Evaluasi Pengelolaan



Yüklə 186,59 Kb.
səhifə1/3
tarix12.09.2018
ölçüsü186,59 Kb.
#81397
  1   2   3

Evaluasi Pengelolaan

Tujuan evaluasi pengelolaan adalah untuk memberi penilaian dalam rangka usaha perbaikan sistim pembinaan TKQ-TPQ YAUMIL. Dilakukan evalusi terhadap pengelolaan yang diselenggarakan, Ustadz(ah), materi maupun Santri.

1. Evaluasi pengelolaan.

Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan pengelolaan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatannya. Dilakukan dalam Rapat Pengelola, Rapat Panitia/Team dan laporan-laporan.

2. Evaluasi Ustadz(ah).

Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kompetensi Ustadz(ah) dan keberhasilan mereka dalam membina Santri TKQ-TPQ YAUMIL.

3. Evaluasi Santri.

Evaluasi yang dilakukan untuk menguji kemampuan Santri dalam mengikuti pelajaran. Dilakukan ketika Santri akan naik level, mengikuti lomba atau mengikuti suatu kegiatan tertentu. Santri yang telah lulus seluruh level dan mengikuti Imtihan dan Ikhtitam memperoleh Sertifikat Pembinaan.

Evaluasi Santri untuk kenaikan level:

- Internal Test : Ustadz(ah) yang bersangkutan.

- Verikasi : Kepala Unit.

- Kelulusan : Team Mutu.

- Dokumentasi : Form Evaluasi dan Raport Santri.

Evaluasi Santri oleh Team YAUMIL dapat dilakukan sesuai kebutuhan YAUMIL. Dilakukan oleh Team Evaluasi YAUMIL bekerja sama dengan Pengelola TKQ-TPQ YAUMIL.

(Lihat contoh Form Evaluasi)

(Lihat contoh Sertifikat)

Visi Pengelolaan

Visi Pengelolaan Santri TKQ-TPQ YAUMIL adalah:

“Insya Allah, menjadi Pengelola profesional yang mampu mengantarkan Santri TKQ-TPQ YAUMIL dapat membaca Al Quraan, beribadah dan berprestasi dengan baik.”

3.4. Misi Pengelolaan

Misi Pengelolaan Santri TKQ-TPQ YAUMIL adalah:

1. Membina Santri untuk mampu membaca Al Quraan dengan Tartil memenuhi kaidah Bacaan Bertajwid, mengerti Bacaan Gharib dalam Al Quraan dan memahami Ilmu Tajwid, serta hafal Al Quraan Juzz ke-30 dan mampu membaca (Tilawah) dengan berlagu.

2. Membina Santri untuk mampu dan rajin beribadah, khususnya dalam membaca Al Quraan dan melaksanakan shalat.

3. Membina Santri untuk memiliki kemampuan sesuai ekstra kurikuler yang dipilih.

4. Memberi dukungan Santri untuk dapat berprestasi dalam setiap event perlombaan yang diikuti.

5. Terbinanya suasana pendidikan yang dinamis yang melibatkan YAUMIL, Ustadz(ah), Santri dan Orang Tua Santri.

3.5. Values Pengelolaan

Nilai-nilai (Values) Pengelolaan Santri TKQ-TPQ YAUMIL adalah:

1. Ibadah.

2. Profesional.

3. Kualitas.

4. Prestasi.

5. Perbaikan.

3.6. Target Pengelolaan.

Secara umum target Pengelolaan Santri TKQ-TPQ YAUMIL, insya Allah, adalah:

a. Santri yang telah lulus seluruh level mampu membaca Al Quraan dengan Tartil memenuhi kaidah Bacaan Bertajwid, mengerti Bacaan Gharib dalam Al Quraan dan memahami Ilmu Tajwid, serta hafal Al Quraan Juzz ke-30 dan mampu membaca (Tilawah) dengan berlagu.

b. Santri dapat beribadah dengan baik, khususnya dalam membaca Al Quraan dan menegakkan shalat.

c. Santri yang berakhlaq mulia dan memiliki keterampilan / kemampuan sesuai ekstra kurikuler yang dipilih.

d. Santri dapat berprestasi dalam setiap event perlombaan yang diikuti.

3.7. Waktu Pembinaan

Hari dan waktu belajar disesuaikan dengan hari kerja Orang Tua Santri dan hari belajar Anak-anak Santri yang berasal dari SD YPVDP PT. Badak NGL Bontang. Adapun hari dan waktu belajar Santri tersebut adalah:

a. Hari belajar adalah lima hari, yaitu: Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jum’at.

b. Waktu belajar.

- Untuk TKQ : Jam 14.30 s/d 16.00 Wita.

- Untuk TPQ : Jam 16.00 s/d 17.30 Wita.

3.8. Asal Santri

Para Santri yang mengaji di TKQ-TPQ YAUMIL dapat dikelompokkan dalam:

a. Anak Karyawan PT. Badak NGL Bontang.

- Untuk TKQ : TK Nol Besar s/d SD Kelas II.

- Untuk TPQ : SD Kelas III s/d VI.

b. Anak Non Karyawan PT. Badak NGL Bontang.

- Untuk TKQ : TK Nol Besar s/d SD Kelas II.

- Untuk TPQ : SD Kelas III s/d VI.

3.9. Level Santri (ideal)

Level Santri disusun berdasarkan kemampuan minimal Santri, namun tidak menutup kemungkinan Santri dapat naik lebih dari satu level dalam satu semester. Hal ini mengharuskan dalam pembinaan Santri menerapkan metode Cara Belajar Santri Aktif (CBSA).

Insya Allah, apabila Santri mulai belajar sejak kelas TK Nol besar dapat diharapkan mampu menyelesaikan seluruh level pada SD kelas III, serta mampu menghafal Juzz ke-30 Al Quraan dan Tilawah berlagu, maupun Terjemah Lafdliyyah pada SD Kelas IV-VI. Adapun level-level Santri tersebut adalah:

a. Level 1 : Qiraaty 1 untuk TK Nol Besar, semester 1.

b. Level 2 : Qiraaty 2 untuk TK Nol Besar, semester 2.

c. Level 3 : Qiraaty 3 untuk SD Kelas I, semester 1.

d. Level 4 : Qiraaty 4 untuk SD Kelas I, semester 2.

e. Level 5 : Qiraaty 5 untuk SD Kelas II, semester 1.

f. Level 6 : Qiraaty 6 untuk SD Kelas II, semester 2.

g. Level 7 : Bacaan Gharib untuk SD Kelas III, semester 1.

h. Level 8 : Ilmu Tajwid untuk SD Kelas III, semester 2.

i. Spare Time: Tahfidz dan Tilawah untuk SD Kelas IV-VI, semester 1-2.

3.10. Materi Pembinaan Santri

Materi-materi pembinaan Santri TKQ-TPQ YAUMIL adalah buku-buku modul Qiraaty dan buku-buku yang lainnya, yaitu:

a. Qiraaty Jilid I-6 Untuk TKA-TPA Al Quraan, karya Ustadz Dahlan Salim Zarkasyi.

b. Pelajaran Bacaan Gharib / Musykilat dan Hati-hati dalam Al Quraan, karya Ustadz Dahlan Salim Zarkasyi.

c. Pelajaran Ilmu Tajwid Praktis untuk

3.16. Evaluasi Pengelolaan


Tujuan evaluasi pengelolaan adalah untuk memberi penilaian dalam rangka usaha perbaikan sistim pembinaan TKQ-TPQ FAHMAL QUR’AN. Dilakukan evalusi terhadap pengelolaan yang diselenggarakan, Ustadz(ah), materi maupun Santri.

1. Evaluasi pengelolaan.


Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan pengelolaan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatannya. Dilakukan dalam Rapat Pengelola, Rapat Panitia/Team dan laporan-laporan.

2. Evaluasi Ustadz(ah).


Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kompetensi Ustadz(ah) dan keberhasilan mereka dalam membina Santri TKQ-TPQ FAHMAL QUR’AN.

3. Evaluasi Santri.


Evaluasi yang dilakukan untuk menguji kemampuan Santri dalam mengikuti pelajaran. Dilakukan ketika Santri akan naik jilid, mengikuti lomba atau mengikuti suatu kegiatan tertentu. Santri yang telah lulus seluruh jilid dan mengikuti Imtihan dan Ikhtitam memperoleh Sertifikat/Ijazah.

Evaluasi Santri untuk kenaikan jilid:


– Internal Test   : Ustadz(ah) yang bersangkutan.
– Verikasi         : Kepala TPQ.
– Kelulusan       : Team Mutu atau Kordinator.
– Dokumentasi  : Form Evaluasi dan Raport Santri.

Evaluasi Santri oleh Team FAHMAL QUR’AN dapat dilakukan sesuai kebutuhan FAHMAL QUR’AN. Dilakukan oleh Team Evaluasi FAHMAL QUR’AN bekerja sama dengan Pengelola TKQ-TPQ FAHMAL QUR’AN.

  TARGET

  Rincian Target

a.    Jilid Pra TK

  Siswa dapat membedakan bacaan masing-masing huruf.

  Siswa dapat membaca suku kata yang terdiri dari tiga huruf secara LCTB ( Lancar Cepat Tepat Benar ).

b.    Jilid I

  Siswa dapat membedakan dan membaca huruf-huruf berharakat fathah secara LCTB ( Lancar Cepat Tepat Benar ) baik huruf lepas maupun sambung.

  Siswa dapat membunyikan huruf-huruf hijaiyyah dengan benar sesuai dengan makhrojnya.

c.    Jilid II

  Siswa dapat membacakan kalimat sambung dalam semua harakat ( fathah,kasrah,dhummah dan tanwin ) dengan lancar dan benar.

  Siswa dapat membedakan huruf-huruf yang dibaca mad ( panjang ) dengan hurf-huruf yang dibaca pendek ( tanpa mad ) dengan lancar dan benar.

  Siswa dapat mengerti dan paham nama-nama harakat.

  Siswa dapat mengerti dan paham angka-angaka arab dari 1-99.



d.    Jilid III

  Siswa dapat membaca huruf huruf bersukun dengan tegas dan tepat tanpa ada tawallud.

  Siswa dapat membaca kalimat panjang dan pendek dengan lebih lancar dan baik.

  Siswa dapat mengerti dan paham angka-angka arab ratusan.

  Siswa dapat mengerti dan paham huruf-huruf fawatihus-suwar.

  Siswa dapat membaca bacaan lin dengan baik dan benar.



e.    Jilid IV

  Siswa dapat membaca dengan lancar,baik dan benar bacaan Ikhfa’ Hakiki,Ghunnah Musyaddadah, Huruf-huruf ber-Tasydid,Idghom Bighunnah,Idghom Bilaghunnah,dan Fawaatihussuwar.

  Siswa dapat membedakan bacaan idghom Mitsli ( Mim sukun yang dibaca dengung ) degan bacaan Idzhar Syafawi ( Mim sukun yang dibaca jelas ).

  Siswa dapat membaca dengan benar sesuai dengan mahroj dan shifatnya pada huruf-huruf ghunnah (suara dengung di pangkal hidung ) dan huruf-huruf Sin-Syien,Ha-Kho.



f.     Jilid V

  Siswa dapat membaca dengan baik dan benar pada bacaan Idghom Bighunnah, Lafadz Allah,Iqlab,Huruf-hurf Qolqolah dan Mad lazim Mutsaqol Kalimi.

  Siswa dapat menghentikan bacaan waqof secara baik dan benar.

  Siswa dapat membedakan antara Ikhfa’ Syafawi dan Idzhar Syafawi.



g.    Jilid VI

  Siswa dapat membaca bacaan Idzhar Halqi dengan baik dan benar.

  Siswa dapat membedakan bacaan yang harus dibaca dengung dengan bacaan yang tidak dibaca dengung.

  Siswa dapat mengerti dan memahami cara membaca    dan         

  Siswa dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (tartil) tanpa ditutun.

h.    Juz 27 Dan Al Qur’an Juz 1-30

  Siswa dapat membedakan bacaan yang harus dibaca dengung dengan bacaan yang tidak dibaca dengung.

  Siswa dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (tartil) tanpa ditutun.

  Siswa dapat membaca Al-Qur’an secara langsung dan lancar dari mushaf yang ada.



i.      Ghorib

  Siswa dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (tartil) tanpa ditutun.

  Siswa dapat membaca dan paham tentang bacaan-bacaan ghorib yang ada dalam Al Qur’an.

  Siswa hafal dengan ayat-ayat yang ada bacaan ghoribnya serta tempatnya.



j.      Tajwid

  Siswa dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (tartil) tanpa ditutun sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

  Siswa dapat paham bacaan-bacaan tajwid dalam Al Qur’an.

  Siswa hafal kaidah-kaidah tajwid yang harus digunakan.



D.   Metode Pengajaran

Metode pengajaran Al-Qur’an pada TPQ ABDUL HALIM BUCOR WETAN PAKUNIRAN Penggunakan metode Qiroaty 6 jilid,dan Juz 27 dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan pengajaran materi Ghorib dan Tajwid serta Tahsinul Qur’an.



E.   Kegiatan Belajar Mengajar

      Waktu

Kegiatan belajar mengajar membaca Al-Qur’an dilakukan setiap hari Sabtu s.d. Kamis, KBM pengujian Tahfidz dan Hadits dilaksanakan seminggu sekali yaitu pada hari Kamis.

Waktu pengajaran Al-Qur’an dibagi tiga session :

      Kegiatan Proses

         5 MENIT: Pembukaan, meliputi :

1.    Do’a Pembuka : Al- Fatihah dan Doa mohon dilapangkan

2.    Hafalan Surat-surat pendek, Do’a-doa, dan Hadits pilihan  secara kalasikal.

         6O Menit      : Kegiatan Inti, meliputi :

1.   15 MENIT BACA PRAGA   30 MENIT BACA INDIFIDU 15 MENIT BACA PRAGA.  

         5 Menit        : Penutup, meliputi :

Bacaan surat Al Asr dan Do’a penutup majlis.Berikut Pesan pesan kepada santri

      Pengelompokan Siswa

Dalam proses kegiatan belajar mengajar, siswa dibagi dalam beberapa kelompok jilid dalam setiap kelas. Masing-masing kelompok terdiri dari 10-15 siswa ( kelas normal ), untuk kelas bermasalah terdiri kurang dari 10 siswa.kelas kondisional bila ada guru yang ijin.

      Sanksi dalam pengajaran

NO

JENIS

PELANGGARAN

SANKSI TAHAP I

SANKSI TAHAP II

SANKSI TAHAP III

1

Tidak membawa kartu prestasi

Dinasehati dan Membaca tanpa dinilai


Menulis istigfar (kondisional)


Tidak membaca dan dinasehati di tengah lingkaran


2

Tidak membawa jilid

Di beri nasehat dan membaca dengan temannya


Di beri nasehat dan Hanya menyimak



Diturunkan halamannya


3

Tidak Khusu’

Ditegur dan dinasehati


Pindah tempat duduk


Diberi tugas hafalan



      Evaluasi

         Evaluasi Kenaikan Halaman

Evaluasi kenaikan halaman dilakukan setiap akhir proses KBM Harian oleh guru pengampu jilid dengan kriteria nilai sebagai berikut :

  Dinilai naik halaman jika, kesalahan yang dilakukan tidak lebih dari 2X (DAKTUN)

  Dinilai tidak naik/ulang halaman jika, kesalahan yang dilakukan lebih dari 2X (DAKTUN)

         Evaluasi Kenaikan Jilid

Evalusai kenaikan jilid dilakukan bagi siswa yang akan naik jilid. Penanggung jawab evaluasi ini adalah Kepala TPQ Abdul Halim . Pelaksanaan evaluasi ini dilakukan secara kondisional. Bagi yang lulus melanjutkan kejenjang berikutnya dan bagi yang tidak lulus akan dilakukan ujian ulang pada waktu yang akan datang dengan adanya bimbingan terlebih dahulu dari guru pengampu jilid dari kekurangan kenaikan jilid yang telah tertulis pada lembar evaluasi.

         Evaluasi Tengah Semester

evaluasi ini dilakukan untuk melihat kemajuan pada tengah semester ( sebagai laporan nilai ) dengan kriteria nilai untuk materi tambahan sebagai berikut :

  A, Kesempurnaan dalam materi, tuntas.

  B, Masih ada kesalahan tapi bisa mengulangi kembali secara individu atau mendekati tuntas.

  C, apabila kesalahan sampai lima kali dapat mengulangi kembali secara individu atau belum tuntas.

  D, Apabila kesalahan lebih dari lima kali tidak dapat mengulangi kembali secara individu.

F.    ASATIDZ

Ustadz / ah pengajar Al Qur’an TPQ Abdul Halim adalah orang-orang yang memiliki kemampuan khusus di bidangnya.memiliki sertifikat atau syahadah mengajar yang dikeluarkan Qiroaty Cabang.Lulus penerimaan guru pengajar Al Qur’an yang di selenggarakan oleh TPQ Abdul Halim, mengusai metodologi pengajaran dan berpengalaman di bidangnya, disamping teruji kuualitas aqidah dan akhlaknya.

  Jumlah Asatidz

Jumlah Asatidz yang dibutuhkan menyesuaikan jumlah murid dan waktu yang digunakan, saat ini tim asatidz berjumlah 9 orang, salah seorang menjadi koordinator. Dengan skala perbandingan 1 Ustadz/ah banding 10-20 siswa.

  Program Pembinaan

Program ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dalam pengajaran Al Qur’an di tpq abdul halim. Pembinaannya meliputi :

  Program Pembinaan Harian

Setiap hari, Kamis, Waktu :16.30 – selesai Pembinaan MMQ (Majlis Mu’alimil Qur’an) tingkat sekolah dengan tujuan pendalaman pembacaan Al Qur’an dan pengembangan Metodologi pembelajaran.serta evaluasi KBM dalam sepekan

  Program Pembinaan Pekanan

Pembinaan Bacaan dan Tahfidz pada Jum’at ke-2 & 4 dengan tujuan menyelaraskan hafalan dari masing-masing individu Ustadz / ah.

  Program Pembinaan Bulanan

Pembinaan MMQ ( Majlis Mu’alimil Qur’an ) tingkat Korcam, dengan tujuan pendalaman pembacaan Al Qur’an dan pengembangan metodologi, serta perolehan informasi Qiroaty. Pembinaan Problem Solving dan Evaluasi, dengan tujuan setiap dewan asatidz dapat menangkap dengan tepat segala permasalahan yang terjadi pada diri siswa.

  Program Pembinaan Tahunan

Pembinaan denga Studi Banding / mendatangkan Tutor dari Qiroaty cabang/kecamatan dengan tujuan peberian penyegaran dan pengembangan dalam pengajaran Al Qur’an.

  Daftar Asatidz Qiroaty TPQ ABDUL HALIM BUCOR WETAN

1.SURYADI MAKSUM S 1 PAI KEPALA BERSYAHADAH

2.TUTIK RODLIYAH SLTA GURU BERSYAHADAH

3.SEPTIYAN WAHYU ENGGAR HS SLTA GURU BERSYAHADAH

4.MUTMAINNAH SLTA GURU BERSYAHADAH

5.SITI MAIMUNAH SLTA GURU BERSYAHADAH

6.SAIFUL SLTA GURU BERSYAHADAH

7.SUNAN SLTA GURU BERSYAHADAH

8.UMMI KULSUM SLTA GURU BERSYAHADAH

  Struktur Organisasi Tim Qiroaty TPQ ABDUL HALIM

 Kepala Yayasan     : Muh. Nashir

  Kepala TPQ          : Suryadi Maksum,S.Pd.I

Bertugas untuk, bertanggung jawab atas keseluruhan proses KBM Qiroaty, mengadakan observasi KBM masing-masing kelompok, menguji kenaikan jilid, mengevaluasi hasil pembelajaran, mengadakan rapat koordinasi dan memberikan laporan kepada tentang segala kepala yayasan sesuatau yang di butuhkan dan di tetapkan.

 Sekretaris                              :  Hasanuddin

Bertugas untuk, membuat data perkembangan siswa bulanan, menertibkan inventerisasi dan administrasi TIM, mencatat setiap keputusan dan kesepakatan yang dihasilakan TIM pada setiap rapat, mempersiapkan dan mengingatkan agenda dalam setiap rapat, dan mengontrol perlengkapan pembelajaran.

 Bendahara                            :  ,Mutmainnah

Bagian Buku : Siti Maimunah

Bertugas untuk, menyusun administrasi keungan TIM, membuat laporan keungan bulanan dan tahunan TIM, mempersiapkan laporan bulanan atau tahunan, pengaturan administrasi keuangan.

G.   PENUTUP

Demikianlah pedoman pengajaran Al Qur’an metode Qiroaty di tpq abdul halim. Semoga dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran Al Qur’an dan semoga Allah SWT selalu memberikan taufiq, hidayah dan ’InayahNya kepada kita, Amien.

Bucor Wetan,23 juni 2012

Rois TPQ


3.17. Laporan pengelolaan

Setiap aktivitas yang diselenggarakan harus memberi laporan terdokumentasi. Laporan Pengelolaan TKQ-TPQ YAUMIL ada tiga jenis, yaitu:

1. Laporan Bulanan
Adalah laporan Project Manager, Kepala Unit dan Ustadz(ah) yang terdiri dari:

a. Surat pengantar.

b. Invoice Tagihan Pengelolaan.

c. Catatan Umum Pengelolaan.

d. Daftar Karyawan dan Pembinaannya.

e. Data Santri.

f. Daftar Nama, Pembiayaan dan Kemajuan Belajar santri.

g. Laporan Keuangan, bila diperlukan.

2. Laporan Panitia dan Team
Adalah laporan kegiatan yang memerlukan suatu Panitia atau Gugus Tugas (Team). Kepanitiaan atau Team yang dibentuk dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan, seremonial dan atau perlombaan memberikan laporan terdokumentasikan.

Format laporan disesuaikan dengan kebutuhan pelaporan, untuk masing-masing kegiatan ada kemungkinan berbeda.

3. Laporan Tahunan

Aspek Al-Qur’an


Kompetensi Dasar Hasil belajar Indikator Materi Pokok
Hafalan Surat Al-Fil • Melafalkan surat Al-Fil dengan benar
• Hafal surat Al-Fil • Melafalkan surat Al-Fil
• Menunjukkan hafal surat Al-Fil
• Mengulang-ngulang hafalan surat Al-Fil • Surat Al-Fil

2. Aspek Aspek Fiqih / Ibadah


Kompetensi Dasar Hasil belajar Indikator Materi Pokok
Mampu melaksanakan shalat fardhu • Melakukan gerak sholat dengan benar
• Hafal bacaan sholat dengan benar dan lancar • Melakukan gerakan sholat dengan benar
• Melafalkan bacaan sholat dengan benar
• Menserasikan gerakan dan bacaan aholat dengan benar
• Mempraktikkan gerakan dan bacaan aholat fardhu • Sholat fardhu

Yang kesemuanya ini juga ditambah dengan pengalaman belajar, yang akan menjelaskan dari per aspek yang didalmnya terdapat materi pokok. Dari materi pokok ini guru bervariasi untuk berinteraksi dengan siswa dalam proses pembelajaran. Semua itu terperinci dalam silabus dilembaran setelah ini.


KESIMPULAN

Disimpulkan bahwa Disain Pembelajaran merupakan suatu rancangan yang disusun secara sistematis dan dengan pemikiran yang logis untuk mempelajari permasalahan-permasalahan dalam proses belajar dan pembelajaran, sehingga dapat menyelesaikan atau menemukan solusi dari permasalahan tersebut, yang kemudian proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan tercapai dengan optimal. Dan semua kurikulum intinya sama, cuman bedanya pada pengklasifikasian mata pelajaran yang harus disesuaikan dengan tingkat belajar siswa.
Begitu juga dengan kesiapan guru untuk mengajar berkaitan erat dengan cara guru mempersiapkan peserta didik untuk belajar. Kesiapan mengajar ini seperti petani mempersiapkan tanah untuk ditanami benih, jika dilakukan dengan benar, niscaya menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan yang sehat. Demikian juga dalam mengajar, jika persiapan matang sesuai dengan karakteristik kebutuhan, materi, metode, pendekatan, lingkungan serta kemampuan guru, maka hasinya diasumsikan akan lebih optimal dan menyenangkan.

Peran sekolah dan guru-guru yang pokok adalah menyediakan dan memberikan fasilitas untuk memudahkan dan melancarkan cara belajar siswa. Guru harus dapat membangkitkan kegiatan-kegiatan yang membantu siswa meningkatkan cara dan hasil belajarnya. Namun, disamping itu kadang-kadang guru merasa bahwa evaluasi itu merupakan sesuatu yang bertentangan dengan pengajaran. Hal ini timbul karena sering kali terlihat  bahwa adanya kegiatan evaluasi justru melakukan dan menurunkan gairah belajar pada siswa. Jadi, seolah-olah kegiatan evaluasi bertentangan dengan kegiatan pengajaran. Pendapat yang demikian itu pada hakikatnya tidak benar. Memang, evaluasi yang dilakukan secara tidak benar dapat mematikan semangat siswa dalam belajar. Sebaliknya, evaluasi yang dilakukan dengan baik dan benar seharusnya dapat meningkatkan mutu dan hasil belajar karena kegiatan evaluasi itu membantu guru untuk memperbaiki cara mengajar dan membantu siswa dalam meningkatkan cara belajarnya. Bahkan dapat dikatakan bahwa evaluasi tidak dapat dilepaskan dari pengajaran,

Aktivitas belajar, perlu diadakan evaluasi. Hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui evaluasi, dapat diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusan penting mengenai apa yang diperoleh dan diketahui anak, serta dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya. Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.

 http://nurfitriyani49.wordpress.com/

 

B. Rumusan Masalah



  1. Apa pengertian dari evaluasi dan bagaimana hubungannya dengan pengukuran?

  2. Apakah tujuan dan fungsi evaluasi dalam pembelajaran?

  3. Apa sajakah jenis dan teknik evaluasi?

  4. Bagaimana reliabilitas dan validitas sebagai syarat alat evaluasi?

  5. Bagaimana strategi evaluasi ranah psikologi kognitif, afektif dan psikomotorik?

  6. Apa sajakah indikator-indikator prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik?

C. Tujuan

  1. Mengetahui pengertian dari evaluasi dan bagaimana hubungannya dengan pengukuran.

  2. Mengetahui tujuan dan fungsi evaluasi dalam pembelajaran.

  3. Mengetahui jenis dan teknik evaluasi.

  4. Memahami reliabilitas dan validitas sebagai syarat alat evaluasi.

  5. Mengetahui strategi evaluasi ranah psikologi kognitif, afektif dan psikomotorik.

  6. Memahami indikator-indikator prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik.

 

 

 



 

 

 



 

 

 




Yüklə 186,59 Kb.

Dostları ilə paylaş:
  1   2   3




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2022
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə