“Permasalahan Pertanian adalah Permasalah Hidup Mati”



Yüklə 96,09 Kb.
tarix02.11.2017
ölçüsü96,09 Kb.
#27356




PANITIA PELAKSANA



FORUM KOMUNIKASI HIMPUNAN MAHASISWA ILMU TANAH INDONESIA

(FOKUSHIMITI)


Sek: Lt 1 Fak Pertanian, Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10, Makassar fokushimiti@yahoo.com





    1. Latar Belakang

Permasalahan Pertanian adalah Permasalah Hidup Mati”

Bangsa Indonesia sebagai negara agraris dan maritim memiliki kekayaan dan potensi sumberdaya yang melimpah. Bangsa Indonesia juga memiliki keunggulan komperatif berupa posisi geografi yang menguntungkan, terletak di daerah tropis yang memungkinkan untuk memproduksi pertanian sepanjang tahun. Disamping itu, bangsa ini memiliki banyak perguruan tinggi pertanian dan kelembagaan pertanian yang dapat dioptimalkan bagi pembangunan bangsa.

Secara alami, pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan, peran penting ini antara lain:


  1. Sumber Kebutuhan Pangan

Sejalan dengan semakin meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dunia, maka peran strategis pertanian bangsa ini di harapkan mampu menyokong kebutuhan pangan domestik.

  1. Lapangan Kerja

Secara kultural, peradaban bangsa ini dibangun dengan pondasi kebudayaan bercocok tanam dan terwariskan secara turun-temurun. Peran sektor pertanian diharapkan mampu mengetahui masalah semakin sempitnya lapangan pekerjaan.

  1. Penyedia Bahan Baku Industri

Sektor industri dapat berawal dari sini, dalam penyediaan bahan-bahan, sebagai contoh:industri karet, industri tekstil, dan industri meubel.



  1. Penghasil Devisa

Tercatat pada pelita I sumbangsih sektor pertanian terhadap PDB (Pendapatan Nasional Kotor) adalah 43,5%. Walaupun pada akhirnya merosot pada Pelita V menjadi menjadi 19%. Apabila Bangsa Indonesia mampu memperkuat sektor ini aka pertanian kedepan merupakan sektor pengaman devisa negara secara berkelanjutan.

Belakangan ini, pertanian menyimpan segudang permasalahan dari hulu sampai kehilir, petani sampai kebijakan.



  1. Masalah Lahan Pertanian

Luas kepemilikan lahan petani sempit (± 0,25 hektar/petani), sehingga sulit menyangga kehidupan keluarga tani, produktivitas lahan menurun akibat intensifikasi berlebihan dan penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus, alih fungsi lahan produktif ke industri akibat kebijakan, belum optimalnya implementasi pemetaan komoditas terkait dengan agroekosistem lahan dan masih banyaknya lahan tidur.

  1. Permasalahan Kondisi Petani

Dengan jumlah yang sangat besar sekitar 25 juta KK tani, 20 juta KK diantaranya berladang dan sisanya adalah buruh tani, memiliki pendidikan formal rendah. Rendahnya produktivitas dan efisiensi dalam pengolahan lahan taninya, serta di perparah dengan rendahnya regenerasi petani.

  1. Masalah Kepemilikan Tanah

Persengketaan tanah rakyat dengan pemilik lahan dan pemerintah, banyaknya lahan petani yang belum bersertifikat karena mahal dan sulit, sistem pewarisan tanah, dan banyak petani yang telah punya lahan.



  1. Masalah Modal

Kurangnya modal petani, belum adanya Asuransi Pertanian, dan masih belum ditertibkannya para tengkulak

  1. Masalah Mentalitas

Petani lemah dalam memperjuangkan hak-haknya, lemah dalam kewirausahaan, masih percaya dengan mitos dan moral hazard.

  1. Masalah Keterampilan

Keterbatasan penguasaan teknik berbudidaya yang hanya pada komoditas tertentu saja, kurangnya orientasi agribisnis, kurangnya penguasaan proses pengolahan pasca panen, kurangnya kemampuan mengakses pasar.

  1. Masalah Pasar dan Tata Niaga

Mulai dari harga yang tidak wajar dan fluktuatif, penguasaan informasi dan akses pasar, sampai rantai tata niaga yang panjang dan pembagian marjin yang tidak adil.

  1. Masalah Organisasi Petani

Kurangnya kesadaran berorganisasi, ditambah lagi dengan kurang mandirinya organisasi tani yang sudah ada.

  1. Masalah Teknologi

Sistem alih teknologi yang lemah, penerapan teknologi yang kurang tepat sasaran dan sebagian batas tidak ramah lingkungan.

  1. Masalah Informasi

Info dan teknologi terbatas sehingga regenerasi pengolahan pertanian, dan penggunaan media informasi pertanian belum meluas.



  1. Masalah Kebijakan

Merupakan masalah fundamental; kebijakan pertanahan (skala usaha tani, alih fungsi lahan, rencana tata ruang wilayah, reformasi administrasi pertanahan (sertifikat) pengakuan khalayak belum dilaksanakan), kebijakan infrastruktur (irigasi transportasi, komunikasi), trade off dari otonomi daerah terkait dengan pembangunan dan pendidkan infrastruktur Pertanian, kebijakan payung hukum organisasi Tani (Organisasi Petani), kebijakan pemerintah belum optimal bagi petani dalam akar pasar, informasi, saprodi saprotan, dan proteksi (perdagangan Internasional); malpraktek dalam kebijakan Food Security (Pangan sebagai komoditas Politik); kebijakan perbankan belum kondusif untuk petani; industrialisasi belum berpihak pada industri pertanian; kebijakan pembangunan yang masih sektoral.

Merujuk dari berbagai macam problematika pertanian sampai hari ini, maka diperlukan peran-peran strategis dari berbagai kalangan yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan pertanian berkelanjutan. Keterkaitan antar komponen mutlak diperlukan, karena permasalahan pertanian di Indonesia hanya dapat diselesaikan dengan kacamata objektif dan secara sistemik.

Mahasiswa di harapkan menjalankan fungsinya sebagai fungsi kontol terhadap pembangunan mnasional. Maka tonggak awal dalam melakoni fungsi kontrol mahasiswa tersebut perlu adanya kesadaran moral yang dijadikan spirit baru dalam melakukan perubahan menuju pertanian yang lebih baik, dimana pertanian kembali menjadi leading sector dalam menopang pembangunan nasional.

Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI), disamping sebagai lembaga mahasiswa ilmu tanah se-Indonesia, yang merupakan integrasi dari lembaga perguruan tinggi, juga merupakan wahana pengembangan minat dan bakat serta wadah untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai moralitas, sehingga dapat memberikan sumbangsih keilmuan bagi ilmu tanah khususnya dan pertanian umumnya, demi kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan nasional.

Salah satu wujud dan fungsi tersebut Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI) berusaha mewujudkannya dalam suatu kegiatan nasional yaitu Pengkaderan Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI).


    1. Target dan Sasaran

      1. Target

  1. Terciptanya hubungan yang harmonis antar Mahasiswa Ilmu Tanah se-Indonesia.

  2. Terciptanya kesadaran moral akan arti penting dari fungsi kontrol mahasiswa dalam menopang pembangunan nasional.

  3. Menjadi tonggak awal pengkaderan tingkat nasional dalam lingkup FOKUSHIMITI.

      1. Sasaran

Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa yang diutus oleh institusi masing-masing yang termasuk anggota Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI), mahasiswa diluar anggota FOKUSHIMITI, dan masyarakat luas.




    1. Nama Kegiatan

Nama dari kegiatan ini adalah Pengkaderan Nasional I Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia

    1. Tema Kegiatan

Tema dari kegiatan ini adalah Revitalisasi Gerakan Mahasiswa Sebagai Pendukung Peran Strategi Pertanian Dalam Pembangunan Nasional”



    1. Waktu Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19-25 Januari 2009

    1. Tempat Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Pelaksana kegiatan ini adalah Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (HIMTI), Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Panitia pelaksana terlampir.


Peserta dari kegiatan ini adalah semua delegasi dari setiap institusi yang termasuk anggota FOKUSHIMITI.



Landasan kegiatan ini adalah :



  1. Try Dharma Perguruan Tinggi

  2. SK Mendiknas RI No. 0457/0/1990, tentang pedoman umum Lembaga Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

  3. AD/ART FOKUSHIMITI

  4. Saran dan usul anggota FOKUSHIMITI

Rangkaian kegiatan Pengkaderan Nasional I Forum Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia adalah sebagai berikut :



  1. Seminar Nasional dan Diskusi panel dengan Tema “Peran Strategi Lahan Pertanian Dalam Ketahanan Pangan” dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2009.

  2. Pengkaderan Nasional, dilaksanakan pada tanggal 19-25 Januari 2009

  3. Soil Study Tour, dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2009

  4. Ramah tamah sekaligus penutupan, dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2009

Sumber dana dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :



  1. Kas BEP FOKUSHIMITI

  2. Kas BE HIMTI

  3. Sponsor kegiatan (Instansi pemerintah dan Instansi non pemerintah)

  4. Stach Holder

  5. Kreatifitas panitia

Rekapitulasi dana kegiatan, terlampir.



Kami sangat mengharapkan bantuan dan kerja sama kepada semua pihak, demi kelancaran Pengkaderan Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Demikian Proyek Proposal ini, dan sebelumnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.






RENCANA ANGGARAN BIAYA RENCANA ANGGARAN BIAYA

JUMLAH

A. Seminar

- Sewa Gedung Seminar

- Sewa LCD

- Sertifikat 300 Lembar x @ Rp. 2.000

- Konsumsi 300 orang x @ Rp. 5.000

- Note Book 300 orang x @ Rp. 4000

- Ball Point 300 orang x @ Rp. 1.000

- Jumlah

Rp. 1.000.000

Rp. 500.000

Rp. 600.000

Rp. 1.500.000

Rp. 1.200.000



Rp. 300.000

Rp. 5.100.000

B. Pengkaderan Nasional

- Sewa Gedung Pertemuan 5 hari x @ Rp. 1.000.000

- Sewa Wisma/Penginapan 7 hari

- Konsumsi 3 x 200 orang x 6 hari x @ Rp. 5.000

- Snack 200 orang x 6 hari x @ Rp. 3.000

- Spidol 1 Dos

- Sertifikat 200 orang x @ 5.000

- Jumlah

Rp. 5.000.000

Rp. 7.000.000

Rp. 18.000.000

Rp. 3.600.000

Rp. 50.000



Rp. 1.000.000 +

Rp. 24.650.000

C. Administrasi dan Kesekretariatan

- Kertas HVS 5 rim @ Rp. 25.000

- Stempel Panitia 2 buah @ Rp. 20.000

- Bantalan Stempel 2 buah @ Rp. 10.000

- Tinta Print 4 paket (hitam/warna) @ Rp. 35.000

- Amplop 3 bungkus @ Rp. 10.000

- Penggandaan Proposal 50 buah @ Rp. 10.000

- Alat Tulis Kantor (ATK) Rp. 50.000



- Jumlah

Rp. 125.000

Rp. 40.000

Rp. 20.000

Rp. 140.000

Rp. 30.000

Rp. 500.000

Rp. 50.000 +

Rp. 905.000


D. Pubdekdok

- Pamphlet 100 Lembar @ Rp. 1.000

- Baligho 1 Buah

- Spanduk 10 Buah @ Rp. 200.000

- Sewa Kamera Digital 2 Buah @ Rp. 100.000

- Sewa Handy Cam 2 Buah @ Rp. 400.000

- Kaset Handy Cam 4 Buah @ Rp. 75.000

- PLAKAT 50 Buah Rp. 30.000



- Jumlah

D. Logistik dan Kesehatan

- Komsumsi Peserta dan Panitia 400 org, 3 hari @ Rp. 3.000

- Snack Peserta dan Panitia 400 org, 3 hari @ Rp. 1.500

- Obat-obatan 3 hari @ Rp. 50.000

- Kotak P3K 5 paket @ Rp. 40.000

- Jumlah

Rp. 100.000

Rp. 1.500.000

Rp. 2.000.000

Rp. 200.000

Rp. 800.000

Rp. 300.000

Rp. 1.500.000 +

Rp. 6.400.000


E. Soil Study Wisata

- Transportasi 5 Buah Kendaraan Bus @ Rp.1.000.000

- Konsumsi 3 x 200 orang @ Rp. 5.000

- Snack 300 @ Rp. 3.000



- Jumlah

E. Publikasi dan Dokumentasi

- Sewa Handycam 2 buah, 3 hari @ 50.000

- CD Blank 5 buah @ Rp. Rp. 5.000

- Sewa Camera Dygital 2 buah, 3 hari @ Rp. 20.000

- Pamflet 100 lembar @ Rp. 200

- Iklan Media Cetak dan Elektronik Rp 100.000

- Jumlah

Rp. 5.000.000

Rp. 3.000.000

Rp. 900.000 +

Rp. 8.900.000


F. Malam Ramah Tamah

- Sewa Gedung

- Konsumsi 3 x 200 orang @ Rp. 5.000

- Snack 300 @ Rp. 3.000

- Sewa Alat Musik

- Jumlah


Rp. 2.000.000

Rp. 3.000.000

Rp. 900.000



Rp. 1.000.000 +

Rp. 6.900.000



REKAPITULASI ANGGARAN

JUMLAH

  1. Seminar

  2. Pengkaderan

  3. Administrasi dan Kesekretariatan

  4. Publikasi dan Dokumentasi

  5. Soil Study Wisata

  6. Malam Ramah Tamah

  7. Biaya Tak Terduga




  1. Administrasi dan Kesekretariatan

  2. Akomodasi dan Transportasi

  3. Perlengkapan

  4. Logistik dan Kesehatan

  5. Publikasi dan Dokumentasi




Rp. 5.100.000

Rp. 20.650.000

Rp. 905.000

Rp. 6.400.000

Rp. 8.900.000

Rp. 6.900.000

Rp. 10.000.000

TOTAL ANGGARAN TOTAL ANGGARAN

Rp. 62.855.000

Terbilang : Enam puluh dua Juta Delapan Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah”









Tinjauan Instruksional

Materi Seminar Nasional

Peran Strategi Lahan Pertanian Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan”



Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI)
Materi : Optimalisasi Kebijakan Pemerintah dalam pemberdayaan lahan sebagai pendukung ketahanan pangan.

Pemateri : Dr.ir.Anton Apriantono M.si (Menteri Pertanian RI)



  • Tinjauan Instruksional

  1. Peserta Memahami Peran Pemerintah dalam upaya pemberdayaan lahan

  2. Peserta memahami peran pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan

  3. Peserta memahami peserta perlunya kebijakan pemerintah untuk mendukung optimalisasi dan pemberdayaan lahan yang ada di Indonesia.

  4. Peserta memahami korelasi antara pemberdayaan lahan dan ketahanan pangan.

  5. Peserta memahami peran pemerintah dalam mendukung ketersediaan pangan untuk masyrakat Indonesia.

  6. Peserta dapat melibatkan diri dalam pelaksanaan pemberdayaan lahan guna menunjang ketahanan pangan.

  7. Peserta memahami posisi masyarakat dan keterlibatannya dalam mendukung ketahanan pangan.

Materi : Trade Off dari otonomi Daerah terkait dengan pemetaan komoditas dan pemenuhan kebutuhan pangan di Sulawesi Selatan

Pemateri : Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan)


  • Tinjauan Instruksional

  1. Peserta Memahami Peran pemerintah daerah dalam upaya pengembangan pemetaan komoditas di Sulawesi Selatan.

  2. Peserta memahami langkah-langkah pemerintah daerah guna memenuhi kebutuhan pangan di Sulawesi Selatan.

  3. Peserta memahami peran pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan di era otonomi daerah.

  4. Peserta memahami dampak otonomi daerah dalam upaya pengembangan komoditas guna menunjang kebutuhan pangan.

  5. Peserta memahami peran pemerintah daerah dalam melaksanakan jalur trade off di era otonomi daerah.

  6. Peserta memahami peran pemerintah daerah dalam upaya penyediaan komoditas di Sulawesi Selatan.

Materi : Optimalisasi implementasi Pemetaan komoditas terkait dengan agroekosistem lahan.

Pemateri : Prof.Dr.Ir.Sumbangan Baja, M.Phil (Ketua Jurusan Ilmu Tanah, Fak.Pertanian Unhas)


  • Tinjauan Instruksional

  1. Peserta memahami peran strategi pertanian dalam upaya pengembangan komoditas untuk mendukung ketahanan pangan.

  2. Peserta dapat memahami implementasi pemetaan komoditas terkait agroekosistem lahan.

  3. Peserta dapat memahami pengaruh agroekosistem lahan terhadap pengembangan ketahanan pangan.

  4. Peserta dapat mengetahui sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam pengembangan agroekosistem lahan.

  5. Peserta dapat mengetahui penyebaran komoditas utama di Sulawesi Selatan terkait dengan agroekosistem lahan.

Materi : Penggalakan sistem pertanian yang berbasis pada konservasi lahan

Pemateri : Ir.Hazairin Zubair, Ms


  • Tinjauan Instruksional

  1. Peserta dapat memahami peran sistem pertanian yang berbasis pada konservasi lahan

  2. Peserta dapat memahami tujuan sistem pertanianyang berbasis pada konservasi lahan

  3. Peserta dapat mengetahui tingkat keberlanjutan produksi lahan terkait dengan konservasi lahan.

  4. Peserta dapat memahami prinsip dasar konsep pertanian yang berbasis konservasi lahan.

Tinjauan Instruksional

Materi Pengkaderan Nasional

Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI)


  1. Kerangka Berfikir Ilmiah

Pemateri : Muh.Almin

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta dapat mmahami peran dan fungsi akal

  2. Peserta dapat memahami definisi berfikir

  3. Peserta dapat memahami aliran-aliran berfikir atau mazhab berfikir

  4. Peserta dapat memahami konsep prinsip niscara lagi rasional (PNLR)




  1. Telaah Kritis Kondisi Kebangsaan di Tengah Arus Globalisasi

Pemateri : Anwaruddin Saleh, SE

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta dapat memahami arti dan defenisi Globalisasi

  2. Peserta dapat memahami dampak globalisasi terhadap kondisi kebangsaan

  3. Peserta dapat memahami perkembangan masyarakat dan mahasiswa Indonesia di tengah arus globalisasi




  1. Sejarah dan Paradigma Pembangunan Pertanian

Pemateri : Darmawan Salman

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta memahami alur sejarah pembangunan pertanian di Indonesia

  2. Peserta memahami dampak dari perkembangan paradigm pembangunan pertanian

  3. Peserta memahami prinsip dasar pembangunan pertanian di Indonesia

  4. Peserta dapat memahami sejauh mana peran serta masyarakat Indonesia dalam pembangunan nasional.




  1. Peran Strategi Pertanian dalam pembangunan nasional

Pemateri : Ir.H.Anwar Sulili,Msi

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta memahami prinsip dasar strategi pertanian dalam pembangunan nasional

  2. Peserta memahami tujuan strategi pertanian dalam mendukung pembangunan nasional

  3. Peserta memahami dampak strategi pertanian dalam pembangunan nasional.




  1. Peran Mahasiswa Terhadap Kebijakan Pertanian

Pemateri : Taufik Kasamin

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta memahami fungsi/peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pertanian

  2. Peserta memahami prinsip dasar dari kebijakan pertanian

  3. Peserta memahami dampak dari kebijakan pertanian




  1. Perspektif Ilmu Tanah

Pemateri : Ir.Hazairin Zubair, Ms

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta dapat memahami prinsip dasar dari perspektif ilmu tanah

  2. Peserta dapat memahami peran serta bidang ilmu tanah dalam pembangunan nasioanal

  3. Peserta dapat memberikan solusi terhadap perspektif ilmu tanah terkait dengan pembangunan nasional.




  1. Membangun Organisasi Pembelajar berbasis Keprofesian

Pemateri : Ir.Ahmad Patola

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta dapat memahami prinsip dasar dan tujuan dari organisasi pembelajar yang berbasis keprofesian

  2. Peserta memahami peran serta organisasi pembelajar yang berbasis keprofesian terhadap pembangunan nasional

  3. Peserta dapat memahami dampak pembangunan nasional dengan hadirnya organisasi pembelajar yang berbasis keprofesian.




  1. Manajemen Politik, Strategi dan taktik

Pemateri : Ahmad Ritauddin, SH

Tinjauan Instruksional :



  1. Peserta dapat memahami prinsip dasar dari manajemen politik, strategi dan taktik

  2. Peserta dapat memahami peran dan fungsi dari manajemen politik, strategi dan taktik

  3. Peserta dapat memahami bentuk penerapan manajemen politik, Strategi dan taktik

  4. Peserta dapat berperan aktif dan memberikan solusi terhadap penerapan manajemen politik, strategi dan taktik terkait dengan pembangunan nasional.


Rute Kedatangan Peserta


  1. Jalur Udara

Kedatangan dari bandara Hasanuddin menggunakan Taxi langsung menuju kampus Universita Hasanuddin Makassar, Turun di Sekretariat Himpunan Mahasiswa IlmuTanah Indonesia Lantai 1 Fakultas Pertanian Univesitas Hasanuddin Makassar.


  1. Jalur Laut

Kedatangan dari pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dapat menggunakan Taxi langsung menuju kampus Universita Hasanuddin Makassar, Turun di Sekretariat Himpunan Mahasiswa IlmuTanah Indonesia Lantai 1 Fakultas Pertanian Univesitas Hasanuddin Makassar.

MATRIKS ACARA

PENGKADERAN NASIONAL


Waktu & Tempat

Kegiatan

pukul

Materi

keterangan

Selasa, 20/01/09

Rabu, 21/01/09

Kamis, 22/01/09

Jum’at, 23/01/09

Pembukaan

Orientasi Training & Kontrak Belajar

Pengantar Materi I

Materi I

Ishoma

Lanjutan Materi I

Isho

Pengantar Materi II

Materi II

Ishoma

Lanjutan Materi II

Evaluasi

Istrahat

Pengantar Materi III

Materi III

Ishoma

Lanjutan Materi

Isho

Pengantar Materi IV

Materi IV

Ishoma
Lanjutan Materi IV

Evaluasi

Pengantar Materi V

Materi V

Ishoma

Lanjutan Materi

Isho

Pengantar Materi VI

Materi VI

Ishoma
Lanjutan Materi VI

Evaluasi

Pengantar Materi VII

Materi VII

Ishoma

Lanjutan Materi VII

Isho

Pengantar Materi VIII

Materi VIII

Ishoma
Lanjutan Materi VIII

penutupan

09.00 – 09.30

09.30 – 10.00

10.00 – 10.15
10.15 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 15.00
15.00 – 15.30

15.30 – 15.45
15.45 – 18.00

18.00 – 19.00

19.00 – 21.00
21.00 – 22.00

22.00 – 09.00

09.00 – 09.15
09.15 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 15.00
15.00 – 15.30

15.30 – 15.45
15.45 – 18.00

18.00 – 19.00
19.00 – 21.00
21.00 – 22.00

09.00 – 09.15
09.15 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 15.00
15.00 – 15.30

15.30 – 15.45
15.45 – 18.00

18.00 – 19.00
19.00 – 21.00
21.00 – 22.00

09.00 – 09.15
09.15 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 15.00
15.00 – 15.30

15.30 – 15.45
15.45 – 18.00

18.00 – 19.00
19.00 – 21.00
21.00 – 22.00

Kerangka berfikir ilmiah
Telaah Kritis Kondisi Kebangsaan di tengah Arus Globalisasi


Sejarah Dan Paradigma Pembangunan Pertanian


Peran Strategi Pertanian dalam pembangunan nasional


Peran mahasiswa terhadap kebijakan pertanian

Perspektif ilmu Tanah

Membangun organisasi pembelajar berbasis keprofesian

Manajemen politik dan strategi



Mc


SC

SC


SC

SC


SC

SC


SC

No : 007/B/PP-FOKUSHIMITI/I/2009

Lamp.: 1 bundel proposal,matriks acara,rangkaian kegiatan

Hal : Permintaan Utusan

Kepada Yth :

Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Andalas

Di –


Tempat

Assalamu Alaikum Wr.Wb.!

Puji syukur senantiasa kita haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kita masih mampu menjalankan aktivitas keseharian kita.

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Pengkaderan Nasional I Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI) dengan tema ”Revitalisasi Gerakan Mahasiswa Sebagai Pendukung Peran Strategi Pertanian Dalam Pembangunan Nasional”, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Tanggal : 19 – 25 Januari 2009

Tempat : STIE AMKOP Makassar

Maka kami selaku panitia pelaksana Meminta 2 orang utusan yang dimandatir sebagai peserta dalam kegiatan ini.

Demikianlah surat ini kami buat, atas bantuan dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.

Wassalam..!

Panitia Pelaksana

Pengkaderan Nasional Fokushimiti
Miftakhul Khair Ardan Erwanto

Ketua Sekretaris



Menyetujui,

Pengurus BE - HIMTI Fak. Pertanian Unhas

Periode 2008/2009
Muh. Fitrah Irawan

Presiden









Kataloq: 2009

Yüklə 96,09 Kb.

Dostları ilə paylaş:




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2022
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə