Fakultas pertanian universitas brawijaya malang



Yüklə 136,9 Kb.
tarix07.01.2019
ölçüsü136,9 Kb.




description: bonsai kemuning a.jpgdescription: buah tanaman kemuning berwarna merah dan kuning c.jpg

description: bunga bonsai kemuning b.jpg
Buku ini berisi pengenalan terhadap tanaman kemuning bagi pembaca yang baru mengetahui tanaman kemuning. Buku ini berisi cara budidayanya di rumah, membuat bonsai kemuning agar tampak indah dirumah serta pengenalan minyak atsiri yang berasal dari tanaman kemuning dan bagaimana cara melakukan usaha bersama dalam pengolahan minyak atsiri tanaman kemuning di dalam kelompok tani, masyarakat sekitar maupun kumpulan pengusaha. Dan bagi pembaca yang baru mengenal tanaman kemuning ini semoga dapat mencoba budidaya dirumah.



Anisya.erisca@gmail.com

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013


BAB I

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah tumbuh-tumbuhan.Tumbuhan obat dan Obat Tradisional merupakan aset nasional yang perlu terus digali, diteliti , dikembangkan dan dioptimalkan pemanfaatannya. Penelitian dan pengembangan dalam hal ini merupakan bagian dari upaya pembangunan kesehatan nasional.Kemuning (Murraya paniculata (L.)Jack) adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat.Tanaman ini termasuk suku Rutaceae, tumbuh liar di semak belukar atau sengaja ditanam dihalaman rumah sebagai tanaman hias.Salah satu bagian tanaman yang sering digunakan untuk obat adalah daunnya.Di masyarakat, khasiat daun kemuning (Murraya paniculata (L.)Jack) diantaranya untuk mengatasi nyeri, menurunkan demam, obesitas, penyakitinfeksi seperti bisul, ekzema, ulkus, infeksi saluran kencing, infeksi saluranpernafasan, diare dan disentri.

Dengan kita mengetahui manfaat yang begitu banyak dari tanaman Kemuning, maka kita patut mencoba untuk membudidayakan dirumah ataupun melakukan pengolahan tanaman Kemuning sebagai sumber minyak atsiri. Buku ini hanya berisi pengenalanterhadap tanaman kemuning bagi pembaca yang baru mengetahui tanaman kemuning. Buku ini berisi cara budidayanya di rumah, membuat bonsai kemuning agar tampak indah dirumah serta pengenalan minyak atsiri yang berasal dari tanaman kemuning dan bagaimana cara melakukan usaha bersama dalam pengolahan minyak atsiri tanaman kemuning di dalam kelompok tani, masyarakat sekitar maupun kumpulan pengusaha. Namun, perlu diingat bahwa banyak sekali tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber minyak atsiri, tetapi belum banyak yang memanfaatkan kemuning sebagai salah satu bahan utamanya.Untuk itu, diharapkan buku ini bisa menjadi pengetahuan awal bagi pembaca yang baru mengenal tanaman kemuning agar dapat mencoba budidaya dirumah.

Dengan peluang Negara Indonesia yang kaya akan rempah-rempah dan tanaman herbal, diharapkan dapat menjadi peluang para petani yang ingin melakukan budidaya tanaman herbal, dan melakukan pengolahan bersama sebagai minyak atsiri. Selain itu, bagi masyarakat di desa dan diperkotaan, dapat melakukan budidaya sendiri untuk tanaman hias dan bahkan bermanfaat pula sebagai Toga (Tanaman Obat Keluarga). Dengan demikian, siapapun dapat memanfaatkan keberadaan tanaman kemuning yang dapat menjadikan petani aktif melakukan usaha bersama dalam kelompok tani, dan bisa menjadikan rumah-rumah diperkotaan maupun di desa menjadi indah dengan adanya tanaman hias ini, serta dapat meningkatkan kesehatan keluarga karena manfaat kemuning sebagai Toga (Tanaman Obat Keluarga yang patut diperhitungkan keberadaannya.



***

BAB II

PENGENALAN TANAMAN KEMUNING

    1. Sejarah Tanaman Kemuning di Indonesia

Serat salokapatra adalah serat yang ditujukan untuk menunjukkan fungsi dan makna flora, fauna, serta bangunan dalam keraton Jogjakarta.Kemuning ditanam dalam keraton dengan maksud diambil maknanya.
Sesuai dengan makna dari pohon kemuning yang merupakan lambang kesucian hati sehingga selalu berpikiran jernih. “Ron kemuning pinujar pan dadi sesarate kang wong, badhe manthen pesthi sami ngangge ron kemuning, pandhan temu giring, lan beras pinipis mangke karya lulur” (Daun kemuning dikatakan sebagai syaratnya manusia, akan menikah pasti memakai. Daun kemuning, pandhan, temu giring, dan beras ditumbuk untuk dijadikan lulur).

Tak mengherankan, bila kini produksi lulur ala keraton pasti menggunakan kemuning.Karena keutamaan kemuning jugalah yang menjadi dasar dipakainya dalam upacara pernikahan.Semua itu dalam upaya agar mendapat berkah dari kemuning kuningnya bercahaya.Dan mitosnya, belum memakai lulur sudah kuning dengan sendirinya karena ditambah berkahnya kemuning.

Dalam pernikahan juga, kemuning dipakai tarub dalam hajatannya dipadu dengan daun beringin dan janur kuning.Ini dimaksud agar pengantin selalu ingat untuk selalu berbuat baik.Di keraton Jogjakarta, kemuning ditanam di belakang sitinggil yang bermakna bahwa wanita tempatnya berada di belakang pria.Bukan bermaksud merendahkan, tetapi lebih untuk melindungi.

Dalam serat salokapatra disebutkan, “Kemuning laras wanita.wanodya tuhu wewadi, datan tumut wanita tumameng ngarsa” (artinya bahwa kemuning seperti wanita, di kerajaan wanita sebetulnya merupakan rahasia, wanita tidak ikut di depan). Begitulah kemuning, ia disimpan di belakang agar rahasianya tidak terumbar. Dalam perkembangannya, selain sebagai lulur, alhasil kemuning menempatkan dirinya sebagai bagian pengobatan tradisional. Di luar negeri kemuning sudah dibuat obat paten dengan nama Tongzhongling.

(Mulyadi, 2009)


    1. Klasifikasi & Sebutan Nama Atau “Julukan” Tanaman Kemuning

Klasifikasi (Classification)penolak santet4.jpg



Gambar 2.2.1 (Bunga Kemuning)
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Sapindales

Famili : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)

Genus : Murraya

Spesies : Murraya paniculata L. Jack

Kemuning (Murraya paniculata) adalah tumbuhan dari famili Rutaceae. Bunga kemuning memiliki nama latin Murraya paniculata atau juga sering disebut sebagai Murraya Exotica L, Murraya Banati Elm, dan Chalas Paniculata. Bunga kemuning ini dikategorikan sebagai bunga tropis yang dapat tumbuh menjulang tinggi hingga ketinggian 7 meter dan hanya tumbuh di negara tropis saja. Jenis bunga ini juga dapat berbunga sepanjang tahun sehingga mudah ditemukan tanpa menunggu kapan bunga ini akan berbunga.

Sebutan Nama Atau “Julukan” Tanaman Kemuning

bunga kemuning cerita rakyat.jpgkemuning6.png

Familia:


Gambar 2.2.2 (Bunga Kemuning)
Rutacceae

Nama Botani:


  1. Chalcas paniculata (L.) Jack

  2. Murraya exotica L.

Nama Daerah:

Indonesia : kemuning, sukik

Sunda : kamuning

Minangkabau : kamuniang

Jawa : kumuning, jenar

Bali : kuning, kemoning

NusaTenggara :kajeni, kemuning

(Bima), karizi, kahabar(Sumba)

Sulawesi : kamuning (Makasar), Palopo (Bugis)

Maluku : fanasa (Aru), kamoni (Ambon)



Nama Asing:

Inggris : Orange Jessamine

Pilipina :Kamuning

Cina :Jiu li xiang, yueh chu.

(Hembing, 2000)

2.3Morfologi dan Tempat hidup Tanaman Kemuning

Seperti yang dijelaskan diatas, diketahui bahwa Kemuning biasa tumbuh liar disemak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar.Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian ± 400 m dpl.Variasi morfologi besar sekali.Yang biasa ditanam untuk memagari pekarangan, biasanya jenis yang berdaun kecil dan lebat.Semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri.Daun majemuk, bersirip ganjil dengan anak daun 3-9, letak berseling.

Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepinya rata atau agak beringgit, panjang 2-7 cm, lebar 1-3 cm, permukaan licin, mengilap, warnanya hijau, bila diremas tidak berbau. Bunga majemuk berbentuk tandan, 1-8, warnanya putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buah buni berdaging, bulat telur atau bulat memanjang, panjang 8-12 mm, masih muda hijau setelah tua merah mengilap, berbiji dua.

(Juliawati, 1998)



    1. Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis

Rasa pedas, pahit, hangat, berkhasiat mematikan rasa (anesthesia), penenang (sedatif), antiradang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak (antiswelling), antirematik, melancarkan peredaran darah, antitiroida.

2.5 Kandungan kimia

  • Daun mengandung methyl anthranilat, beta caryophyllen, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl salicylate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, coumurrayin, bisabolene, cadinene

  • Kulit mengandung mexotionin, 5-7-dimethoxy-8-(2,3-dihydroxyisopenthyl) coumarin.

  • Bunga mengandung scopoletin

  • Buah mengandung semi-alfa-carotenon

(Hembing, 2000)

Selain itu, Tanaman Kemuning mengandung kandungan sebagai berikut:



Daun—glikosid yang dinamakan murayin, dan minyak meruap.Bahan yang paling banyak dalam minyak meruap ini ialah kadinen.

Bunga—murayin

Buah—minyak (kulit buah) dan gula (isi buah).

(Ong hean chooi, 2006)



BAB III

PEMANFAATAN TANAMAN KEMUNING

3.1 Kandungan dan Manfaat Tanaman Kemuning

Banyak orang yang menanam bunga ini sebagai tanaman hias di rumah karena tidak hanya memiliki bunga yang indah, akan tetapi juga memiliki daun yang unik seperti daun jeruk, namun ukurannya jauh lebih kecil. Bunga kemuning ini juga memiliki manfaat yang cukup besar untuk kesehatan keluarga anda dirumah.

(Maulana, 2013)

Ong hean chooi tahun 2006, menyatakan bahwa Kebanyakan kandungan glikosid pada tanaman mempunyai tindakan yang kuat terhadap jantung, tetapi ada jenis anti bacteria, yang dapat melancarkan buang air besar atau air kecil. Minyak meruap dalam tumbuhan ini ada jenis yang baik untuk penghadaman, mengatasi selesema, sakit-sakit atau sengal-sengal pada sendi atau otot.

Dari hasil penelitian Windono pada tahun 2002, kromatografi lapis tipis ekstrak daun Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) dengan pelarut ekstraksi etanol 40 %, menggunakan larutan pengembang etil asetat dan penampak bercak sinar UV 254 nm, 366 nm dapat disimpulkan bahwa terdapat enam komponen senyawa kimia yang dimungkinkan merupakan senyawa golongan alkohol, keton, tingkat tinggi, steroid, asam organik, terpen dan minyak atsiri. Pada percobaan uji aktivitas antibakteri terbukti ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) mempunyai daya antibakteri terhadap Escherichia coli secara in vitro dengan Kadar Hambat Minimum (KHM) 30 % b/v dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) 40 % b/v.

Padmawinata dan Sudiro (1985) menambahkan bahwa Daun kemuning mengandung senyawa kimia yang merupakan metabolit sekunder seperti minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin.Senyawa-senyawa ini mampu bekerja sebagai racun pada larva baik sebagai racun kontak maupun racun perut.

Oleh sebab itu, kemuning dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama dalam bidang pertanian Indonesia. Hal ini bisa dilakukan agar meminimalisir dampak negatif kerusakan lingkungan akibat penggunaan pestisida kimia.

3.2 Bagian Tanaman yang digunakan untuk Obat

Daun, ranting dan akar.Kulit batang juga berkhasiat obat.




Gambar 3.2 (Bagian Tanaman Herbal)
297195_154828097937101_580853170_n.jpg

3.2.1 Indikasi:

  1. Daun dan ranting berguna untuk mengatasi:

  • radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkitis), infeksi

  • saluran kencing, kencing nanah,

  • keputihan,

  • datang haid tidak teratur,

  • lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus),

  • sakit gigi,

  • kulit kasar.



  1. Akar berguna untuk mengatasi:

  • memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo,

  • digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng.

  • epideniik encephalitis B.



  1. Kulit batang berguna untuk mengatasi:

  • sakit gigi

  • nyeri akibat luka terbuka di kulit

  • mengobati selaput lendir (ulkus).

3.2.2 Dosis Pemakaian:

  1. Pemakaian luar

Tumbuhan Kemuning segar dihaluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit, atau direbus, airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.

  1. Pemakaian dalam (minum)

9-15 gram kemuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus, airnya diminum.

3.2.3 Cara Pemakaian:

Akar dan daun kering sebanyak 9-15 gram atau daun segar sebanyak 30-60 gram, direbus atau direndam arak, lalu rninum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya untuk cuci.Berikut adalah contoh pemakaian tanaman kemuning sebagai tanaman obat.

1. Bisul

Akar kemuning kering sebanyak 30 gram dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa l gelas. Setelah dingin disaring Lalu diminum.Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

2. Rematik, keseleo, memar

Akar kemuning kering sebanyak 15-30 gram dicuci Lalu dipotong-potong seperlunya.Tambahkan arak dan air masing-masing 1 1/2 gelas, Lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

3. Memar

Kemuning dan tanaman kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.

4. Nyeri rematik sendi

Akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci,tambahkan 3 pasang kaki ayam.Semua bahan dipotong-potongseperlunya Lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam.Semua bahan tersebut Lalu ditim.Hangat-hangat lalu airnya diminumsekaligus.

5. Sakit gigi

Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang.

6. Melangsingkan badan

Daun kemuning segar dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) masing-masing segenggam penuh dan temu giring sebanyak 1/2 jari kelingking ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk merata.Peras dengan sepotong kain.Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.

7. Radang buah zakar

Daun kemuning segar sebanyak 60 gram dan herba sambiloto sebanyak 35 gram dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.Lakukan setiap hari sampai sembuh.

8. Infeksi saluran kencing

Daun kemuning segar sebanyak 35 gram dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa setengahnya.Setelah dingin, disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

9. Datang haid tidak teratur

Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing-masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih Lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

10. Kulit kasar

Daun kemuning segar sebanyak 30 gram dicuci Lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata.Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.

(Hembing, 2000)

BAB IV

BUDIDAYA TANAMAN KEMUNING

4.1 Cara Budidaya Tanaman Kemuning

Hardiansyah (2007) menyatakan bahwa tanaman kemuning (Murraya paniculata) sering dimanfaatkanmasyarakat sebagai tanaman pagar atau tanaman hias. Dihabitat aslinya, tanaman ini berupa perdu atau pohon yang tidak terlalu tinggi, yakni hanya 3-7 meter.Daunnya terdiri dari rangkaian 3-8 anakan daun dengan bentuk elips memanjang atau bulat terbalik.Bunganya membentuk rangkaian dengan aroma yang terkenal harum.Satu rangkaian terdiri dari 1-8 bunga.Sementara itu, buahnya bulat telur berukuran kecil.Buah muda berwarna hijau tua dan setelah masak berubah menjadi merah terang.Keindahan tanaman ini saat dibonsai hanya terlihat dari buah dan bunganya.



  1. Budidaya Kemuning Rambatkemuning1.png


Gambar 4.1

(Kemuning rambat)
Menurut Hadibroto(2007)Tanaman kemuning rambat ini masih banyak ditemui dipedesaan atau kota-kota kecil.Tanaman kemuning rambat adalah tanaman yang biasanya sering dibudidayakanmasyarakat di rumah-rumah meraka.Mirip kemuning yang biasa dan bersifat semi rambat sehingga butuh penopang.Bunganya menggerompol cenderung menggelantung.Menebar aroma wangi disekitarnya.Tumbuh optimal di udara panas maupun sejuk asalkan memperoleh sinar matahari sepanjang hari.Dibawah ini adalah contoh tempat untuk membudidayakan secara merambat dan bisa pula sekaligus memperindah dekorasi rumah anda.

    1. Sarana Teknis Budidaya Tanaman Kemuning

Sebagai sarana peneduh yang menopang tanaman rambat, pergola bisa diwujudkan dari bahan bambu, kayu atau besi.Bisa juga bagian atap atau para-para menggunakan bambu meski tiang penyangga kayu atau besi. Tentu saja kesan, tampilan, serta daya tahannya akan berbeda. Yang perlu diperhatikan:

  1. Bambu harus kering, bebas kutu, serta dilapisai zat pelindung seperti vernis atau cat berwarna supaya lebih awet.

  2. Kayu jati, borneo, kamper, nyatoh dan dolken tergolong jenis tahan cuaca jika diperlakukan seperti halnya bambu. Zat anti rayap dan cat pelindung akan menyebabkan kayu tak mudah lapuk.

  3. Besi pun perlu diberi zat anti karat, cat pelindung, serta lapisan cat berwarna.


Gambar 4.2.2 (Penopang besi di tembok)

Gambar 4.2.1 (Penopang kayu)
kemuning2.pngkemuning3.png


Gambar 4.2.4(Penopang Besi Taman)
kemuning5.pngkemuning4.png

Gambar 4.2.3(penopang besi atas jendela)

    1. Membuat Tanaman Kemuning Terus Berbungakemuning.jpg


Gambar 4.3

(Kemuning Berbunga)


Kemuning adalah sejenis tanaman tropis yang sangat mudah dikembang biakan, baik secara vegetatif maupun generatif.

Kemuning memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, namun tanaman kemuning memiliki warna putih yang menarik.Bunga dari tanaman ini mempunyai bau yang sangat khas yang membuat wangi lingkungan disekitarnya.Tanaman kemuning dapat tumbuh subur pada daerah dengan panas matahari yang cukup.Pertanyaan sering muncul dari orang-orang yang hanya gemar menikmati baunya tanpa tahu bagaimana cara memunculkan bunganya sebanyak mungkin.


Berikut adalah trik-trik agar kemuning yang kita tanam akan berbunga terus dan dalam jumlah yang banyak.
1. Yang paling penting adalah tingkat kesuburan tanah media tumbuh kemuning tersebut. Maka, jangan lupa untuk memberikan campuran pupuk kandang setahun sekali di sekitar areal tumbuhnya.Lalu juga berikan pupuk NPK secukupnya (sesuai dengan dosis anjuran yang ada di dalam kemasan NPK tersebut).

2. Rajinlah untuk menggemburkan tanah disekitar batang tanaman kemuning tersebut. Hal ini berguna supaya akar-akar kemuning dapat tumbuh dengan baik dan daya serap akar-akar tersebut terhadap unsur hara disekitarnya juga menjadi maksimal.

3. Ini yang paling penting. Rajinlah untuk memangkas tanaman kemuning tersebut, paling tidak empat bulan sekali. Hal ini berguna, agar kemuning ini segera memunculkan pucuk baru, karena dari pucuk-pucuk inilah akan muncul bunga-bunga yang akan menyegarkan indera penciuman.

(Teguh, 2010)



    1. Pesona Bonsai Kemuning

      1. Bonsai Kemuning (Murraya paniculata)


Gambar 4.4.1 (Bonsai Kemuning)
bonsai kemuning a.jpg

Kemuning (Murraya paniculata) adalah tumbuhan dari famili Rutaceae yang banyak tumbuh di Indonesia.Tanaman Kemuning ini memiliki daun seperti daun beringin, namun lebih kecil.Memiliki bunga yang umunya berwarna putih seperti bunga melati dan bunga tanaman santigi.Tanaman ini sekarang banyak digunakan sebagai tanaman bonsai kemuning oleh penggemar bonsai.Bonsai Kemuning ini memiliki nilai seni dan jual yang tinggi.




      1. (M. paniculata in flower pots)

Kemuning (Murraya paniculata) atau nama sinonimnya Murraya exotica L.; Murraya banati Elm; Chalas paniculata, merupakan tumbuhan tropis yang dapat mencapai tinggi 7 meter dan berbunga sepanjang tahun. Kemuning ini mirip seperti bunga Anting Putri.


Gambar 4.4.2(Bunga Kemuning berwarna putih)

bunga bonsai kemuning b.jpg


      1. Kemuning buahkuning & merah


Gambar 4.4.3 (Buah Kemuning berwarna kuning dan merah)
buah tanaman kemuning berwarna merah dan kuning c.jpg
Daunnya seperti daun jeruk, cuma berukuran lebih kecil, sering digunakan sebagai tumbuhan hias atau tumbuhan pagar.Bunganya terminal dan harum, petal 12-18 mm, panjang, putih. Buahnya akan berwarna merah sampai oranye jika sudah matang.

      1. Bonsai Kemuing (Murraya paniculata)


Gambar 4.4.4 (Bonsai Kemuing {Murraya paniculata})
bonsai kemuning d.jpg Kemuning merupakan salah satu tumbuhan yang ditanam di halaman Rumah Gadang di Minangkabau, yang di dalam Pidato Pasambahan Rumah Gadang diungkapkan bahwa kamuniang untuak pautan kudo yang artinya kemuning untuk pautan kuda.



      1. Bonsai Kemuning Jepang


Gambar 4.4.5 (Bonsai Kemuning Jepang)
bonsai kemuning e jepang.jpg

(Anonymousa, 2013)



BAB V

EFEKTIFITAS TANAMAN KEMUNING

    1. Pemanfaatan Kemuning sebagai Tanaman Obat Keluarga (Toga)

5.1.1 Pengertian Toga

Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Tanaman obat keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat , khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.


5.1.2 Pemanfaatan Tanaman Obat

Sejak terciptanya manusia di permukaan bumi, telah diciptakan pula alam sekitarnya mulai dari sejak itu pula manusia mulai mencoba memanfaatkan alam sekitarnya untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupannya, termasuk keperluan obat-obatan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan.Kenyataan menunjukkan bahwa dengan bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya.Hal ini menunjukkan bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat.


Pemanfaatan TOGA yang digunakan untuk pengobatan gangguan kesehatan keluarga menurut gejala umum adalah:

  • Demam panas

  • Batuk

  • Sakit perut

  • Gatal-gatal

5.1.3 Jenis-jenis Tanaman Untuk TOGA

Jenis tanaman yang harus dibudidayakan untuk tanaman obat keluarga adalah jenis-jenis tanaman yang memenuhi kriteria sebagai berikut:


  1. Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman obat.

  2. Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman.

  3. Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman.

  4. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah-buahan dan bumbu masak.

  5. Jenis tanaman yang hampir punah.

  6. Jenis tanaman yang masih liar.

  7. Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman adalah tanaman yang sudah lazim di tanam di pekarangan rumah atau tumbuh di daerah pemukiman.

5.1.4 Fungsi Toga

Salah satu fungsi Toga adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi:



  • Upaya preventif(pencegahan)

  • Upaya promotif (meningkatkan derajat kesehatan)

  • Upaya kuratif (penyembuhan penyakit)

Selain fungsi diatas ada juga fungsi lainnya yaitu:

  1. Sarana untuk memperbaiki status gizi masyarakat, sebab banyak tanaman obat yang dikenal sebagai tanaman penghasil buah-buahan atau sayur-sayuran misalnya lobak, saledri, pepaya dan lain-lain.

  2. Sarana untuk pelestarian alam.

Apabila pembuatan tanaman obat alam tidak diikuti dengan upaya-upaya pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obat alam itu terutama tumbuh-tumbuhan akan mengalami kepunahan.

  1. Sarana penyebaran gerakan penghijauan.

Untuk menghijaukan bukit-bukit yang saat ini mengalami penggundulan, dapat dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obat yang berbentuk pohon-pahon misalnya pohon asam, pohon kedaung, pohon trengguli dan lain-lain.

  1. Sarana untuk pemertaan pendapatan.

Toga disamping berfungsi sebagai sarana untuk menyediakan bahan obat bagi keluarga dapat pula berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi keluarga tersebut.

  1. Sarana keindahan.

Dengan adanya Toga dan bila di tata dengan baik maka hal ini akan menghasilkan keindahan bagi orang atau masyarakat yang ada disekitarnya. Untuk menghasilkan keindahan diperlukan perawatan terhadap tanaman yang di tanam terutama yang ditanam di pekarangan rumah.

      1. Petunjuk Pemakaian Toga

Perkembangan pengobatan tradisional kedokteran timur telah sejalan dengan perkembangan kedokteran barat yang telah diakui dunia internasional, misalnya dengan pengakuan badan kesehatan dunia (WHO).Lebih lanjut pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat bahkan telah mencapai perkembangan yang ditandai dengan adanya perguruan-perguruan tinggi internasional yang mengkhususkan pada pemikiran pengembangan obat dan pengobatan secara teoritis maupun praktis klinis.Perkembangan seperti inilah yang hendak dicapai di Indonesia.Sementara itu, Indonesia memiliki banyak kekayaan alam, salah satunya yaitu tanaman berkhasiat obat. Dalam pemanfaatan dan penggunaan tanaman khusus obat ini, perlu diketahui secara pasti bagaimana tata cara pengkomposisiannya dalam memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat untuk mengatasi berbagai penyakit secara efektif.

Berikut ini adalah proses bagi efektivitas tumbuhan berkhasiat obat.



    1. Introduksi

Masyarakat yang berada di daerah pedesaan dan ingin memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat, biasanya memperolehnya dengan cara memetik langsung. Sedangkan masyarakat yang berada di perkotaan memperolehnya dengan cara membeli di tempat-tempat yang secara khusus menjual tumbuhan berkhasiat obat ini, misalnya di proyek inpres blok 6 Pasar Senen Jakarta, jalan-jalan, pekarangan rumah, lapangan dan sebagainya, sesuai dengan informasi di masing-masing daerah.

Perlu diketahui bahwa komposisi untuk membuat obat dari tumbuhan berkhasiat obat berbeda-beda.Dalam hal ini, secara mendasar diperlukan persiapan dan formulasi takaran yang tepat agar pengkomposisiannya baik dan tentu saja berkhasiat bagi tujuan yang dimaksud.



    1. Proses pengambilan

Untuk menghasilkan pengobatan efektif, dalam menggunakan tumbuhan berkhasiat obat sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut.

  1. Daun; sewaktu tumbuhan mulai berbunga, daun dapat dipetik untuk dimanfaatkan sebagai bahan obat.

  2. Buah; pada umumnya, yang dimanfaatkan untuk bahan obat adalah buah yang telah masak.

  3. Bunga; untuk dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat, sebaiknya bunga diambil sebelum mekar, atau sebaliknya setelah mekar secara sempurna.

  4. Umbi, rimpang, akar dapat diambil untuk bahan obat ketika proses pertumbuhannya telah sempurna.



    1. Pembersihan dan sterilisasi

Untuk menghasilkan bahan-bahan obat yang terbebas dari bakteri, tumbuhan berkhasiat obat terlebih dahulu harus dibersihkan dengan air bersih secara berulang-ulang agar debu, kotoran, pasir, maupun tanah yang melekat dapat dihilangkan.Disamping itu, merupakan tindakan untuk meminimalisasikan efek toksin yang ada pada tumbuhan berkhasiat obat. Sterilisasi dilakukan melalui proses perebusan dan pemasakan.



    1. Persiapan dan Pengeringan

Dalam mempersiapkan dan mengeringkan tumbuhan berkhasiat obat, perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Tumbuhan berkhasiat obat yang akan dipakai, setelah dibersihkan kemudian dipotong-potong, agar saat perebusan zat-zat yang terkandung di dalamnya akan mudah keluar dan meresap dalam air rebusan.

  • Proses pengeringan dilakukan dengan cara menjemur dibawah sinar matahari, diangin-anginkan, atau dikeringkan dalam ruangan khusus.

  • Dalam proses pengeringan tumbuhan berkhasiat obat tertentu juga dapat dicampurkan dengan madu, cuka beras atau jahe. Caranya yaitu tumbuhan berkhasiat obat yang telah kering disangrai bersama bahan campuran yang ingin digunakan, misalnya madu, cuka beras atau jahe. Setelah disangrai, tumbuhan obat yang telah tercampur dijemur kembali. Hal ini umumnya dilakukan dengan tujuan agar tumbuhan berkhasiat obat lebih efektif atau menetralkan toksin yang ada dalam tumbuhan.



    1. Formulasi, Preskripsi (resep) dan Komposisi

Menurut Hembing(2000),untuk mencapai efektivitas pengobatan dengan tumbuhan berkhasiat obat, diperlukan formulasi preskripsi yang sesuai dengan jenis penyakit, kemudian dikomposisikan.

Untuk memformulasikan tumbuhan berkhasiat obat, terlebih dahulu dipilih tumbuhan berkhasiat obat yang diketahui banyak mengandungn kandungan zat yang efektif bagi penyakit tertentu sehingga dihasilkan komposisi yang tepat.Komposisi dari tumbuhan berkhasiat obat ini ada yang terdiri atas satu jenis tumbuhan dan ada pula yang terdiri dari beberapa jenis tumbuhan berkhasiat obat.



    1. Resep Menurut Soemardjo (1980)

  1. Pemakaian satu jenis tumbuhan berkhasiat obat:

Untuk keseleo dan memar terpukul, maka daun kemuning direbus dengan sedikit air lalu dalam keadaan masih hangat, daun tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit.

  1. Pemakaian dengan berbagai jenis tumbuhan obat:

Untuk tubuh langsing (singset, tidak kendor)

  • Buah pace yang masak (1 buah)

  • Bangle diparut (10 gram)

  • Daun kemuning (7 gram)

  • Daun pegagan (7 gram)

Semua bahan diremas atau ditumbuk kemudian dituangi air matang, disaring dan diminum airnya.

    1. Kandungan Minyak Atsiri dalam Tanaman Kemuning



      1. Minyak Atsiri

Minyak atsiri  dikenal dengan nama minyak eteris atau minyak terbang merupakan bahan yang bersifat mudah menguap (volatile), mempunyai rasa getir, dan bau mirip tanaman asalnya yang diambil dari bagian-bagian tanaman seperti daun, buah, biji, bunga, akar, rimpang, kulit kayu, bahkan seluruh bagian tanaman.Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga sebagai bentuk dari hasil degradasi oleh enzim atau dibuat secara sintetis.minyk atsiiri.jpg


Gambar 5.2.1(Minyak Atsiri)

Proses produksi minyak atsiri dapat ditempuh melalui 3 (tiga) cara, yaitu:



  1. penyulingan (distillation)


Gambar 5.2.2 (Penyulingan Uap Air)
penyulingan uap air.png

  1. ekstraksi menggunakan pelarut (solvent extraction)


Gambar 5.2.3(Ekstraksi dengan Pelarut)
penyulingan-minyak pelarut.png

  1. Pengempaan (expression).


Gambar 5.2.4 (Alat Pengempan)
biasa.jpg

Berdasarkan beberapa penelitian yang telah ada, hampir semua tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa aromatik (minyak atsiri/minyak terbang) dapat digunakan untuk menghasilkan panas serta meningkatkan nilai oktan suatu bahan bakar ber-oktan buruk atau rendah.

Dalam keadaan segar dan murni, minyak atsiri umumnya tidak berwarna atau sedikit kekuningan, dan tidak memiliki endapan. Namun, pada penyimpanan lama minyak atsiri dapat teroksidasi.Untuk mencegahnya, minyak atsiri harus disimpan dalam bejana gelas yang berwarna gelap, diisi penuh, ditutup rapat, serta disimpan ditempat yang kering dan sejuk.

Penyulingan merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan minyak atsiri. Penyulingan dilakukan dengan mendidihkan bahan baku di dalam ketel suling sehingga terdapat uap yang diperlukan untuk memisahkan minyak atsiri dengan cara mengalirkan uap jenuh dari ketel pendidih air (boiler) ke dalam ketel penyulingan.  

Minyak atsiri merupakan salah satu komoditas ekspor agroindustri potensial yang dapat menjadi andalan bagi Indonesia untuk mendapatkan devisa. Data statistik ekspor-impor dunia menunjukan bahwa konsumsi minyak atisiri dan turunannya naik sekitar 10% dari tahun ke tahun.Kenaikan tersebut terutama didorong oleh perkembangan kebutuhan untuk industri food flavouring, industri komestik dan wewangian.

Beberapa contoh tanaman sumber minyak atsiri yang tumbuh di Indonesia dan bagian  tanaman yang mengandung minyak atsiri:

Akar :Akar wangi, Kemuning

Daun: Nilam, Cengkeh, Sereh lemon, Sereh Wangi, Sirih, Mentha, Kayu Putih, Gandapura, Jeruk Purut, Karmiem,  Krangean, Kemuning, Kenikir, Kunyit, Kunci, Selasih, Kemangi.

Biji: Pala, Lada, Seledri, Alpukat, Kapulaga, Klausena, Kasturi, Kosambi.

Buah: Adas, Jeruk, Jintan, Kemukus, Anis, Ketumbar.

Bunga: Cengkeh, Kenanga, Ylang-ylang, Melati, Sedap malam, Cemopaka kuning, Daun seribu, Gandasuli kuning, Srikanta, Angsana, Srigading.

Kulit kayu : Kayu manis, Akasia, Lawang, Cendana, Masoi, Selasihan, Sintok.

Ranting : Cemara gimbul, Cemara kipas.

Rimpang : Jahe, Kunyit, Bangel, Baboan, Jeringau, Kencur, Lengkuas, Lempuyang sari,Temu hitam, Temulawak, Temu putri.

Seluruh bagian: Akar kucing, Bandotan, Inggu, Selasih, Sudamala, Trawas.

BAB VI

USAHA BERSAMA

6.1 Usaha Bersama Petani Pengolahan Minyak Atsiri

Setelah kita mengetahui manfaat yang begitu banyak dari tanaman kemuning, maka tidak ada salahnya masyarakat maupun petani bisa membudidayakannya untuk sekedar dijadikan sebagai Toga (Tanaman obat keluarga) maupun sebagai sumber mata pencaharian bersama dalam dunia agroindustri pengolahan minyak atsiri tanaman kemuning yang bisa diterapkan para petani.




Gambar 6.1 (Hasil Minyak Atsiri)
20090731110935_atsiri_oil.jpgminyak-atsiri1.jpg

Berbeda dengan barang industrilain, minyak atsiri harus diproduksikan dalam unit-unit berkemampuan kecil. Perbedaan sifat ini disebabkan oleh:



      1. Perbedaan berat yang tidak seimbang antara bahan baku yang diolah dengan minyak atsiri yang dihasilkan. Semakin dekat jarak antara tempat pembudidayaan dengan unit pengolahan, semakin rendah biaya pengangkutan bahan. Unit pengolahan yang mampu berada paling dekat dengan tempat pembudidayaan, hanyalah unit berkemampuan kecil.

      2. Hampir semua bahan minyak atsiri harus segera diolah, agar tidak kehilangan aroma yang berharga. Hanya unit berkemampuan kecil yang dapat langsung beroperasi tanpa harus menunggu pengumpulan bahan baku dalam jumlah besar.

      3. Penggunaan unit olahan hanya pada saat panen. Maksimal 90 hari dalam satu tahun. Peralatan yang berkemampuan produksi besar, memakan biaya pembuatan yang besar, jelas akan merugi bila terpaksa harus “menganggur” selama 210 hari dalam setahun.

Itu sebabnya mengapa industri minyak atsiri di Negara-negara terbelakang – yang dikelola oleh usahawan sederhana – masih mampu hidup, bahkan berkembang.Sifat produksi yang khas ini, jelas tetap member kesempatan kepada para petani serta pengusaha industry kecil pedesaan untuk menanam modal di bidang pengolahan minyak atsiri.Tanpa dikhawatirkan oleh persaingan dengan usahawan bermodal kuat.Di samping itu, usaha pembudidayaan tanaman kemuning dan pengolahan minyak atsiri, dapat dijadikan usaha sampingan dari usaha pertanian bahan makanan.

Namun demikian, sampai hari ini para petani dan pengolah minyak atsiri belum dapat mengenyam manfaat yang disebabkan oleh sifat produksi yang khas itu.Penyebab utama keadaan ini ialah rantai perdagangan yang terlampau panjang yang membentang diantara penghasil minyak atsiri dengan pembeli atau pemakai akhir.




Petani – Pengolah

Petani – Pengolah



Tengkulak



Pengumpul

Kota Besar







Eksportir

Pembeli akhir



Import Negara Perantara

(Harris,1987)

Dapat dibayangkan, bila para pedagang perantara ikut serta menarik upah ( serta “sedikit” keuntungan) untuk menutup dan mempermewah kebutuhan mereka, maka hasil yang diterima oleh para petani-pengolah akan sangat berkurang. Ketidaktahuan tentang harga pasaran dunia dan jumlah kebutuhan para pembeli akhir, mengakibatkan para penghasil minyak atsiri semakin bergantung pada ketetapan harga yang diputuskan oleh pedagang pengumpul yang sering merangkap sebagai pengijo atau “pemakan riba”. Pada waktu-waktu tertentu, nisalnya menjelang lebaran, karena kebutuhan uang yang mendesak, keadaan ini diperburuk oleh “perlombaan menurunkan harga” diantara para penghasil minyak atsiri.

Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa sampai detik ini para penghasil minyak atsiri tidak mampu meremajakan tanaman, tidak mampu memperbarui alat pengolahan, apalagi menaikkan produksi.Lebih parah dari itu, para petani dan buruh tani atsiri tidak pernah mengenyam perbaikan nasib.

Satu-satunya jalan keluar dari kurun kegelapan itu ialah berupaya mempersingkat rantai perdagangan; berusaha mengadakan penjualan langsung ke eksportir, atau bahkan ke pembeli akhir di dalam maupun luar negeri.


Pembeli Akhir di Luar Negeri

Usaha Bersama Petani Produsen



Eksportir

Karena bila dibandingkan dengan jumlah yang diminta oleh eksportir atau pembeli luar negeri, hasil produksi masing-masing pengolah sedikit, sudah barang tentu tidak dapat dilakukan sendirian, harus bersama-sama.Bersama menjual hasil budidaya tanaman para petani dan bersama-sama menjual hasil pengolahan minyak atsiri, dengan harga yang ditetapkan bersama. Kemungkinan keberhasilan upaya itu akan lebih besar, bila sebelum bertindak langkah-langkah yang akan dijalankan direncanakan dan diteliti lebih dahulu.

( Harris, 1987)


        1. Tahap Perencanaan dan Percobaan

Dalam upaya tahap perencanaan dan percobaan, landasan utama langkah yang diambil adalah tekad bersama, petani dapat memulai usaha bersama ini melalui kelompok tani atau gapoktan yang ada di desa masing-masing demi meningkatkan kesejahteraan mereka. Usaha bersama ini nyata-nyata merupakan batu uji dari akhlak tiap anggota (petani atau pengusaha): apakah masing-masing anggota usaha bersama ini masih dianggap memiliki kejujuran, rasa setia kawan, kesediaan berkorban serta tidak memiliki pamrih pribadi (vested interest), sehingga masih dapat dipercaya oleh anggota lain.

Tahap perencanaan dan percobaan ini memakan waktu yang cukup lama, selain menanggung pekerjaan utama masing-masing “calon anggota”, member kesempatan luas untuk mengadakan penyesuaian diri.Prasangka dan praduga yang sebelumnya mungkin ada, dapat dihilangkan, karena lebih akrab dan kenal.Lebih dari itu, tahap ini memungkinkan rencana pembagian tugas dan tanggung jawab yang disesuaikan dengan kemampuan calon anggota.Pembagian tugas ini tidak berarti bahwa calon anggota tidak mengetahui keseluruhan masalah.Bahkan sebaliknya, tiap masalah dibahas bersama, tiap keputusan adalah keputusan bersama.Keterbukaan bersama dan kebersamaan merupakan prasyarat untuk menumbuhkan suasana saling percaya.

Meskipun dalam tahap ini usaha bersama belum resmi, dan kedudukan masing-masing masih “calon anaggota”, tidak ada salahnya bila usaha bersama menetapkan nama, hingga membantu mempererat persatuan.


        1. Pemilihan Tanaman

Pembahasan dan keputusan tentang tanaman berminyak atsiri yang akan dibudidayakan, menyangkut masalah:

  • Kemungkinan pemasaran di masa depan

  • Penyediaan bibit

  • Keadaan tanah, ketinggian tempat, iklim dan sebagainya.

Keterangan tentang bibit, harga jual di pelabuhan eksport dan harga di pasaran dunia, untuk tanaman-tanaman sumber minyak atsiri yang telah dibudidayakan di Indonesia cukup mudah didapat.

  • Sumber keterangan terlengkap tentang bibit ialah Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri Bogor, Jalan Cimanggu 1 Bogor, Jawa Barat.

  • Catatan tentang jumlah produksi, jumlah eksport harga di pelabuhan eksport, Negara pembeli, dapat diperoleh pada Kantor Dinas Pertanian dan Kantor Dinas Statistik Kecamatan.

  • Keterangan tentang keadaan dan perkembangan pasar (harga, jumlah kebutuhan sampai pada alamat pembeli yang berminat) diminta pada Badan Pengembangan Eksport Nasional , Jl. Gajahmada No. 8 P. O. Box 443/JKT, Jakarta Pusat.

Selain memperhitungkan harga, jumlah permintaan dan kebutuhan harus dipertimbangkan pula.Keterangan tentang hal ini dapat diperoleh pada Badan Pengembangan Eksport Nasional.Perlu diingat, harga tinggi bukan berarti jaminan permintaan luas di pasaran. Produksi yang melebihi kebutuhan, jelas akan mendorong kemerosotan harga, bahkan mungkin menyebabkan hasil produksi sulit dijual.

Tanaman percobaan seyogyanya lebih dari satu. Dengan demikian kegagalan percobaan satu jenis tanaman dapat diimbangi oleh keberhasilan jenis lain, tanpa harus mengulang seluruh percobaan. Selain itu, usaha penanaman tanaman-tanaman sumber minyak atsiri yang baru dapat dipungut hasil setelah beberapa tahun (misalnya tanaman kemuning ini, cempaka, kenanga, kapulaga, pala, dan sebagainya) dapat segera dimulai atau setidaknya ditumpangsarikan lebih baik.



        1. Percobaan Penanaman

Sedapat mungkin cara penanaman dan pemeliharaan disesuaikan dengan petunjuk para ahli, yang dapat dihubungi secara pribadi maupun melalui buku-buku petunjuk ataupun didampingi sekaligus oleh penyuluh. Setiap calon anggota usaha bersama wajib ikut dalam percobaan.Memperhatikan perkembangan tanaman, secara teratur mengadakan pembahasan. Peserta tidak perlu malu untuk bertindak seperti seorang ahli: memperhatikan, mencatat segala sesuatu tentang perkembangan tanaman. Karena, selain tanaman itu menentukan penghasilan di masa depan, catatan yang dibuat penting untuk menentukan kebutuhan dan jenis bibit, pupuk, dan insektisida secara tepat pada saat pembudidayaan nanti.

        1. Rencana Budidaya Tanaman

Selama percobaan penanaman berlangsung, rencana budidaya tanaman dapat mulai disusun.Rencana itu bersifat sementara, karena keputusan tanaman masih bergantung pada hasil penyelidikan kimia atas minyak atsiri yang dicoba.Namun, rencana budidaya perlu disusun sejak awal, agar tahap pelaksanaan tidak kacau terdesak waktu. Dalam perencanaan ini tersangkut masalah sebagai berikut:

  • Luas lahan yang akan ditanam.

  • Jumlah bibit yang diperlukan serta tempat memperolehnya.

  • Waktu penanaman

  • Kebutuhan biaya pembudidayaan (biaya pengolahan tanah, pembelian bibit, pupuk, insektisida, dan sebagainya)

  • Sumber dana yang diperlukan untuk menutup biaya tersebut.

Sumber dana dan pembiayaan mungkin sekali dapat diperoleh dari para anggota usaha bersama sendiri. Tetapi dana ini (selain bentuk iuran) harus merupakan pinjaman yang nantinya dikembalikan. Dengan demikian, pembagian keuntungan akhir tahun nanti, ditetapkan bersama menurut hasil kerja masing-masing anggota, bukan menurut jumlah uang yang “ditanamkan” (dipinjamkan). Untuk lebih jelas dalam proses panen dan uji laboratorium serta pemasarannya dapat diketahui pada buku-buku panduan para ahli tentang minyak atsiri seperti buku yang berjudul “Tanaman Minyak Atsiri” karya Ruslan Harris tahun 1987.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymousa. 2013. Budidaya Kemuning. Artikel online.http://tanisucsesy.blogspot.com/2013/04/pesona-bonsai-kemuning.html.Diakses pada tanggal 3 Juni 2013.

Hadibroto, Cherry dan Don ws. 2007. Menata Tanaman rambat desain, sarana bantu dan pilihan tanaman. Jakarta: PT Gramedia pusataka utama.

Hardiansyah, Budi. 2007. Membuat dan mempercantik bonsai untuk pemula. Ciganjur:Agro media pustaka.

Harris, Ruslan. 1987. Tanaman Minyak Atsiri. Jakarta: Penebar swadaya.

Hean, Ong Chooi. 2006. Tanaman hiasan khasiat makanan dan ubatan (terapi alami). . Kuala lumpur: Taman shamelin perkasa.

Hembing, Prof. 2000. Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia Jilid 1 Edisi Bunga-bungaan. Jakarta: Prestasi Insan Indonesia.

Juliawati.1998. Pengaruh Ekstrak Air Daun Kemuning (Murraya Paniculata (L.) Jack.) terhadap Kadar Kolesterol Darah Kelinci. Skripsi.http://digilib.ubaya.ac.id. Diakses pada tanggal 31 Mei 2013.

Maulana, Hidayat. 2013. Bunga Kemuning (artikel online).http://www.tamanbunga.org/2013/03/bunga-kemuning.htmlDiakses pada tanggal 31 Mei 2013.

Mulyadi,Redi dan Sakinah, irenia.2009. Khasiat Kemuning dalam Pengobatan Tradisional.http://petaniberdasicom.blogspot.com/2009/10/khasiat-kemuning-dalam-pengobatan.html sumber: Kompasiana.com.Diakses pada tanggal 31 Mei 2013.

Padmawinata, K. dan I. Sudiro.1985. Analisis Obat Secara Kromatografi dan Mikroskopis. , Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung.

Soemardjo, Sju. 1980. Resep obat-obatan tradisionil (jamu jawa). Surabaya: Karya Anda.

Teguh, Ahita Susilo. 2010. Membuat Tanaman Kemuning Terus Berbunga. Artikel online.http://www.petanibunga.com/2010/06/membuat-tanaman-kemuning-anda-terus.html Diakses pada tanggal 3 Juni 2013.

Windono, Tri. . 2002. Kajian Pustaka Kandungan Kimia Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack.). Surabaya: Fakultas Farmasi Universitas Surabaya . Dalam Sjaifoellah noor,dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1.Jakarta :Balai Penerbit FKUI. 1999.



BIOGRAFI100_1055.jpg

Penulis bernama Anisya Erisca yang berasal dari Kota Bekasi. Dilahirkan di Jakarta, 28 Agustus 1994. Saat ini sedang menempuh pendidikan Sarjana S1 Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Program Studi Agribisnis.Hobi penulis adalah bermain musik dan membaca buku, terutama buku ensiklopedia.Penulis sangat senang sekali dengan dunia anak-anak, pecinta hewan,serta pengoleksitumbuh-tumbuhan, terutama tumbuhan herbal.Oleh karena itu, penulis mengambil judul buku pertamanya, yaitu “Pengenalan Tanaman Kemuning”. Saat ini Ia sedang aktif mengikuti kegiatan Brawijaya Mengajar, Perhimpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian, Paduan Suara FP-UB dan pelatihan kepenyiaran Oryza Fm Brawijaya.Motivasi hidupnya adalah ingin bermanfaat bagi semua orang dan selalu semangat.berjuang untuk kedua orang tuanya demi mendapat ridho Allah SWT.




Yüklə 136,9 Kb.

Dostları ilə paylaş:




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə