Kisah sedih di hari minggu


Hati Tertusuk Duri – Rafika Duri



Yüklə 0,5 Mb.
səhifə9/9
tarix18.01.2018
ölçüsü0,5 Mb.
1   2   3   4   5   6   7   8   9

Hati Tertusuk Duri – Rafika Duri

Kalau ku tau isi hatimu

Aku tak mau sayang padamu

Seperti itu

Engkau merayu semanis madu

Bersandiwara untuk memikat

Hatiku
Ini yang pertama kali

Hatiku terbakar api

Api asmara yang palsu

Luka hatiku


Terasa nyeri tertusuk duri

Apakah daya semua ini

Tlah terjadi

Hilang permataku -----Crab
Di depan mata

Engkau gadisku yang paling setia

Di depan mata

Engkau gadis yang berhati mulia

Tak kubayangkan yang terjadi di balik ini

Tega nian kau menghianati


Hilang permataku hilang harapanku

Yang kupupuk sejak dulu kala

Aku tak mengerti mengapa terjadi

Pada saat aku menderita


Ku tak menguji pribadimu dari yang lain

Aku merasa tak setitik berbuat noda

Kasih sayangku kuimpikan abadi slalu

Pedih perih hancurlah hatiku


Hilangnya Seorang Gadis – Dedi Dores

Aku kenal dia

Pada suatu masa

Dia h‘nya tersenyum

Melambaikan tangannya

Kusayangi dia

Dalam segalanya

Tapi kini dia

Pergi Entah kemana
Inilah kisah sedih yang aku alami

Hilangnya gadis suci yang aku sayangi

Dalam hati dalam hati dalam hati
Kusayangi dia

Dalam segalanya

Tapi kini dia

Pergi Entah kemana


Karmila – Bani Harja
Kukenal dikau lalu jatuh cinta

Bagai pertama

Dan kucumbu dikau

Penuh kasih mesra

Bagai cerita
Kau berulang tahun

Kutuang minuman, Ke dalam gelas

Pada saat itu

Ku tahu usiamu baru sebelas

Oh. . wo karmila 4x
Tak kuduga kau balas cintaku

Penuh kasih bagai ‘rang dewasa

Usia muda tak nampak padamu

Dikau yang terakhir (2x)

Oh. . wo karmila 4x

Kasihku

Kasih, Engkau datang lagi

Kau bawa sejuta rindu

Hati yang menggebu

Oh kasih, Tataplah mataku

Yang telah lama menyimpan

Hampa rasa dan sepi

Berbunga hati ini

Saat Engkau peluk diriku

Oh cinta cintaku

Semakin panas membara

Begitu indah sedap dipandang mata

Oh kasih kasihku

Coba ucap sekali lagi

Janji janjimu ada tempat di dalam hati

Mari langkahkan kaki

Seiring cerahnya hari ini

Kau Bukan Dirimu

Mimpikah diriku melihat dirimu

Walau kau berada dekat disisiku

Namun terasa jauh

Dimana ceria ciri khas dirimu

Dimana candamu dimana manjamu

Yang ku suka darimu
Kau bukan dirimu lagi

Kau bukan yang dulu lagi

Dimana cintamu sayang

Dimana kasihmu

Kulihat dari wajahmu

Cara menghias dirimu

Kini kusadari sayang

Kau bukan dirimu


Semua tlah berlalu sayang

Ku bukan yang dulu lagi

Kini kusadari sayang

Kau bukan dirimu


Kaulah segalanya- Ruth Sahanaya
Mungkin hanya tuhan

Yang tahu segalanya

Apa yang kuinginkan

Disaat saat ini


Kau takan percaya

Kau slalu di hati

Haruskah ku menangis

Tuk mengatakan yang sesungguhnya


Kaulah segalanya untukku

Kaulah curahan hati ini

Tak mungkin ku melupakanmu

Tiada lagi yang kuharap

Hanya kau seorang

Kawan Baru Jamal Mirdad


Bukan aku memujimu,

Engkaulah satu antara seribu

Bukan aku merayumu,

Engkaulah satu pilihan jiwaku

Dara manis kawan baru

Aku ucapkan, Setulus hatiku

Percayalah kepadaku, Kubawa mimpi

Karena rasa rindu

Kumenanti sampai kini

Dari hari kehari jawaban pasti

Kau nyatakan kepadaku

Kau menganggapku, hanya kawan baru

Engkau satu penghiburku

Kupancangkan harapan cinta padamu

Terimalah hati ini, Yang kini sangat mengharapmu

Wajah lembut nan menawan

Menyiram diri luka dihatiku

Dua tangan kumemohon

Sirami pula Bunga dalam dada

Kumenanti sampai kini

Dari hari kehari jawaban pasti

Kupercaya suatu hari

Engkau menjadi milikku abadi

Kini
Kusadari, semua jalanku

Tak berarah kepadamu

Mungkin salah, diri ini memikirkanmu

Aku ini, tlah berdua


*) Dan tak seindah cinta yang lalu

Yang jalan dan jalin tanpa restu

Kuakhiri, namun tak berakhir

Kuhindari, hati tak ingin terpisah


Bila ku dengan yang lain

Sesungguhnya, ku tak rela


(*)


Kisah Cinta
Kisah indah kisah cinta

Yang pernah aku rasa dan alami

Indah dan menarik hati

Takan terlupa sampai akhir nanti

Di kala bulan purnama

Kisah cinta datang lagi menjelma

Berdebar hati di dada

Bagai hidup lagi didepan mata

Walaupun sribu tahun tlah berlalu

Kisah cintaku ta akan beku

Andai kisah Sekuntum bunga

Ditelan masa tak akan layu

Kisah cinta kisah surga

Tak mungkin lagi aku kan berpisah

Indah dan menarik hati

Takan terlupa sampai akhir nanti

Kisah Duri Penghalang – Paramor
Tak terlukiskan Penderitaan

Yang s’lama ini melanda diri

Lama kumenunggu sedari dulu

Do’a dan restu ayah bundamu


Serasa kini

Duri menjadi, duri menjadi,

Duri menjadi

Ku tahu pasti kan hilang nanti

Kan hilang nanti, kan hilang nanti
Tabahkan hatimu

Aduhai sayang

Semoga kelak jadi miliku

Kisah Kasih di Sekolah Obi Mesak


Resah dan gelisah menunggu di sini

Di sudut sekolah tempat yang kau janjikan

Ingin jumpa denganku walau mencuri waktu

Berdusta pada guru


*)Malu aku malu

Pada semut merah

Yang berbaris di dinding

Menatapku curiga

Seakan penuh tanya

Sedang apa disini

Menanti pacar jawabku
Sungguh aneh tapi nyata, Takan terlupa

Kisah kasih di sekolah, Dengan si dia

Tiada masa paling indah,

Masa-masa di sekolah

Tiada kisah paling indah

Kisah kasih di sekolah…*)


Kucoba Bertahan - Pance

Sepanjang kita masih terus begini

Tak kan pernah ada damai bersenandung

Kemesraaan antara kita berdua

Sejujurnya keterpaksaan saja
Senyum dan tawa hanya sekedar saja

Sbagai pelengkap sempurnanya sandiwara

Berawal pelengkap dari manisnya kasih sayang

Terlanjur kita hanyut dan terbuai


Kucoba bertahan mendampingi dirimu

Walau kadang kala tak seiring jalan

Kucari dan selalu kucari jalan terbaik

Agar tiada penyesalan dan air mata


Kemuning

Tiupan angin sepoi-sepoi

Menyebar harum mewangi

Bunga kemuning

Dipuncak bukit yang sepi

Bagai tak akan pernah layu selamanya


Harum kemuning membangkitkan

Gairah cinta asmara, Bagi diriku

Bila ku ingat kepadamu

Hatiku akan selalu jatuh hati


Warnamu abadi, Ciptaan illahi

Dari dulu kala, S’lalu menyepi


Di bukit itu kemuning

Mekar dan layu bergantian

Sepanjang masa

Harum abadi dan kekal

Bagai cintaku kepadamu oh sayangku

Marlina

Marlina, Puspa indah taman hati

Mewangi penawar duka lara

Marlina, Kau pelita hidupku

Penerjang cahaya, Dikala purnama

Sedang bermuram durja


Bila kau senyum, Bulan bintang berseri

Dikau berdendang, Sluruh alam berseri

Tak sanggup kuberpisah

Walau sekejap saja, Hatiku duka lara

Bila kau tiada
Marlina, Juwita ikatan sayang

Pujaanku hanya kau seorang




Mudahnya Bilang Cinta

Mudahnya bilang cinta

Hanya karena suka

Tak terasa terlena banyak hati kecewa

Kalau kau memang sayang

Pasti ada tandanya

Bila dibelai rindu

Hatimu pasti tau ada cinta disana

Kata cinta dipuja

Rangkaian mutiara

Tapi bila ternyata

Hanya dibibir saja

Bisa jadi bencana

Memang kau perlu waktu

Tanyakanlah hatimu

Kalau terasa hampa

Bila tiada berjumpa pastikan itu cinta

Mungkinkah – Kris Biantoro

Dilembah yang berlumpur dan bernoda

Disanalah kini Engkau berada

Mengapa oh Mengapa, Aku tak percaya

Dulu aku pernah mengagumimu

Sekarangpun tetap mengharapkanmu

Mengapa oh Mengapa, Tak bertanya

Andaikan mungkin

Ingin aku mengajak kau kembali

Seperti waktu itu

Tinggalkan saja

Dan lupakan semua yang terjadi

Anggaplah angin lalu
Sampai kapankah kau harus begini

Mungkinkah kau ingin terus begini

Mengapa oh mengapa

Aku tak percaya




Melati

Putih indah berseri

Mekar harum mewangi

Melati suntingan hati hm…hm…hm

Kau lambang kesucian

Cinta yang abadi

Yang selalu dirindukan

Bila tiba saatnya

Kumbang datang padamu

Mengisap sari madumu hm…hm…hm

Kau akan jatuh layu

Setelah dia pergi

Meninggalkan dirimu

Apa daya masa Remaja mu

Telah hilang terbawa angin senja

Tiada lagi arti warna putih bagimu

Oh melati oh melati hm…hm…hm

Kau akan jatuh layu

Setelah dia pergi

Meninggalkan dirimu

Oh melati oh melati . . .
Nona Anna ---- Ade Manahuntu
Engkau bergaun bersahaja

Cara hidupmu sederhana

Langkah dan gayamu serasi

Pertanda kau wanita berpribadi


Nona Anna Nona Anna

Andai semua pria

Tertarik lagi terpesona padamu padamu
Nona Anna Nona Anna

Beruntunglah serorang pria

Yang dapat menyunting dirimu

Nantinya nantinya


Ingin kucoba mendekati

Dan mencurahkan isi hati

Ku merasa paling bahagia

Pabila cintaku diterima


Nonton Bioskop – Bing Slamet
Malam minggu aye pergi ke bioskop

Bergandengan ama pacar nonton koboi

Beli karcis tau tau kehabisan

Jaga gengsi terpaksa beli catutan


Aduh emak asyiknye nonton dua-duaan

Kayak nyonya dan tuan digedongan

Mau beli minuman

Kantong kosong gelandangan

Malu ame tunangan kebingungan
Film habis, ane terpaksa nganterin

Masuk kampung jalan kaki kegelapan

Sepatu baru, baru aje dibeliin

Dasar sial pulang-pulang nginjek gituan



Panggung Sandiwara – Ahmad Albar

Dunia ini panggung sandiwara

Ceritanya mudah berubah

Kisah mahabarata atau tragedy

Dari Yunani

Setiap insan dapat satu peranan

Yang harus kita mainkan

Ada peran wajar

Dan ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara

Mengapa kita bersandiwara

Peran yang kocak

Bikin kita terbahak – bahak

Peran Bercinta

Bikin orang mabuk kepayang

Dunia ini penuh peranan

Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara …. 4 X

Patah Hati – Rahmat Kartolo


Patah hatiku jadinya

Merana berputus asa

Merindukan dikau yang tiada

Terbayang setiap masa

Oh… begini akhirnya

Kasih memutus cinta

Apakah aku berdosa aku

Derita menanggung rindu

Bilaku terkenang

Akan masa yang silam

Air mata berlinang
Oh….risaulah hatiku

Dan musnah harapanku

Namun kudoakan dikau slalu

Bahagialah hidupmu



Pertemuan


Pertemuan malam ini

Tak kulupakan

Pertemuan kali ini, Membawa kesan

Walau sejenak bertemu

Hanya sekilas memandang

Cukup membawa kenangan

Indah dan syahdu


Bilakah kita kan jumpa

Seperti ini, Memandang wajahmu lagi

Sepuas hati

Aku enggan untuk pulang

Walau waktu tlah menjelang

Ku ingin hidup

1000 tahun lagi

Pria dan Wanita

Bila jejaka berkata

Hidupnya penuh duka

Waspadalah wahai wanita

Dia telah jatuh cinta

Kita lari dikerjarnya

Kita kejar dia lari

Namun dalam sinar matanya

Tumbuha rasa kasih sayang
Pria dan wanita

Inginkan kasih sayang

Tapi dalam caranya

Berbeda
Senyum selalu mulanya

Di dalam perkenalan

Tapi ditengah kemesraan

Mungkin muncul perpisahan

Poco-poco


Balenggang pata pata

Ngana pe goyang pica pica

Ngana pe body poco poco

Cuma ngana yang kita cinta

Cuma ngana yang kita sayang

Cuma ngana suka bikin pusing


Balenggang pata pata

Ngana pe goyang pica pica

Ngana pe body poco poco

Cuma ngana yang kita cinta

Cuma ngana yang kita sayang

Cuma ngana suka bikin pusing


Ngana bilang kita na sayang

Rasa hati ini melayang

Jauh…cija…cija…

Biar kita ngana pebayang

Biar na bikin layang layang

Cuma ngana yang kita sayang


Renungkanlah

Rasa cinta pasti ada

Pada mahluk yang bernyawa

Sejak lama sampai kini

Tetap suci dan abadi

Takan hilang selamanya

Sampai datang akhir masa

Renungkanlah


Perasaan insan sama

Ingin cinta dan dicinta

Bukan Ciptaan manusia

Tapi Takdir yang kuasa

Janganlah engkau pungkuri

Segala yang tuhan beri

Romi dan Yuli - Widiawati
Romi dan Yuli

Dua remaja saling menyinta

Berjanji sehidup semati

Kekal abadi oh Romi dan Yuli

Lambang kasih suci
*)Namun selalu saja ada

Di dalam wajah alam ini, celah hitam

Yang terlanjur kering dan beku oh…oh
Romi dan Yuli

Seolah ditakdir jadi lambang

Dari cinta yang bersih murni

Kekal abadi

Kasih nan suci Romi dan Yuli


Sabda Alam
Diciptakan alam pria dan wanita

Dua mahluk dalam asuhan dewata

Ditakdirkan bahwa pria berkuasa

Adapun wanita lemah lembut manja


Wanita dijajah pria sejak dulu

Dijadikan Perhiasan sangkar madu

Namun ada kala pria tak berdaya

Tekuk lutut di sudut kerling wanita


Sampai Menutup Mata – Laila Dimiati

Sejak Engkau lepas

Dari pelukanku

Hati gelisah selalu

Mengapa terjadi saat perpisahan

Pergi dan tak kan kembali

Kan ku coba jua untuk melupakan

Semua kenangan yang silam

Yang penuh dengan khayal dan impian

Kini tlah musnah sudah

Ku tahu pasti cintaku yang murni

Telah ku berikan padamu

Tak mungkin lagi dapat kualihkan

Hatiku kepada yang lain

Entah bagaimana kelak kan jadinya

Hidup tanpa kasih mesra

Kan ku tempuh jua walau penuh duka

Sampai menutup mata

Semalam Di Cianjur - Alfian

Kan Kuingat, di dalam hatiku


Betapa indah semalam di Cianjur
Janji kasih

Yang telah kau ucapkan

Penuh kenangan

Yang takan terlupakan


Tapi sayang

Hanya semalam

Berat rasa

Perpisahan


Namun ku, telah berjanji

Di suatu waktu

Kita bertemu lagi
Tenda Biru – Desi Ratnasari
Tak sengaja lewat depan rumahmu

Kumelihat ada tenda biru

Dihiasi indahnya janur kuning

Hati bertanya pernikahan siapa


Tak percaya tapi ini terjadi

Kau bersanding duduk di pelaminan

Air mata jatuh tak tertahankan

Kau hianati cinta suci ini


Tanpa undangan diriku kau lupakan

Tanpa putusan, diriku kau tinggalkan

Tanpa bicara kau buat ku kecewa

Tanpa berdosa kau buat kumerana


Ku tak percaya dirimu tega

Nodai cinta hianati cinta


Terlena – Supeno/Braga Stone
Tak kuasa menanti terlalu lama

Hasrat hatiku smakin membara

Ingin berjumpa denganmu meskipun sekejap
Lihatlah hatiku terlanjur jatuh

Tidurpun gelisah tanpa mimpi

Gairah senyumku musnah ceritaku hampa
Sering ingin berpaling

Dari indah bayangmu

Namun ketika lari menjauh

Semakin terasa menyiksa


Lalu anganku sesat

Langkahpun hilang arah

Di hati ini, Lekat hatimu

Aduhai jiwaku terlena


Tiga Malam – Lilis Suryani
Tiga malam kumencarimu

Tiga malam hatiku sunyi

Dimanakah engkau sayang

Ku inginkan lekas kau datang


Tapi kini tak kutemui

Berangkatlah aku sendiri

Di medan bakti

Ku telah berjanji

Untuk kita kan jumpa nanti
Kuingin ijinmu sayang

‘Tuk melepas aku berjuang

Relakan aku oh kasih

Membela nusa dan bangsa





Yüklə 0,5 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6   7   8   9




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə