Delajjam karya Rido Amilin H. E para pelaku pelaku panggung / aktor



Yüklə 270,42 Kb.
səhifə6/6
tarix27.12.2018
ölçüsü270,42 Kb.
1   2   3   4   5   6

BUJANG KURAP: Bila kau mampu mencabut lidi yang kutancapkan itu, maka aku akan menyerahkan kepalaku, dan kau akan memiliki putri sayati. Tapi bila engkau gagal mencabut lidi-lidi itu, segerlah engkau mecabut mandaumu dengan kehormatan sebagai pendekar sejati.

LATUSKO KAMAL: Baiklah itu tawaran yang sangat menarik. (MENCABUT LIDI)

(RAJO KEDATUAN BERUSAHA MENCABUT LIDI DENGAN KEKUATAN DAN ILMU-ILMUNYA NAMU IA GAGAL).



BUJANG KURAP: Lihatlah betapa kuatnya Rajo kedatuan Kubu. Bahkan mencabut tiga batang lidipun ia tidak berdaya. Rajo waktumu sudah tamat.

LATUSKO KAMAL: Belum tamat bujang kurap, kaulah yang tamat. Aku masih memiliki algojo-algojo dan Panglimaku yang setia. Panglima Siden cabutlah.

OBANDA SIDEN: Ampun tuanku rajo. Kami tidak terlibat dalam pertandingan ini, sebagai seorang lelaki sejati kita di larang ikut campur perjanjian seseorang pendekar. Kami beri engkau penghargaan setinggi-tingginya. Lakukanlah atas nama pendekar.

BUJANG KURAP: Lakukanlah wahai Rajo. Engkau sudah selesai!

LATUSKO KAMAL: Aku tidak menghiraukan itu, majulah engkau.

RAJO DAN BUJANG KURAP BERADU SILAT. HINGGA SESEKALI BUJANG KURAP TERSUNGKUR. NAMUN HINGGA AKHIRNYA BUJANG KURAP BERHASIL MENUSUK SEBILAH PISAU DI TUBUH RAJO KAMAL HINGGA IA MATI.



PUTRI SAYATI: Kak Dulfatfih kau menyelamatkan nyawaku, ku kak.

BUJANG KURAP: Aku tidak apa-apa putri.

OBANDA SIDEN: Hari ini Rajo kedatuan sudah di tunduki oleh seseorang, maka dengan ini yang telah menduduki tahta adalah seseorang merubuhkan Rajo Kamal. Sambutlah Rajo kedatuan beselang. Bujang Kurap.

ORANG-ORANG: Bujang.. bujang.. bujang…

USEN CANGOK: (TIDAK SENANG)

PUTRI SAYATI TERJATUH DARI KURSINYA. MULUTNYA KELUAR DARAH.



BUJANG KURAP: Putri, ada apa dengan mu. Aku telah kembali putri. Siden panggilkan Tabib.

PUTRI SAYATI: Tidak perlu, aku tidak akan dapat di obati. Aku tahu kau akan kembali kasih. Aku tahu itu. Aku sudah menanti kedatanganmu sudah sangat lama kakak.

BUJANG KURAP: Apa yang kau katakan, kau jangan meninggalkan aku putri, kau akan selamat.

PUTRI SAYATI: Tidak kakak. Sebelum aku berhias memakai baju pengantin. Aku telah mengatakan pada diriku. Bahwa aku tidak akan di sentu oleh lelaki lain kecuali dirimu. Aku telah menelan racun kemeleng itam, racun itu sudah bekerja pada tubuhku. Kau jangan menangis kakak. Kau sudah menyelamatkanku. Aku sangat mencintaimu kak. Kau selalu ada dalam hatiku.

BUJANG KURAP: Dik sayati. Jangan pergi dik. Akak menunggumu sudah sangat lama dik. Kini kakak kembali disini untukmu. Kau akan sembuh dik. Jangan pergi dik. Siden….

OBANDA SIDEN: Ini tuan obat penangkalnya.

BUJANG KURAP: Dik sayati bertahanlah dik. (MENGELUARKAN KESAKTIANYA, DENGAN MENOTOK KEDUA TANGANYA KE BAHU PUTRI SAYATI).

OBANDA SIDEN: Tuan putri sudah tiada.

BUJANG KURAP: Tidak dia pasti selamat (MENANGIS DI TUBUH PUTRI, PUTRIPUN TERBATUK)

PUTRI SAYATI: Kak Dulfatih. Kau menyelamatkanku kak.

BUJANG KURAP: Dik kau selamat dik. berdirilah. Dik Sayati apakah kau benar tulus mencintaiku dik. Dengan setulus hatimu yang suci itu?

PUTRI SAYATI: Tidak di ragukan lagi kak. Cintaku tidak akan pernah padam hingga aku mati. Ia akan bersemi pada hati-hati lelaki dan wanita yang merasakan indahnya cinta sejati. Ia akan terkenang dalam aliran sungai. hanya engkaulah kak.

(TUBUH BUJANG KURAP BERPUTAR-PUTAR, IA TERJUN DI DALAM DERUM AIR TUUJU WARNA, HINGGA KUTUKANYA HILANG).



OBANDA SIDEN: Untuk kehormatan pada Rajo baru kita, aku Panglima Perang memberi hormat untukmu Rajo Kedatuan. Rajo Dulfatiih.

(ORANG-ORANG MEMBERI HORMAT PADA DULFATIH).



DULFATIH: Terimakasih terimakasih, oh Dik Sayati aku telah kembali karenamu dik. Engkaulah yang menghapus semua kurapku, engkaulah obatnya.

OBANDA SIDEN: Marilah kita sambut Rajo baru di kedatuan, dengan melangsungkan pernikahan mereka berdua. Penghulu mulailah acaranya.

PINGAO: Io Panglima.

(PENGHULU MULAI MENGIKAT DULFATIH DAN SAYATI. HINGGA MEREKA RESMI MENAJDI SEPASANG SUAMI ISTRI, OBANDA SIDEN MEMBERI SELAMAT, JUGA USEN CANGOK).



OBANDA SIDEN: Tuan rajo, selamat untuk kalian berdua.

USEN CANGOK: Oh. Alangkah bahagianya. Selamat Dik, selamat atas semuanya. Aku berharap tahta ini akan menjadi lebih baik saat engkau menjadi RajonyaDik Dulfatih, kemarilah.(MEMELUK DULFATIH, DIAM-DIAM MENUSUK BELATI DI DADANYA)

PUTRI SAYATI: Akak….

USEN CANGOK: (TERTAWA) Tidak semuda itu, tidak semuda apa yang kau bayangkan untuk menduduki tahta kedatuan. Sepuluh tahun aku menunggu untuk berdiri di tahta kedatuan. Sepuluh tahun itupulah aku menderita. Kini engkau memberi jalan yang sangat mudah bagiku dik Dulfatih. (TERTAWA)Panglima. Kapan kau akan mengikrarkan bahwa aku adalah raja baru di kedatuan ini.

OBANDA SIDEN: Tapi..

USEN CANGOK: Kau masih bingung untuk merangkai kata-katanya. Kalau begitu biarlah aku saja. Dengan segala hormat aku umumkan bahwa Rajokalian adalah USEN CANGOK. Berilah salam (TERTAWA)

DULFATIH: Dik, pergilah jauh-jauh dari kedatuan ini, pergilah kerumah Nek Rokiah, tunggulah di sana. Jika sesuatu terjadi jangan lupa segerala naik ke atas perahu.

PUTRI SAYATI: Tidak kak, aku tidak akan meninggalkanmu disini. (MENCABUT BELATI DI DADANYA LALU MENUSUKAN KE TUBUHNYA SENDIRI)

DULFATIH: Dik Sayati,…..

PUTRI SAYATI: Kak Dulfatih, meskipun kita tidak bahagia di dunia ini. Aku yakin kita akan bahagia di alam lain kak. (MATI)

DULFATIH: Dik sayati..

USEN CANGOK: Oh.. begitu mengiris kata-katamu dik. Lihatlah sepasang cinta abadi yang sedang mengikat cinta dengan darah dan air mata. (TERTAWA)

DUFATIH: Kau akan tamat Usen. (MERANGKAK MENGAPAI LIDI, LALU IA MENCABUTNYA, SETELAH ITU DULFATIH MERANGKAK KE PUTRI SAYATI YANG SUDAH MATI, PELAN-PELAN IA MENGENGGAM TANGANYA, SETELAH ITU MATI).

USEN CANGOK: Seorang Rajo tidak akan cepat tamat Dulfatih, kecuali Rajo yang bodoh sepertimu.

AIR KELUAR DENGAN CEPAT, HINGGA MEMBUAT SEMUA ORANG TENGGELAM DI KEDATUAN, DAN MENENGELAMKAN SATU DUSUN SUNGI JERNIH.



SELESAI SUDAH


PROFIL

NamaLengkap :RIDO AMILIN

NamaPanggung :JIMBOY

Agama : Islam

TempatLahir : MuaraRupitProv, Sumatera Selatan.

TanggalLahir : 29 Mei 1991

Zodiak : Skip

Hobi : Mengaji, Berburu, BernyanyiDll




c:\users\samsung\downloads\14081033_1420188191341042_911294545_n.jpg

BIOGRAFI

Rido Amilin H,e lahir di Sumatera Selatan pada tanggal 29 Mei Sembilan Belas Sembilan Satu. Di Kabupaten Musirawas Utara Kecamatan Muara Rupit. Ia adalah seorang lelaki tulen yang memiliki nama panggung Jimboy untuk di Tatar Sunda. Sedangkan di pulau Sumatera Sendiri nama panggung di skip. Pemuda bertanah air Indonesia ini berasal dari Pulau Sumatera Selatan ia di lahirkan dari pasangan suami istri, Tn Hasan Basridan Nn Erniza. Ia adalah anak kedua dari enam bersaudarah.

Sejak tahun 2012 lalu ia masuk ke Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Sekarang sudah berganti identitas yaitu Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.Mengambil jurusan SENI TEATER di ISBI Bandung. Sejak lama mengeluti kesenian di kampus Isbi Bandung, Rido Amilin akhirnya menentukan sikap untuk lebih memilih mengambil penulisan lakon sebagai minat akhirnya. Sebelum mengambil minat akhir Penulisan Lakon. Sebelum memutuskan untuk mengambil minat penulisan, Rido Amilin sudah banyak menulis naskah lakon teater, Cerpen, Skenario Film dan puisi. Salah Satu karya Cerpen Rido Amilin yang dimuat di Pers Daun Jati yaitu cerpen “Sungai Tenang” di muat pada tahun 2015. Selain itu cerpen yang berjudul “Perempuan Gelap” di muat di salah satu penerbit Wonosobo. Dan karya-karya tulisannya yang lain-lain.

Selain Menulis ia juga memiliki pengalaman menjadi Aktor, Sutradara Teater, Sutradara Film, di Institui Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Ia pernah memainkan naskah “Madegel” karya Saini KM, Naskah Aduh Putu Wijaya. Naskah Kemerdekaan Putu Wijaya, Monolog Bahaya Putu Wijaya. Puisi Ws Rendra “Sajak Pertemuan Mahasiswa” DLL.

Pengalaman Menyutradara. Naskah Pinangan Karya Anton P Cekov, Naskah Monolog Tua Karya Putu Wijaya, Naskah Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin. Naskah Waiting for Godot di Muara Rupit. Pernah menjadi Sutradara Film Bangsat karya Rido Amilin, Di MuaraRupit DLL.

Rido Amilin juga semasa kuliah mengikuti Ukm Pemanis, selain di dalam kampus ia juga mendirikan teater Tekakak-Tekikik di MuaraRupit, setelah itu mendirikan Organisasi Clasic limpo Art di MuaraRupit.

CP (082217347620 Rido)


1


| LAKON DELAJJAM KARYA RIDO AMILIN H.E

www.bandarnaskah.com




Yüklə 270,42 Kb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə