Data dan analisa

Sizin üçün oyun:

Google Play'də əldə edin


Yüklə 157.4 Kb.
səhifə1/2
tarix03.08.2018
ölçüsü157.4 Kb.
  1   2



BAB 2
DATA DAN ANALISA

2.1 Sumber Data


Data dan informasi yang untuk mendukung proses pengerjaan proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain :
1. Wawancara / Interview dari narasumber terpercaya dan pihak-pihak terkait dengan topik ini : Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Bapak Nursalam (Pemilik Kedai Daur Ulang Pak Salam), & Toko Kertas Kemenangan
2. Survey terhadap pengamatan langsung di lapangan
3. Literatur : Buku, Artikel, Naskah, E-book, Dokumen, dari media elektronik yang berhubungan dengan topik

2.1.1 Hasil wawancara dengan pihak Dinas Kebersihan DKI Jakarta


Hasil wawancara dengan Bapak Bambang selaku kepala seksi operasional Dinas Kebersihan DKI Jakarta yaitu:
Proses pengolahan sampah di TPA Bantar Gebang

Untuk sampah Organik, dilakukan composing, dikubur (landfill), dan gas methan yang dihasilkan ada yang dikonversikan menjadi listrik. Untuk sampah Anorganik, yang tidak memiliki nilai ekonomis diambil oleh pemulung.


Terdapat 9,5 juta penduduk DKI Jakarta (2010), dengan timbunan 5.597,87 ton / hari. Dimana 4.986,31 ton sampah tertangani (89,08%). Sisanya 10,92% masih di sumbernya seperti kali/saluran/terdegradasi oleh alam. Persentase sampah organik dan non-organik ialah 55,37% : 44,63%.
Adapun peraturan yang mengatur tentang pengelolaan sampah yaitu UU no 18 tahun 2008.
Sampah yang tidak diminati ialah plastik kresek, kemasan makanan ringan, sterofoam. Kemasan makanan ringan juga salah satu jenis sampah yang harus diantisipasi, karena belum bisa diolah lebih lanjut. Adapun plastik yang sudah dapat ditangani ialah plastik PET.
Pertumbuhan timbunan sampah DKI Jakarta ialah 5% setiap tahunnya. Ini dikarenakan berubahnya pola konsumsi masyarakat.
ITF ialah Intermediate Treatement Facility, fasilitas pengolahan sampah sementara yang ada di sunter, cakung, dan cilincing. 2 lokasi yang sudah beroperasi yaitu sunter dan cilincing. Dari pengolahan sampah di ITF dihasilkan residu yang nantinya dibawa ke pembuangan akhir di Bantar Gebang.
Harapan dari Dinas Kebersihan ialah masyarakat dapat bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku seperti yang tercantum di UU no 18 tahun 2008, dapat memahami perda/UU, dan di kemudian hari akan ada pendekatan melalui insentif, yang diberikan kepada masyarakat yang mengolah sampahnya sendiri. Ada juga sanksi berupa 3 bulan penjara / denda 50 juta bagi yang tidak melakukan pemanfaatan sampah / subsidi silang.
Penyuluhan yang telah dilakukan di wilayah DKI Jakarta ialah pengurangan sampah melalui 3R. Di setiap wilayah kotamadya dilakukan kegiatan aktivitas mensosialisasikan 3R. Uji coba sentral 5 wilayah telah berhasil dalam kinerjanya, yaitu mencacah setengah matang sampah. Adapun pengolahan residu yang dipress & diikat, serta residu yang dikonversi menjadi bahan bakar untuk industri kapur di Cikarang.
Selain wawancara, penulis juga diberikan buku informasi kebersihan selama tahun 2011, dan juga dokumen-dokumen tentang sampah DKI Jakarta lainnya, seperti tabel, brosur, dll.

Gambar 2.1 Buku Informasi Kebersihan Dinas Kebersihan DKI Jakarta 2011


Gambar 2.2 Dokumen Dinas Kebersihan DKI Jakarta


Gambar 2.3 Brosur Dinas Kebersihan DKI Jakarta

2.1.2 Hasil pengamatan buku lokal dan impor luar negeri yang bertema lingkungan dengan sajian visual


01. Buku lokal bertema alam & lingkungan
Penulis tidak menemukan banyak buku yang terbit di pasaran (Maret 2012) yang bertemakan lingkungan / edukasi tentang alam & lingkungan. Adapun buku-buku yang bertemakan lingkungan namun dikemas secara pandangan bisnis seperti,

- Buku Pintar Etiket Hijau 300 Cara Bijak Ramah Lingkungan Dan Menghemat Uang | penulis : Mien R. Uno dan Siti Gretiani |

- Agribisnis Kreatif | penulis : Iwan Setiawan |

- Kewirausahaan dan Daya Saing Agribisnis | penerbit : Orangebook |

- Ekonomi Agribisnis Minyak Sawit | Penulis : Dr Ir Tungkot Sipayang |
Adapun buku tentang edukasi alam & lingkungan, namun digolongkan di Seksi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, yang disajikan secara teks dan teori, seperti,

- Membuat Pupuk Organik | Penulis : Sukamto Hadisuwito |

- 100 Tumbuhan dilindungi di Gede Pangrango | Penerbit : Suara M P |
02. Buku lokal dengan sajian visual
Penulis menemukan buku-buku dengan sajian visual yang bertemakan edukasi / fakta tentang alam & lingkungan, hanya banyak disajikan untuk segmen anak-anak seperti,

- Survival Dunia Serangga | Penerbit : Elex Media Komputindo |

- 100 Hal Paling Bikin Penasaran | Penerbit : Edutivity |

- 100% Science | Penerbit : Elex Media Komputindo |

- 234 Fakta Sains Seru | Penerbit : Educomics |
Buku yang berbalut visual untuk segmentasi dewasa lebih banyak bergenre fiksi dan disajikan dalam bentuk buku komik. Adapun beberapa buku dengan visual komik yang berbalut fakta / peristiwa terkini / konflik masyarakat seperti,

- 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda | Penulis : Benny Rachmadi |

- Tiga Manula Jalan-jalan ke Singapura | Penulis : Benny Rachmadi |
03. Buku impor luar negeri berbalut visual dan Ilustrasi
Penulis menemukan bahwa buku-buku impor luar negeri lebih banyak yang disajikan dengan visual dan ilustrasi, dan diperuntukkan segmen dewasa.
Adapun buku-buku visual, untuk segmen dewasa, yang khusus membahas tentang alam & lingkungan seperti,

- Illustrated Encyclopedia of The Earth | Penerbit : DK |

- The Natural History Book, The Ultimate Visual Guide to Everything | Penerbit : DK |

- Illustration School Lets Draw Plants and Small Creatures | Penulis : Sachiko Umoto | Penerbit : Quarry |

- Amazing Earth | Penerbit : Times |
Ada juga buku-buku yang berbalut visual dan ilustrasi, untuk segmen dewasa, dengan topik-topik yang menarik seperti,

- Pocket World in Figures 2012 | Penerbit : The Economist |

- 101 Things To Do To Become A Superhero or Evil Genius | Penulis : Richarn Horne |

- LISTOMANIA A World of Fascinating Facts in Graphic Detail | Penerbit : Harper Collins | 2011 |

- MORE SHOW ME HOW Instructions For Life From The Everyday To The Exotic | Penulis : Derek Fragerstorm, Lauren Smith, & The Show Me Team | Penerbit : Harper Collins Publisher | 2010 |

- Origami For Busy People | Penulis : Marcia Joy Miller | 2011 |


Dengan pengamatan terhadap buku-buku lokal dan buku-buku impor luar negeri, penulis mengambil kesimpulan bahwa buku-buku dengan sajian visual dan ilustrasi, yang berisikan pengetahuan umum dengan tujuan edukasi dan informasi masih kurang dimanfaatkan oleh penulis dan penerbit di Indonesia.

2.1.3 Hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan dengan Bapak Nursalam dari Kedai Daur Ulang Pak Salam


Kedai Daur Ulang Pak Salam, ialah usaha Daur Ulang Kertas yang dipelopori oleh Pak Nursalam, aktif beroperasi sejak tahun 1983 sampai sekarang, terletak di Jalan Mampang Prapatan XI no 3A Jakarta Selatan.
Penulis mengamati proses daur ulang kertas dari sampah kertas menjadi produk kertas yang dapat dikomersialkan kembali, banyak diantaranya yang diproses lagi menjadi produk komersial seperti kotak, buku, bingkai foto, map, dll.
Selain bahan baku kertas, gedebok pisang / batang pisang terkadang dipakai sebagai bahan campuran untuk menghasilkan jenis kertas daur ulang dengan tekstur tertentu. Terdapat bermacam-macam tekstur dari kertas daur ulang yang dihasilkan sesuai dengan cetakan / ornamen yang diberikan.
Sampah-sampah kertas banyak diperoleh Bapak Salam dari perkantoran-perkantoran di Jakarta. Perkantoran rutin mengirimi sampah kertasnya sebulan sekali, terkadang dua bulan sekali, 100 Kg sampah kertas setiap pengirimannya.
Kertas yang didaur ulang ialah segala jenis kertas, seperti kardus, karton, hvs, duplex, koran, packaging, kertas bekas printing, majalah, brosur, poster, manila, map, amplop, kertas buram, selama kertas tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Karena daur ulang kertas disini dilakukan secara manual, dengan tangan terbuka.
Alat-alat yang digunakan ialah baskom bulat untuk bubur kertas, bak kotak untuk perendaman, air, kertas, gedebok pisang, dedaunan untuk motif, screen cetak kertas dengan berbagai ukuran, pewarna pigmen, blender, dan sinar matahari (supaya kertas yang dihasilkan bagus, tidak lembab, sehingga tidak mudah rapuh).
Prosesnya ialah kertas sampah direndam air dalam bak kotak selama 4 hari, diberi pewarna pigmen. Setelah kertas merapuh di-blender menjadi bubur kertas, bubur kertas dimasukkan ke dalam baskom bulat berisi air. Dengan screen, bubur kertas diangkat dan disaring dari sisa2 air. Tahap pengeringan lembaran bubur kertas ditempel ke papan. Dibutuhkan waktu sampai 2 jam hingga bubur kertas ini kering dan menjadi lembaran-lembaran kertas daur ulang.
Dengan 75 kg sampah kertas, setiap harinya, Bapak Salam dapat dihasilkan kurang lebih 150 lembar kertas daur ulang ukuran A4, Folio, A3 dan A2. Harga Jual kertas daur ulang tsb ukuran A4, Rp 1.100,- ; A3 Rp 1.500,- ; A2 Rp 3.500,-.

2.1.4 Hasil survey produk kertas daur ulang pada beberapa pabrik kertas & distributor kertas terkemuka di Indonesia


01. PAPERINA - PT PAPERINA DWIJAYA

Dari 34 jenis produk kertas, terdapat 9 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 26.47 %
02. Concorde - PT Parisindo Pratama

Dari 9 jenis produk kertas, terdapat 0 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 0 %
03. PT Surya Palace Jaya

Dari 32 jenis produk kertas, terdapat 5 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serta kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 15.6 %
04. PT Asia Pulp & Paper

Dari 16 jenis produk kertas, terdapat 3 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serta kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 18.75 %
05. Paper Gallery

Dari 12 jenis produk kertas, terdapat 5 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 41.67 %

06. PT Cinjoe Jaya

Dari 32 jenis produk kertas, terdapat 8 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 25 %
07. PT Tjiwi Kimia (Paperline Gold)

Dari 24 jenis produk kertas, terdapat 3 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 12.5 %


08. PT Unity Fortuna Global

Dari 15 jenis produk kertas, terdapat 3 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 20 %
09. PT Riau Andalan Pulp and Paper, Asia Pacific Resources International Limited (APRIL Fine Paper)

Paper One,

Dari 1 jenis produk kertas, terdapat 0 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 0 %
10. PT Indah Kiat

Dari 17 jenis produk kertas, terdapat 3 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 17,65 %


11. PT Pindo Deli Pulp & Paper

Dari 11 jenis produk kertas, terdapat 1 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 9 %
12. PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin)

Dari 9 jenis produk kertas, terdapat 3 jenis kertas yang merupakan produk daur ulang dari serat kayu daur ulang (Post-Consumer Waste Recycled)

= 33.3 %

* Dari hasil survey, terdapat 2 dari 12 pabrik kertas/distributor kertas terkemuka di Indonesia, yang tidak memproduksi/mendistribusikan kertas hasil Post-Consumer Waste Recycled.

* Persentase RATA - RATA dari 12 pabrik kertas/distributor kertas, terdapat 18,33 %nya produk kertas daur ulang di setiap pabrik/distributor kertas.

* Konklusi yang didapatkan : Industri kertas Indonesia menghasilkan jenis produk kertas daur ulang serat kayu sebanyak 18,33 % dari total jenis produk kertas


2.1.5 Hasil wawancara terhadap pengolahan sisa potong kertas ke pihak toko kertas di Jakarta


Kertas yang dijual di toko-toko kertas di Jakarta umumnya berupa ukuran Plano. Terdapat jasa potong kertas bagi pembeli yang ingin membeli kertas dalam ukuran selain Plano. Sisa-sisa potongan kertas plano tersebut biasanya diminta oleh si pembeli. Jika adapun sisa potongan kertas yang tidak diminta, akan dimanfaatkan kembali untuk membuat potongan kertas kecil untuk buku nota dan dijual kembali. Namun penulis menemukan bahwa tidak ada tindaklanjutan untuk sisa potongan kertas yang kurang dari 5 cm. Sisa potongan tersebut menjadi sampah kertas yang kemudian dibal & diloakkan kepada pemulung.

2.1.6 Hasil pengamatan efisiensi kemasan terhadap limbah yang dihasilkan produk-produk berkemasan kertas/ karton di pasaran.


Penulis mengamati banyaknya produk yang menggunakan bahan baku kertas / karton sebagai kemasannya. Produk-produk seperti bedak, lotion wajah, kosmetik, pasta gigi, coklat, biskuit/wafer, susu bubuk, susu cair, jus buah, yang menggunakan bahan baku kertas/karton sebagai kemasannya. Ada pun beberapa kertas / karton yang dipakai adalah Food Grade ataupun TetraPack, yaitu jenis kertas yang memenuhi standarisasi untuk pengemasan khusus makanan.
Dari hasil pengamatan terhadap 5 jenis produk di pasaran yang berkemasan kertas/karton, yaitu coklat batang, cereal gandum, pasta gigi, kue tart, dan jus buah, didapati kesimpulan bahwa, Pembelian produk dalam jumlah yang lebih besar dalam satu kemasannya, akan menghemat sampah kertas sampai 52,6 %, menghemat biaya sampai 17,7 %, dan sampai 6x pemakaian.

2.2 Data Umum

2.2.1 Infografik
Infografik ialah informasi berbentuk grafik/visual, yang memuat data, edukasi, dan informasi, yang mengubah data kompleks menjadi sederhana dan jelas sehingga mudah dipahami. Infografik memudahkan dalam membaca data di era informasi seperti ini, sehingga Infografik tidak hanya bisa dinikmati oleh para ahli di bidang spesifik ilmu yang disajikan, namun juga oleh orang awam sekalipun.
Penggunaan infografik pada publikasi merupakan sebuah solusi desain untuk mengenalkan suatu permasalahan yang kompleks kepada masyarakat, dengan cara yang menarik, hingga diharapkan dapat tercipta suatu fungsi edukasi, membentuk pemikiran masyarakat, dan terciptanya tindakan.
2.2.2 Sampah
2.2.2.1 Arti Sampah
Menurut kamus istilah lingkungan hidup, sampah mempunyai definisi sebagai bahan yang tidak mempunyai nilai, bahan yang tidak berharga untuk maksud biasa, pemakaian bahan rusak, barang yang cacat dalam pembikinan manufaktur, materi berkelebihan, atau bahan yang ditolak.

2.2.2.2 Hari Sampah Nasional & Kronologi


- Hari sampah nasional ditetapkan 21 Februari sejak tahun 2005 untuk mengenang tragedi longsornya TPA Leuwigajah.

- Lima tahun lalu, tepatnya 21 Februari 2005 pada dini hari, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah longsor dan mengubur 143 orang tewas seketika. Sekitar 137 rumah di Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung dan dua rumah di Desa Leuwigajah, Cimahi, Provinsi Jawa Barat juga tertimbun longsoran sampah dengan ketinggian mencapai 3 meter.
Selain itu, ribuan ton kubik sampah juga mengubur kebun dan lahan pertanian milik warga Kampung Pojok, Cimahi Selatan Tragedi ini kemudian dicanangkan sebagai Hari Sampah Nasional.


2.2.2.3 Fenomena Pengolahan Sampah
Persoalan lain pengolahan sampah di tempat akhir ada pada proses pengolahan. Di saat pengangkutan dan di tempat pembuangan akhir, semua sampah dicampur baik sampah organik maupun yang non organik. Di tingkat rumah tangga atau perkantoran, mungkin sudah ada yang berupaya memilah sampah organik dengan sampah non organik di tempat terpisah. Tapi ketika dinaikkan truk, sampah-sampah organik dan non organik ini mulai bercampur, sampai di tempat pembuangan akhir.

2.2.2.4 Jenis Sampah


01. Jenis Sampah Secara Umum
- Sampah Organik, dapat diurai (Degradable)

Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk, mudah terurai di alam, seperti sisa makanan, sayuran, daun, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.


- Sampah Non-Organik, tidak terurai (Undegradable)

Sampah Non-Organik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, susah/tidak bisa hancur, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kaca, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat didaur ulang dan dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.


- Biodegradable, yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.

- Non-biodegradable, yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:



Recyclable, ialah sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.

Non-recyclable, ialah sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, kertas karbon, thermo-coal dan lain-lain.
02. Jenis Sampah menurut Hadiwiyono (1983)
Sampah dikelompokkan berdasarkan dua karakteristik, yaitu secara fisika dan secara kimia.
Secara kimia sampah dikelompokkan menjadi :

1. Organik, sampah yang mengadung senyawa organik atau sampah yang tersusun dari unsur Karbon, Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, dan Pospor.

2. Anorganik, sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, jika bisapun membutuhkan waktu yang sangat lama.
Secara fisika sampah dikelompokkan menjadi:

1. Sampah basah (garbage), garbage tersusun dari sisa-sisa bahan-bahan organik yang mudah lapuk dan membusuk.

2. Sampah kering (rubbish), sampah kering dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu jenis logam seperti besi, seng, aluminium dan jenis non logam seperti kertas dan kayu.

3. Sampah lembut, sampah lembut memiliki ciri khusus yaitu berupa partikel-partikel kecil yang ringan dan mudah terbawa oleh angin.

4. Sampah besar (bulkywaste), sampah jenis ini memiliki ukuran yang relatif lebih besar, contohnya sampah bekas mesin kendaraan.

5. Sampah berbahaya (hazardous waste)

03. Jenis Sampah menurut Wibowo. Arianto dan Djajawinata. T. Darwin (2007)
Sampah berdasarkan sumbernya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:

1. Sampah domestik, adalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia secara langsung, contohnya sampah rumah tangga, pasar, sekolah dan sebagainya.

2. Sampah non-domestik, adalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia secara tidak langsung, contohnya sampah pabrik, industri dan pertanian.

2.2.2.5 Tempat Pembuangan Akhir / Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Indonesia

- TPA Bantar Gebang, Bekasi

Lokasi : Kelurahan Ciketik Udik, Kelurahan Cikiwul Dan, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang

Mulai Operasi : Agustus 1989

Luas : 110.3 Hektar

Sampah Per Hari : 6000 Ton

- TPA Cieupecang, Bekasi

- TPA Jatiwaringin, Banten

- TPA Muara Fajar, Riau

- TPA Benowo, Jawa Timur

2.2.2.6 Diagram Hierarki Pengolahan Sampah





Gambar 2.4 Waste_hierarchy (sumber : wikipedia.org)

2.2.2.7 Prediksi Sampah


Volume sampah meningkat 15 % di bulan puasa. Data & angka selalu berubah, problema sampah tak pernah selesai. Jakarta akan selalu bermasalah dengan sampah jika tidak ada penanganan yang optimal.

2.2.2.8 Manfaat Pengelolaan Sampah


- Untuk Sumber Daya Alam, hutan, udara

- Untuk energi

- Untuk lahan TPA

- Untuk lingkungan nyaman dan bersih

- Mengurangi pencemaran dan global warming

2.2.3 Kertas


2.2.3.1 Arti Kertas
Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp/bubur kertas. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih/tisu yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
2.2.3.2 Serat Kayu pada Kertas
Bahan pembuat kertas adalah komponen kayu. Salah satu jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku penghasil kertas di Indonesia adalah kayu Mangium (Acacia mangium). Sebagai gambaran, komposisi kimia serat kayu Mangium adalah kadar selulosa 45,72 – 60,29%, hemiselulosa 23,26 – 29,58%, dan lignin 21,98 – 24,54%. Kadar tersebut bervariasi dari berdasarkan jenis tempat tumbuh (Queensland, Papua New Guinea, dan Indonesia timur) seperti yang dilaporkan oleh Syafii dan Siregar (2006).
Serat Kayu ialah komponen organik selulosa yang diekstraksi dari tumbuh-tumbuhan / pohon untuk bahan baku kertas.

Virgin Wood Fiber ialah Serat kayu baru yang belum mengalami tahap olahan daur ulang. Virgin Wood Fiber diekstraksi dari kayu keras (Hardwood) & kayu lunak (Softwood). Kayu keras dari jenis tanaman Angiosperm, yang lebih kompleks jaringannya sementara kayu lunak ialah kayu dari pohon Pinus Sylvestris, sejenis tanaman Gymnosperm.

2.2.3.3 Kertas dalam Sejarah


Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan Papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan Papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa firaun. Kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata Papirus (Papyrus) itulah dikenal sebagai Paper dalam bahasa Inggris, Papier dalam bahasa Belanda, Jerman, dan Perancis, dan Papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.


Tercatat dalam sejarah bahwa peradaban China menyumbangkan kertas bagi Dunia. Kaisar Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di daratan China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur, meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.


Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah, terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab, sehingga muncullah pusat-pusat industri kertas di Baghdad, Samarkand dan kota-kota industri lainnya.
Pembuatan kertas kemudian menyebar ke Italia, India lalu Eropa pada abad ke-12, khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol.



Pemakaian kertas mulai berkembang luas. Sesudah Gutenberg menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kulit kambing sebagai sarana tulis-menulis di Barat.

Di Cina sebelum penemuan Ts'ai Lun umumnya buku dibuat dari bambu yang terlampau berat. Memang ada juga buku yang dibuat dari sutera tetapi harganya sangat mahal. Sedangkan di Barat, sebelum adanya kertas, buku ditulis di atas kulit kambing atau lembu. Material ini sebagai pengganti Papirus yang digemari oleh orang-orang Yunani, Romawi dan Mesir. Baik kulit maupun Papirus bukan saja termasuk barang langka tetapi juga harga sulit terjangkau.


2.2.3.4 Tisu sebagai hasil produk kertas jaman modern
Tisu merupakan produk kertas jaman modern. Sifatnya yang sekali pakai menjamin ia lebih higienis. Mengingat konsumsi tisu yang sangat besar di seluruh dunia, penghematan pemakaian tisu pasti akan memberi dampak yang cukup besar bagi penghematan kertas. Gunakan lap kain di dapur, wastafel, dan untuk wajah, sehingga dapat meminimalisir pemakaian tisu dan tidak menghasilkan limbah kertas.

2.2.4 Sampah Kertas


Sampah kertas ialah Sampah anorganik yang bersifat kering. Sampah kertas merupakan sampah yang bisa dijadikan sampah komersial jika dilakukan penanganan. Sampah kertas dapat dijadikan hiasan menarik, kertas daur ulang, dll. Sampah kertas mengandung komponen kimiawi selulosa, hemiselulosa, dan sebagian kecil masih mengandung lignin (Robert 1996).
Produk Sampah Kertas di sekitar kita seperti,

- Hasil cetak dokumen 2 sisi (Test print, Dokumen, dll)

- Kemasan karton dari produk, seperti karton sereal, odol, kosmetik

- Hasil Shredding dokumen perusahaan

- Sisa potongan kertas dari toko kertas, maupun digital print

- Koran bekas

- Buku tulis yang habis dipakai

- Post It Note bekas

- Bekas Undangan, Kalender

- Kwitansi, Bon, kertas tagihan setelah pembayaran

- Brosur, Pamflet, Flyer, Poster bekas

- Tisu, dll

2.2.4.1 Pre-Consumer Waste & Post-Consumer Waste
Pre-Consumer Waste, ialah material kertas yang dibuang sebelum sampai ke konsumen. Seperti kertas yang diproduksi tetapi tidak digunakan dan kemudian mengalami proses produksi untuk kertas kembali. Produksi seperti ini tidak termasuk mengalami daur ulang. Contoh, hasil potongan kertas di pabrik kertas, yang kemudian digunakan pada proses pembuatan kertas kembali.
Post-Consumer Waste ialah sampah yang biasa kita kenal. Material yang dibuang setelah adanya penggunaan oleh konsumen. Contoh, koran yang dibeli, dibaca, kemudian dibuang.

2.2.4.2 Beberapa Fakta Sampah Kertas di dunia


- Penggunaan kertas per kapita di dunia ialah 48 kg

- Rata-rata pengguna web komputer mencetak 28 halaman kertas setiap harinya (sumber: Gartner group and HP)

- 1 ton sampah kertas yang didaur ulang dapat menyelamatkan 17 pohon, 380 gallon minyak, 2.3 m³ lahan TPA, 4000 KW energi, & 7000 gallon air. Menghasilkan 64% penghematan energi, 58% penghematan air & mengurangi 60 lbs polusi di udara. 17 pohon bisa menyelamatkan 250 lbs CO2 di udara dlm 1 tahun, membakar kertas dengan jumlah yg sm akan menghasilkan 1500 lbs CO2

- Jika seluruh koran didaur ulang, kita bsa menyelamatkan 250.000.000 pohon dlm setahun

- Sebuah pohon berumur 15 tahun menghasilkan 700 pcs kantong kertas. Pasar Swalayan yang sibuk dpt menggunakan habis di bwh 1 jam. Dalam setahun, sebuah pasar swalayan menghabiskan 6jt kantong kertas.

- Mendaur ulang 1 ton sampah kertas menyelamatkan 7-10 pohon dewasa (sumber: Kedai Daur Ulang Pak Salam)

- Kotoran 1 gajah dapat menghasilkan 100 lembar kertas, dari satu onggokan kotoran, bisa dihasilkan 15 lembar kertas. Pembuatan kertas dimungkinkan karena kotoran hewan kaya serat. Ketika mencerna, gajah tak melumat habis makanannya. (sumber: Safari Poo Paper Factory, Bali Safari and Marine Park). Satu gajah makan sekitar 180 kilogram rumput setiap hari, mereka memproduksi 100 kilogram kotoran tiap harinya. Kata Tim Husband, seperti dimuat Perth Now.

- 65% banyaknya dari jumlah sampah rumah tangga ialah limbah kemasan kertas

- 1 keluarga rata2 mengkonsumsi 182 gallon soda, 29 gallon jus, 104 gallon susu, & 26 gallon air mineral kemasan, dalam setahun. Bayangkan berapa banyak limbah kemasan yang dihasilkan.

2.2.5 Industri / Pabrik Kertas


- Setiap industri kertas harus memenuhi prosedur ISO Quality, ISO 9001 (Quality Management System) & ISO 14001 (Environmental Management System), yang tertera pada International Standard Pollution Control & Environmental Safety, dan juga berkomitmen dalam keberlanjutan lingkungan secara jangka panjang.

- Setiap pabrik kertas di Indonesia, selain harus berkomitmen dengan prosedur ketentuan juga harus berkomitmen dengan masalah sosial, lingkungan hidup & keberlanjutan perekonomian.


Bentuk komitmen terhadap lingkungan hidup seperti,

- Meningkatkan penggunaan bahan baku yang bersertifikat Sustainable Forest Management

- Dalam menjalani operasinya, sebisanya mengurangi pemakaian energi, emisi karbon, emisi gas rumah kaca, dan polusi.

- Meminimalisir limbah terutama limbah kimia

- Menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik

- Turut melindungi konservasi area hutan sebagai rumah dari beragam spesies hewan dan tumbuhan


Berkomitmen secara sosial seperti,

- Menghormati dan melindungi Hak Asasi Manusia

- Turut mengembangkan komunitas dan masyarakat
Berkomitmen terhadap perekonomian seperti,

- Bertanggung jawab terhadap karyawan, keluarga karyawan, konsumen, dan komunitas yang menggantung kehidupannya kepada perusahaan.


Setiap pabrik kertas di Indonesia harus menjamin keberlanjutan lingkungan hidup (Sustainability) dengan,

- Tidak bertoleransi akan kayu hasil illegal lodging, hanya memproduksi kertas dari serat kayu yang sah/legal

- Memenuhi Standard Kualitas Serat Kayu (Fiber Procurement Policy)

- Menggunakan bahan baku bersertifikat CSA / FSC / PEFC/ SFI (Sustainable Forest Management Sertified Material), dari tanaman industri Indonesia.

- Menggunakan teknologi daur ulang dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui

- Menggunakan teknologi khusus untuk proses panen

- Menjamin bahan baku yang legal dari hutan sampai ke pabrik

2.2.5.1 Proses Pembuatan Kertas


Material kertas terbuat dari selulosa, yang diperoleh dari kayu, robekan kertas, dan sejenis rerumputan, yang kemudian diproses menjadi lembaran ataupun gulungan kertas, yang digunakan untuk menulis, mencetak, menggambar, membungkus, majalah, wallpaper, dll.
Kayu adalah bahan baku utama dalam memperoleh serat selulosa dalam pembuatan bubur kertas dan kertas. Kayu menyumbangkan kebutuhan 93% serat kayu baru (virgin fiber) dunia, sedangkan sumber non-kayu, ampas tebu (10%), jerami, dan bambu adalah bahan baku sisanya.
Untuk memproduksi kertas dengan kualitas yang baik, bubur kayu jenis Softwood dan Hardwood dicampur, untuk mendapat kadar kekuatan dan keputihan kertas, tekstur permukaan untuk menulis, dan karakter-karakter lainnya.
Proses pembuatan bubur kertas,

- Batang kayu datang dari lahan perkebunan

- Debarking, Proses pertama ialah menghilangkan kulit kayu yang tidak memiliki kandungan serat dan akan membentuk kotoran pada bubur kertas. Kulit-kulit kayu tersebut dibawa ke mesin multifuel boiler untuk dibakar sebagai bahan bakar untuk proses-proses produksi di pabrik.

- Chipping, Batang kayu dipotong menjadi serpihan kayu dan dibawa ke dalam pabrik pengolahan untuk mengubahnya menjadi bubur kertas

- Pulping, Pemasakan bahan kimia dengan uap ialah awal proses pembuatan bubur kertas. Beberapa bagian kayu dipisahkan untuk dipakai di proses ini sebagai bahan bakar mesin uap. Sebagian besar zat kimia yang digunakan disini kemudian dipulihkan dan di gunakan kembali.

- Washing, Berbagai jenis alat untuk mencuci serat kertas digunakan untuk memisahkan serat kertas dengan bahan-bahan kimia

- Bleach, Proses memutihkan serat kertas menggunakan berbagai zat kimia dan perlakukan khusus, serat kertas akan menjadi semakin bersih dan putih.

- Screening, Serat-serat kayu dan kotoran disaring dari serat kertas dalam proses Screening untuk mendapatkan bubur kertas yang bersih

- Drying - Pada proses akhirnya, serat kertas dikeringkan di dalam pengering untuk memisahkan kandungan air

- Bailing - pemotongan lembaran serat kertas menjadi ukuran tertentu untuk memudahkan pemindahan.


Proses pembuatan kertas :

Terdapat bermacam proses untuk tujuan produksi tipe kertas yang beragam di Pabrik kertas. Umumnya, proses pengolahan di pabrik kertas dibagi menjadi 3 bagian,

1. Stock Preparation / Penyediaan Bahan baku

Stock Preparation adalah jembatan antara serat kertas dengan mesin kertas. Menyediakan bahan baku untuk mengolah bubur kertas, memproduksi kertas yang sejenis dari materi coatingnya, memastikan pengoperasian mesin kertas yang optimal, & mengendalian standard kualitas kertas. Dalam tahap ini bahan baku serat kertas dicampur dengan air untuk membentuk bubur kertas yang lunak untuk mencampur rata kandungan materi tambahan.
2. Paper Machine / Mesin Kertas, terjadi proses pembuatan lembaran kertas dari bubur kertas. dibagi menjadi 2 area,

- Wet End Operation (99% air), menghilangkan air dari bubur kertas untuk dibentuk menjadi lembaran. Pertama-tama, disemprotkan bubur kertas di atas sebuah screen yang panjang dan lebar, disebut dengan wire. Kemudian air mulai tersaring di dasar wire. Air disini dikumpulkan supaya bisa dipakai berulang kali. Bubur kertas yang terkumpul di atas wire mulai membentuk lapisan tipis, kemudian dipress oleh roller.


- Dry End Operation (60% air), mengeringkan lembaran kertas, memberi lapisan coating, menghaluskan, dan menggulung pada gulungan besar.

Pertama tama silinder besar yang terbuat dari logam dipanaskan dengan mengisinya dengan uap. Lembaran kertas-kertas yang basah (9 meter) melewati silinder panas. Dengan pemanasan tersebut membuat serat-serat pada kertas semakin merapat dan membentuk kertas yang padat. Dengan Calender, roller baja yang berat memberi beban pada kertas sehingga ketebalan dan kehalusannya merata.


3. Finishing Operation / Tahap penyelesaian, mengambil lembaran pada gulungan untuk pendistribusian

Pada tahap Finishing terjadi sedikit pemanasan, lembaran kertas kemudian digulung, masuk ke mesin cutter / sheeter untuk dipotong sesuai ukuran. terdapat berbagai macam ukuran gulungan.




2.2.5.2 Beberapa Fakta mengenai Produksi Kertas
- Hutan hujan tropis ditebang 100 hektar per menit. Ini berarti 2000 pohon ditebang setiap menitnya.

- Menurut data Food and Agriculture Organizations (FAO), setiap harinya hutan di Indonesia berkurang seluas 500 kali luas lapangan sepakbola.



- Dari survey 12 pabrik kertas/distributor kertas terkemuka di Indonesia, hanya terdapat 18,33 % produk kertas hasil daur ulang serat kayu dari keseluruhannya, padahal industri kertas menduduki peringkat 4 dalam emisi gas rumah kaca

- Biaya konstruksi pabrik kertas yang menggunakan kertas hasil daur ulang, lebih murah 50 - 80% daripada pabrik kertas yang menggunakan bubur kertas baru.

- Pabrik kertas membuat 1 ton bubur kertas berarti menggunduli seperempat hektar hutan (sumber:Kedai Daur Ulang Pak Salam)

- Menurut Prof. Dr. Sudjarwadi (UGM), 1 rim kertas setara dengan 1 pohon berumur 5 tahun. Untuk setiap ton, bubur kertas membutuhkan 4,6 meter kubik kayu, dan 1 ton bubur kertas menghasilkan 1,2 ton kertas. 1 hektar hutan tanaman industri (Acacia) dapat menghasilkan kurang lebih 160 meter kubik kayu. Jika pertahun diproduksi 3 juta ton bubur kertas, maka membutuhkan 86.250 hektar hutan.

- Membuat selembar kertas fotokopi, membutuhkan 400 ml air, setara dengan 2 gelas air.

- Daur ulang tumbuh tumbuhan Acacia memerlukan waktu yang cukup lama, yakni 6 tahun, menyebabkan industri bubur kertas membutuhkan lebih banyak hutan untuk beroperasi.

- Dalam setiap tonnya, bubur kertas membutuhkan 4,6 meter kubik kayu. 1 ton pulp menghasilkan 1,2 ton kertas. Dalam 1 hektarnya, tanaman industri (Acacia) dapat dihasilkan lebih kurang 160 meter kubik kayu.

2.3 Masalah yang Dihadapi

01. Keadaan Hutan Hujan Tropis Indonesia Vs Pabrik Pulp and Paper Indonesia
Total kapasitas produksi pabrik kertas di Indonesia tumbuh besar pada masa 1990-an, naik dari 1 juta ton per tahun pada tahun 1990 ke 5,9 juta ton per tahun pada 2001. Untuk masa tersebut, konsumsi kertas per orang tumbuh tiga kali lipat yang  mencapai hampir 24 kg. Pada 2005, angka tersebut turun di kisaran 20 kg.

Keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia, juga yang menyebabkan pabrik kertas semakin berkembang, diantaranya adalah iklim tropis yang membuat pertumbuhan pohon yang akan menjadi sumber bahan baku bisa tumbuh cepat. Selain itu, Indonesia juga secara geografis dekat dengan pasar yang sedang berkembang yaitu Asia. Pada saat yang sama, banyak industri bubur kertas dan kertas di Amerika Utara dan Skandinavia yang menghadapi kesulitan akibat semakin tingginya biaya operasional.

Dengan keunggulan yang dimiliki, Indonesia berpotensi menjadi produsen bubur kertas dan kertas nomor 4 di dunia. Saat ini, Indonesia berada pada posisi ke sembilan untuk produksi bubur kertas, sedang untuk produksi kertas juga berada di posisi sembilan. Indonesia memproduksi sekitar 7,3 juta ton bubur kertas dan 10,7 juta ton kertas pada tahun 2010.

Menurut Dirjen Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian, Benny Wahyudi, pasar produk bubur kertas dan kertas masih tumbuh rata-rata 2,1% secara global dan sekitar 4% pada negara-negara berkembang. Total produksi kertas dunia sendiri saat ini sekitar 394 juta ton. Nilai ekspor produk bubur kertas dan kertas nasional pada tahun 2009 mencapai US$6,7 miliar dan pada tahun 2010 mencapai US$8 miliar.

Hutan hujan tropis mencakup 70% dari lahan di Indonesia. Di saat yang bersamaan, suatu luas area seperti luas negara Belgia terhapus lenyap setiap tahun menurut laporan dari Friends of The Earth. Hanya 10% yang ditebang untuk kertas adalah dari hasil penanaman, walaupun industri ini telah memberikan komitmen untuk replanting lahan yang sudah ditebang dengan pohon cepat tumbuh akasia.

02.



Dostları ilə paylaş:
  1   2
Orklarla döyüş:

Google Play'də əldə edin


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə