menurut Sudjarwo dan Basrowi sampel adalah sebagian populasi yang dipilih dengan teknik sampling untuk mewakili populasi47. Dengan demikian sampel adalah pengambilan sebagian dari seluruh populasi yang akan diteliti.

Sampel penelitian menurut Arikunto adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti48. Sedangkan Sampel penelitian menurut Sugiyono adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dianggap sebagai sumber data yang penting untuk mendukung suatu penelitian49.



Pada penelitian ini subjek yang diteliti yaitu siswa kelas IX SMP Islam Dewan Da’wah. Sampel penelitian ini ditentukan sebanyak 50 siswa atau seluruh siswa dari 2 kelas IX yang ada yaitu kelas IX A dan IX B dengan alasan karena populasi di bawah 100. Sesuai dengan pendapat Arikunto apabila populasi kurang dari 100, maka sampel diambil dari keseluruhan populasi yang ada sehingga disebut penelitian populasi.

  1. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Nonprobability yaitu studi (penelitian) populasi, yaitu meneliti seluruh anggota populasi.

  1. Variabel penelitian

Penelitian ini memuat dua variabel yaitu variabel (X) Kecerdasan Emosional dan variabel (Y) Kemampuan Menghafal Al-Qur’an

  1. Variabel X (Kecerdasan Emosional)

  1. Definisi Konseptual

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memotivasi diri dan bertahan untuk menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berfikir, berempati dan berdoa.

  1. Definisi Operasional

Kecerdasan emosional merupakan sesuatu yang mampu mempengaruhi sikap seseorang dalam kehidupannya sehari-hari, dimana seseorang mampu untuk mengatur suasana hati sehingga mampu menjalin hubungan sosial dengan baik.

  1. Variabel Y (Kemampuan Menghafal Al-Qur’an)

  1. Definisi Konseptual

Kemampuan menghafal Al-Qur’an adalah kinerja efektif seseorang untuk melafalkan dan membunyikan Al-Qur’an dengan tanpa melihat mushaf dan membacanya.

  1. Definisi Operasional

Kemampuan menghafal Al-Qur’an adalah kemampuan seseorang dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, dan mampu mengulang hafalan baik dari segi lisan maupun tulisan

  1. Teknik Pengumpulan Data

  1. Obesrvasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala-gejala yang ada pada objek penelitian. Observasi diartikan juga sebagai metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara langsung di lapangan serta pencatatan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki. Menurut Sugiyono observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis50

  1. Tes

Tes adalah serentet pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki data atau individu51. Dalam teknik ini jenis tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan menghafal Al-Qur’an adalah dengan menggunakan tes tertulis.

  1. Angket (Kuisioner)

Angket merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya sesuai dengan keadaan subjek yang sebenarnya tentang pribadinya, atau hal-hal lain yang ia ketahui52

Kisi-kisi instrumen dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut:



  1. Kisi-kisi instrumen variabel X (Kecerdasan Emosional)

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Instrumen Variabel X (Kecerdasan Emosional)

Indikator

Sub Indikator

No Butir Soal

Jumlah Soal

Positif

Negatif

Kecerdasan Emosional

Kesadaran Diri

1, 2, 3, 4




4

Mampu Mengelola Emosi

6, 7, 8 ,9

5

5

Memotivasi Diri

10, 11, 12

13

4

Empati

14, 15, 16




3

Menjalin Sosial dengan Orang lain

17, 18, 20

19

4

Jumlah







20



  1. Kisi-kisi instrumen variabel Y (Kemampuan Menghafal Al-Qur’an)


Tabel 3.3

Kisi-Kisi Instrumen Variabel Y

(Kemampuan Menghafal Al-Qur’an)

Indikator

Sub Indikator

No Item

Jumlah

Kemampuan menghafal Al-Qur’an

Pemahaman (mengenai surat Al-Ma’arij)

1,3,5,10,11,14

6

Tajwid

2,4,7,9,12,15,16,18,20

9

Tahfidz

6,8,13,17,19

5



  1. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokkan, sistematisasi, penafsiran, dan verifikasi data agar sebuah fenomena memiliki sebuah nilai sosial, akademis dan ilmiah53. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengurutkan data hasil angket

  1. Menentukan range dengan rumus:

R = ( H-L ) + 1

Keterangan:

R : Range/rentang

H : Nilai tertinggi

L : Nilai terendah

1 : Bilangan konstanta



  1. Menentukan banyaknya kelas dengan rumus sturges

K = 1 + 3,3 log N

Keterangan:

K : Banyaknya kelas

3,3 : Bilangan konstanta

N : Banyaknya data


  1. Menentukan panjang kelas dengan rumus

P =

Keterangan:

P : Panjang kelas

R : Rentang

K : Banyak Kelas


  1. Membuat tabel distribusi frekuensi masing-masing

variabel

  1. Membuat grafik histogram dan poligon

  2. Analisis tendensi sentral (ukuran gejala pusat) dengan

cara:

  1. Menghitung mean, dengan rumus:

Keterangan :

: Mean yang akan dicari

: Jumlah perkalian midpoint dan interval

: Jumlah frekuensi



  1. Menghitung median, dengan rumus:

Me =

Keterangan :

b : Batas bawah kelas median

p : Panjang kelas median

n : Banyaknya data

F : Jumlah frekuensi kumulatif sebelum batas bawah kelas yang mengandung median

f : Frekuensi kelas median


  1. Menghitung modus, dengan rumus:

Mo =

Keterangan :

b : Batas bawah kelas modus

p : Panjang kelas

b1 : Frekuensi kelas modus dikurangi kelas interval sebelum tanda

kelas modus

b2 : Frekuensi kelas modus dikurangi kelas interval sesudah tanda kelas

modus


  1. Membuat grafik distribusi frekuensi (histogram dan poligon)

  2. Menghitung standar deviasi, dengan rumus:

SD =

  1. Uji normalitas dengan langkah-langkah, sebagai berikut :

  1. Mencari harga Z, dengan rumus:

Z =

  1. Menghitung X² (Chi Kuadrat), dengan rumus :

Keterangan :

X² = Chi Kuadrat

Oi = Frekuensi observasi, yaitu banyaknya data yang termasuk pada suatu kelas interval

Ei = Frekuensi Ekspektasi = N x Luas Ztable



  1. Uji Linearitas, dengan cara:

Y = a + b x

  1. Analisis Regresi dengan rumus54:

a =

b =


  1. Analisis Korelasi (Corerrelation product moment) dengan rumus:

rxy =

Keterangan:

rxy = Angka indeks korelasi “r” product moment ( antara x dan y)

xy = Jumlah perkalian antara skor (x) dan skor (y)

∑x = Jumlah satuan skor (x)

∑y = Jumlah satuan skor (y)

N = Number of Cases ( Jumlah sampel)55

Dari rumus di atas maka diperoleh nilai korelasi (xy) kemudian r akan dikonsultasikan dengan nilai r dalam tabel product momen, sehingga dapat diketahui diterima atau tidaknya hipotesis yang diajukan. Interpretasi dengan menggunakan tabel harga kritik dari “r” Product Momen maka langkah yang diambil adalah :



Tabel 3.4

Interpretasi nilai koefisien korelasi “rproduct moment

Interval Koefisien

(Besar “r” product moment)



Interpretasi

0,00 – 0,20

Antara variabel X dengan variabel Y terdapat korelasi sangat rendah

0,20 – 0,40

Antara variabel X dengan variabel Y terdapat korelasi yang rendah

0,40 – 0,60

Antara variabel X deengan variabel Y terdapat korelasi yang sedang

0,60 – 0,80

Antara variabel X dengan variabel Y terdapat korelasi yang tinggi

0,80 – 1,00

Antara variabel X dengan variabel Y terdapat korelasi yang sangat tinggi



  1. Uji hipotesis atau uji signifikansi korelasi, dengan rumus56

t =

Keterangan :

t = t hitung yang akan dicari

r² = Hasil Koefisien Korelasi

n = Jumlah Responden

2 = Nilai Konstanta

1 = Nilai Konstan


  1. Menentukan t tabel dengan taraf signifikan 5%, dengan rumus:

T table = (1 – α) (dk)

  1. Menghitung besarnya variabel X terhadap variabel Y (koefisien determinasi), dengan rumus:

KD = r² x 100%

Keterangan:

KD = Koefisien determinasi yang ingin di cari

r² = hasil koefisien Korelasi

100% = Nilai konstan untuk menghitung prosentase


  1. Hipotesis Statistik

Hipotesis adalah dugaan sementara dari penelitian yang akan dilakukan

Ho: rxy=0 :Tidak ada hubungan yang positif antara variabel X (Kecerdasan Emosional) dengan variabel Y (Kemampuan Menghafal Al-Qur’an)

Ha: rxy>0 : Terdapat hubungan yang positif antara variabel X (Kecerdasan Emosional) dengan variabel Y (Kemampuan Menghafal Al-Qur’an)



Yüklə 0,9 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6   7   8   9




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2022
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə