"ya!", jawab peserta



Yüklə 486,22 Kb.
səhifə1/12
tarix06.08.2018
ölçüsü486,22 Kb.
#67445
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   12


TakdiR....

http://1.1.1.2/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs437.snc3/25134_103282113042075_103134439723509_55225_1938061_n.jpg

Pernah suatu ketika saya mengikuti sebuah training. Materi training disampaikan di sebuah masjid. Saat itu materi yang disampaikan adalah masalah takdir. Karena peserta ternyata belum begitu memahami bagaimana hakekat sebuah takdir. Mereka mengeluh kanapa mereka ada yang kaya, dan sebagian mereka ada yang miskin.
Kemudian sang trainer duduk dengan bersila dan bertanya, “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”
“ya!”, jawab peserta.
Kemudian sang trainer duduk diatas meja dan bertanya, “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”
“ya!”, jawab peserta kompak.
Kemudian sang trainier berdiri, sambil meletakkan kakinya diatas meja yang agak pendek, lalu bertanya kembali, “Apakah saya duduk seperti ini juga takdir?”
“Iya”, jawab peserta sambil penasaran.
“jadi apakah boleh saya bilang bahwa takdir itu sebuah pilihan? Ketika saya ingin menjadi seorang yang baik, maka saya memilih duduk sopan dengan bersila, dan ketika saya ingin menjadi orang yang nakal, maka saya duduk diatas meja, ketika saya memilih menjadi orang yang menjengkelkan, maka saya berdiri sambil mengangkat kaki saya diatas meja, sedang kalian duduk bersila dibawah?.”
“ya sih!” jawab peserta yang mulai paham maksud dari penjelasan trainer.
“Jadi takdir itu sesuatu yang hal yang sudah terjadi, ketika anda saat ini menjadi sholeh, karena anda memilih pilihan yang diberikan oleh Allah untuk menjadi seorang yang sholeh, dan sebaliknya ketika anda saat ini menjadi berandalan, karena anda yang memilih takdir menjadi berandalan, dan anda sudah diberikan pilihan dan petunjuk oleh Allah, jalan manakah yang akan membawa kita ke neraka, dan jalan manakah yang akan membawa kita ke surga. Dan saat ini kita sudah memilihnya”
“Begitu juga dengan kekayaan, Allah sudah memberikan pilihan melalui petunjuk-Nya, bagaimana jalan menuju kaya, dan jalan menuju kemiskinan. Tinggal pilihan mana jalan yang akan kita lalui.”
Banyaklah berdoa kepada Allah, agar kita selalu diberikan petunjuk agar selalu memilih jalan benar menurut-Nya.”
***Sahabatku, mungkin sering tepintas dalam pikirian kita tentang peristiwa tersebut, dan mungkin juga ada perbedaan dalam memahami hakekat suatu takdir. Akan tetapi yang jelas pastinya kita tidak mengetahui bagaimana takdir kita besok (jangan percaya sama reg-reg ramalan ya! Bisa-bisa syirik kita), kita hanya berusaha dan optimis untuk menjadikan takdir kita menjadi takdir yang baik, karena Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubahnya sendiri. Jadi, optimislah! Dan berusahalah untuk menjalani kehidupan ini dengan yang perbuatan dan amalan terbaik.Tentunya dengan mengharap ridho-Nya saja.
Wallahua’lam...


Top of Form

Bottom of Form

Istimewanya Wanita Islam.....


Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pada isterinya.
7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dengan seorang wanita. Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya Allah... demikian sayangnya Allah pada wanita... khan?


Maka berbahagialah engkau wahai Wanita Muslimah...


http://1.1.1.1/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs437.snc3/25134_103281373042149_103134439723509_55223_4587945_n.jpg

Top of Form


Bottom of Form

5 KUNCI PENGOKOH JIWA PENENANG BATHIN......

PENGOKOH JIWA PENENANG BATHIN
DALAM MENGARUNGI PERSOALAN HIDUP
( K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR )

AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI , APAPUN YANG TERJADI


- Hidup di dunia ini hanya satu kali , aku tak boleh gagal dan sia – sia tanpa guna .
- Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar , perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku .
- Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Alloh SWT . Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri.
- Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Alloh menyelimuti segalanya , Dia tahu awal, akhir dan segala – galanya .
- Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu , tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku . Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku .

AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI

- Bila sesuatu terjadi , ya … inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani .
- Aku harus menikmatinya , dan aku tak boleh larut dalam kekecewaan berlama – lama , kecewa , dongkol , sakit hati tak akan merobah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri , dongkol begini , tak dongkol juga tetap begini .
- Hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada , namun tubuh serta pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini .
- Bila nasi telah menjadi bubur , maka aku harus mencari ayam , cakweh , kacang polong , kecap , sledri , bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati .

AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI


- Aku harus yakin bahwa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti . Tak mungkin siang terus – menerus dan tak mungkin malam terus – menerus , pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya , aku harus sangat sabar menghadapinya .
- Akupun harus yakin bahwa setiap musibah terjadi dengan ijin Alloh Yang Maha Adil , pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya tak mungkin melampaui batas kemampuanku , karena Dia tak pernah mendzolimi hamba – hamba-Nya .
- Aku tak boleh mendzolimi diriku sendiri , dengan pikiran buruk yang mempersulit dan menyengsarakan diri , pikiranku harus tetap jernih , terkendali , tenang dan proporsional , aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah .
- Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan , tak boleh lari dari kenyataan , karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah . Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik , aku tak boleh menyerah , aku tak boleh kalah .
- Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya , begitupun persoalan yang kuhadapi seberat apapun seperti yang dijanjikan Alloh “Fainnama’al usri yusron inna ma’al ‘usri yusron” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan , bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan . Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri Alloh SWT .

EVALUASI DIRI


- Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Alloh SWT , dan Alloh tak mungkin berbuat sesuatu yang sia – sia .
- Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian , sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya , bila disikapi dengan sabar dan benar .
- Harus kurenungkan mengapa Alloh menakdirkan semua ini menimpaku , bisa jadi peringatan atas dosa – dosa kita , kelalaianku atau mungkin , saat kenaikan kedudukanku di sisi Alloh .
- Mungkin aku harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki .
- Setiap kejadian bagai cermin pribadiku , aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi , yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya , Alloh Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat .

ALLOH-LAH SATU – SATUNYA PENOLONG KU


- Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa ijin-Nya .
- Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin – yakinnya , bahwa hanya Alloh-lah satu – satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan .
- Tidak ada yang mustahil bagi-Nya , karena segala – galanya adalah milik-Nya dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya .
- Tak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong hamba-hamba-Nya , - Dia-lah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya .
Oleh karena itu aku harus benar – benar berjuang , berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya , karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya .
- Ingatlah selalu janji-Nya “Barangsiapa yang bertaqwa kepada-Ku , niscaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Kuberi rizki / pertolongan dari tempat yang tak terduga , dan barangsiapa yang bertawakal kepada-Ku , niscaya akan kucukupi segala kebutuhannya.” (At-Thalaq:2-3)


http://1.1.1.3/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs437.snc3/25134_103280816375538_103134439723509_55222_3952489_n.jpg

Top of Form


Bottom of Form

SaHabaT....

Alangkah indah hidup ini dalam rengkuhan persahabatan sejati.
Anyaman ukhuwah yang tersimpul rapi
dengan pernik-pernik yang jauh dari dimensi jasady
Justru sentuhan-sentuhan ukhrawi sangat kental terasa.

Satu hal yang membuat kita berbeda memang,


kenyataan fitrah dan terkadang fitnah,
akan runtutan Adam dan Hawa
yang didalamnya memuat jurang-jurang rasa.

Sahabat,
Bagaimana aku hendak membalas budi baikmu.


Motivasimu yang tiada pernah henti,
memicu diri untuk tidak sepi dari inovasi.
Keceriaan ukhuwah yang kau tawarkan,
membangkitkan seri tatkala diri lesu dan tiada berdaya.

Sahabat,
Sebuah azzam diri dan permintaan seluruh,


samakan dan sematkan doa,
agar tetap tegar dan istiqomah,
terlepas dari jebakan rasa.
Mampu mengemban amanah sebagai seorang sahabat dari sahabat lain
untuk tidak mengkhianati persahabatan atau ukhuwah
hanya karena “rasa”,
selamatkan hati dari kenistaan duniawi.
Allah-lah yang pantas untuk dicintai.

Wahai segala jiwa mari suburkan semula hati-hati yang mulai gersang.


Ingatlah bahwa gerak diri bermula dari hati.
Bukankah tarbiyah umat membutuhkan hatimu?
Sahabat,
Alangkah indah hidup ini dalam rengkuhan persahabatan sejati.


http://1.1.1.2/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs437.snc3/25134_103280143042272_103134439723509_55220_6993094_n.jpg

Top of Form

Bottom of Form

Manusia Bahagia Bila....




Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.

Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.


Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.


Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,


berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,
tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri,


tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,
tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik,
selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan,


karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.

Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata


ada teman yang sejati.

Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah,


ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang,
selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan


nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri.


Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah
untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati.

Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa


adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau
mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya,


bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha
kita, tak perlu berkeras hati.

Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita


butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.

Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu


banyak orang.


dua.gif

Bottom of Form

Kepada Yang Tersayang....
artikel ini saya kutip dari karya Kangmas Anom, semoga menjadi inspirasi bagi para suami dan istri. Dan bagi anda yang masih lajang (ehem...termasuk saya), bisa jadi bahan surat cinta untuk istri kita kelak..... :)

Kepada Yang Tersayang


Kepada Yang Tersayang Semua Muslimah di Seluruh Bagian Jagad Raya
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ukhti tersayang,


Surat ini khusus buatmu saja.
Sebuah ungkapan hati yang selama ini kupendam jauh didalam lubuk hati.

Ukhti,
Tahukah engkau,


Ada rasa hormat di diri ini, bahkan untuk sekedar menatap wajahmu. Rasanya tak pantas untuk kulakukan itu, karena cahaya Ilahi yang memancar itu terlalu kuat untuk dapat kupandang. Takut hati ini akan getaran yang menyiksa .......

Ukhti sayang,


Sejujurnya ....
Ada semangat yang kau alirkan dalam hari-hariku lewat akhlaqmu yang terkadang menyindir kelemahan dan keluh kesahku. Semangatmu terkadang jauh diatas apa yang bisa dilakukan oleh diri ini.

Ukhti,
Bergetar hati ini,


Setiap namamu disebutkan, atau terpampang dalam sebuah susunan kegiatan amal sholih. Seolah tak habis waktumu untuk korbankan sesuatu bagi kemaslahatan ummat dan kaummu.

Bangga itu menggelegak,


Ketika dengan lancar kau lafadzkan ayat-ayat suci. Ketika namamu menjadi referensi ilmu teman-teman sejawatmu.

Ukhti sholihat,


Kusering membayangkan,
Sambil tersenyum ....
Beberapa bocah kecil berlari riang di sekelilingmu. Bercanda bergelayutan di kerudung panjangmu.

Tiba-tiba seorang diantara mereka terjatuh, wajahnya meringis memegang lututnya. Tangisnya hampir meledak, ketika dengan cepat tanganmu membelai rambutnya yang tertutup jilbab merah muda berenda hasil tanganmu. Sang anak lupa sakitnya, langsung meloncat riang dalam dekapanmu, diiringi teriakan cemburu kakak-kakaknya. Secarik senyuman sekejap menghiasi wajahmu.

Ukhti pujaan,...
Kusering mendamba,
Bercerita tentang lelah diri ini berjuang dalam kalimatNya.

Dengan seksama kau dengar, sambil merapikan beberapa baju taqwa hadiah dari santri-santri binaanmu untukku.


Usaiku bercerita, kau tatap diriku. Lirih tapi pasti kau utarakan janji Allah kepada tentara-tentaranya. Lembut, kau marahi keluh kesah diri ini.
Semangat itu kembali hadir. Lemah itu telah kau buang entah kemana.
Yang tinggal hanyalah aliran harapan untuk bertemu lagi nanti dalam keabadian janji Allah.

Ukhti sayang,


Izinkan diri ini untuk tetap berdo’a pada Pemilikmu.
Izinkan diri ini untuk tetap meminta pada Perancangmu.

Robbana Hablana min Azwajina wa Dzuriyatina Qurrata ‘aiyun waj-alna lil Muttaqiina Imama.

Amin Ya Robbil ‘Alamin.

Ukhti,
Surat ini kutulis untukmu,


Dan hanya untukMu ...


http://1.1.1.2/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs437.snc3/25134_103275436376076_103134439723509_55190_1320167_n.jpg

Top of Form

Bottom of Form

batU keciL & batu besar
http://1.1.1.3/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs457.ash1/25134_103254563044830_103134439723509_55167_5313385_n.jpg


Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya itu, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu, lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun mendapatkan hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide, Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah temannya tadi. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, sekarang temannya menengadah ke atas. Dan pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

***


Sahabatku, Allah kadang menciptakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena seringkali Allah melimpahi kita dengan nikmat-Nya, akan tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya.

Maka janganlah bersedih ketika banyak ujian dan cobaan dalam kehidupan kita, karena yang seharusnya kita sedihkan adalah ketika kita tanpa sadar bahwa kita jarang menengadah kepada-Nya.

Oleh karena itu, agar kita selalu ingat akan Dia, Allah menjatuhkan "batu kecil" kepada kita. Akan tetapi sayang, banyak orang yang tidak sadar akan maksud lemparan itu, bahkan kita marah kepada yang melempar batu kecil tersebut.

Renungan, "Surat dari Mama"

Assalamu'alaikum anakku sholehah...

Seandainya mama dulu sudah lebih mengerti ilmu-ilmu Allah seperti sekarang ini, mungkin mama tidak akan mengalami kesalahan2 masa lalu pandangan dalam pergaulan saat mama remaja dulu,meskipun waktu itu menurut mama semua sudah baik-baik saja.


Tapi ternyata,banyak langkah yang masih salah dipijak,sudah banyak pendapat orang tua yang sempat ditentang,karena kami dulu merasa benar dan baik-baik saja!
Oleh karena itu,anakku sayang,mama ingin ananda memahami
apa yang diperintahkan Allah untuk dipatuhi dan diyakini akan membawa KEBAHAGIAAN dunia dan akherat untuk ananda.
sehingga,ananda tidak membuang waktu dengan percuma hanya karena "salah cara mencintai seseorang pujaan hati"!

Anakku,belajarlah mencintai seseorang yang baik menurut 'syari'at',


belajarlah mencintai seseorang yang dia begitu mencintai Allah,
belajarlah mencintai seseorang yang dipilihkan Allah untukmu,
yang memenuhi kriteria agama Islam,Al Quran & Hadits,
belajarlah mencintai seseorang yang bertanggung jawab kepada Allah.

jika kau mencintai fisik yang menawan wajah yang rupawan,semoga itu bukanlah hanya memenuhi 'nafsu hati saja',


karena belum tentu orang itu bisa membahagiakanmu dunia & akherat,tentu ia pun tidak akan membawa berkah bagi keluarga yang kalian bangun kelak.

Itulah sebabnya,mengapa banyak orang tua muslimah mencarikan jodoh bagi putrinya,se mata2 untuk menghindari 'zinah' dan hal2 buruk yang dapatmenghancurkan pahala akherat bagi anaknya.

Untuk apa kita puas berpasangan dengan 'idaman hati',kalau ternyata akhirnya orang tersebut hanya menyukai kita secara fisik?
tapi tidak menjadi pemimpin dan pembimbing yang sesuai syari'at bagi istrii dan anak2nya.
Dalam pergaulan se hari2 dimasa remaja ini,mohonlah selau RIDHO ALLAH.
Karena yang ananda kagumi secara fisik dan duniawi kadang merupakan hasil godaan syaitan semata,hasil dari 'zinah mata',
yang ananda khayalkan dan impikan seolah-olah ananda pasti akan bahagia jika hidup bersamanya,biasanya hasil dari 'zinah fikiran' saja.
Na'udzubillah.....

Anakku sayang,


Hidup ini hanya sementara.Sedangkan pernikahan adalah SUMPAH kita kepada ALLAH,dan disaksikan para malaikat!

Oleh karena itu,bergaullah dengan orang2 sholeh,pilihlah orang sholeh menjadi pendamping hidupmu kelak,


orang yang di pilihkan ALLAH untukmu,yang diridhoi orang tuamu.
Kuatkanlah permohonanmu dalam ibadah kepadaNYA supaya kau temukan jawabannya.
Jika kau tidak mencintainya hanya karena ia tidak tampan,
belajarlah mencintainya karena Allah mencintai hambanya bagaimanapun ia adanya!

Berdoalah selalu agar Allah menumbuhkan cintamu untuknya.


Jika ibumu ridho,tentu Allah akan meridhoi,karena ridho Allah adalah ridho orang tua yang soleh.

Sekali lagi,renungkanlah,Belajarlah mencintai orang sholeh yang dipilihkan Allah untukmu,


Yakinlah Allah akan selalu melindungimu dari segala godaan dunia ini.Doa mama selalu untukmu dalam setiap langkah dan nafasmu.
Amin Ya Robbal alamin...


http://1.1.1.5/bmi/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs417.snc3/25134_103315236372096_103134439723509_55284_2008623_n.jpg


Sebuah Renungan...........

Wahai sahabat ...

Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan


dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun,
bahkan sepanjang usia kita ?.

Andaikan saja kita bersedia menyediakan kotak kosong,


lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan,
kira-kira, apa yang terjadi ?

Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut tak berbentuk


kotak lagi, karena tak mampu menahan muatan dosa kita.

Bukankah kita seringkali mendahulukan pekerjaan


pada saat adzan memanggil,
dan membiarkan mesjid kosong sehari-harinya,

Bukankah kita pernah menahan orang miskin ?


Menghitung-hitung apa yang kita punya,
namun seringkali sulit untuk berbagi
kepada mereka yang membutuhkan,

Bukankah kita pernah merasa diri paling benar, paling


pintar dari orang lain, ta'adjub, riya, sombong, marah
yang tak pada tempatnya, angkuh, congkak, hebat, dan
tinggi dari orang lain ?

Bukankah karena lidah kita, tangan kita, badan, kaki


kita, mata dan hati kita pernah menyakiti manusia lainnya ?

Bukankah kita sering tak mau menolong orang yang


meminta bantuan pada kita, menolong saudara kita yang
dalam kesulitan, walaupun kita sanggup menolongnya ?.

Bukanlah sering kita mengecewakan orang tua kita,


pasangan kita, anak-anak kita atau orang -orang terdekat kita,

Daftar ini akan bisa semakin panjang dan panjang bila


diteruskan…

Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Allah SWT berfirman dalam surat Az Zumar ( 39 : 53 )

" Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampaui batas


terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus
asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya ( kecuali syirik ). Sesungguhnya
Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang. "

Indah benar ayat ini,


Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran,
namun tidak diikuti kalimat yang berbau murka.
Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa
dari rahmat (kasih saying) Allah.
Allahpun menjanjikan kita untuk mengampuni dosa-dosa kita.

Karena itu, kosongkanlah lagi kotak-kotak yang penuh tadi


dengan bertaubat kepadaNya.
Kita kembalikan kotak itu seperti keadaannya semula,
kita kembalikan jiwa kita kepada jiwa yang fitri dan bersih.

Jika kita punya onta lengkap dengan segala


perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang,
bukankah kita sedih?

Bagaimana pula jika onta itu tiba-tiba kembali


berjalan menuju kita lengkap dengan segala perbekalannya,
bukankah kita merasa bahagia ?

Rasulullah SAW bersabda :


daripada kembalinya onta yang hilang dan perbekalannya,
“Ketahuilah Allah akan lebih senang lagi melihat hambaNya
yang berlumuran dosa bertaubat dan kembali kepadaNya”.

Allah berfirman : " Kembalilah kamu kepada Tuhanmu,


dan berserah dirilah padaNya, sebelum datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi ".
(Q. S. 39 : 54 )

Seperti onta yang sesat jalan, dan mungkin telah


tenggelam didasar lautan samudra, mengapa kita tak
berusaha berjalan kembali menuju Allah, dan menangis
di " kaki kebesaranNya ", mengakui kesalahan kita, dan
memohon ampunanNya.

-------------------------

Ya Rabb .. Engkaulah yang Maha menggenggam hati kami ...
Engkaulah yang Maha membukakan pintu hikmah bagi kami ...
Engkaulah yang Maha pengampun atas banyaknya dosa2 kami ...
Hanya kepadaMulah kami bersandar ...
Hanya kepadaMulah kami memohon ampun dan pertolongan ...
Hanya kepadaMulah sepenuhnya kami berserah diri ...
Ya Dzat yang Maha Besar ...
Rahmatilah kami , ridhoilah kami,
Masukkanlah kami ke dalam golongan orang2 yang beruntung
dan yang Engkau cintai ...
Berikanlah kami nikmat iman yang semakin baik ,
dan terbaik pada penghujung umur kami ..
Ya Rabb, Ya Malikul Mulki, Ya Dzal jalaali wal ikram ...


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs437.snc3/25134_103314553038831_103134439723509_55283_6731148_n.jpg



Yüklə 486,22 Kb.

Dostları ilə paylaş:
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   12




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©muhaz.org 2022
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə