Bahan konduktor



Yüklə 352,37 Kb.
səhifə3/7
tarix07.01.2019
ölçüsü352,37 Kb.
#91057
1   2   3   4   5   6   7

2.9.6. Regenerasi

Pencemaran minyak transformator seperti dijelaskan sebelum nya , tidak dapat benar benar dikeluarkan dengan cara cara seperti telah dijelaskan diatas . pencemaran akan lebih dapat dihilangkan dengan pemurnian khusus yaitu regenerasi . cara ini menggunakan cara absorben untuk regenerasi minyak transformator . dalam praktek , cara ini banyak digunakan pada pembangkit pembangkit tenaga listrik dan gardu gardu induk . Absorben adalah substansi yang siap menyerap produk yang di akibatkan oleh pemakain dan kelembaban pada minyak transformator . terdapat 2 cara untuk menambahkan absorben kedalam minyak transformator yaitu :

Minyak dipanaskan dan dicampurkan dengan absorben yang dipadatkan dan kemudian disaring. Cara atau metode ini disebut metode sentuhan.

Minyak yang telah dipanasin dialirkan melalui lapisan tipis dari absorben yang disebut metode filtrasi ( Penyaringan ).



Gambar 2-9 Termal siphon filter yang terhubung pada tangki transformator

Absorben yang digunakan untuk regenerasi kebanyakan produk buatan missal nya : silikagel , alumina , atau tanah liat khusus . tanah liat dalam hal ini dapat dipergunakan secara natural atau diaktifkan terlebih dahulu dengan asam sulfat , dengan pencucian yang seksama . penyaringan di isi dengan absorben yang jumlah nya 1 % dari berat minyak di dalam tangki . dengan demikian maka kapasitas filter tersebut tersebut tergantung pada ukuran tangki. Karena perbedaan suhu pada bagian atas dan bawah transformator, maka terjadilah sirkulasi minyak trasnformator secara alami. Dengan demikian maka proses regenerasi minyak berlangsung terus menerus sehingga kualitas minyak dapat selalu dipertahan kan.

2.10. Bahan-bahan isolasi cair lain

Minyak untuk kabel yang berisolasi kertas, dibuat kental daripada minyak transformator.

Terdapat pula bahan isolasi kabel yang diimpregnasi dengan minyak yang kekentalannya rendah dengan pemurnian yang tinggi yaitu kabel untuk tegangan ekstra tinggi yang diisi minyak.

Ada pula isolasi cair sintesis yang juga digunakan pada teknik listrik. Isolasi cair sintesis yang banyak digunakan adalah cairan yang berisi Chloor (hidrokarbon seperti difenil C10H12) dimana 3 sampai 5 atom hydrogen diganti dengan atom Chloor. Bahan-bahan ini diantaranya adalah : sovol, askarel, araclor, pyralen, shibanol.

Sovol adalah cairan yang agak kental, tidak berwarna. Massa jenisnya jauh lebih besar dari minyak transformator yaitu 1,5 g/cm3. Tegangan tembus sovol kurang lebih sama dengan dengan minyak transformator yaitu ± 20 kv/cm, sedangkan permitivitasnya lebih tinggi.

Bahan sovol ditambah sedikit dengan Trichlorobenzena (C8H3CL3) untuk mengurangi kekentalannya diperoleh bahan baru yang bernama sovtol.

Salah satu manfaat sovol dan sovtol adalah karena pencampuran uapnya dengan udara tidak terbakar dan tidak menyebabkan ledakan. Karena itu transformator yang diisi dengan sovtol tidak mempunyai resiko kebakaran dan dapat dipasang didalam ruangan jika transformator minyak biasa tidak memungkinkan dipasang.

Sovol dan sovtol tidak dapat digunakan untuk bahan isolasi pada pemutus, karena akibat adanya busur api pada waktu terjadinya pemutusan akan menghasilkan karbon. Kekurangan yang lain, bahan ini adalah beracun, karena itu jika menggunakan bahan ini harus diimbangi dengan ventilasi yang baik.

Bahan lain adalah minyak silicon. Bahan ini harganya lebih mahal dari minyak transformator. Tetapi mempunyai kelebihan antara lain sudut kerugian dielektrik kecil, higroskopisitasnya dapat diabaikan dan resistivitas panasnya relative tinggi.

2.11. Bahan isolasi beserat

Kebanyakan bahan ini ( benang,kain, pita) struktur seratnya mudah dilihat, sedangkan pada kayu dan kertas, untuk memeriksa strukturnya perlu menggunakan mikroskop.

Kelebihan dari bahan berserat adalah : mempunyai fleksibilitas yang baik, kekuatan mekanis yang tinggi, mudah diproses dan murah harganya.

Kekurangannya adalah : higroskopis dan tegangan tembusnya rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, bahan-bahan berserat yang akan digunakan sebagai pengisolasi perlu diimpregnasi. Bahan berserat asli tergolong bahan isolasi kelas Y sedangkan jika sudah diimpregnasi menjadi kelas A.



2.11.1. Kayu

Kayu banyak digunakan sebagai isolasi sejak perkembangan teknik listrik, karena mudah didapat, murah dan mudah diproses. Kayu yang sudah diproses mempunyai sifat mekanik yang cukup baik dan tidak terlalu berat. Kekuatan tariknya berkisar antara 700 hingga 1300 kg/cm2., massa jenisnya berkisar antara 0,5 hingga 1 g/cm3

Kayu yang akan digunakan sebagai isolator selain diimpregnasi juga perlu diberi antiseptic agar tahan terhadap peluruhan dan dilapisi dengan antipirin agar tidak mudah terbakar.

2.11.2. Kertas

Kertas atau karton adalah termasuk bahan berserat yang seratnya pendek. Kertas dan karton pada dasarnya adalah selulose (C6H10O5) atau asetat. Dibuat dari merang atau bambu atau kayu menggunakan proses kimia dengan cara menjadikannya bubur kertas (pulp) terlebih dahulu.

Kertas yang digunakan untuk bahan isolasi selulosenya digodok dengan senyawa alkali. Sifat dari selulose alkali dibanding dengan kertas biasa adalah secara mekanis lebih kuat dan lebih tahan terhadap panas.

Pemakaian kertas atau karton untuk bahan isolasi listrik antara lain sebagai :

- bahan isolasi kabel

- kertas telepon

- penyaringan minyak tranformator

- kertas kapasitor

Ada pula jenis kertas lain yaitu kertas mika. Kertas ini dibuat dari serat katun atau jenis lain dari substansi tumbuhan serat panjang.Kekuatan tarik kertas ini ke arah memanjang adalah lebih besar ke arah melebar.kertas mika juga diperkuat dengan vernis.

2.11.3. Bahan isolasi dari tekstil

Tekstil secara mekanis adalah kuat khususnya untuk mengikat dan tidak terjadi penyusutan yang berarti jika terkena lembab. Namun tegangan tembusnya lebih rendah dibanding kertas.

Banyak tekstil sintetis yang digunakan sebagai bahan isolasi karena mempunyai beberapa keuntungan antara lain : kekuatan mekanis, elastisitas dan ketahan terhadap panas yang tinggi, higroskopisitas yang rendah dan lebih stabil terhadap pengaruh kimia.

Serat sintetis yang paling penting diantaranya adalah :serat poliamid ( yaitu : nilon, kapron , silon, dederon ), serat polyester ( yaitu : lasvan, terilin, tetron, dakron), serat-serat yang terbuat dari polistirin, pvc, atau politetraflouroethilen.

Suatu hal yang perlu diperhatikan pada bahan berserat yaitu panjang pemutusan (rupture-length). Panjang pemutusan adalah panjang rentangan suatu bahan yang menyebabkan bahan tersebut patah atau putus secara mendadak disebabkan oleh berat bahan itu sendiri.

Besarnya panjang pemutusan adalah :



………………………………………………………………………………. (2-11)

L = Panjang pemutus (m)

Ps = kuat tarik pemutus (gr)

f = faktor

besarnya faktor (f) adalah merupakan perbandingan panjang bahan terhadap beratnya yaitu :

…………………………………………………………..………………………..(2-11)

I = panjang bahan (m)

G = berat bahan (gr)

Dibeberapa Negara ketebalan sutera dan bahan-bahan sintetis dinyatakan dengan titer yaitu berat bahan-bahan sintetis dalam gram setiap panjang bahan 9000 meter. Dengan demikian hubungan titer (T) dengan faktor (f) adalah :



…………………………………………………………………….…..(2-12)

dari sini tampak bahwa semakin besar titer suatu bahan makin tebal bahan tersebut. Diantara bahan-bahan yang digunakan pada teknik listrik adalah seperti ditunjukan pada tabel dibawah



Tabel 2-3

Beberapa bahan tekstil untuk isolasi listrik

Nama bahan

Tebal (mm)

A. Katun

- Chifton

- Cambric

- Cambric muslin dan calico kasar

B. Sutera

- Florentin

- Flourard

C. Pita katun

- Plester

- Calico


- Cambric

0,15

0,12


0,4

0,08


0,07

0,45 ± 0,02

0,22 ± 0,02

0,12 ± 0,01



2.11.4. Bahan berserat anorganik

Salah satu kelebihan bahan berserat anorganik adalah ketahanannya panas lebih tinggi. Jenis bahan isolasi anorganik berserat ada 2 adalah yaitu : asbes dan fiberglass. Kristolin atau serpentin dengan komposisi kimia 3 MgO.2 Si O2. 2 H2 O adalah jenis asbes yang paling umum digunakan sebagai bahan isolasi.

Asbes dapat diperoleh dari batu-batuan. Panjang serat-serat tersebut tergantung ukuran jalurnya yang berkisar satu hingga beberapa centimeter. Makin panjang serat suatu asbes, makin tinggi mutunya dan makin mahal harganya.

Serat asbes yang ditemukan pada batu-batuan (tambang) pada umumnya dalah pendek. Pada suhu 300-4000 asbes dianggap tidak mengalami perubahan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi lagi kandungan airnya akan hilang dan kekuatan mekanisnya akan menurun .

Hal yang menyebabkan asbes tahan terhadap suhu tinggi adalah karena pori-porinya mudah dimasuki udara sehingga konduktivitas panasnya rendah. Asbes akan meleleh pada suhu 11500. Bahan-bahan asbes tidak digunakan di atas 1000 volt karena kemampuan isolasinya jelek.

2.12. Bahan isolasi mineral

Bahan isolasi mineral yang di maksud di sini adalah bahan-bahan yang diperoleh dari tambang dan digunakan sebagai isolasi pada ikatan kimia atau keadaan alaminya tanpa proses kimia atau termal sebelumnya.



2.12.1. Mika

Mika adalah salah satu bahan isolasi mineral yang sangat penting karena memunyai resistansi serta kekuatan mekanik yang tinggi, tahan panas dan tahan terhadap pengaruh uap air disamping mempunyai elastisitas yang bagus.

Mika digunakan sebagai isolasi pada mesin-mesin besar dengan tegangan kerja yang tinggi, misalnya: generator turbo, generator hidro pada pembangkit, motor-motor traksi. Juga dapat digunakan untuk kaca penjenguk pada tungku-tungku untuk melihat bagian dalam dari tungku.

Mika adalah mineral dengan kristal monoklin yaitu kristal yang sumbu-sumbu ruangnya (x,y,z) sama panjang, dan dengan sumbu antara sudutnya sama yaitu .

Terdapat eberapa macam mika. Diantaranya mika yang umum dijumpai adalah Muscovit dengan rumus kimia ( ) dan flogopit ( 6MgO ). Sifat pengisolasian dari muskovit lebih baik dibandingkan dengan flogopit. Demikian pula dengan sifat mekanisnya.

Perbandingan keduanya dapat dilihat pada tabel 2-4

Tabel 2-4

Perbandingan sifat kelistrikan Muskovit dengan flogopit



Jenis mika

Resistivitas(ohm.cm)

Tan 104 f=50Hz

muskovit

10.14 – 10.16

150

flogopit

10.13 – 10.14

500

Kurva tegangan tembus sebagai fungsi ketebalan dari muskovit dan flogopit dapat dilihat pada gambar 2-10.


kV/mm

mm
mm

Gambar 2-10 Tegangan tembus = fungsi (ketebalan) pada Muskovit

Tegangan tembus dari muskovit adalah bertambah untuk ketebalan yang lebih tipis. Dengan kata lain, tegangan tembus dari mika jenis muskovit adalah tidak berbanding lurus dengan ketebalannya.

Permitivitas mika adalah 5 hingga 10. Sifat-sifat pengisolasian mika searah panjangnya adalah makin rendah dibanding dengan ke arah melintangnya.sebagai contoh : resis-tivitas volume paling redah adalah ohm-cm, sedangkan tan Ə naik hingga 0,1. Muskovit memiliki ketahanan abrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan flogopit. Sifat ini penting untuk menentukan pemilihan bahan isolasi bagian-bagian yang bergerak, misalnya komutator.

Pada suhu yang tinggi komposisi air yang terkandung di dalam mika akan menguap sehingga sifat mekanis dan elektrisnya berubah. Pada suhu hingga C susunan kristal mika berubah dan mulai meleleh.

Mika biasanya diperoleh secara alami bersama-sama dengan mineral lainnya seperti kuarsa. Sering juga ditemukan sebagai jalur sepanjang 2 sentimeter hingga beberapa meter pada pegmatit.

Pegmatit adalah merupakan sumber bahan yang murah untuk pembuatan muskovit komersial.

Setelah diadakan penambangan, mika mentah ditingkatkan kualitasnya, dipotong dan dibersihkan dari bahan ikutan lainnya. Biasanya dipotong dengan ukuran luas tertentu di bawah 1. Ketebalan standar adalah 0,01 hingga 0,03 mm.



2.13.2. Mikanit

Mikanit adalah mika yang diikat dengan sirlak atau gliptal sehingga ukurannya dapat dibuat sesuai dengan yang dikehendaki. Seringkali pada salah satu sisi mikanit dilapisi dengan kertas atau kain dengan tujuan mendapatkan kekuatan mekanis yang lebih tinggi atau untuk menjaga agar tidak terjadi keretakan ketika dibengkokkan.

Beberapa mikanit sesuai degan penggunaannya:

a.Mikanit Komutator

Mikanit ini digunakan untuk bahan isolasi antara lamel-lamel pada komutator mesin dc. Mikanit komutator mengandung bahan pengikat maksimum 4%, mempunyai massa jenis 2,4 hingga 2,6 gram/cm3. Secara mekanis mikanit ini adalah kuat karena pada waktu pengerjaannya digunakan tekanan tinggi, mengandung sedikit resin, tahan aus walaupun mendapat tekanan yang tinggi dan suhu kerjanya hingga C.

Kontraksi mikanit pada suhu C tidak lebih dari 9% dengan tekanan hingga 600kg/cm2.

b.Mikanit Lempengan

Lempengan mikanit diproduksi dari muskovit atau flogopit atau dari paduan keduanya dengan bahan pengikat sirlak atau gliptal. Untuk keperluan pembuatan lempengan tersebut kandungan mikanya dibuat 75 hingga 85% sedangkan bahan pengikatnya adalah berkisar 15 hingga 20%.



c. Mikanit Cetakan

Mikanit ini dibuat dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan kebutuhan. Cara pembentukannya ialah dengan dipanasi, kemudian dicetak sebelum didinginkan. Aplikasinya antara lain : pengisolasi antara poros dengan komutator, antara poros dengan intirotor. Mikanit cetakan dipabrikasi dengan ketebalan 0,1 hingga 0,5 mm dengan bahan pengikat sirlak atau gliptal dengan komposisi bahan pengikat 8 hingga 25% dan sisanya adalah mikanya.



d. Kertas Mika

Ini merupakan satu jenis dari mikanit cetakan. Salah satu sisinya dilapisi dengan kertas setebal 0,05 hingga 0,06 mm. Aplikasinya adalah untuk membuat isolasi yang keras pada belitan jangkar mesin tegangan tinggi. Kertas mika dibuat dari muskovit atau flogopit dengan bahan pengikat sirlak atau resin sintesis. Kertas mika dipabrikasi dengan bentuk gulungan selebar 0,4 meter dan dengan tebal 0,15 hingga 0,3 mm.



e. Mikanit Fleksibel

Mikanit jenis ini pada suhu kamar dapat dibengkokkan tanpa pemanasan lagi. Aplikasinya antara lain adalah untuk penyekat fleksibel, isolasi alur pada mesin listrik. Mikanit fleksibel diproduksi dalam bentuk lempengan dengan ketebalan 0,15 hingga 0,6 mm, yang terbuat dari muskovit atau flogopit yang dilapisi dengan minyak vernis bitumen atau dilapisi dengan vernis minyak gliptal. Ada pula mikanit fleksibel yang dikedua sisinya dilapisi kertas dengan ketebalan 0,2 hingga 0,5 mm. Komposisi mika pada mikanit yang tanpa pelapis kertas adalah 75 hingga 90 % sedangkan yang dilapisi kertas sekitar 50%.



f. Pita Mika

Ini merupakan salah satu macam dari mikanit fleksibel. Pita mika ini dibuat dari muskovit atau flogopit dilapisi dengan vernis, baik vernis hitam atau vernis jernih. Pita mika diberi warna cerah yang memiliki ketahanan terhadap panas yang lebih tinggi, aplikasinya terutama untuk isolasi belitan rotor pada generator turbo. Sehingga sering kali pita mika disebut “pita mika rotor”.

Proses pemotongan lembaran mika menjadi pita ditunjukkan pada gambar 2-11. Pertama kali mika digulung pada penggulung 1, kemudian dilewatkan penggulung yang lebih halus yaitu 2, dipotong dengan pisau 3 dan terakhir digulung pada penggulung 4. Pisau 3 ada 2 macam yaitu pisau cakram dan pisau slindris.

Gambar 2-11 Diagram pemotongan lembaran menjadi pita mika

Ada pula salah satu jenis mika yang disebut Samika. Garis besar pemrosesannya adalah sebagai berikut : scrap mika dipanaskan hingga suhu 8000 C, setelah itu direndam kedalam larutan soda dan selanjutnya dimurnikan dengan asam chloride atau asam sulfat encer. Selanjutnya mika yang sudah melar (mengembang) bersama – sama dengan airnya diangkat dijadikan bubur untuk kemudian dijadikan kertas mika tebal dan kemudian dipabrikasi dengan mesin pembuat kertas mika. Hasilnya ialah Kertas Slyudinit atau Kertas Samika.

Kesimpulanya ialah perlu diingat penggunaan bahan pengikat dari bahan organik, karena mika tergolong bahan isolasi C dan H, maka bahan pengikatnya maupun pelapisnya hendaknya sesuai dengan kelasnya.



2.12.3. Bahan isolasi mineral lain

a. Marmer

Marmer memiliki ikatan kimia seperti halnya batu kapur yaitu CaCo3, tetapi sifat fisiknya berbeda. Marmer lebih keras daripada kapur dan dapat dipoles hingga mengkilap. Proses pemolesan permukaan marmer adalah bertahap yaitu : pertama dipoles dengan cakram karborundum, kemudian dengan batu asah dan terakhir menggunakan cakram berlapis kain pemoles dan bubuk hijau (chromium oksida) sebagai bahan tambahan pada pemolesan terakhir. Marmer memiliki massa jenis paling rendah 2,6 g/cm3 , makin tinggi kepadatannya makin tinggi massa jenisnya, makin kecil kristalnya, maka makin tidak higroskopis, dan makin baik hasilnya jika dipoles. Jika ingin mendapat marmer yang kemampuan listriknya baik, marmer perlu diimpregnasi dengan prafin, polistirin, bitumen, minyak, dan sebagainya. Sifat marmer ialah regas dan sensitif terhadap asam. Warnanya putih atau abu-abu atau kuning atau kemerahan. Jika dipanasi pada suhu tinggi kemudian didinginkan maka marmer akan retak.



b. Batu tulis

Warnanya abu-abu kehitaman, strukturnya berlapis-lapis sehingga mudah dibentuk sebagai papan. Aplikasinya yaitu pada panel PHB. Batutulis lebih mudah pecah dibanding marmer, tidak dapat dipoles, sifat kelistrikan dan higroskopisitasnya dibawah marmer, tetapi tahan terhadap asam dan panas. Massa jenisnya ialah berkisar 2,7 hingga 2,8 g/cm3.



c. Klorida

Bahan ini rupanya berwarna abu-abu yang memiliki sifat kelistrikan dan kekuatan mekanis dibawah batutulis. Karenanya bahan ini mudah dipotong, digergaji, dan dibor. Klorida padat sangat higroskopis. Jika ingin digunakan sebagai isolator harus terlebih dahulu diimpregnasi dengan resin. Contoh : bakelit yang dicairkan, sifat kelistrikannya dan kekuatan mekanisnya naik tetapi sebaliknya higroskopisitasnya menurun.



2.13. Kaca dan Porselin

2.13.1. Kaca

Kaca adalah substansi yang dibuat dengan pendinginan bahan-bahan yang dilelehkan, tidak berbentuk kristal tetapi tetap pada kondisi berongga. Kaca pada umumnya terdiri dari campuran silikat dan beberapa senyawa antara lain hiungga : borat, pospat. Kaca dibuat dengan cara melelehkan beberapa senyawa silikat (pasir), alkali (Na dan K) dengan bahan lain (kapur, oksida timah hitam). Massa jenis kaca berkisar antara 2 hingga 8,1 g/cm3 , kekuatan tekannya 6000 hingga 21000 kg/cm2 , kekuatan tariknya 100 hingga 300 kg/cm2 . Karena kekuatan tariknya relatif kecil, maka kaca adalah bahan yang regas. Walaupun kaca merupakan substansi berongga, tetapi tidak memiliki titik leleh yang tegas, karena pelelehannya adalah perlahan-lahan ketika suhu pemanasan dinaikkan. Titik pelembekan kaca berkisar antara 500 hingga 17000 C. Makin sedikit kandungan SiO2 nya makin rendah titik pelembekan suatu kaca. Contoh lain dengan muai panjangnya, makin banyak kadar SiO2 yang dikandungnya akan makin kecilnya. Muai panjang berkisar 5,5 . 10-7 hingga 150 . 10-7 per derajat celcius. Pada pabrikasi kaca, asam fluoride digunakan untuk membuat kaca embun. Kaca yang digunakan untuk teknik listrik pada suhu normal diperlukan syarat-syarat lain : resisistivitas berkisar antara 108 hingga 1017 Ω - cm, permitivitas relatif berkisar antara 3,8 hingga 16,2, kerugian sudut di elektriknya (tan ð) 0,0003 hingga 0,01, tegangan break-down 25 hingga 50 kV/mm. Kaca silika memiliki sifat kelistrikan yang baik, pada suhu kamar besar resistivitasnya ialah 107 Ω-cm, €r 3,8 dan tan ð pada 1 M Hz adalah 0,0003. Jika kaca ditambahkan natrium atau kalium, maka resistivitasnya akan turun, dan tan ð nya akan naik sedikit.

Seringkali oksida logam alkali ditambahkan pada pembuatan kaca dengan tujuan agar sifat-sifatnya kaca menjadi lebih baik. Fungsinya oksidasi tersebut ketika dimasukkan sebagai pemurnian bahan-bahan mentah. Keberadaan natrium lebih baik dibandingkan kalium keberadaanya dalam kaca, karena ion Na ialah sangat kecil ukurannya dan mudah bergerak didalam medan listrik. Karena itulah sebabnya mengapa Na dapat menambah konduktivitas kaca.

Perbandingannya antara Na dan K pengaruhnya dalam kaca dapat ditunjukkan pada Gambar 2-12





Gambar 2-12 Resistivitas sebagai fungsi komposisi (%) Na2O dan K2O

2.13.2. Pabrikasi dan peningkatan kualitas

Kaca dibuat dengan cara mendinginkan secara cepat beberapa bahan yang dilelehkan atau kristalisasi. Dan dinamakan devritrikasi.Pendinginan yang cepat diikuti dengan naiknya kekentalan substansi atau pembentukan kekentalan kristal.

Pabrikasi kaca diawali dengan pemotongan, penghalusan, dan pengcampuran bahan” mentahantaralain :pasirsilika (Si02),soda(Na2CO2), kapur(Ca CO2), kalsium magnesium karbonat (CaCO3 . Mg CO3) borak (Na B4O7), asamborik (H3BO3), minium(Pb3o4), tanahkaloindanfeldsar. Semuabahan di fusikan.

Kaca dapat dilelehkan dalam suatu wadah yang daya tampungnya 2 ton bahan mentah.Setelah bahan tersebut meleleh, ( bahan yang mudah menguap hilang dengan sendirinya) maka terjadi reaksi antara komponen-komponen pembentuknya. Kaca dalam keadaan lunak disebut metal.

Selanjutnya metal dihaluskan kembali tidak lama sebuah tangki khusus. Dari tangki ini kaca diambil untuk di bentuk.

Karena kaca kental adalah kenyal, sangat mudah dibentuk yaitu dengan: peniupan (misalnya : bola lampu, piranti gelas reaktansi), penarikan(mialnya : tatakan gelas, pipa, dan tabung atau dengan penekanan dan pencetakan. Kaca yang masih panas disolder dengan baik satu sama lain sepertilogam. Umumnya kaca di produksi dengan bentuk datarantara lain ;kaca jendela dan bentuk kemasan :P botol, bola lampu.

Setelah pembentukan, kaca didinginkan perlahan-lahan dalam sistem anealing, dilakukan di dalam oven yg panjang dan disebut lehr.Pendingingan perlahan-lahan ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi thermal dalam.Rengangan kemungkinan besar dapat menyebabkan retaknya kaca ketika terjadi pendinginan.

Kaca dingin dapat direkayasa yaitu dengan pemotongan menggunakan intan pemotong, pembubutan, perataan, pengeboran (mata bornya adalah ekstra keras misalnya: pobedit atau dengan bor perunggu mengunakan abrasip), kaca juga dapat di poles.




Yüklə 352,37 Kb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6   7




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2022
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə