Kisi kisi soal ujian dinas tingkat I



Yüklə 191,6 Kb.
səhifə1/7
tarix02.11.2017
ölçüsü191,6 Kb.
#27334
  1   2   3   4   5   6   7

PEDOMAN SOAL UJIAN DINAS TINGKAT I DAN TINGKAT II

PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012

PANCASILA


Secara historis Pancasila dirumuskan dengan tujuan untuk dipakai sebagai Dasar Negara Indonesia Merdekan. Pancasila yang akan dijadikan dasar negara tersebut. Dalam proses perumusannya digali dan/atau berasal dari nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Indonesia, kemudian dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup bangsa dan rumusan terakhir sebagai Pandangan Hidup Negara atau Dasar Negara.
Di dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum kalimat : “.....maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pandangan hidup lain itu berkembang menjadi sikap yang sangat mengutamakan kepentingan golongan atau daerah di atas kepentingan nasional. Peristiwa G 30 S/PKI Lubang Buaya pada tahun 1965, misalnya merupakan salah satu bukti pemberontakan yang ingin menyelewengkan Pancasila dan mengganti dengan ideologi lain yaitu Paham Komunis. Penyebab utama terjadinya penyelewengan ialah karen Pancasila merupakan Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia belum dihayati dan diamalkan dalam kehidupan bernegara.

Hakikatnya Pendidikan adalah upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya, selaku warga masyarakat, bangsa dan negara, secara berguna (berkaitan dengan kemampuan spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik) serta mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara dan hubungan internasionalnya. Pendidikan Tinggi tidak dapat mengabaikan realita kehidupan yang mengglobal yang digambarkan sebagai perubahan kehidupan yang penuh dengan paradoksal dan ketakterdugaan.


Untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, bersendikan kebudayaan bangsa perlu pengembangan wawasan dan ketahanan pada setiap warga negara. Pengembangan wawasan nusantara dan ketahanan nasional kepada para mahasiswa calon ilmuwan warganegara Republik Indonesia yang mengkaji dan akan menguasai IPTEKS menjadi tujuan utama pendidikan Pancasila. Hal ini disebabkan oleh keyakinan dan sikap hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, disamping derajat penguasaan IPTEKS yang dipelajarinya.
Pendidikan Pancasila sebagai salah satu komponen Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian masyarakat. Dengan harapan masyarakat tidak sekedar berkembang daya intelektualitasnya namun juga sikap dan perilakunya. Visi kelompok MPK adalah menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan masyarakat mengembangkan kepribadian. Misi Kelompok MPK adalah membantu masyarakat agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. Tujuan pembelajaran umum pendidikan pancasila yaitu masyarakat pada akhirnya memiliki pengetahuan dan memahami sebagai landasan karena Pancasila sebagai karya besar bangsa Indonesia yang setingkat dengan ideologi besar dunia lainnya, Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraaan sehingga memperluas cakrawala pemikirannya, menumbuhkan sikap demokratis dalam mengaktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Pelaksanaan Pancasila secara nyata dalam sikap dan perilaku seseorang dapat dibedakan :

Secara Subyektif yaitu pelaksanaan Pancasila dalam pribadi perseorangan, baik sebagai warga negara (masyarakat), para penguasa negara maupun pemimpin rakyat. Pancasila sebagai dasar filsafat negara mengandung nilai intrinsik yaitu Nilai kebenaran, nilai kebaikan dan nilai keindahan. Hal ini mengandung konsekuensi bahwa Pancasila itu diyakini dan harus merupakan pedoman dan jalan hidup bagi bangsa dan negara.

Secara Obyektif yaitu pelaksanaan Pancasila dalam lapangan kehidupan bernegara dan penyelenggaraan negara yang meliputi seluruh sifat dan keadaan negara
Sistem sebagai satu keseluruhan yang terdiri dari aneka bagian yang bersama-sama membentuk satu kesatuan yang utuh. Sebagai sistem filsafat, Pancasila yang terdiri dari lima sila itu merupakan satu keseluruhan yang terdiri dari bagian sila-silanya yang bersama-sama membentuk satau kesatuan yang utuh. Konteks Ontologi membahas tentang “ada sebagai yang ada”, yang adanya tidak dapat tidak dan hakiki. Konteks epistemologis yang membahas metode keilmuan yang digunakan dalam proses pembentukan Pancasila. Konteks aksiologis yang membahas tentang manfaat dari nilai Pancasila sebagai sistem filsafat secara keseluruhan bulat utuh mengandung nilai manfaat yaitu untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang beraneka ragam suku bangsa ini, mengandung menfaat sebagai acuan moral bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, mengandung manfaat untuk dijadikan cita-cita bersama sebagai ideologi bangsa dan negara. Konteks antropologis yang membahas tentang kajian “manusia” itu sendiri.
Gerakan reformasi tahun 1998 bertujuan untuk memperbaiki kehidupan sosial politik yang dianggap telah menyimpang dari nilai-nilai dasar yang terkandung dalm Pncasila. Namun dalam perkembangannya, perubahan-perubahan yang terjadi selama era reformasi sudah memasuki substansi yang sangat mendasar sifatnya da lahirlan amandemen UUD 1945 yang telah dilakukan oleh MPR perlu dicermati agar hak-hak rakyat tidak sekedar menjadi alat bagi kepentingan elite politik. Ada 4 hal persolan yang perlu dicermati agar tidak mengalami perubahan yaitu :

  1. Pembukaan UUD 1945;

  2. Negara Kesatuan rapublik Indonesia;

  3. Kedaulatan ada di tngan rakyat, dan;

  4. Pasal 29 UUD 1945.

Perubahan itu merupakan sebuah implikasi dari gerakan reformasi yang menginginkan adanya sistem kehidupan sosial politik yang lebih baik.
Paradigma diartikan sebagai asumsi dasar atau asumsi teoritis dengan sifat dinamis dan umum sehingga merupakan sumber nilai, hukum dan metodelogi guna membangun kerangka berfikir dan penerapannya dengan harapan setiap ilmu pengetahuan memiliki sifat, ciri dan karakter yang khas berbeda dengan ilmu pengetahuan lainnya. Dalam kaitannya dengan pembangunan yang arah tujuanya meningkatkan harkat dan martabat manusia harus meliputi aspek jiwa seperti akal, rasa dan kehendak; raga (jasmani); pribadi; sosial; dan aspek ketuhanan yang terkristalisasi dalam nilai Pancasila.
Sehari setelah Proklamasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia / PPKI (Dokoritzuu Zyumbi Inkai) dibentuk tanggal 9 Agustus 1945, menetapkan UUD bagi Republik Indonesia. Dengan ditetapkannya UUD 1945 sebagai UUD, maka Pancasila yang terdapat dalam pembukaan secara resmi sebagai dasar negara Republik Indonesia. Pada Sidang PPKI I, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Hatta mengusulkan mengubah tujuh kata tersebut menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Pengubahan kalimat ini telah dikonsultasikan sebelumnya oleh Hatta dengan 4 orang tokoh Islam, yaitu Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Burung Garuda melambangkan kekuatan. Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan. Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila. Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "berbeda beda, tetapi tetap satu jua". Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" berasal dari Kitab Negarakertagama yang dikarang oleh Empu Prapanca pada zaman kekuasaan kerajaan Majapahit. "Bhinneka tunggal Ika, tanhana dharma mangrwa. " Sedangkan istilah Pancasila dimuat dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular yang berisikan sejarah kerajaan bersaudara Singhasari dan Majapahit. Istilah Pancasila ini muncul sebagai Pancasila Karma, yang isinya berupa lima larangan sebagai berikut: Melakukan tindak kekerasan, Mencuri, Berjiwa dengki, Berbohong, Mabuk (oleh miras).

Walaupun Pancasila secara formal menjadi dasar negara setelah Proklamasi tetapi nilai-nilai Pancasila telah ada sejak zaman dahulu. Beberapa bukti tulisan, semboyan, legenda dll dalam nilai kehidupan yang mencerminkan sila I : mahabarata, tajus salatina, sanghyang kamahayanikan, serat menak, agama ageming aji dll. Sila II : Aja dumeh, Bharata yudha, Ramayana, Malin Kundang, batu pegat, bontu sinaga, danau Toba, Cindhe laras dll. Sila III : Sadhumuk batuk sayari bumi, crah agawe bubrah, nini lan mintuna, rukun agawe santosa, dll. Sila IV : Putri Dayang Merindhu, Loro Jongrang. Kisah Negeri Suli dll. Sila V : Raja Erlangga, Ratu Adil, Jaka Tarub, Tiga Piatu, Tomang patawine to kai langi mai.

Pancasila memenuhi syarat sebagai sistem filsafat. Sebagai sistem filsafat Pancasila terdiri dari bagian sila-silanya yang bersama-sama membentuk satu kesatuan yang utuh. Tiap-tiap bagian merupakan tata rakit yang teratur, sesuai dan selaras dengan keseluruhan Pancasila. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengandung nilai-nilai dan gagasan dasar yang dapat dilihat dalam sikap, perilaku, dan kepribadian Bangsa Indonesia. Sebagai Ideologi, Pancasila bersifat khas sebagai refleksi perilaku bangsa dan tercermin dalam setiap segi kehidupannya. Sebagai Pandangan Hidup, artinya Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-niali luhur bangsa yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pegangan dalam kehidupannya baik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.





Yüklə 191,6 Kb.

Dostları ilə paylaş:
  1   2   3   4   5   6   7




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2022
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə