Diajukan oleh



Yüklə 90,63 Kb.
tarix09.03.2018
ölçüsü90,63 Kb.
#45220

PENGARUH PEMIKIRAN ULAMA TIMUR TENGAH TERHADAP GERAKAN ISLAM POLITIK DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA

Disertasi

untuk memenuhi sebagian persyaratan

mencapai derajat S-3

Program Studi Agama dan Lintas Budaya minat Kajian Timur Tengah





DIAJUKAN OLEH:

Istadiyantha

08/276448/SMU/562

kepada


SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2013

THE INFLUENCE OF MIDDLE EASTERN ULAMA TO ISLAMIC POLITICAL MOVEMENT IN YOGYAKARTA AND SURAKARTA
Dissertation

Presented as Partial Fulfilment for the Requirement

To obtain the Doctoral Degree

Religion and Cross Cultural Studies Program



submitted by


Istadiyantha

08/276448/SMU/562

To

THE GRADUATE SCHOOL



GADJAH MADA UNIVERSITY

YOGYAKARTA

2013

Disertasi




PENGARUH PEMIKIRAN ULAMA TIMUR TENGAH TERHADAP GERAKAN ISLAM POLITIK DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA

diajukan oleh

Istadiyantha

08/276448/SMU/562

telah disetujui oleh:
Promotor
Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A., M. Phil tanggal ……………

Ko-Promotor

Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. tanggal……………..

Ko-Promotor

Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A tanggal……………..

Ko-Promotor

Disertasi

PENGARUH PEMIKIRAN ULAMA TIMUR TENGAH TERHADAP GERAKAN ISLAM POLITIK DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA

disusun oleh

Istadiyantha

08/276448/SMU/562

telah dipertahankan di depan dewan penguji

Pada tanggal…………

Susunan Dewan Penguji

Promotor Anggota Dewan Penguji

Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A.,M.Phil. ……………………….

Ko-Promotor ……………………….

Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. ………………………

Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A. ……………………….

……………………….

Disertasi ini diterima sebagai salah satu persyaratan

Untuk memperoleh gelar doktor

Tanggal……………

Ketua Program Studi Agama dan Lintas Budaya

Minat Kajian Timur Tengah


Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A.
Mengetahui

Direktur Sekolah Pascasarjana


Prof. Dr. Hartono, D.E.A, D.E.S.S.

DISSERTATION



THE INFLUENCE OF MIDDLE EASTERN ULAMA TO ISLAMIC POLITICAL MOVEMENT IN YOGYAKARTA AND SURAKARTA

Submitted by

Istadiyantha

08/276448/SMU/562

Was defended before the Board of Examiners

On………………………………….

Board Examiners

Supervisor Member of Examiners

Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A.,M.Phil …………………………………….

Co Supervisor ……………………………………..

Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. ……………………………………..

Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A. ……………………………………..

……………………………………..

This Dissertation was declared acceptable

to obtained the doctoral degree

………………………………

Head of Study Program Religion and Cross Cultural in Middle Eastern Study
Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A.

Approve by

Director of The Graduate School
Prof. Dr. Hartono, D.E.A., D.E.S.S.

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi ini bukan merupakan karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak mengandung karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.


Yogyakarta, ………………………………………..

Istadiyantha



STATEMENT

I hereby declare that this dissertation has never been submitted to obtain a degree at any other university, and my knowledge does not contain the work or opinion ever written or published by others, except the writing which is clearly referred to in this manuscript and mentioned in the bibliography.

Yogyakarta, …………………………

Istadiyantha



PRAKATA

Alhamdulillah, rasa puji syukur penulis sampaikan ke hadirat Allah atas pertolongan-Nya, sehingga penulisan disertasi ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. beserta para sahabat dan keluarganya, amin.



Penulisan disertasi ini melibatkan banyak pihak, baik yang berhubungan dengan masalah keilmuan, material, dan spiritual. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

  1. Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas kepada penulis untuk diterima studi S3 di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

  2. Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A.,M.Phil. selaku promoter kami; Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.dan Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A.selaku co-promotor kami yang selalu memberikan perhatian, bimbingan dengan teliti dan penuh kesabaran, serta juga tak henti-hentinya untuk memotivasi agar penulisan disertasi ini segera diselesaikan.

  3. Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A. selaku Pembimbing Akademik dan Pengelola Minat Kajian Timur Tengah pada Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang senantiasa dengan rasa empati dan penuh kesabaran dalam memberikan bimbingan dan pelayanan akademik kepada penulis sehingga penulisan disertasi ini dapat diselesaikan.

  4. Para Dewan Penguji disertasi yang memberikan masukan dan saran demi sempurnanya penelitian ini.

  5. Rektor Universitas Sebelas Maret, Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS, serta Ketua Jurusan Sastra Indonesia dan Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS yang telah mengizinkan penulis untuk menempuh studi lanjut S3, dan juga memberikan dukungan material & moral sehingga penulis dapat menyelesaikan studi ini.

  6. Para ustaz dan aktivis gerakan Islam politik yang kami temui atau kami rujuk pendapatnya pada disertasi ini. Terutama sekali ketika penulis diterima dengan penuh persaudaraan pada saat Konggres MMI III di Yogyakarta, 9-10 Agustus 2008. Dan pertemuan bulan Ramadhan 2011 di Manahan Surakarta, saat bertemu dengan para pimpinan agama Islam terutama FPIS, MTA, LUIS, dan sebagainya.

  7. Para staf perpustakaan, terutama Perpustakaan Pusat UNS, Perpustakaan Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS, Perpustakaan UMS Surakarta, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Perpustakaan Islam di Kartopuran Surakarta, Pondok Ngruki Sukoharjo, serta lembaga-lembaga lain yang banyak memberikan kontribusinya pada penulisan disertasi ini.

  8. Para teman mahasiswa di S3 UGM, teman-teman dosen Jurusan Sastra Indonesia dan Sastra Arab UNS, serta beberapa mahasiswa Jurusan Sastra Arab yang dilibatkan oleh penulis selaku informan, kami ucapkan terima kasih.

  9. Keluarga kami, terutama orang tua dan isteri, serta anak-anak kami yang selalu memberikan dorongan moral agar penulisan disertasi ini segera diselesaikan, maka doa dan dorongan itu amat berharga bagi kami.

Kepada semua pihak yang tak dapat kami sebutkan satu-persatu di sini, penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik. Dan harapan kami semoga disertasi ini bermanfaat.

DAFTAR ISI

Halaman Judul i

Halaman Pengesahan iii

Halaman Pernyataan/ Statement v

Prakata viii

Daftar Isi xi

Abstract xiv

Pedoman Transliterasi xvi



BAB I: PENDAHULUAN 1


  1. Latar Belakang Masalah 1

  2. Rumusan Masalah 8

  3. Tujuan Penelitian 8

  4. Manfaat Penelitian 10

  5. Tinjauan Pustaka 11

  1. Hubungan Ulama Timur Tengah dengan Indonesia 11

  2. Ideologi Agama dan Negara 21

  3. Cara Mencapai Tujuan Gerakan Islam Politik 30

  4. Gerakan Islam Politik di Indonesia, Khususnya di Yogyakarta dan

Surakarta 32

  1. Kerangka Teori 37

  1. Pengertian Pengaruh Pemikiran 37

  2. Istilah Ulama Timur Tengah 41

  1. Ulama Gerakan Islam Politik 41

  2. Ulama Gerakan Islam Politik Timur Tengah 41

  1. Teori Difusi 43

  1. Metode Penelitian 50

  1. Data Penelitian 50

  2. Lokasi Penelitian 51

  3. Pengumpulan Data 53

  4. Analisis Data 55

  1. Sistematika Penyajian 58

BAB II: SEJARAH, IDEOLOGI, DAN KARAKTER GERAKAN ISLAM

POLITIK DI TIMUR TENGAH 60


  1. Pendahuluan 60

  2. Batasan Timur Tengah, Gerakan Islam Politik, dan Ideologi 61

  1. Batasan Timur Tengah 61

  2. Batasan Gerakan Islam Politik dan Fundamentalisme 68

  1. Arti Gerakan dan Organisasi 68

  2. Batasan Ideologi dan politik Islam 70

  3. Arti Gerakan Islam Politik dan Fundamentalisme Islam 73

  1. Gerakan Islam Politik di Timur Tengah 81

  1. Sejarah Munculnya Gerakan Islam Politik di Timur Tengah 81

  1. Golongan Khawarij 81

  2. Golongan Salafy 84

  3. Gerakan Ikhwanul Muslimin 91

  4. Gerakan Al-Wahhabiyah 95

  5. Gerakan Al-Mahdiyah 105

  6. Gerakan As-Sanusiyah 106

  1. Macam-macam Gerakan Islam Politik di Timur Tengah 106

  1. Ideologi dan Karakter Gerakan Islam Politik di Timur Tengah 110

  1. Ideologi Gerakan Islam Politik Timur Tengah 110

  1. Batasan Ideologi 110

  2. Ideologi Gerakan Islam Politik Timur Tengah 112

  1. Karakteristik Gerakan Islam Politik Timur Tengah 116

BAB III: SEJARAH, IDEOLOGI, DAN KARAKTER GERAKAN ISLAM

POLITIK DI INDONESIA 121


  1. Pendahuluan 121

  2. Sejarah dan Ideologi Gerakan Islam Politik di Indonesia 123

  1. Sejarah Gerakan Islam Politik di Indonesia 123

  2. Ideologi Gerakan Islam Politik di Indonesia 131

  1. Ideologi Gerakan Islam Politik di Yogyakarta dan Surakarta 139

  2. Ideologi Salafy 142

  1. Karakter Gerakan Islam Politik di Indonesia 158

  1. Gerakan Islam Politik di Indonesia 158

  1. DI (Daarul Islam) dan TII (Tentara Islam Indonesia) 162

  2. Gerakan Salafy Militan (GSM) 165

  1. Gerakan Salafy Militan lokal di luar Yogyakarta dan Surakarta 167

  1. Gerakan Islam Politik di Yogyakarta: Laskar Jihad dan MMI 173

  2. Gerakan Islam Politik di Surakarta: JAT dan Gerakan Salafy Militan 181

BAB IV: PEMIKIRAN GERAKAN ISLAM POLITIK TENTANG

AGAMA DAN NEGARA 186


  1. Pendahuluan 186

  2. Pemikiran Agama dan Negara Menurut Kristen 187

  3. Sejarah Khilafah Islamiyah (Pemerintahan Islam) 193

  4. Pemikiran dan Perjuangan Gerakan Islam Politik bagi Terwujudnya Idelogi

Agama dan Negara 202

  1. Pemikiran Islam tentang Agama dan Negara 202

  2. Perjuangan GIP untuk berdirinya Negara Islam di Indonesia 209

  3. Perjuangan Negara Islam oleh Gerakan Islam Politik Yogyakarta dan Surakarta 218

  1. Cara Gerakan Islam Politik Yogyakarta dan Surakarta Merealisasikan

Ideologinya 224

  1. Gerakan Islam Politik Yogyakarta: Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) 224

  2. Gerakan Islam Politik Surakarta 229

  1. Hizbu Tahrir Indonesia (HTI) di Kota Surakarta 230

  2. Front Pemuda Islam Surakarta (FPIS) dan Radikalis GIP yang lain 233

  3. Lasykar Umat Islam (LUIS) 235

  4. Majelis Tafsir Alquran 237

  5. Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) 243

  6. Jamaah Islamiyah dan Laskar Jihad 254


BAB V: PERAN ULAMA TIMUR TENGAH DAN IMPLEMENTASI

GERAKAN ISLAM POLITIK DI YOGYAKARTA DAN SU-

RAKARTA 261


  1. Pendahuluan 261

  2. Pengertian Ulama 262

  3. Hubungan Ulama Timur Tengah dengan Indonesia 270

  4. Peran Ulama Timur Tengah bagi Gerakan Islam Politik di Yogyakarta dan

Surakarta 288

  1. Gerakan Islam Revolusioner, Gerakan ke Arah Tegaknya Syariah, dan Gerakan Khilafah Islamiyah 288

  2. Pemikiran tentang Ideologi GIP 297

  1. Pemikiran tentang Negara: konsep umum dan Cara Mencapai Tujuannya 297

  2. Konsep penegakan syariat dan Cara mencapai Tujuannya 310


BAB VI: KESIMPULAN, PENUTUP SARAN 316
DAFTAR PUSTAKA 324
LAMPIRAN-LAMPIRAN 336

ABSTRACT

This research discussed about the influence of Islamic organization in Middle East to Islamic Political Movement in Indonesian especially in Yogyakarta and Surakarta. The roots of those movements wereal Wahhabiyyah and al Salafiyyah(Islamic Reform) in Saudi Arabia, al Ikhwan al Muslimun (Islamic Brotherhood) in Egypt, and Hizb al Tahrir al Islami (Islamic Liberation Party) in Jordan and Palestine. The research found some similarities between Indonesian Islamic movement and Middle Eastern Islamic political movement such as inMMI, JAT, MTA, HTI.

The research used diffusion theory. Diffusion is a theory concerning the spread of innovation, ideas, and technology through cultures that brought by people who migrate from one place to another. Data analysis is using deductive and inductive method. In addition it used triangular data analysis such as written and spoken material based on interview and observation.

This study used the term Islamic Movement Political as the equivalent of the term Islamic Fundamentalism. In taking this dissertation as a reference, the writer still mention the term originally written by some authors, with the intention that it was still in line with the original author's mind. Therefore the term Political Islamic Movement, Islamic Fundamentalists, Islamic Militant, and Radical Islam are equally used in this research, only the Political Islamic Movement that is more often used in the study dominantly.

Limitation of study about The Influence of Ulama's Thought in Middle East toward International World only focused on Islamic Trans-national Movement. Actually Middle Eastern Movement could be a wide research. But the writer limited the study only on the Islamic Trans-national Movement to make it easier in discussing the topic. It's limited to political or fundamentalist Islamic movements that are classified into trans-national, becauseanother movement has no effect tothe world. Some Islamic Political Movement that belongs to trans-national as follows al Wahhabiyah or al Salaffiyyah in Saudi Arabia, al Ikhwan al Muslimun and Jama'ahIslamiyah in Egypt, Al Qaeda in Afghanistan, and Hizb al Tahrir al Islami in Jordan. Those movements were the root of Islamic Political Movement that spread in Indonesia, especially in Yogyakarta and Surakarta.

It can be concluded that there were some influences between Islamic Political Movement in Middle East to Yogyakarta and Surakarta's movement especially from al Wahhabiyyah or al Salaffiyyah, al Ikhwan al Muslimun, and Hizb al Tahrir al Islami. Al Ikhwan al Muslimun was not a new movement but rather a development of the former movement in Middle East such as al Wahhabiyyah, al Sanusiyyah, and al Mahdiyyah. Al Wahhabiyyah was originally came from al Salaffiyyah that founded by Imam Ahmad ibnHanbal. Hizb al Tahrir al Islami was a part of al Ikhwan al Muslimun. Most of them were influence by the previous movement that has been developing independently into a new movement.

It can be concluded that there were not influence of Middle East Ulama on FPIS and LUIS movement. On the other hand MMI, JAT, and Laskar Jihad were influence by Middle East Ulama. MMI and JAT had adopted al Ikhwan al Muslimin, JI, and al Salafiyyah system. But Laskar Jihad was using Saudi Salaffy, and especially Yemen Salaffy. FPIS and LUIS were founded in Surakarta. They were not using Arabian costume like White Abaya for male but they apply aqidah and shari'a based on ManhajSalaf.

PEDOMAN TRANSLITERASI


  1. Sistem Transliterasi

Frase dari bahasa Arab dalam bidang keagamaan yang telah diterima oleh masyarakat, tetapi masih menunjukkan kearabannya, ditulis mengikuti sistem transliterasi kalimat bahasa Arab.

  1. Kalimat, frase, dan kata-kata Arab yang belum terserap ke dalam bahasa Indonesia ditransliterasikan dengan sistem sebagai berikut :

  1. Sistem alihtulis :



ا

















=

=

=



=

=

=



=

=

=



a

b

t



ts

j

ch



kh

d

dz





















=

=

=



=

=

=



=

=

=



r

z

s



sy

sh

dl



th

dh

’ *)





















=

=

=



=

=

=



=

=

=



gh

f

q



k

l

m



n

w

h









ي

=

y






=

' *)




*) Tanda hamzah dan ‘ain berbeda.

Tanda baca :



Syaddah ( ﱢﱢ ) : ditransliterasikan dengan penggandaan huruf yang bertanda syaddah.

Tanwin ( ً ٍ ٌ ) : ditransliterasikan dengan an – in – un,

contoh : sulthānatan = ﺴﻠﻄﺎ ﻧﺔ



  1. Penanda vokal panjang ditransliterasikan dengan tanda hubung (-) di atas vokal.

  2. Partikel ﺃﻞ atau /al/ yang diikuti oleh huruf Qamariyah ditransliterasikan dengan /al/ apabila terletak di awal kalimat atau anak kalimat; ditransliterasikan dengan /’l/ apabila terletak di tengah kalimat atau frase.

Contoh: ﺍﻠﺤﻣﺪ ﷲ ﺍﻠﺫﻱ ﻫﺪﺍﻨﺎ ﻠﻬﺬﺍ = Al-chamdu li-‘l-Lãhi ‘l-ladzi hadā nā li hādzā. Huruf ﺡ lebih aman ditransliterasikan dengan /ch/ daripada /h/, karena jika kata yang mengandung huruf ﺡ ditransliterasikan dengan /h/ misal untuk alamat situs internet yang lazim diberi garis bawah, maka garis bawahnya akan menerjang tanda _ di bawah /h/ ini. Misal: www.al-hakīm.com

Akan menjadi www.al-hakīm.com sehinggga /h/ dengan /h/ tidak tampak jelas bedanya.

Huruf / l / atau ﻞ pada partikel /al/ atau ﺃﻞ apabila diikuti huruf Syamsiyah, maka ditransliterasikan menjadi huruf Syamsiyah yang mengikutinya.

Contoh : ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺑﻳﺕ = baitu ‘s-salām

ﻋﺒﺪﺍﻠﺭﺯﺍﻕ = ‘Abdu ‘r-Razāq (karena nama ini sudah lazim dalam bahasa Indonesia, maka penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia, yaitu Abdurrazaq, lihat keterangan berikut).

Kata dan nama-nama yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia ditransliterasikan dengan sistem transliterasi bahasa Indonesia,

contoh : ﻋﺒﺪﺍﻠﺭﺆﻭﻒ = Abdurrauf. (kata yang lain misal: yakin, sabar, insyaallah, Alhamdulillah, dalam konteks bahasa Indonesia ditulis dengan yakin, bukan yaqīn; sabar, bukan shabar; insyaallah bukan insya’A’l-Lăh; alhamdulillah, bukan al-chamduli-‘l-Lăh. Akan tetapi jika kata-kata itu dituliskan dalam konteks bahasa Arab, kita harus konsisten mengikuti kaidah transliterasi Arab – Latin tersebut).


  1. Vokal pada akhir kata yang berada di tengah kalimat tetap berbunyi dan yang berada di akhir kalimat dipenggal.

Contoh : Māliki yaumi ‘d-dĩn ﯿﻦ ﺍﻟﺪ ﻢ ﯿﻮ ﻟﻚ ﻣﺎ dan ilã ‘l-mālik

ﻟﻙ ﺍﻟﻣﺎ ﻠﻲ ﺇ



  1. Bunyi diftong ditransliterasikan dengan u untuk wau, i untuk ya. Contoh : ﻣﻭﻻﺘﻧﺎ = Maulātu-nā dan ﺳﻴﻒﺍﻵﻣﻴﻥ = Saifu ‘l-Ãmĩn,untuk nama orang yang sudah lazim di Indonesia cukup ditulis Saiful Amin (lihat c di atas)..

  2. Kata perangkai, kata depan, partikel, dan kata ganti ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Dan dlamir / kata ganti yang berarti Tuhan “Allah” ditulis dengan huruf besar.

Contoh : Ma nachnu illã bi-Hi wa la-Hu: ﻟﻪ ﻮ ﺒﻪ ﻻ ﺍ ﻨﺣﻦ ﻣﺎ

  1. Huruf ﺓ yang terletak di akhir kalimat atau frase ditransliterasikan dengan /h/.

Contoh : Tachta qadami ‘sy-syarĩ’ati ‘l-Muchammadiyyah:

ﻴﺔ ﻟﻣﺣﻣﺩ ﺍ ﻴﻌﺔ ﻟﺷﺮ ﺍ ﻡ ﻗﺩ ﺗﺣﺕ



  1. Hamzah washl yang ada di tengah kalimat ( - ) dituliskan dengan apostrop, bukan dengan /a/.

  2. Penulisan huruf besar/ kapital dilakukan sesuai dengan kelaziman penggunaan huruf Latin dalam bahasa Indonesia, misal: Allah, nama orang, nama tempat, huruf awal dalam suatu kalimat, dsb.

Contoh: Ma nachnu illã bi-Hi wa la-Hu: ﻟﻪ ﻮ ﺒﻪ ﻻ ﺍ ﻨﺣﻦ ﻣﺎ

Tachta qadami ‘sy-syarĩ’ati ‘l-Muchammadiyyah:

ﻴﺔ ﻟﻣﺣﻣﺩ ﺍ ﻴﻌﺔ ﻟﺷﺮ ﺍ ﻡ ﻗﺩ ﺗﺣﺕ



  1. Penulisan huruf-huruf yang dobel konsonan bertemu dengan konsonan, penuliannya dengan diberi tanda hubung: missal: fadl-lun; idh-hār; mush-chaf; ُad-lun; dsb.

(Bandingkan dengan: Istadiyantha, 2007: vi-ix).



Yüklə 90,63 Kb.

Dostları ilə paylaş:




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin